Anda di halaman 1dari 12

Ilmu Lingkungan

(PAB 21011/2 SKS)


1. Manusia dan Lingkungan
2. Konsep Ekosistem
3. Atmosfer dan Pencemaran Udara
4. Hidrosfer dan Pencemaran Air
5. Litosfer dan Pencemaran Tanah
6. Sumber Daya Energi
7. Keanekaragaman Hayati
8. Sumber Daya Pangan
9. Urbanisasi dan Lingkungan Kota
10. Teknologi Bersih dan Penanganan Limbah
11. Ekonomi Politik, Sosbud dan Lingkungan
12. Kebijakan Lingkungan
Nilai Strategis Kuliah Pengetahuan
Lingkungan

• Relevan dengan agenda dunia, nasional dan lokasi


• Melatih mahasiswa untuk berpikir secara holistik
dan menghargai berbagai cabang ilmu pengetahuan
• Merupakan integrator antara MIPA, Teknik, Seni
dan Humaniora
• Merupakan pengakuan terhadap kredibilitas ilmiah
Biologi
• Merupakan jembatan antara perguruan tinggi dengan
masyarakat dan lingkungan sekitar
Tujuan Utama Pendidikan Lingkungan
(Konferensi Pendidikan Lingkungan Dunia di Tblisi, 1977)

1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap


kesalingterkaitan antara faktor-faktor ekonomi,
sosial, politik dan ekologi
2. Memberikan kesempatan kepada setiap orang
untuk mendapatkan pengetahuan, nilai, sikap,
komitmen dan keterampilan, yang dibutuhkan
untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan
3. Melahirkan pola sikap individu, kelompok dan
masyarakat yang lebih baik terhadap lingkungan
Pendidikan Lingkungan (Environmental Education)
(Judy Braus, 1995)
• Pendidikan Lingkungan telah menjadi pelopor dalam
mendorong dilakukannya pendidikan interdisipliner,
pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan komponen
integral lainnya dalam gerakan reformasi pendidikan
• Yaitu pendidikan yang berperan dalam membantu
masyarakat agar dapat hidup secara berkelanjutan
dalam lingkungannya
• Pendidikan lingkungan berbeda dari disiplin ilmu
lainnya—dengan penekanan kepada perubahan tingkah
laku, kemampuan seumur hidup, dan tindakan nyata,
bukan hanya pengetahuan dan kemampuan teoritis
Tujuan Pendidikan Lingkungan
• Kesadaran (Awareness)
• Pengetahuan (Knowledge)
• Sikap (Attitude)
• Keahlian (Skills)
• Peranserta (Participation)
Penyebab-penyebab utama dari masalah
lingkungan, sumberdaya dan sosial
(Multiple Factor Model)

• Overpopulasi
• Overkonsumsi
• Distribusi penduduk: implosi dan krisi urban
• Keyakinan bahwa teknologi akan dapat menyelesaikan semua
masalah
• Kemiskinan
• Oversimplikasi sistem pendukung kehidupan bumi
• Krisis politik dan manajemen ekonomi
• Pandangan dan perilaku antroposentris (human-centered), bukan
pandangan dan perilaku biosentris (earth-centered)
Populasi manusia dan kompleksitasnya
dengan masalah lingkungan
Kecenderungan populasi manusia terus meningkat
 Fakta bahwa faktor percepatan pertumbuhan tidak dapat ditekan hingga nol
 Teknologi di bidang kesehatan semakin baik, tingkat kesehatan bayi meningkat
 Perkiraan penduduk dunia tahun 2000 mencapai 6,5 milyar jiwa
 Populasi dunia pada akhir abad 21 akan menjadi 2 kali dari kondisi saat ini
 Kebutuhan pangan; energi; dan ruang ikut meningkat
 Pemanfaatan SDA menjadi meningkat
Dampak yang muncul :
 Luas hutan berkurang; dipakai untuk pemukiman dan sumber sehingga siklus
hidrologis terganggu
 Ketersediaan air tanah menurun, pemakaian air sangat pesat
 Muncul lahan kritis akibat eksplorasi sumber mineral dan energi
 Akumulasi limbah B3 akibat pemakaian bahan kimia sintetis yang meningkat
Dampak secara global :
 Memberi kontribusi terhadap perubahan lingkungan secara global
Sumber Utama Permasalahan Lingkungan
Populasi manusia tahun 2000: > 6 milyar jiwa
Tekanan berat terhadap lingkungan:
Kebutuhan akan makanan dan air
Energi dan sumberdaya alam lainnya
Limbah dan pencemaran

Pencemaran oleh limbah bahan berbahaya dan beracun


Radioaktif ke atmosfir
Pestisida ke perairan
Polutan industri ke atmosfir yang mengakibatkan hujan asam
CFC menyerang ozon di lapisan atas atmosfir
CO2 yang mengubah iklim global

Hilangnya ekosistem alami dan lahan subur → keanekaragaman hayati dan


pertanian
Mengatasi Permasalahan Lingkungan
1. Analisis Ilmiah:
Pengumpulan informasi dan eksperimen untuk membuat model yang
menjelaskan situasi dan memprediksi kejadian yang akan datang
2. Analisis Resiko:
Analisis (perkiraan) potensi dampak dari suatu kegiatan atau aksi
3. Pendidikan Masyarakat:
Apabila suatu pilihan telah ditetapkan, informasikan kepada masyarakat:
Jelaskan masalahnya, presentasi seluruh alternatif aksi, biaya dan hasilnya
untuk setiap pilihan
4. Penentuan kebijakan:
Masyarakat turut melakukan partisipasi penentuan kebijakan dengan
melakukan kontrol terhadap kondisi lingkungan sebagai akibat
berlangsungnya suatu kegiatan (pembangunan)
5. Monitoring:
Memonitor aksi yang dilakukan di lapangan, lihat apakah masalahnya telah
terselesaikan, evaluasi dan perbaiki permodelan atas masalah tersebut