Anda di halaman 1dari 81

Bionomik Serangga Penggangu

Anto D. Flassy, ST.SKM.MKes


Kasie pengendalian & Pemberantasan Penyakit
Bidang PMK Dinkes Prov. Papua
Musca domestica

• Seperti semua lalat, memiliki dua sayap dan


tubuh dibagi menjadi tiga bagian: kepala,
dada dan perut.
Musca domestica
-Dada lebih abu-abu dengan
garis-garis empat sama luas
membujur gelap pada
dorsum.

-Perut memiliki sisi


kekuningan pada bagian
basal; bagian posterior
berwarna hitam kecoklatan
dan garis membujur gelap
terbentang sepanjang bagian
tengah dorsal.
Daur Hidup
• Tahap-tahap dalam siklus hidup dari lalat
rumah adalah telur, larva, pupa, dan dewasa.

• Larva molts dua kali, ada instar pertama,


kedua, dan ketiga instar.
Daur Hidup

Siklus hidup
keseluruhan dari lalat
rumah (dari telur
hingga dewasa) adalah
sekitar 7-10 hari pada
musim panas di
daerah beriklim
hangat.
Lama Daur Hidup
Daur Hidup
Telur

Telur diletakan
4-8 hari setelah
lalat kawin
Telur
Telur putih, elips,
sekitar 1mm panjang
0,26 mm, warna
terang, dengan
kedua ujungnya
bulat, anterior sedikit
meruncing.
Telur
• Telur diletakan ditempat yang lembab, kaya
bahan organik, seperti kotoran hewan dan
sampah organik.
Pertumbuhan Telur
• Cepatnya larva akan menetas dari telur tergantung pada
suhu, meskipun kebanyakan akan menetas dalam waktu 24
jam setelah deposisi telur.

• Suhu optimum untuk kelangsungan hidup telur adalah


sekitar 18 ° C (64 ° F). Embrio tidak akan berkembang dalam
telur pada suhu di bawah 12 ° C (54 ° F).

• Jumlah telur yang dihasilkan dalam sekali bertelur 100-150


(avg.120), lalat bertelur 4-6 kali dalam hidupnya.

• Tidak ada hibernasi atau estivation dalam tahap telur.


Perkembangan telur menjadi larva
Larva
• Larva terdiri dari 3 instar.

• Instar I, tebal kutikula 5μm (36 jam).


• Instar II, tebal kutikula 25μm (60 jam).
• Instar III, tebal kutikula 40μm (>60 jam).

• Larva berwarna putih dan berbentuk silinder,


dengan ujung posterior luas dan rata.
Larva
Larva tidak mempunyai
mata, pergerakan
dipandu oleh rangsang
sarah yang ada di
punggung.
Pupa
A) Puparium.
B) Kepompong yang berkembang di dalam
puparium tersebut.
C) Puparium setelah ditinggalkan lalat
• Sebelum menjadi pupa larva bermigrasi ke
tempat kering dan menyelesaikan proses
pupanya.
• Pupa berwarna coklat gelap, dengan ukuran
6,3 mm
• Lama pupa 3-21 hari tergantung suhu
Perkembangan Pupa
Palvillus
Kepala
Kepadatan
• Kepadatan lalat ditentukan oleh faktor-faktor
abiotik (suhu, kelembaban habitat
berkembang biak dan ketersediaan makanan),
serta faktor biotik (musuh alami termasuk
parasit, predator dan patogen).
Habitat perkembangbiakan
• Area lembab, kaya bahan organik
Tumpukan sampah
Sisa makanan/dapur
Kandang ternak
Toilet Cemp
Tumpukan jerami
Saluran air
Endapan kotoran/sisa makanan
Area pemeliharaan ternak
Lalat Hijau
(Chrysomya megacephala)
Chrysomya megacephala
(Lalat Hijau)
• Metamorfosis sempur : telur, larva, pupa dan dewasa.
• Dewasa ukuran sedang hingga besar, berwarna hijau,
abu-abu, perak mengkilat, abdomen berwarna gelap
• Berkembangbiak di bahan yang cair, atau semi cair
yang berasal dari hewan, daging, ikan, bangkai,
sampah hewan, dan tanah yang mengandung kotoran
hewan.
• Juga meletakkan telur di luka hewan dan manusia.
Chrysomya megacephala
(Lalat Hijau)
• Jumlah telur rata-rata 254 butir, menetas 9 – 10 jam.
• Lama stadium larva sekitar 4 hari.
• Lalat dewasa dapat hidup sampai 105 hari.
• Biasanya hidup di sekeliling permukiman, pada populasi
yang tinggi masuk ke dalam rumah di sekitar dapur

Jenis lalat hijau lain yang ada di Indonesia adalah Chrysomya


bezziana, jarang di permukiman, banyak ditemukan di
padang gembala.
Chrysomya megacephala
(Lalat Hijau)

Masalah kesehatan yang ditumbulkan :

- Miasis
- Lalat jenis ini dilaporkan membawa telur cacing Ascaris
lumbricoides dan Tricuris trichiura.
Miasis
Lalat daging (Sarcophaga sp.)
Sarcophaga spp.
- Berwarna abu-abu, berukuran sedang sampai besar, kira-
kira 6-14 mm panjangnya.
- Mempunyai tiga garis gelap pada bagian dorsal toraks,
dan perutnya mempunyai corak seperti papan catur.
- Bersifat viviparus dan mengeluarkan larva hidup pada
tempat perkembangbiakannya sperti daging, bangkai,
kotoran dan sayur-sayuran yang sedang membusuk.
- Umumnya ditemukan di pasar dan warung terbuka, pada
daging, sampah dan kotoran, jarang memasuki rumah.
Abdomen papan catur
Daur idup Sarcophaga sp.

a : larva, b : pula, c : dewasa


Sarcophaga spp.

• Masalah kesehatan yang ditumbulkan :

• Lalat jenis ini dilaporkan juga membawa telur cacing Ascaris


lumbricoides (cacing gilig) dan Tricuris trichiura (cacing cambuk).
Stomoxys calcitrans
(Lalat kandang)
Stomoxys calcitrans
(Lalat kandang)
•Bentuknya menyerupai lalat rumah, tetapi berbeda pada
struktur mulutnya (probosis) meruncing berfungsi menusuk dan
menghisap darah.
•Metamorfosis sempurna (telur-larva-pupa-dewasa), dengan
siklus hidup berkisar 3-5 minggu
•Lalat betina harus mendapatkan darah untuk produksi
telurnya, telur diletakkan pada manur atau kotoran hewan,
sampah sayuran, potongan rumput, telur menetas dalam
beberapa hari.
•Fase larva, tahap makan, berlansung 1-3 minggu, pupa 1
minggu.
Probosis (menghisap darah)
Stomoxys calcitrans
(Lalat kandang)
•Lalat sering dijumpai di sekitar kandang pada peternakan sapi
perah atau sapi yang selalu dikandangkan, kadang menyerang
manusia menggigit pada daerah kaki atau bagian bawah.
•Menyebabkan produksi susu dan daging menurun.
Bionomik kecoa
Kecoa/Lipas
Lipas/kecoa
• Tubuhnya oval, gepeng.
• Mulut mempunyai gigi geraham yang kuat,
untuk menggigit, mengunyah dan menjilat.
• Terdapat 2 ps sayap, lebar dan kokoh,
(ditutupi) tegmina yang mengeras.
• Warna coklat muda - gelap
• Ukuran panjang 1-5 cm
• Antena yang panjang, jarang terbang,
berjalan sangat cepat.
Dur hidup lipas
Metamorfosis sederhana (telur, nimfa, dewasa)
Telur di dalam ooteka
Betina meletakkan telurnya di dalam kantung disebut ooteka,
berisikan 16-50 butir telur.
Ooteka seperti dompet, berwarna coklat kehitaman,
diletakkan pada sudut-sudut perabot yang gelap dan lembab,
ada yang dibawa kemana-mana.
Telur menetas 42-81 hari, menjadi nimfa melalui
perkembangan 5-13 instar sebelum menjadi lipas dewasa.
Lipas dewasa berumur beberapa bulan sampai 2 tahun,
seekor betina dapat menghasilkan 4-90 ooteka.
Ooteka
• Satu ooteka bisa mencapai 50 telur
Habitat dan perilaku lipas
Lipas berkembang baik pada lingkungan yang terlindung dan
banyak bahan makanan, misal dapur.
Lipas biasanya pindah (dalam bentuk telur atau dewasa) melalui
kardus, tas/koper, furnitur, bus, kereta api, kapal laut dan pesawat.
Omnivor, pemakan segala.
Nokturnal, aktif mencari makan malam hari, apabila terlihat siang
hari menandakan populasi yang sangat tinggi.
Thigmotactic, istirahat dicelah-celah dinding dan plafon.
Gregarious, istirahat dalam kelompok yang besar, bersama-sama
di celah-celah yang sempit, gelap dan lembab.
Grooming, membersihkan diri dg menjilat tubuhnya.
Sifat gregarious, istirahat berkumpul dalam kelompok yang besar
Vektor mekanis
• Kecoa telah ditemukan untuk membawa
patogen yang menyebabkan TBC, kolera,
lepra, disentri, dan tipus, serta lebih dari 40
bakteri lain (seperti salmonella) atau virus
yang dapat menyebabkan penyakit.
Jenis-jenis Kecoa di Indonesia
1. Periplaneta americana
2. Periplaneta australasiae
3. Periplaneta brunnea
4. Blatella germanica
5. Blatta orientalis
6. Supella longipalpa
Periplaneta americana
• Jenis paling besar
• Abdomen merah kecoklatan
• Pronotum kuning keruh, tengahnya
terdapat sepasang bercak coklat
• Belakang abdomen terdapat sepasang
serkus panjang tipis dan runcing seperti
cemeti
• Banyak terdapat di restoran, rumah sakit
dan supermarket atau tempat
penyimpanan makanan, pada populasi
tinggi berkeliaran di dapur dan kamar
mandi
• Lebih menyukai hidup di bagian dasar
rumah yang lembab dan gelap.
Periplaneta brunnea
• Ukuran dan warna hampir sama
Periplaneta americana
• Warna kuning pronotum kurang
jelas
• Warna abdomen lebih coklat
• Serkus kokoh, lebih tebal, ujung
tidak meruncing dan tidak
panjang
• Banyak ditemukan di saluran
pembuangan
• Normalnya makananya adalah
bahan tanaman, di kadang dan
memasuki rumah.
Blatella germanica
• Lipas kecil
• Abdomen coklat muda agak kekuningan
• Betina warna lebih tua dari jantan
• Pronotum coklat, dari atas tampak dua garis
hitam memanjang.
• Dua garis memanjang juga tampak pada nimfa.
• Nimfa coklat tua, sangat aktif
• Ooteka di bagian bawah abdomen selalu
dibawah kemana-mana
• Sering dijumpai di kapal, kereta, pesawat,
hotel, restoran, rumah sakit, supermarket, dan
gudang makanan
Blatta orientalis

• Lipas medium
• Coklat gelap hingga gelap
• Betina sayap mereduksi (wings pad)
• Jantan sayap hampir menutupi seluruh tubuh,
abdomen tampak sedikit
• Menyukai kondisi lebih dingin
Supella longipalpa
• Mirip Blatella germanica,
tetapi punya dua pita
melintang, satu pada dasar
sayap, dan kedua pada 1/3
tubuh dari belakang
• Betina tegmina tidak
mencapai ujung abdomen
• Jantan tegmina lebih panjang
dan lebih langsing
Daur Hidup Lipas
Lipas Telur/ Periode Molting Life Ooteka/
Ooteka Nimfa span betina
B.g 30-40 6-12mg 6-7 4-6bln 5-8
P.am 12-16 6-12mg 7-10 6-12bln 10-50
P.aus 16-24 6-12mg 10-12 4-8bln 12-20
S.l 10-18 2-4bln 6-8 3-6mg 6-13
B.o 12-16 6-18bln 7-10 3-6mg 8-14
Relative numbers of the four domestic cockroaches placed into
low, moderate, high and extremely high categories
(C. Ogg 1995).

Category B.ger- S.longi- B.orien- P.ameri-


manica palpa talis cana
Low 0-5 0-3 0-1 0-1

Modera- 5-20 3-10 1-10 1-10


te
High 20-100 10-50 10-25 10-25

Extreme- >100 >50 >25 >25


ly High
Tomcat
Definisi
• Tomcat adalah istilah yang digunakan untuk
menjelaskan serangga golongan kumbang
yang menyerupai semut, dengan nama
Paederus spp.

Disebut TOMCAT karena bentuk badannya


mirip pesawat tempur Tomcat (F-14).
Klasifikasi Paederus littorarius
Kingdom Animalia
Phylum Arthropoda
Class Insecta
Order Coleoptera
Suborder Polyphaga
Superfamily Staphylinoidea
Family Staphylinidae
Subfamily Paederinae Tribe Paederini
Genus Paederus
Paederus littorarius
Morfologi Paederus spp.
• Paederus memiliki
beberapa jenis, saat ini
yang menimbulkan
serangan di beberapa
wilayah di Indonesia
adalah jenis Paederus
littorarius.
• Morfologi dewasa
Paederus spp.
mempunyai panjang 7-
10 mm dan lebar 0,5-1
mm.
Siklus Hidup Paederus
• Serangga Paederus berkembang melalui empat fase, yaitu telur (4
hr), larva (9 hr), pupa (5 hr) dan dewasa (hidup hingga 3 bln).
• Seekor betina dapat menghasilkan 100 telur, yang diletakan di
tempat lembab dan basah.
• Larva hidup di tanah, sampah serasah dan kotoran.
• Dewasa membuat lubang di dalam tanah atau hidup di bawah
batu.
Habitat Paederus
• Paederus mempunyai habitat di area yang
lembab dan basah, seperti di tepi pantai,
sungai, rawa-rawa, kolam, sawah, saluran
irigasi dan bebatuan.
Perilaku Paederus
• Pederus meningkat populasinya setelah
musim penghujan dan menjelang musim
panas.
• Paederus adalah predator bagi serangga kecil
lainnya.
• Paederus menghisap cairan tubuh mangsanya
dan meninggalkan cangkang korbanya.
• Bersifat nocturnal (keluar malam hari) dan
menyukai cahaya.
• Paederus menghisap cairan serangga sasaran
hingga tinggal kulitnya
Perilaku Paederus
• Paederus tidak menggigit atau menyengat,
tetapi mengeluarkan cairan tubuh yang
beracun yang dinamakan paederin.
• Paederus ke permukiman mencari makanan,
karena rusaknya habitat yang menyebabkan
persediaan makanan (serangga lainnya)
berkurang.
Racun paederin
• Pederin (C25H45O9N) sangat beracun, lebih
kuat dari bisa ular kobra.
• Kontak dengan pederin dapat menimbulkan
penyakit kulit yang dinamakan dermatitis
paederus.
Dermatitis Paederus
• Terjadi karena kontak dengan racun pederin.
• Kemerahan timbul setelah kontak 24 jam, kemudian gatal,
panas dan melepuh bersikin air seperti mengalami luka
bakar hingga 48 jam. Cairan keluar, vesikula mengering dan
terkelupas setelah 8 hari.
• Gejala tambahan yang mungkin adalah demam, neuralgia,
arthralgia, dan muntah.
Pengendalian
• Eliminasi habitat Paederus di sekitar permukiman, dengan cara menimbun
tempat-tempat berair, sehingga tidak memungkinkan Paederus dan
larvanya tetap hidup.
• Jika muncul serangan Paederus ke permukiman, pada malam hari tutup
pintu dan jendela, matikan lampu dan gunakan kawat kasa, serta masukan
sofa, baju, handuk, sprei yang ada di luar rumah.
• Tidur menggunakan kelambu.
• Apabila terdapat Paederus jangan dihancurkan dengan anggota tubuh
(ditepuk) karena cairan akan keluar saat ditepuk. Untuk membunuh
serangga ini gunakan insektisida piretroid, bangkai serangga disapu dan
dikumpulkan ke dalam kantong plastik.
• Segera cuci peralatan dan pakaian apabila dicurigai kontak dengan
Paederus.
• Segera bersihkan (pel) lantai apabila ditemukan Paederus.
• Gunakan perangkap cahaya yang dilengkapi dengan Ultraviolet,
ditempatkan di luar rumah atau di area habitat Paederus.
Pengobatan Dermatitis Paederus
• Cuci bagian tubuh yang terkontak dengan
Paederus dengan sabun dan air bersih, untuk
menghindari iritasi.
• Gunakan steroid topical dan antihistamin oral.
• Gunakan salep anti bakteri atau antibiotik
oral.