Anda di halaman 1dari 18

Standar Pelayanan Minimal UKP

Puskesmas Saribudolok
Pengertian SPM
Menurut WHO
• Kaji banding terhadap pencapaian yang
didasarkan pada tingkat terbaik yang
diinginkan
• Standar menjadi model utk dicontoh
dapat digunakan sbg dasar melakukan
pembandingan
Latar belakang SPM diperlukan
• Diatur dalam perundangan
• Wujud pertanggungjawaban terhadap
pemerintah dan masy.
• Ukuran kinerja melakukan perbaikan
• Alat kaji banding kinerja antar sarana
pelayanan kesehatan
Acuan penentuan nilai SPM
• Konsensus nasional
• Standar pelayanan tertinggi yg telah dicapai
• Pengalaman empiris
• Ketersediaan anggaran yg dialokasikan ke
puskesmas
• Kemampuan struktur yg ada; SDM, bangunan
fisik, peralatan, dsb.
• Variasi kondisi daerah
Langkah menyusun spm/indikator
kinerja
• Bentuk tim penyusun
• Minilok sosialisasi indikator kinerja
• Bentuk tim kecil sesuai unit/jenis pelayanan
• Tim kecil menyusun bersama dgn unit pelyanan
utk jenis pelayanan yg dimaksud
• Minilok membahas hasil tim kecil
• Finalisasi indikator kinerja
• Penilaian kinerja dengan indikator yg telah
disusun (audit)
• Penyiapan hasil penilaian kinerja utk
penyusunan PKP dan rencana perbaikan di msg2
unit layanan
Indikator kinerja
Unit Gawat Darurat
• Ketersediaan tenaga dokter yang telah ATLS/ACLS
• Ketersediaan perawat yang telah PPGD
• Ketepatan respon time
• Penyelenggaraan triase
• Komplikasi karena reaksi anastesi
• Kepatuhan hand hygiene
• Jam buka pelayanan UGD
• Tidak terjadinya kematian di UGD Puskesmas
• Ketersediaan APD
Poli Kesehatan Ibu dan Anak, MTBS,
dan Ruang Persalinan
• Ketersediaan tenaga bidan yang sesuai
kompetensi
• Ketersediaan tenaga bidan yang sudah pelatihan
APN
• Terselenggaranya APN
• Penggunaan partograf
• Tidak terjadinya kesalahan tertukar bayi
• K4
• Pertolongan nakes
• Ketersediaan APD
Poli Umum
• Waktu tunggu pasien dipanggil ke dalam poli
• Jam buka pelayanan
• Ketersediaan APD
• Kepatuhan hand hygiene
• Pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan
kepada pasien dan/atau keluarganya
Poli Gigi
• Waktu tunggu pasien dipanggil ke dalam poli
• Komplikasi karena reaksi anastesi
• Ketersediaan APD
• Kepatuhan hand hygiene
• Pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan
kepada pasien dan/atau keluarganya
• Pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan
kepada pasien dan/atau keluarganya
Bagian rekam medik
• Kelengkapan pengisian rekam medis 24
jam setelah selesai pelayanan
• Waktu penyediaan dokumen RM
pelayanan rawat jalan
• Kelengkapan informed consent setelah
mendapatkan informasi yang jelas
Ruang Obat
• Waktu tunggu pelayanan
obat jadi
• Waktu tunggu pelayanan
obat racikan
• Tidak terjadinya kesalahan
pemberian obat dan KNC
Laboratorium
• Tidak terjadinya kesalahan pemberian hasil
pemeriksaan laboratorium
• Waktu tunggu hasil pemeriksaan lab
Pemeliharaan sarana puskesmas
• Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat
• Ketepatan waktu pemeliharaan alat
• Peralatan laboratorium dan alat ukur yang
digunakan terkalibrasi tepst waktu sesuai
ketentuan kalibrasi
Contoh Lampiran Uraian indikator
Judul Ketersediaan Tenaga Dokter yang telah ATLS/ACLS
Dimensi Mutu Kompetensi Teknis
Tujuan Tersedianya pelayanan gawat darurat oleh Dokter
yang kompeten dalam bidang kegawatdaruratan
Definisi Operasional Dokter yang kompeten dalam bidang
kegawatdaruratan adalah dokter yang telah memiliki
sertifikat ATLS/ACLS

Frekuensi Pengumpulan Data Setiap bulan


Periode Analisa Tiga bulan sekali
Numerator Jumlah dokter yang memiliki sertifikat ATLS/ACLS
Denominator Jumlah dokter yang melayani pasien gawat darurat
Sumber Data Kepegawaian
Standar 100%
Penanggung jawab Pengumpul Kepala TU
Data
LABORATORIUM FARMASI

BAG. REKAM
MEDIK
1. Tanggung jawab tenaga
klinis

2. Pemahaman mutu
layanan klinis
Bab IX - Peningkatan Mutu
Klinis dan Keselamatan
Pasien (PMKP) 3. Pengukuran mutu
layanan klinis dan sasaran
keselamatan pasien

4. Peningkatan mutu
layanan klinis dan
keselamatan pasien
Alur Pelayanan Klinis di Puskesmas Saribudolok

Pendaftaran Kajian Awal


Terapi di
Poli

- Konsultasi

Pulang
-Ruang Obat
- Laboratorium
- Rujukan