Anda di halaman 1dari 9

Teori pembentukan batu saluran kemih

Teori supersaturasi
• Supersaturasi air kemih dengan garam-garam pembentuk batu merupakan
dasar terpenting dan merupakan syarat terjadinya pengendapan.
• Apabila kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik endapannya maka
terjadi supersaturasi sehingga menimbulkan terbentuknya kristal dan pada
akhirnya akan terbentuk batu.
• Supersaturasi dan kristalisasi dapat terjadi apabila ada penambahan suatu
bahan yang dapat mengkristal di dalam air dengan pH dan suhu tertentu
yang suatu saat akan terjadi kejenuhan dan terbentuklah kristal.
• Tingkat saturasi dalam air kemih tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah
bahan pembentuk BSK yang larut, tetapi juga oleh kekuatan ion,
pembentukan kompleks dan pH air kemih.
Teori matrisk
• Di dalam air kemih terdapat protein yang berasal dari pemecahan
mitokondria sel tubulus renalis yang berbentuk laba-laba.
• Kristal batu oksalat maupun kalsium fosfat akan menempel pada
anyaman tersebut dan berada di sela-sela anyaman sehingga
terbentuk batu.
• Benang seperti labalaba terdiri dari protein 65%, heksana 10%,
heksosamin 2-5% sisanya air.
• Pada benang menempel kristal batu yang seiring waktu batu akan
semakin membesar. Matriks tersebut merupakan bahan yang
merangsang timbulnya batu.
Teori inhibitor
• Dikenal 2 jenis inhibitor yaitu organik dan anorganik
• Pada inhibitor organik terdapat bahan yang sering terdapat dalam proses
penghambat terjadinya batu yaitu asam sitrat, nefrokalsin, dan tamma-
horsefall glikoprotein sedangkan yang jarang terdapat adalah gliko-samin
glikans dan uropontin.
• Pada inhibitor anorganik terdapat bahan pirofosfat dan Zinc. Inhibitor yang
paling kuat adalah sitrat, karena sitrat akan bereaksi dengan kalsium
membentuk kalsium sitrat yang dapat larut dalam air.
• Inhibitor mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dan mencegah
perlengketan kristal kalsium oksalat pada membaran tubulus.
• Sitrat terdapat pada hampir semua buah-buahan tetapi kadar tertinggi
pada jeruk.
Teori epitaksi
• Pada teori ini dikatakan bahwa kristal dapat menempel pada kristal
lain yang berbeda sehingga akan cepat membesar dan menjadi batu
campuran. Keadaan ini disebut nukleasi heterogen dan merupakan
kasus yang paling sering yaitu kristal kalsium oksalat yang menempel
pada kristal asam urat yang ada.
Teori pembentukan batu struvit
• Batu Struvit (MgNH4PO46H2O) dapat timbul dipengaruhi oleh pH urin
>7,2 dan terdapatnya ammonia dalam urin. Hal ini dapat terjadi pada
infeksi bakteri pemecah urea (urea splitting bacteria). Bakteri
penghasil urease antara lain golongan proteus, klebsiella, providensia,
pseudomonas, staphylococcus, micrococcus, corynebacterium dan
mikoplasma. Urease yang terbentuk akan menghidrolisis urea
menjadi karbondioksida dan ammonium dengan reaksi seperti
berikut sehingga timbul batu struvit :
Teori pembentukan batu struvit
• Urease yang terbentuk akan menghidrolisis urea menjadi
karbondioksida dan ammonium dengan reaksi seperti berikut
sehingga timbul batu struvit :
Teori randall
• Pada penderita hipertensi ternyata didapatkan 83%
mengalamiperkapuran ginjal. Hal ini disebabkan aliran darah dari
papilla ginjalberbelok 1800 dan aliran darah berubah dari aliran
laminar menjadi aliran turbulensi (mengalami turbulensi akibat
tekanan darah yang tinggi). Aliran turbulensi ini akan
menyebabkan terjadinya pengendapan ion-ion Calciumdi papilla
renalis sehingga membentuk Randall’s plaque yang dapat berubah
menjadi inti batu.
Teori hiperkolesterol
• Adanya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah akan disekresi melalui
glomerulus ginjal dan tercampur didalam air kemih. Adanya butiran kolesterol
tersebut akan merangsang agregasi dengan kristal kalsium oksalat dan kalsium
fosfat sehingga terbentuk batu yang bermanifestasi klinis (teori epitaksi).
• Diduga dua proses yang terlibat dalam BSK yakni supersaturasi dan nukleasi.
• Supersaturasi terjadi jika substansi yang menyusun batu terdapat dalam jumlah
yang besar dalam urine, yaitu ketika volume urine dan kimia urine yang menekan
pembentukan menurun.
• Pada proses nukleasi, natrium hidrogen urat, asam urat dan kristal hidroksipatit
membentuk inti.
• Ion kalsium dan oksalat kemudian merekat (adhesi) di inti untuk membentuk
campuran batu. Proses ini dinamakan nukleasi heterogen.