Anda di halaman 1dari 11

Kecerdasan

Spiritual sebagai
salah satu kunci
dalam layanan
kesehatan

Bilqies Rahma Mustikawati-131511133136


Kecerdasan Spiritual
Secara etimologi spiritual berarti sesuatu yang mendasar, penting,
dan mampu menggerakkan serta memimpin cara berfikir dan tingkah
laku seseorang.
Para ahli keperawatan menyimpulkan bahwa spiritual
merupakan sebuah konsep yang dapat diterapkan pada seluruh
manusia, spiritual juga merupakan aspek yang menyatu dan universal
bagi semua manusia, setiap orang memiliki dimensi spiritual. Dimensi ini
mengintegrasi, memotivasi, menggerakkan, dan mempengaruhi seluruh
aspek hidup manusia.
Dan arti spiritualitas adalah hubungan dengan yang Maha Kuasa dan
Maha pencipta, tergatung dengan kepercayaan yang dianut oleh
individu.

Ary Ginanjar, ESQ (Emotional Spiritual Quotient), (Jakarta: Arga, 2001), hlm. 61.
Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan untuk menghadapi
dan memecahkan persoalan makna kehidupan, nilai –nilai, dan
keutuhan diri yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan
hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya,
kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup
seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Seseorang dapat menemukan makna hidup dari bekerja, belajar,
dan bertanya, bahkan saat menghadapi masalah atau penderitaan
(Zohar & Marshal,2001).

Kecerdasan Spiritual menurut Stephen R Covey adalah pusat paling


mendasar diantara kecerdasan yang lain, karena menjadi sumber
bimbingan bagi kecerdasan yang lainnya (Stephen R Covey, 2005).
Komponen Kecerdasan Spiritual
Emmons (dalam Rakhmat, 2007) menyatakan bahwa komponen dari
kecerdsan spiritual adalah:
a. Kemampuan untuk mentransedensikan yang fisik dan mental
b. Kemampuan untuk mensucikan pengalaman sehari-hari
c. Kemampuan untuk mengalami kondisi-kondisi kesadaran puncak
d. Kemampuan untuk menggunakan potensi-potensi spiritual untuk
memecahkan masalah
e. Kemampuan untuk terlibat dalam berbagai kebajikan.
ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL
1. Shiddiq (jujur)
Adalah orang benar dalam semua kata, perbuatan, dan
keadaan batinnya. Dalam usaha untuk mencapai sifat shiddiq,
seseorang harus melalui beberapa hal yaitu:
a. Jujur pada diri sendiri
b. Jujur pada orang lain
c. Jujur pada Allah
d. Menyebarkan salam
2. Istiqomah
Abu Ali ad-Daqaq (Tasmara, 2001) berkata ada tiga derajat
pengertian istiqamah, yaitu menegakkan/membentuk sesuatu
(tawim), menyehatkan dan meluruskan (iamah), dan berlaku lurus
(istiqamah). Sifat istiqamah ini dapat terlihat pada orang-orang:
a. Mempunyai tujuan
b. Kreatif
c. Menghargai waktu
d. Sabar
Lanjutan…
3. Fathanah
Fathanah diartikan sebagai kemahiran, atau
penguasaan terhadap bidang tertentu, pada hal tertentu
fathanah merujuk padaa dimensi mental yang sangat
mendasar dan menyeluruh.

4. Amanah
Di dalam nilai diri yang amanah itu ada beberapa nilai
yang melekat, yaitu:
a. Rasa ingin menunjukkan hasil yang optimal
b. Merasakan bahwa hidupnya meiliki nilai dan ada sesuatu
yang penting
c. Hidup adalah sebuah proses untuk saling mempercayai
dan dipercayai

5. Tablig
Yaitu fitrah manusia sejak kelahirannya adalah
kebutuhan dirinya kepada orang lain.
Fungsi Kecerdasan Spiritual
1. Menjadikan kita menjadi manusia apa adanya dan menjadikan kita terus

berkembang

2. Menjadi lebih kreatif

3. Mempunyai kemampuan beragama yang benar, tanpa harus fanatik dan

tertutup terhadap kehidupan yang sebenarnya sangat beragam

4. Dapat menjembatani atau menyatukan hal yang bersifat personal dan

interpersonal antara diri dan orang lain karenanya kita akan sadar akan

integritas orang lain dan integritas kita

5. Membuat kita sadar mengenai makna dan prinsip

6. Kita akan menggunakan kecerdasan spiritual dalam menghadapi pilihan

dan realitas yang pasti akan datang dan harus kita hadapi apapun

bentuknya
Tanda Orang Yang Memiliki Kecerdasan
Spiritual
Menurut Danah Zohar dan Marshall, tanda-tanda dari kecerdasan
spiritual yang telah berkembang dengan baik adalah sebagai
berikut:
a. Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif).
b. Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan
penderitaan.
c. Kemampuan untuk menghadapi dan melmpaui rasa sakit.
d. Kualitas hidup yang ilhami oleh visi dan nilai.
e. Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu.

Agus Efendi, Revolusi Kecerdasan Abad 1, (Bandung: Alfabeta, 2005), hlm. 30


Faktor yang mempengaruhi kecerdasan
spiritual
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kecerdasan spiritual untuk
berkembang, diantaranya adalah (Zohar, 2007):
a. Adanya ketidakseimbangan id, ego, dan superego
b. Adanya orang tua yang tidak cukup menyanyangi anaknya
c. Mengharapkan terlalu banyak
d. Adanya ajaran yang mengajaran menekan insting
e. Adanya aturan moral yang menekan insting alamiah
f. Adanya luka jiwa yang menggambarkan pengalaman menyangkut
perasaan terbelah, terasing, dan tidak berharga.

Tasmara,2001
Pentingnya Kecerdasan Spiritual
bagi Seorang Perawat
 Dengan kecerdasan spiritual perawat dapat menunjukkan perilaku prososial
yang di wujudkan dalam pemberian pelayanan keperawatan terhadap
pasien sebagai ibadah dan wujud tanggung jawaab spiritualnya terhadap
Tuhan

 Penerapan kecrdasan spiritual dalam konteks keperawatan, bertujuan


memberikan pelayanan keperawatan melebihi harapan klien dengan
menggunakan kaidah spiritual (islam) berlandaskan al-qur’an dan haist
dalam menerapkan ahlak pribadi muslim, landasan kerja dan perilaku
muslim serta penampilan dan ciri khas seorang perawat muslim
Dalam melakukan pelayanan kesehatan yang islami di RS,para perawat
muslim haruslah mencerminkan pada pengetahuan, sikap dan keterampilan
professional. Islam telah menetapkan beberapa sifat-sifat terpuji bagi
manusia. Sifat-sifat itu harus dimiliki oleh perawat Muslim. Secara khusus,
perawat yang melaksanakan pelayanan kesehatan harus mempunyai sifat-
sifat sebagai berikut:
1. Ikhlas dan tulus karena Allah SWT
2. Menjaga rahasia
3. Bertanggung jawab