Anda di halaman 1dari 26

KERAGAMAN BUDAYA DAN

PERSPEKTIF TRANSKULTURAL
DALAM KEPERAWATAN
Oleh : Kelompok HG 3
Kelas A, Ekstensi 2012
CHRISTINA P (1206322556)
EKO PURWANTO (1206322676)
HELEN (1206322713)
RINA YULIATY (1206322921)
SAHRUDIN (1206322985)
TUTI HARTATI (1206323073)
OUTLINE
Pengertian kebudayaan menurut beberapa
ahli :
Unsur Kebudayaan
Wujud Kebudayaan
1. Gagasan atau wujud ideal
D. Oncil bersifat abstrak, tidak dapat
(2006) diraba atau disentuh
2. Aktivitas atau tindakan
tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat.
3. Artefak atau karya
Sifatnya paling konkrit diantara
ketiga wujud kebudayaan
Komponen
Budaya
Sifat Kebudayaan
Definisi Masyarakat
Arti
luas

Arti
Sempit

Masyarakat
Konsep Sehat dan Sakit
Potter & Perry

WHO Sehat : suatu keadaan


dimana seseorang
mendefinisikannya sesuai
sehat : keadaan dengan nilai yang ada pada
sehat sejahtera dirinya.
fisik, mental,
sosial, dan bukan Sakit : suatu kondisi
hanya bebas dari ketidakmampuan individu
untuk beradaptasi terhadap
penyakit atau
rangsangan yang berasal
kelemahan. dari dalam dan luar individu.
kebudayaan dalam masyarakat
Faktor-faktor budaya dan perilaku sakit
Faktor budaya
Faktor perilaku sakit
Faktor Budaya
Perilaku Sakit

seseorang yang sedang sakit, pada


umumnya mempunyai perilaku mencakup
cara seseorang memantau tubuhnya,
mendefinisikan dan menginterpretasikan
gejala yang dialaminya.
Melakukan upaya penyembuhan dan
menggunakan system pelayanan
kesehatan (mechanic, 1982, dikutip dalam
fundamental keperawatan)
Variable yang mempengaruhi perilaku sakit

persepsi mereka terhadap gejala


Variable dan sikap sakit yang dialami
internal
gejala yang dapat dilihat
kelompok sosial
latar belakang budaya
Variabel variable ekonomi
eksternal
kemudahan akses kedalam system
pelayanan kesehatan
dukungan sosial
Tahap perilaku sakit

• Tahap 1 : mengalami gejala


• Tahap 2 : asumsi tentang peran sakit
• Tahap 3 : kontak dengan pelayanan
kesehatan
• Tahap 4 : peran klien dependen
• Tahap 5 : pemulihan dan rehabilitasi
Fenomena-fenomena budaya dan
kesehatan
• Kontrol lingkungan
• Variasi biologis
• Organisasi sosial
• Komunikasi
• Ruang
• Waktu
Keyakinan tradisional yang
mempengaruhi kesehatan
Perspektif Transkultural
Dalam Keperawatan
• Keperawatan transkultural dan
globalisasi dalam layanan
kesehatan
• Konsep dan prinsip dalam teori
keperawatan transkultural
Keperawatan transkultural dan globalisasi
dalam layanan kesehatan

Konsep dalam keperawatan transkultural

• Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang di
pelajari dan di bagi serta memberi petujuk dalam berfikir-bertindak dalam
mengambil keputusan.
• Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih di inginkan
atau sesuatu tindakan yang di pertahankan pada suatu waktu tertentu dan
melandasi tindakan dan keputusan.
• Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang
optimal mengacu pada kemungkinan variasi pendekatan keperawatan yang di
butuhkan untuk memberikan asuhan budaya yang menghargai nilai individu
kepercayaan dan tindakan termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari
individu yang dating dan individu yang mungkin akan kembali lagi
( Leininger,1985 )
Keperawatan transkultural dan globalisasi dalam
layanan kesehatan
Prinsip prinsip asuhan keperawatan transkultural
1.Semua kebudayaan mempunyai gaya hidup.Asuhan
keperawatan dan metode pengobatan yang berbeda
harus memahami untuk dapat bekerja secara efektip
dengan orang lain.
2.Memahami kebudayaan sendiri adalah langkah
penting pertama untuk dapat memahami
Kebudayaan orang lain.
3. Kebutuhan dasar manusia merupakan focus
dominan pada keperawatan.
Peran Perawat Pada Keperawatan
Transkultural

menjembatani antara system


perawatan yang dilakukan
masyarakat awam dengan
sistem perawatan professional
melalui asuhan keperawatan
• Tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien dan
masyarakat harus tetap memperhatikan 3 prinsip asuhan
keperawatan yaitu :
1. Cultural Care Preservation yaitu prinsip
membantu,memfasilitasi atau memperhatikan fenomena
budaya guna membantu individu menentukan tingkat
kesehatan dan gaya hidup yang diinginkan.
2. Cultural Care Accomodation yaitu prinsip
membantu,memfasilitasi dan merefleksasikan cara cara untuk
beradaptasi,bernegosiasi atau mempertimbangkan kondisi
kesehatan dan gaya hiduo individu.
3. Cultural Care Repatterning yaiti prisip merekonstruksi atau
mengubah desain untuk membantu memperbaiki kondisi
kesehatan dan pola hidup individu kea rah yang lebih baik.
Aplikasi Konsep dan Prinsip Transkultural
Sepanjang Daur Kehidupan Manusia
• Seorang klien perempuan berusia 25 tahun sedang hamil 4
bulan. Ini merupakan kehamilannya yang pertama. Klien
tersebut berasal dari daerah Sunda sedangkan suaminya
berasal dari Yogyakarta. Mereka saat ini tinggal di Jakarta.
Sejak mengetahui istrinya hamil, suami klien berusaha untuk
memanjakan istrinya dan melarangnya bekerja dan meminta
orang tua (ibu) klien untuk menemani klien di rumah. Orang
tua klien masih sangat ketat mengikuti adat istiadat mereka
demikian pula halnya dengan orang tua suami klien. Klien
merasa tertekan dengan kondisi kehamilannya dan perlakuan
yang diterimanya dari suami, orang tua, dan mertuanya.
Budaya Jawa Budaya Sunda

 bu hamil dilarang menjahit apa-apa yang  Tidak boleh keluar rumah sembarangan, terutama
asalnya bolong menjadi buntu karena nanti sore hari
bisa berakibat buntu jalan lahir si jabang
 Hanya memakan sayuran (dianggap baik),
bayi, sehingga menyebabkan oprasi atau
sedangkan ikan, daging, dan buah-buahan dianggap
susah persalinan
tidak baik untuk bayi
 larangan membawa handuk atau pakaian
lain dengan cara dikalungkan ke leher,  Tidak boleh melilitkan anduk/ kain di leher ibu
katanya bisa menyebabkan jabang bayi di hamil, agar bayi tidak terlilit tali pusat
dalam perut menjadi kalung usus  Tidak boleh minum air terlalu banyak karena bila
 terdapat berbagai upacara adat yang rinci melahirkan nantinya akan terlalu banyak air atau
untuk menyambut kelahiran bayi seperti anak kembar
pada upacara mitoni, procotan, dan  Pantang makan gula merah/ tebu serta nanas karena
brokohan.
dapat membuat perut ibu hamil sakit
 Dianjurkan minum air kelapa muda
 Dianjurkan untuk minum minyak kelapa seiring
dengan semakin besarnya usia kehamilan, terutama
usia 9 bulan
Peran Perawat pada kasus tersebut
• Mengkaji tingkat stress klien
• Mengkaji kebudayaan dari kedua keluarga ( Jawa dan Sunda )
dari pasien dan keluarga serta mencarinya di literatur
• Menkaji faktor-faktor budaya yang bertentangan dengan prinsip
kesehatan dan tingkat stress klien
• Membina hubungan saling percaya dengan klien dan keluarga
• Perawat bersama dengan keluarga klien mendiskusikan hal-hal
yang diinginkan atau dicapai oleh klien beserta keluarga (suami,
ibu klien dan mertua)
• Menjelaskan pada keluarga mengenai budaya yang
bertentangan dengan kesehatan
• Melibatkan keluarga untuk bekerja sama (problem solving) yang
berhubungan dengan faktor budaya
TERIMA KASIH