Anda di halaman 1dari 24

KANDIDIASIS

Pembimbing : dr. Heryanto Syamsuddin, Sp. KK


Disusun oleh : Fahmi Fil Ardli (2013730141)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KULIT & KELAMIN


RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SUKAPURA
FAKULTAS KEDOKTERAN & KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2018
DEFINISI

Kandidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat


akut atau subakut disebabkan oleh spesies
Candida, biasanya oleh Candida albicans dan dapat
mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, bronki, atau
paru, kadang-kadang dapat menyebabkan
septikemia, endokarditis, atau meningitis.
EPIDEMIOLOGI

• Penyakit ini terdapat diseluruh dunia, dapat


menyerang semua umur, baik laki- laki
maupun perempuan. Jamur penyebabnya
terdapat pada orang sehat sebagia saprofit.
Gambaran klinisnya bermacam- macam
sehingga tidak diketahui data- data
penyebaran dengan tepat.
ETIOLOGI

• Yang tersering sebagai penyebab adalah


Candida albicans yang sering diisolasi dari
kulit, mulut, selaput mukosa vagina, dan
feses yang normal. Sebagi oenyebab
endocarditis kandidosis ialah C.
parapsilosis dan penyebab kandidosis
septicemia adalah C. tropicalis.
KLASIFIKASI
Kandidosis Selaput Lendir
• Kandidosis oral (thrush)
• Perleche
• Vulvovaginitis
• Balanitis atau balanopostitis

• Kandidosis mukokutan
Kandidosis Kutis
• Lokalisata: a. daerah intertriginosa

b. daerah perianal.
• Generalisata
• Paronikia mukokutan kronik

• Kandidosis kutis granulomatosa


KLASIFIKASI

Kandidosis Sistemik
• Endokarditis
• Meningitis
• Pielonefritis
• septikemia
PATOGENESIS

Infeksi kandida dapat terjadi, apabila ada faktor predisposisi baik endogen maupun eksogen.
Faktor endogen
• Perubahan fisiologik seperti:
1) kehamilan, karena perubahan pH dalam vagina,
2) kegemukan, karena banyak keringat,
3) debilitas,
4) latrogenik,
5) endokrinopati, gangguan gula darah kulit,
6) penyakit kronik seperti: tuberkulosis, lupus eritematosus dengan keadaan umum yang buruk.
• Umur : orang tua dan bayi lebih mudah terkena infeksi karena status imunologiknya tidak
sempurna.
• Imunologik: penyakit genetik.
PATOGENESIS

• Faktor eksogen meliputi:


a. Iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan respirasi
meningkat
b. Kebersihan kulit
c. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama
menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur
d. Kontak dengan penderita misalnya pada thrush, dan
balanopostitis.
Pada vagina, jamur ini menyebabkan vulvovaginitis dengan gejala
Fluor albus
GEJALA KLINIS
1. Kandisosis selaput lender
a. Kandidosis Oral/ Thrush
Biasanya mengenai bayi, tampak pseudomembran putih coklat muda keabu yang
menutup lidah, palatum mole, pipi bagian dalam, dan permukaan rongga mulut yang
lain. Lesi dapat berpisah- pisah, dan tampak seperti kepala susu pada rongga mulut.
Bila pseudomembran terlepasdari dasarnya tampak daerah yang basah dna merah.
GEJALA KLINIS
b. Parleche
Lesi berupa fisur pada sudut mulut, lesi ini mengalami maserasi, erosi, basah dan
dasarnya eritematosa. Faktor prediposisinya ialah defisiensi ribovlafin
c.Vulvovaginitis
• Infeksi vagina (vulvovaginitis) sering ditemukan pada wanita hamil, penderita
diabetes atau pemakai antibiotik.Gejalanya berupa keluarnya cairan putih atau
kuning dari vagina disertai rasa panas, gatal dan kemerahan di sepanjang
dinding dan daerah luar vagina.
• Infeksi penis sering terjadi pada penderita diabetes atau pria yang mitra
seksualnya menderita infeksi vagina. Biasanya infeksi menyebabkan ruam
merah bersisik (kadang menimbulkan nyeri) pada bagian bawah penis.
GEJALA KLINIS

d. Balanitis atau balanopostitis


Penderita mendapat infeksi karena infeksi seksualdengan wanita yang
menderita vulvovaginitis, lesi berupa erosi, pustule dengan dinding yang
tipis, terdapat pada glans penis dan sulkus koronarius glandis.

e. Kandidosis mukokutan kronik


Timbul karena adanya kekurangan fungsi leukosit atau system hormonal,
biasanya terdapat pada pnederita dengan bermacam0 macam defisiensi
yang bersifat genetic, umumnya terdapat pada anak- anak. Gambaran
klinisnya mirip penderita dengan defek poliendokrin.
GEJALA KLINIS

2. kandidosis Kutis
a. Kandidosis intertriginosa

Lesi didaerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat


payudara, antara jari tangan atau kaki, galns penis, dan umbilicus,
berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah, dan
eritematosa.
Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel- vesikel dan
pustul- pustule kecil atau bula yang bila pecah meningalkan
daerah yang erosifdenganpinggi yang kasar dan berkembang
seperti lesi primer.
GEJALA KLINIS

b. Kandidosi perianal

Lesi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit tipe basah.


Penyakit ini menibmulkan pruritus ani.
c. Kandidosis kutis generalisata

Lesi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga di lipat payudara,


Intergluteal dan umbilicus.
Lesi berupa ekzmatoid, dengan vesikel dan pustule. Sering terdapat
pada bayi, mungkin karena ibunya menderuta kandidosi vagina atau
gangguan imunologik.
GEJALA KLINIS

d. Paronikia dan onikemikosis


Sering diderita oleh orang pekerjaannya dengan air, bentuk ini
tersering didapt. Lesi berupa kemerahan, pembengkakan yang
tidak bernanah, kuku menjadi teba, mengerah dan berlekuk-lekuk,
kadang berwana kecoklatan, tidak rapuh, tetap berkilat dan tidak
terdapat sisa jaringan di bawah kuku seperti pada tinea unguinum
GEJALA KLINIS

3. Kandidosi sistemik
a. Endokarditis
Sering terdapat pada penderita morfinis sebagai akibat komplikasi
penyuntikan yang dilakukan sendiri, jug adapt diderita oleh penderita
sesudah operasi jantung.

b. Meningitis
Terjadi karena penyebaran hematogen jamur, gejalanya sama
dengan meningitis tuberculosis atau karena bakteri lain.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

a. Pemeriksaan langsung
Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksan dengan larutan KOH 10%
atau denganpewarnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu.
b. Pemeriksaan biakan
Bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dekstrosa glukosa
sabouraud,dapat pula agar ini diberi antibiotic (kloramfenikol) untuk mencegah
pertumbuhan bakteri. Koloni tumbuh setelah 24- 48 jam berupa yeast like
colony, identifikasi Candida albikan dilakukan dengan membiakan tumbuhan
pada corn meal agar.
PENCEGAHAN PRIMER
• Tidak berhubungan seksual atau hanya berhubungan seksual dengan satu
pasangan yang tidak terinfeksi
• Penderita pria juga dapat menggunakan kondom lateks selama hubungan
seksual,dengan atau tanpa spermatisida
• Menjaga area sekitar genitalia bersih dan kering.
• Ganti pembalut secara teratur
• Hindari sabun yang dapat menyebabkan iritasi,vagina spray,dan semprotan
air.
PENATALAKSANAAN
• Non Medikamentosa
Menghindari atau menghilangkan faktor prediposisi.

• Medikamentosa
Topikal
- Larutan ungu gential ½-1% untuk selaput lendir, 1-2% untuk kulit, dioleskan sehari 2x selama 3 hari.
- Nistatin: berupap krim, salep, emulsi
- Amfoterisin B
- Grup azol antara lain:
a. Mikonazol 2% brupa krim atau bedak
b. Klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dan krim
c. Tiokonazol, bufonazol, isokonazol
d. Siklopiroksalamin 1% larutan, krim
e. Antimikotik yang lain yang berspektrum luas.
PENATALAKSANAAN

Sistemik
- Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi local dalam
saluran cerna, obat ini tidak diserap oleh usus.
- Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosi sistemik.
- Untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan kotrimazol 500
mg per vaginam dosis tunggal, sistemik dapat diberikan
ketokonazol 2x 200 mg selama 5 hari atau dengan
itrakonazol 2x 200 mg dosis tunggal atau dengan flukonazol
150 mg dosis tunggal.
Pencegahan sekunder
• Pemeriksaan ginekologi dan memeriksa organ genitalia eksterna,vagina,dan
cervix untuk melihat adanya inflamasi atau ekskret abnormal.
• Suspect kandidosis vagina bila terjadi inflamasi pada vagina terdapat ekskret
putih dari vagina dan di sekeliling vagina,akan diambil sampel ekskret vagina
untuk diperiksa dengan mikroskop di laboratorium.

Pencegahan tersier
• Rehabilitasi
TERIMAKASIH