Anda di halaman 1dari 20

Journal

Reading

POLYHYDRAMNIONS:
ULTRASONOGRAPHIC DETECTION,
ASSOCIATED RISK FACTORS AND
PERINATAL OUTCOME
Disusun oleh:
Pembimbing:

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
RSUD
2018
Abstrak
• Tujuan: deteksi polihidramnion dengan USG, menilai
faktor risiko terkait, dan mengetahui outcome perinatal
• Metode: Studi observasional, dengan 70 sampel pasien
polihidramnion usia kehamilan 20-42 minggu
• Hasil: mayoritas pasien dengan usia kehamilan 33-37
minggu, mayoritas tidak memiliki faktor risiko terkait,
mayoritas mengalami komplikasi, dan didapatkan
tingkat persalinan SC yang tinggi
• Kesimpulan: mayoritas kasus dideteksi >28 minggu, dan
bersifat ringan dan idiopatik
Pendahuluan
• Polihidramnion: kondisi pada wanita hamil dimana
terdapat volume cairan amnion yang berlebihan  > 2
liter
• Dapat bersifat idiopatik (mayoritas) dan dapat terjadi
karena faktor etiologi tertentu  faktor fetal dan
maternal
• Diagnosis perlu dikonfirmasi dengan USG
• Terkait berbagai komplikasi maternal dan fetal
• Tujuan penelitan: mengetahui faktor risiko terkait, dan
mengetahui outcome perinatal
Metode
• Desain studi: deskriptif observasional
• Tempat studi: Court Chouraha, RNT Medical College
and Hospital, Udaipur, Rajasthan, India
• Waktu studi: tidak dicantumkan
• Populasi studi: pasien polihidramnion dengan usia
kehamilan >20 minggu, yang memenuhi kriteria inklusi
• Total sampel: 70 orang
Metode: kriteria inklusi & eksklusi
• Kriteria Inklusi:
1. Seluruh kasus polihidramnion, terlepas dari usia dan paritas,
baik primipara maupun multipara yang memiliki AFI ≥ 25 cm
atau kantung vertikal maksimum ≥ 8 cm
2. Usia kehamilan 20-42 minggu.
• Kriteria eksklusi:
1. Kehamilan yang berhubungan dengan terdistensinya
abdomen secara berlebihan yang bukan dikarenakan oleh
polihidramnion
2. Kehamilan trimester pertama
Hasil: usia kehamilan pada saat
ditegakkan diagnosis polihidramnion
• 20 kasus  usia <28
minggu
• 15 kasus  usia kehamilan
28-32 minggu
• 30 kasus  usia kehamilan
33-37 minggu
• 5 kasus  usia kehamilan
38-42 minggu
Hasil: volume cairan amnion
• 40 kasus ringan  ukuran
kantung terdalam cairan
amnion 8-11 cm, AFI 25-30
cm
• 25 kasus sedang  ukuran
kantung terdalam cairan
amnion 12-15 cm, AFI 30,1-35
cm
• 5 kasus berat  ukuran
kantung terdalam cairan
amnion >16 cm, AFI ≥ 35,1 cm
Hasil: faktor risiko terkait selama
kehamilan saat ini
• 38 kasus  tidak ada faktor
risiko
• 32 kasus  ada faktor
risiko
• maternal: diabetes melitus 5
kasus , kehamilan mutipel 5
kasus, infeksi intrauterin 1
kasus
• fetal  isoimunisasi rhesus
yang disertai hidrops fetalis 4
kasus, defek neural tube, 12
kasus, defek gastrointestinal 3
kasus, cleft lip dan cleft palate
2 kasus
Hasil: komplikasi
• Mayoritas (40 kasus)  tanpa
komplikasi
• Sisanya 
• Kelahiran preterm
(terbanyak), nyeri abdomen
akut, premature rupture of
membrane dan 3 diantaranya
berakhir dengan kematian
janin dalam rahim,
preeklamsia, solusio plasenta,
perdarahan post partum,
mengalami kenaikan berat
badan > 20 kg selama
kehamilan
Hasil: usia kehamilan saat melahirkan
• 5 pasien  usia kehamilan <28 minggu
• 12 pasien  usia kehamilan 28-32 minggu
• 15 pasien  usia kehamilan 33-37 minggu
• 38 pasien  usia kehamilan 38-42 minggu
Hasil: cara persalinan
• 36 pasien  spontan
• 12 pasien  induksi
• 16 pasien  seksio sesarea darurat
• 6 pasien  seksio sesarea elektif karena indikasi
obsetrik lainnya
Hasil: outcome perinatal (hidup/mati
saat dilahirkan)
• 53 kasus (75,7%)  hidup
• 2 kasus (2,85%)  stillbirth (meninggal saat dilahirkan)
• 3 kasus (4,28%)  kematian janin dalam kandungan
(IUFD)
• 12 kasus (17,14%)  early neonatal death
Hasil: outcome perinatal (berat lahir)
• 15 bayi yang baru  2,5 kg
• 50 bayi  2,5-4 kg, dan
• 5 bayi  4 kg
Hasil: outcome perinatal (malformasi
kongenital)
• 56 bayi  tidak mengalami malformasi kongenital
(mayoritas sampel)
• 14 bayi  memiliki kelainan kongenital
• Kelainan kongenital yang terjadi adalah:
▫ anensefali  10 kasus (terbanyak)
▫ cleft lip dan cleft palate  2 kasus
▫ ensefalokel  2 kasus
Diskusi
• Mayoritas memiliki usia kehamilan >28 minggu ketika
diagnosis ditegakkan
• Mengapa  sebagian besar kasus adalah polihidramnion
ringan dan idiopatik  akumulasi cairan terjadi
perlahan  baru terlihat pada usia kehamilan >30
minggu
• Mayoritas merupakan polihidramnion ringan (40 kasus)
 serupa dengan penelitian Jacoby dan Chales, dan
penelitian Hills et al
Diskusi
• Mayoritas (54,28%) tidak memiliki faktor risiko terkait
• Faktor risiko terbanyak  diabetes dan malformasi
kongenital
• Hasil penelitian serupa dengan Golan et al.
Diskusi
• Mayoritas tidak mengalami komplikasi  sebagian
besar merupakan kasus ringan dan idiopatik
• Komplikasi terbanyak  kelahiran preterm
• Hasil serupa dengan Jaccoby et al dan Hills et al
• Kelahiran preterm  penyebab mortalitas dan
morbiditas tinggi terkait polihidramnion
Diskusi
• Komplikasi persalinan preterm  terkait dengan
kelainan kongenital
• Cara persalinan SC yang tinggi disebabkan karena:
▫ Makrosomia (terkait diabetes)
▫ Presentasi kaki
▫ Prolaps tali pusat
▫ Solusio plasenta
Kesimpulan
1. Mayoritas persalinan terjadi pada usia > 28 minggu
2. Mayoritas mengalami polihidramnion ringan dan
idiopatik
3. Faktor risiko terkait terbanyak  diabetes dan
malformasi kongenital
4. Komplikasi terbanyak  kelahiran preterm
5. Insidensi makrosomia tinggi, baik pada ibu diabetik
dan ibu non-diabetik
6. Polihidramnion berhubungan dengan angka mortalitas
dan morbiditas perinatal yang tinggi
Terimakasih