Anda di halaman 1dari 23

VISUM ET REPERTUM

dr. Ricka Brillianty Zaluchu,SpKF

SMF Kedokteran Forensik dan Medikolegal


RSUD dr. Doris Sylvanus/FK
Universitas Palangka Raya
2018
Definisi Visum Et Repertum (VER)
• Laporan tertulis yang dibuat oleh dokter
atas permintaan penyidik yang berwenang
mengenai hasil pemeriksaan medik
terhadap manusia, baik hidup atau mati
ataupun bagian atau diduga bagian dari
tubuh manusia , berdasarkan keilmuannya
dan dibawah sumpah untuk kepentingan
peradilan.
Peranan VER
• Berperan dalam proses pembuktian suatu
perkara pidana terhadap kesehatan dan jiwa
manusia.
• Berperan menguraikan segala sesuatu tentang
hasil pemeriksaan medik yang tertuang di dalam
bagian Pemberitaan, yang karenanya dapat
dianggap sebagai pengganti benda bukti.
• Berperan memuat keterangan atau pendapat
dokter mengenai hasil pemeriksaan medik
tersebut yang tertuang dalam bagian kesimpulan.
Jenis VER
• Visum et Repertum perlukaan (termasuk
keracunan).
• Visum et Repertum kejahatan susila
• Visum et Repertum Jenasah
• Visum et Repertum psikiatrik
Penulisan VER
• Bagian pembukaan
Memuat kata PRO JUSTITIA
• Bagian pendahuluan
Memuat nama dokter,institusi kesehatan, instansi
penyidik, nomor & tgl permintaan serta identitas korban.
• Bagian pemberitaan
Memuat semua temuan hasil pemeriksaan medik.
• Bagian kesimpulan
Kesimpulan dokter atas hasil pemeriksaan berdasarkan
keilmuannya.
• Bagian penutup
Contoh Kesimpulan VER
KESIMPULAN VER KECELAKAAN LALU LINTAS/ KERETA API :
Korban meninggal dunia karena perdarahan dalam rongga dada
karena kekerasan tumpul pada dada. Perkiraan saat kematian
antara jam .... tanggal…… sampai dengan jam .... tanggal .....

• KESIMPULAN VER SEMENTARA PENGANIAYAAN :


• Didapatkan luka memar dan bengkak pada wajah korban akibat
kekerasan tumpul. Korban setuju untuk dilakukan perawatan.
Perawatan lanjutan dilakukan di
• RS. Dr. Moewardi Bagian Bedah dengan Registrasi No….........
oleh dokter ......... Spesialis Bedah.

• KESIMPULAN VER LANJUTAN PENGANIAYAAN:


• Terdapat luka memar dan bengkak pada wajah korban akibat
kekerasan tumpul sesuai dengan VER Sementara Registrasi
No....... ternyata korban memerlukan perawatan selama .... hari.
Korban tidak dapat menjalankan mata pencaharian sebagai
............ selama ............ hari
Dasar Hukum VER
• Pasal 133 KUHAP menyebutkan :
(1). Dalam hal penyidikan utk kepentingan
peradilan menangani korban luka, keracunan,
maupun mati yang diduga krn peristiwa tindak
pidana, ia berwenang mengajukan permintaan
keterangan ahli kedokteran kehakiman, dokter,
atau ahli lainnya.
(2) Permintaan dlm ayat (1) dilakukan scr tertulis,
disebutkan secara tegas utk Pemeriksaan Luka
atau Pemeriksaan Bedah Mayat.
• Yg berhak meminta keterangan ahli adalah
penyidik dan penyidik pembantu yg merupakan
pejabat Polri dgn pangkat serendah-rendahnya
adalah Pembantu Letnan Dua (utk Penyidik)
dan sersan ( Penyidik pembantu)

• Pasal 179 KUHAP :


Setiap orang yg diminta pendapatnya sbg
ahli kedokteran kehakiman/ dokter/ ahli lainnya
wajib memberikan keterangan ahli demi
keadilan
Alat Bukti yang Sah
Keterangan
Saksi

Keterangan Keterangan
Terdakwa Ahli
Pasal
184
KUHAP

Petunjuk VER
VER Korban Hidup
Pada pemeriksaan “korban” perlu dicatat:
• Keadaan umum
• Keadaan kesadaran
• Tanda tanda vital
• Kejadian yang menimpa korban
• Hal lain yang relevan
VER Kasus Perlukaan
• Umumnya korban dgn luka ringan datang ke
dokter dgn membawa SPV setelah melapor ke
penyidik polri, sedangkan dlm keadaan luka
sedang hingga berat biasanya korban akan
datang ke dokter atau RS terlebih dahulu shg
SPV akan terlambat sampai di tangan dokter.
Derajat Luka
• Luka Ringan diatur dalam sakit atau luka dan
Pasal 352 KUHP : menimbulkan halangan
“... Penganiayaan yg tidak dlm menjalankan jabatan
menimbulkan penyakit atau pekerjaan.....”
atau halangan utk
menjalankan jabatan atau
pekerjaan.....“

• Luka Sedang diatur dlm Psl


351 KUHP:
“....Penganiayaan yang
menyebabkan timbulnya
Luka Berat diatur dlm Psl 90 KUHP terdiri dari :
1. Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi
harapan akan sembuh sama sekali atau menimbulkan
bahaya maut.
2. Tidak mampu terus menerus utk menjalankan tugas
jabatan atau pekerjaan pencahariannya.
3. Menyebabkan kehilangan salah satu panca indera
4. Menyebabkan cacat berat
5. Sakit Lumpuh
6. Terganggunya daya pikir selama 4 minggu berturut-
turut atau lebih
7. Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan
VER Kejahatan Asusila
• Pembuktian adanya persetubuhan
dilakukan dengan pemeriksaan fisik
terhadap kemungkinan adanya deflorasi
himen, laserasi vulva atau vagina serta
adanya cairan mani dan sel sperma dalam
vagina terutama dalam forniks posterior.
• Pasal 289 : Barang siapa dengan kekerasan atau
ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan
atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam
karena melakukan perbuatan yang menyerang
kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling
lama sembilan tahun.

• Pasal 290
Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:
1.barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan
seorang, padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan
atau tidak berdaya;
2. barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan
seorang padahal diketahuinya atau sepatutnya harus
diduganya, bahwa umumya belum lima belas tahun atau
kalau umumya tidak jelas, yang bersangkutan belum
waktunya untuk dikawin:

3. Barang siapa membujuk seseorang yang diketahuinya


atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum
lima belas tahun atau kalau umumya tidak jelas yang
bersangkutan belum waktunya untuk dikawin, untuk
melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,
atau bersetubuh di luar perkawinan dengan orang lain.
VER Psikiatrik
• VER psikiatrik perlu dibuat oleh karena adanya
pasal 44(1) KUHP yang berbunyi: Barangsiapa
melakukan perbuatan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan padanya disebabkan
karena jiwanya cacat dalam tumbuhnya
(gebrekkige ontwikkeling) atau terganggu karena
penyakit (ziekelijke stroing), tidak dipidana.
VER Jenazah
• Sebelum
dilakukan px
Autopsi,
penyidik wajib
memberitahuka
n keluarga
korban dan
menerangkan
maksud dan
tujuan
pemeriksaan.
...lanjutan
• Pada surat permintaan VER harus jelas tertulis jenis
pemeriksaan yang diminta, apakah hanya
pemeriksaan luar jenasah, ataukah pemeriksaan
autopsi (pasal 133 KUHAP).

• Pelaksanaan autopsi menunggu 2 x 24 jam pihak


keluarga memberikan persetujuan, apabila lewat dari
batas waktu tersebut maka pihak penyidik akan tetap
melakukan pelaksanaan autopsi. (pasal 134
KUHAP).

• Jenazah yang diperiksa dapat pula didapatkan dari


penggalian kuburan (pasal 135 KUHAP)
...lanjutan
• Jenazah hanya boleh keluar dari institusi
kesehatan dan diberikan surat keterangan
kematian bila seluruh prosedur pemeriksaan
telah dilakukan  apabila jenazah dibawa
pulang paksa  tidak mendapatkan surat
keterangan kematian
Rahasia Kedokteran
• PP No.10 tahun 1966
• Kewajiban seorang dokter untuk menyimpan rahasia
kedokteran

 Rahasia kedokteran dijunjung tinggi dalam masy


walaupun pengadilan meminta dokter untuk
membuka rahasia kedokteran, ia masih memiliki
hak untuk menolak (verschoningsrecht)

 Rahasia kedokteran harus tetap disimpan


walaupun pasien telah meninggal dan ikut
dikuburkan bersama jenazah.
Pihak yang wajib menyimpan rahasia
kedokteran forensik
• Dokter spesialis kedokteran forensik
• Dokter umum
• Dokter spesialis klinik lainnya
• Petugas kamar jenazah
• Mahasiswa kedokteran atau yang sedang menjalani
kepaniteraan forensik maupun kepaniteraan klinik lainnya
• Petugas kamar bedah jenazah
• Petugas laboratorium forensik
• Maupun, petugas lain yang secara tidak langsung atau
langsung mengetahui kegiatan pemeriksaan tersebut
Terima Kasih