Anda di halaman 1dari 22

GASTROENTERITIS

AKUT PADA ANAK


Oleh: Muchamad Tanwirul Qulubi Raharjo
Pembimbing : dr. Yunilasasri,Sp.A
LAPORAN KASUS
◦ IDENTITAS PASIEN
Nama : An. H
Tempat dan Tanggal Lahir : Bekasi, 24 Mei 2018
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Tambun, Bekasi
Tanggal Masuk RS : 27 Juni 2018
Tanggal Pemeriksaan : 27 Juni 2018
Tanggal Keluar RS : - Juli 2018
Ruangan : Sakura
◦ IDENTITAS ORANGTUA PASIEN
Nama Ayah : Tn. A
Usia : 39 tahun
Pekerjaan : Buruh
Pendidikan : SD

Nama Ibu : Ny. S


Usia : 35 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMA
ANAMNESA
Dilakukan secara alloanamnesa terhadap ibu pasien pada tanggal 27 Juni 2018 di
ruang Sakura RSUD Cibitung pukul 7.45 WIB.
Keluhan Utama
Diare sejak 2 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang anak perempuan berusia 1 bulan datang ke IGD RSUD Cibitung diantar oleh
Ibunya dengan keluhan diare sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Menurut ibu
pasien diarenya cair, dan berwana kuning, dalam sehari bisa sampai 5 kali, dan keluhan
di sertai dengan damam sejak 3 hari, demam dirsakan terus menerus sepanjang hari.
Dan di sertai dengan muntah sebanyak 2 kali, yang berisi makanan dan cairan. Ibu
pasien mengatakan sudah mengobati anak kebidan dan diberikan obat penurun
panas akan tetapi panas hanya turun beberapa saat dan kemudian naik kembali.
Keluhan BAB hitam atau berdarah disangkal oleh ibu pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu
Sebelumnya pasien tidak pernah mengeluh sakit seperti ini.
Riwayat Alergi
Pasien tidak memiliki alergi terhadap obat, makanan, dan cuaca.
Riwayat Penyakit Keluarga
Pada keluarga pasien tidak terpadat riawayat penyakit seperti ini.
Riwayat Pribadi

Riwayat Kehamilan
Selama kehamilan ibu pasien memeriksakan kehamilan ke bidan
terdekat setiap satu bulan sekali hingga bulan kelima dan ibu
pasien tidak melakukan kontrol kembali hingga mendekati bulan
ke sembilan . Ibu pasien mengkonsumsi nutrisi cukup. Riwayat
mengkonsumsi alkohol, obat-obatan, merokok, jamu-jamuan
selama hamil disangkal. Tidak ada riwayat hipertensi atau
penyakit berat selama kehamilan. Keluhan semasa hamil berupa
mual, muntah.
Riwayat Persalinan
Bayi lahir dari ibu G1P1A0, cukup bulan, lahir secara spontan ditolong oleh bidan
dengan presentasi kepala, dan ketuban jernih. Bayi langsung menangis saat lahir. Berat
badan lahir 3000 gram, panjang badan 48 cm dan lingkar kepala ibu pasien tidak
mengingat.
Riwayat Pasca Lahir
Tidak ada keluhan kelainan bawaan
Riwayat Makan dan Minum
Saat di Ruang Sakura pasien masih mau untuk minum susu.
Imunisasi
Pasien sudah diberikan imunisasi sesuai usia.
Status imunisasi
Macam Dasar

I II III IV

BCG  (1 bulan)

DPT

Hepatitis B  (lahir)

Hib

Polio

IPV

Campak
Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Sosial Ekonomi
Ayah pasien lulusan SD yang bekerja sebagai buruh. Ibu pasien lulusan SMA yang
bekerja sebagai ibu rumah tangga. Biaya yang ditanggung ibu pasien adalah 1 orang.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang


Kesadaran : Composmentis
Tanda Vital
Tekanan darah : -
Frekuensi nadi : 120 x/menit, teratur lemah
Frekuensi napas : 36 x/menit
Suhu : 36,7°C
SpO2 : 99%
Antropometri
Berat Badan : 3000 gram
Tinggi Badan : 51 cm
Status Gizi
Status Gizi Antropometri Berdasarkan WHO :
Berat badan : 3000 gram
Panjang badan : 51cm
Status : Gizi Baik (-1)
Status generalis
Kepala : Normocephale, rambut hitam
Kulit : Kecoklatan, turgor baik, ikterik (-)
Mata : Pupil bulat isokor, sedikit cekung, konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Hidung : Deviasi septum (-), napas cuping hidung (-), sekret (-)
Mulut : Sianosis (-), mukosa bibir kering
Leher : Pembesaran KGB (-)
Paru-paru
Inspeksi : Simetris kanan dan kiri
Palpasi : fremitus taktil dan fremitus vocal simetris, krepitasi (-)
Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi : Suara napas bronkovesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
Inspeksi : Iktus cordis samar terlihat
Palpasi : Iktus cordis teraba pulsasi
Perkusi : Tidak dilakukan
Auskultasi : BJ I-II reguler, gallop (-), murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : Bentuk datar
Palpasi : Hepatomegali (-), splenomegali (-), turgor kulit kembali lambat
Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat, nyeri tekan (+)
Ekstremitas : Akral dingin (+), sianosis (-), CRT < 3 detik
Pemeriksaan Neurologi
Tanda rangsang meningeal:
Kaku kuduk :-
Brudzinski I :-
Brudzinski II :-
Kernique :-
Laseque :-

Motorik : Normal, kesan hemiparesis (-)


Sensorik : Normal
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium
Tanggal pemeriksaan Nilai normal
Jenis pemeriksaan
27/06/18

Hemoglobin
12.8 11.0-17.0 g/dl

Hematokrit
37.7 35.0-55.0 %

Leukosit
8400 3500-10.000

Trombosit
479.000 150.000-450.000

Eritrosit
3,2 3,8-5,8
RESUME
Seorang anak perempuan berusia 1 bulan datang ke IGD
RSUD Cibitung diantar oleh Ibunya dengan keluhan diare sejak 2
hari sebelum masuk rumah sakit. Menurut ibu pasien diarenya cair,
dan berwana kuning, dalam sehari bisa sampai 5 kali, dan
keluhan di sertai dengan damam sejak 3 hari, demam dirsakan
terus menerus sepanjang hari. Dan di sertai dengan muntah
sebanyak 2 kali, yang berisi makanan dan cairan. Ibu pasien
mengatakan sudah mengobati anak kebidan dan diberikan obat
penurun panas akan tetapi panas hanya turun beberapa saat
dan kemudian naik kembali. Keluhan BAB hitam atau berdarah
disangkal oleh ibu pasien.
Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 36,7°C. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan mukosa bibirkering, turgor kulit
kembali lambat, pemeriksaan paru dan jantung dalam batas
normal abdomen didapatkan nyeri tekan epigastrium (+) dan
ekstremitas dalam batas normal.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb: 12.8, Ht: 37,7%,
Leukosit: 8400, Trombosit: 479.000. Eritrosit 3,2.
DIAGNOSIS KERJA

GEA dehidrasi sedang


Pembahasan :
Gastroenteritis didefinisikan sebagai peningkatan frekuensi, volume, dan
kandungan fluida dari tinja. Propulsi yang cepat dari isi usus melalui hasil usus kecil diare
dan dapat menyebabkan defisit volume cairan serius. Penyebab umum adalah infeksi,
sindrom malabsorpsi, obat, alergi, dan penyakit sistemik. Diare akut adalah buang air
besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau
cair dan bersifat mendadak datangnya dan berlangsung dalam waktu kurang dari 2
minggu. Populasi target adalah anak dengan usia 1 bulan sampai usia 59 bulan yang
menderita diare akut. (King CK, et al 2004).
DIAGNOSIS BANDING
Gastroenteritis Kronik
I. PROGNOSIS
Diare Persisten Quo ad vitam : Dubia ad bonam
Disentri Quo ad functionam : Ad bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad bonam
RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG
Elektrolit
PENATALAKSANAAN
Non medikamentosa:
Edukasi
Pemberian asi
Medikamentosa:
IVFD Kaen 3B 90cc/1jam dilanjutkan 210cc/5jam
Lact B 1x ½
Ranitidine 3mg /2x/iv
Zinkid ½ 1x/po
Ondancentron 0,4mg 3x/iv
Cefixime 2x1 ml
FOLLOW UP PASIEN
Tanggal 2 Juli 2018
Keterangan
S Ibunya mengeluhkan demam (+), diare (+)2x, muntah (-)
O Kesadaran : Composmentis
TD : -
HR : 120 x/menit normal, teratur
RR : 24 x/menit
Suhu : 36,7°C
SpO2 : 99%
Mata : CA(-/-), SI (-/-)
Mulut : -
THT : Pernapasan cuping hidung (-/-)
Pulmo : Bronkovesikuler (+/+), rh (-/-), wh (-/-), retraksi dada (-/-)
Cor : BJ I-II reguler, murmur (-) gallop (-)
Abdomen : Bising usus (+), nyeri tekan (+), turgor baik
Ekstremitas: akral hangat (+), edema (-), CRT <2 detik

A GEA Dehidrasi sedang


P Kaen 3A 10ml/jam
Ranitidin stop
Tanggal 3 Juli 2018
Keterangan
Sudah tidak ada keluhan
Kesadaran : Composmentis
TD : -
HR : 120 x/menit normal, teratur
RR : 31 x/menit
Suhu : 36,8°C
SpO2 : 99%

Mata : CA(-/-), SI (-/-)


Mulut : -
THT : Pernapasan cuping hidung (-/-)
Pulmo : Bronkovesikuler (+/+), rh (-/-), wh (-/-), retraksi dada (-/-)
Cor : BJ I-II reguler, murmur (-) gallop (-)
Abdomen : Bising usus (+), nyeri tekan (+) turgor baik
Ekstremitas: akral hangat (+), edema (-), CRT <2 detik

GEA Dehidrasi sedang


Cefixime 2x1 ml
Boleh pulang
Daftar Pustaka

Behrman, Kliagman: Nelson Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 15. Vol2 Jakarta 2000
Budiarso, Aswita.dkk. Pendidikan Medik Pembatasan Diare Buku Ajar Diare Pegangan
Mahasiswa . Jakarta: Departement Kesehatan R.I PPM & PLP. 1999
King CK, Glass R, Bresee JS, et al. Acute Diarrhea: Oral Rehydration and Continued
Feeds-The Best Therapy; AAP Grand Rounds. Morbidity and Mortality Weekly Report
Recommendations and Reports. 2004; 11(2): 13-24.