Anda di halaman 1dari 23

Tutut Nur Indahyanti Eva

Ana A. M. Bahrul Vinda L.


Rikmawati Kholifah 1662168/ Meilia.R.
1462173/ 1662078/ 1662061/
1662088/ 1662093/ KS-1 2016 1662120/
KS-1 2016 KS-1 2016 KS-1 2016
KS-1 2016 KS-1 2016 KS-1 2016

PENGANGGARAN
TENAGA KERJA
Definisi Anggaran Tenaga Kerja

Anggaran tenaga kerja adalah anggaran yang


merencanakan secara lebih terperinci tentang upah yang
akan dibayarkan kepada tenaga kerja langsung selama
periode yang akan datang.
Tenaga kerja yang bekerja dalam proses produksi
dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

•Yaitu tenaga kerja secara langsung berperan dalam proses produksi atau
produk yang dihasilkan. Dengan demikian tenaga kerja langsung
merupakan tenaga kerja di pabrik yang terlibat langsung dalam kegiatan
proses produksi mulai dari bahan mentah sampai berbentuk barang jadi,
jasanya dapat ditelusuri secara langsung pada produk dan upahnya
merupakan biaya yang besar dalam memproduksi produk.

Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

•Tenaga kerja tidak langsung (), yaitu tenaga kerja yang secara tidak
langsung berperan dalam proses produksi dan biayanya dikaitkan
dengan biaya overhead pabrik, atau tenaga kerja yang tidak terlibat
pada proses produksi dan jasanya tidak dapat secara langsung ditelusuri
pada produk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran
tenaga kerja:

Teknologi Produksi:
jika perusahaan menggunakan
Kebutuhan Tenaga Kerja: teknologi produksi padat karya
(teknologi sederhana), maka
ditentukan oleh volume produksi,
kebutuhan tenaga kerja relatif
sedangkan volume produksi
banyak, sedangkan jika perusahaan
ditentukan oleh volume penjualan.
menggunakan teknologi padat modal
(teknologi canggih), maka kebutuhan
tenaga kerja relatif sedikit.
Faktor-faktor yang Perlu dipertimbangkan dalam
Menyusun Anggaran

Kebutuhan Tenaga Kerja

Penarikan Tenaga Kerja

Pelatihan Tenaga Kerja

Evaluasi atau Spesifikasi Pekerjaan bagi para Tenaga Kerja

Gaji dan Upah yang harus diterima oleh tenaga kerja

Pengawasan Tenaga Kerja


Manfaat Anggaran Tenaga Kerja

Penggunaan tenaga kerja lebih


efisien
Pengeluaran atau biaya tenaga
kerja dapat diatur lebih efisien
Harga pokok barang dapat
dihitung dengan tepat
Sebagai alat pengawasan biaya
tenaga kerja
Penggolongan Tenaga Kerja dan Biaya Tenaga Kerja

Berdasarkan
Kegiatan
BerdasarkanFungsi
Departemen-
Pokok Organisasi
Departemen Dalam
Perusahaan

Berdasarkan
Berdasar Jenis
hubungannya
Pekerjaan
dengan produk
Sifat-sifat Tenaga Kerja Langsung dan Tidak
Langsung

Tenaga kerja langsung memiliki sifat-sifat :

• Besar kecilnya biaya untuk tenaga jenis ini berhubungan secera langsung dengan
tingkat kegiatan produksi.
• Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya variabel.
• Secara umum tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang kegiatanya langsung dapat
dihubungkan dengan produk akhir (terutama dalam penentuan harga pokok)

Tenaga kerja tidak langsung:

• Besar kecilnya biaya untuk tenaga jenis ini tidak berhubungan secera langsung dengan
tingkat kegiatan produksi.
• Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya semi variabel.
Artinya biaya-biaya yang mengalami perubahan tetapi tidak sebanding dengan
peerubahan tingkat kegiatan produksi.
• Tempat bekerja untuk tenaga kerja ini tidak selalu dalam pabrik,tetapi bisa di luar
pabrik.
Perencanaan Tenaga Kerja Langsung

Kebutuhan
personel
Penerimaan
tenaga kerja

Pelatihan

Pengukuran
kinerja
Uraian tugas
dan penilaian
Persiapan dalam Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja
Langsung

Jenis atau kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan.


Manning table
merupakan
daftar Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai
kebutuhan tingkat kegiatan.
tenaga kerja
yang
Bagian-bagian yang membutuhkan.
menjelaskan :

Manning table disusun sebagai hasil perkiraan langsung masing-masing kepala bagian.
Perkiraan ini dapat didasakan atas judgment saja, atau dapat pula dengan dengan
pengalaman-pengalaman sebelumnya, dengan berpedoman pada tingkat kegiatan
perusahaan. Setelah itu lalu di hitung jam buruh langsung untuk masing-masing jenis
barang yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat mereka bekerja. Jam buruh
langsung ini dapat dihitung dengan berbagai cara, di antaranya dengan analisa gerak dan
waktu.
Standar Tenaga Kerja

Analisa Gerak merupakan analisa terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan


dalam rangka proses produksi satu jenis barang tertentu. Dalam analisa ini
diteliti gerak-gerak yang ada dalam pekerjaan yang diambil gambarnya untuk
dianalisis gerak mana yang tidak perlu.

Analisa Waktu merupakan penghitungan terhadap waktu yang dibutuhkan


untuk setiap gerakan yang dilakukan dalam rangka proses produksi. Sebagai
hasil dilakukannya analisa gerak dan waktu ini akan diperoleh "waktu
standar" yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit barang tertentu
yang dinyatakan dengan Direct Labour Hour (DLH).

Sampling Kerja adalah teknik pengukuran kerja yang terdiri atas


pengambilan pengamatan secara acak karyawan untuk menentukan proses
waktu yang mereka pakai di dalam mengejakan berbagai jenis kegiatan.
Teknik ini bermanfaat terutama untuk menganalisis kegiatan kelompok dan
kegiatan yang bersiklus lama. Data dicatat dalam bentuk hitungan waktu
kerja atau menganggur bukan waktu yang dihitung dengan "stopwatch".
Tingkat Upah Rata-rata
Pada tahun 2010 dalam sebuah perusahaan, tenaga kerja langsung pada pabrik digolongkan menjadi 3
tingkatan yakni golongan I, II, dan III.
Upah per jam buruh langsung masing-masing golongan adalah:
• Golongan I = Rp450,-/orang/DLH
• Golongan II = Rp600,-/orang/DLH Catatan :
Perlu diperhatikan bahwa tingkat upah
• Golongan III = Rp750,-/orang/DLH
rata-rata dapat berubah apabila terjadi
Jumlah masing-masing golongan adalah: perubahan rasio dalam penggunaan
• Golongan I = 50 orang tenaga kerja, seperti :
• Golongan II = 20 orang Rasio kuantitas masing-masing golongan
tenaga kerja dan Rasio tingkat upah
• Golongan III = 5 orang masing-masing tenaga kerja (Next Slide)
Tingkat upah rata-rata tenaga kerja lansung adalah:
Tingkat upah
Jumlah TK Jumlah
Golongan perjam Jumlah DLH
(ORANG) (Rp)
(Rp/orang DLH)
I 450 50 100 2.250.000
II 600 20 100 1.200.000
III 750 5 100 375.000
75 100 3.825.000
Jadi, Tingkat upah rata-rata = Rp 3.825.000 : 7.500 = Rp510,-/DLH
Tingkat Upah Rata-rata
Jika pada tahun 2011 akan diadakan penaikan pangkat 10 orang golongan I ke golongan II, dan 5 ke
golongan II ke golongan III. Sehinggapada tahun 2011 terjadi perubahan rasio kuantitas masing-masing
golongan yakni :

Jenis TK 20X5 20X6


Golongan I 50 40
Golongan II 20 25
Golongan III 5 10
75 75

Akibatnya pada tahun 2011 akan terjadi perubahan tingkat upah menjadi Rp540 per orang per DLH.
Dengan perhitungan sebagai berikut :
Tingkat upah rata-rata tenaga kerja langsung adalah :
Tingkat upah
perjam Jumlah TK Jumlah
Golongan Jumlah DLH Jadi, Tingkat upah rata-rata
(Rp/orang/DL (ORANG) (Rp)
H) = Rp 4.050.000 : 7.500
= Rp540,-/DLH
I 450 40 100 1.800.000
II 600 25 100 1.500.000
III 750 10 100 750.000
75 100 4.050.000
Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Anggaran Dengan demikian dalam anggaran ini harus dicantumkan hal-hal sebagai berikut:
Jam Tenaga 1. Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan
Kerja
2. Departemen (bagian) yang turut dalam proses produksi
Langsung
3. Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang

3. Periode waktu produksi (bulan, triwulan, kurtal, dll)

Anggaran Secara terinci hal-hal yang tercantum dalam anggaran ini adalah:

Biaya 1. Jumlah barang yang diproduksi


Tenaga Kerja 2. Jam tenaga kerja langsung (DLH) yang diperlukan untuk mengerjakan 1 unit barang
Langsung 3. Tingkat rata-rata upah per jam buruh langsung
4. Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan
5. Periode waktu produksi (bulan, triwuan, kurtal, dll)
Kasus 1: Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Dalam rangka penyusunan anggaran tenaga kerja langsung, perusahaan “ABADI KARYA”
mengumpulkan data-data sebagai berikut:
A. Data produksi perusahaan tahun 2A11
Periode Jumlah
produksi (unit)
Triwulan 1 35.000
Triwulan 2 40.000
Triwulan 3 42.000
Triwulan 4 45.000

B. Penggunaan jam tenaga kerja langsung per unit produksi dan tarif upah per jam
SUR (DLH/Unit) Tarif upah/DLH
Departemen
Produk A Produk B Produk A Produk B
Proses I 0,1 0,2 2.000 2.500
Proses II 0,2 0,15 3.000 3.500

Berdasarkan data-data di atas, di minta:


• Menyusun anggaran jam kerja langsung tahun 2A11 secara terperinci!
• Menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung tahun 2A11 secara terperinci!
Penyelesaian Kasus 1: Anggaran Tenaga Kerja Langsung
1. Menyusun anggaran jam kerja langsung tahun 2A11 secara terperinci
Anggaran Jam Kerja Langsung
Perusahaan ABADI KARYA
Tahun 2A11
Unit Produk A Produk B
Departemen produksi SUR JKL (DLH) SUR JKL (DLH)
(unit) (DLH/unit) (DLH/unit)
Proses I
Triwulan 1 35.000 0,1 3.500 0,2 7.000
Triwulan 2 40.000 0,1 4.000 0,2 8.000
Triwulan 3 42.000 0,1 4.200 0,2 8.400
Triwulan 4 45.000 0,1 4.500 0,2 9.000
Jumlah 162.000 16.500 32.00
Proses II
Triwulan 1 35.000 0,2 7.000 0,15 5.250
Triwulan 2 40.000 0,2 8.000 0,15 6.000
Triwulan 3 42.000 0,2 8.400 0,15 6.300
Triwulan 4 45.000 0,2 9.000 0,15 6.750
Jumlah 162.000 32.400 24.300
2. Menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung tahun 2A11 secara terperinci
Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Perusahaan ABADI KARYA
TAHUN 2A11
Produk A Produk B
Departemen JKL Upah/Jam Biaya TKL JKL Upah/Jam Biaya TKL
(DLH) (Rp/DLH) (Rp) (DLH) (Rp/DLH) (Rp)

Proses I
Triwulan 1 3.500 2.000 7.000.000 7.000 2.500 17.500.000
Triwulan 2 4.000 2.000 8.000.000 8.000 2.500 20.000.000
Triwulan 3 4.200 2.000 8.400.000 8.400 2.500 21.000.000
Triwulan 4 4.500 2.000 9.000.000 9.000 2.500 22.500.000
Jumlah 16.200 2.000 32.400.000 32.400 81.000.000

Proses II
Triwulan 1 7.000 3.000 21.000.000 5.250 3.500 18.375.000
Triwulan 2 8.000 3.000 24.000.000 6.000 3.500 21.00.000
Triwulan 3 8.400 3.000 25.200.000 6.300 3.500 22.050.000
Triwulan 4 9.000 3.000 27.000.000 6.750 3.500 23.625.000
Jumlah 32.400 97.200.000 24.300 85.050.000
Pengendalian Jam dan Biaya Tenaga Kerja Langsung
Dua elemen utama pengendalian biaya tenaga kerja langsung adalah
(1) perhatian sehari-hari pada biaya tersebut dan
(2) laporan kinerja dan evaluasi hasil. Untuk itu diperlukan Performance Report (laporan
pelaksanaan) disertai dengan Analisis Varians.
• Analisis Varians
Formula untuk Analisis Varians sebagai berikut :

 Varians Efisiensi
= (Jam kerja Rencana - Jam Kerja Riil) x Tarif Upah Rencana
 Varians Tarif Upah
= (Tarif Upah Rencana – Tarif Upah Riil) x Jam Kerja Riil
 Total Varians
= Varians Efisiensi + Varians Tarif Upah
Contoh Kasus 2 : Pengendalian Tenaga Kerja
Data rencana bulan Juni 2A11, meliputi :
Rencana produksi : 22.000 unit
Standar pemakaian jam kerja langsung per unit : 0.25 DLH
Tingkat upah rata-rata per jam (DLH) : Rp. 10.000,-
Realisasi bulan Juni 2A11, meliputi :
Unit Produksi : 20.000 Unit
Jam TKL selama bulan Juni 2A11 : 6.000 DLH
Bulan Tenaga Kerja Langsung : Rp. 57.000.000,-
Diminta menyusun laporan Pelaksanaan Pemakaian Jam dan Biaya Tenaga Kerja
Langsung di Bulan Juni 2A11 disertai Analisis Varians.
Laporan Pelaksanaan Pemakaian Jam dan Biaya
TKI bulan 2A11
Rencana yang Keterangan
Keterangan Rencana Realisasi
Disesuaikan Jumlah %
Keterangan
Produksi (Unit) 22.000 20.000 5.000 - -
SUR (DLH/Unit) 0.25 0.25 0.25 0,05 20
Jumlah JKL (DLH) 5.500 5.000 6.000 1.000 20
Tarif Upah
(Rp/DLH) 10.000 10.000 9.500 -500 -5
Biaya TKL (Rp) 55.000.000 50.000.000 57.000.000 7.000.000 14
Varians Efisiensi
= (Jam Kerja Rencana – Jam Kerja Riil) x Tarif Upah Rencana
= (5.000 DLH – 6.000 DLH) x Rp. 10.000/DLH
= Rp. 10.000.000,- (Merugikan)

Varians Tarif Upah


= (Tarif Upah Rencana – Tarif Upah Rencana) x Jam Kerja Riil
= (Rp. 10.000/DLH – Rp. 9.500) x 6.000 DLH
= Rp. 3.000.000,- (Menguntungkan)

Total Varians
= Varians Efesiensi + Varians Tarif Upah
= Rp 10.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp7.000.000
(merugikan ) (menguntungkan) (merugikan)
Fungsi Perencanaan dan Pengendalian Anggaran
Tenaga Kerja
Pemakaian tenaga kerja
bisa lebih efisien karena
perencanan dan standar
telah ditentukan dengan
matang

Penyusunan
secara baik dari
anggaran tenaga Penggeluaran
Harga pokok barang kerja dapat (biaya) tenaga kerja
dapat dihitung mendatangkan dapat direncanakan
secara tepat beberapa manfaat dan diatur secara
bagi perusahaan lebih efisien
seperti :
Terima Kasih