Anda di halaman 1dari 54

ASKEP SEHAT JIWA USIA PRA

SEKOLAH, SEKOLAH, DAN REMAJA


Ns. Yeni Devita, M.Kep
Askep Sehat Jiwa Usia Pra Sekolah
• Perkembangan psikososial anak pra sekolah adalah proses
perkembangan kemampuan anak dalam berinisiatif
menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan
pengetahuannya.
• Kemampuan ini diperoleh jika konsep diri anak positif
karena anak mulai berkhayal dan kreatif serta meniru
peran-peran disekelilingnya.
• Anak berinisiatif melakukan sesuatu dan memberi hasil.
Anak merasa bersalah jika tindakannya berdampak negatif
• Pada usia ini anak akan belajar berinteraksi dengan orang
lain, berfantasi dan berinisiatif, pengenalan identitas
kelamin, meniru
• sikap lingkungan yang suka melarang dan menyalahkan,
membuat anak kehilangan inisiatif. Pada saat dewasa, anak
akan mudah mengalami rasa bersalah jika melakukan
kesalahan dan tidak kreatif.
Batasan Karakteristik
Perkembangan yang normal : Inisiatif Penyimpangan Perkembangan : Rasa
Bersalah
1. Anak suka mengkhayal dan kreatif 1. Anak tidak percaya diri, malu untuk
2. Anak punya inisiatif bermain dengan tampil
alat-alat di rumah 2. Anak suka pesimis, tidak memiliki
3. Anak suka bermain dengan teman minat dan keinginan
sebaya 3. Anak takut salah dalam melalukan
4. Anak mudah berpisah dengan orang sesuatu
tua 4. Anak sangat membatasi aktivitasnya
5. Anak mengerti mana yang benar dan sehingga terkesan malas dan tidak
yang salah mempunyai inisiatif
6. Anak belajar merangkai kata dan
kalimat
7. Anak mengenal berbagai warna
8. Anak membantu melakukan pekerjaan
rumah sederhana
9. Anak mengenal jenis kelaminnya
10. Belajar ketrampilan baru melalui
permainan
Diagnosa Keperawatan
• Potensial (Normal ) :
Potensial mengembangkan inisiatif

• Resiko (Penyimpangan) :
Resiko mengembangkan rasa bersalah
Intervensi
1. Pemenuhan kebutuhan fisik yang optimal
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan
halus
3. Mengembangkan ketrampilan bahasa
4. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
5. Membentuk indentitas dan peran sesuai jenis
kelamin
6. Mengembangkan kecerdasan
7. Mengembangkan nilai moral
8. Meningkatkan peran serta keluarga dalam
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
1. Pemenuhan kebutuhan fisik yang
optimal

• Kaji pemenuhan kebutuhan fisik anak


• Anjurkan pemberian makanan
dengan gizi yang seimbang
• Kaji pemberian vitamin dan
imunisasi ulangan (booster)
• Ajarkan kebersihan diri
2. Mengembangkan ketrampilan
motorik kasar dan halus
– Kaji kemampuan motorik kasar dan halus anak
– Fasilitasi anak untuk bermain yang menggunakan
motorik kasar (kejar-kejaran, papan seluncur,
sepeda, sepak bola, tangkap bola dll)
– Fasilitasi anak untuk kegiatan dengan
menggunakan motorik halus (belajar
menggambar, menulis, mewarnai, menyusun
balok dll)
– Menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi
anak untuk bermain di rumah
3. Mengembangkan ketrampilan
bahasa

• Kaji ketrampilan bahasa yang dikuasai anak


• Berikan kesempatan anak bertanya dan
bercerita
• Sering mengajak komunikasi
• Ajari anak belajar membaca
• Belajar bernyanyi
4. Mengembangkan ketrampilan
adaptasi psikososial
• Kaji ketrampilan adaptasi psikososial
anak
• Berikan kesempatan anak bermain
dengan teman sebaya
• Berikan dorongan dan kesempatan ikut
perlombaan
• Latih anak berhubungan dengan orang
lain yang lebih dewasa
5. Membentuk indentitas dan peran
sesuai jenis kelamin
• Kaji identitas dan peran sesuai jenis
kelamin
• Ajari mengenal bagian-bagian tubuh
• Ajari mengenal jenis kelamin sendiri dan
membedakan dengan jenis kelamin anak
lain
• Berikan pakaian dan mainan sesuai jenis
kelamin
6. Mengembangkan kecerdasan
• Kaji perkembangan kecerdasan anak
• Bimbing anak dengan imajinasinya untuk
menggali kreatifitas, bercerita
• Bimbing anak belajar ketrampilan baru
• Berikan kesempatan dan bimbing anak
membantu melakukan pekerjaan rumah
sederhana
• Ajari pengenalan benda, warna, huruf, angka
• Latih membaca, menggambar dan berhitung
7. Mengembangkan nilai moral
– Kaji nilai-nilai moral yang sudah diajarkan
pada anak
– Ajarkan dan latih menerapkan nilai agama
dan budaya yang positif
– Kenalkan anak terhadap nilai-nilai mana
yang baik dan tidak
– Berikan pujian atas nilai-nilai positif yang
dilakukan anak
– Latih kedisplinan
8. Meningkatkan peran serta keluarga dalam
meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan
• Tanyakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak
• Tanyakan upaya yang sudah dilakukan keluarga terhadap
anak
• Berikan reinforcement atas upaya positif yang sudah
dilakukan keluarga
• Anjurkan keluarga untuk tetap rutin membawa anaknya ke
fasilitas kesehatan (posyandu, puskesmas dll)
• Anjurkan pada keluarga untuk memberikan makan bergizi
seimbang
• Berikan pendidikan kesehatan tentang tugas perkembangan
normal pada usia pra sekolah
• Berikan informasi cara menstimulasi perkembangan pada
usia pra sekolah
Askep Sehat Jiwa Usia Sekolah
• Adalah tahap perkembangan anak usia 6-12 th dimana
pada usia ini anak akan belajar memiliki kemampuan
bekerja dan mendapat ketrampilan dewasa, belajar
menguasai dan menyelesaikan tugasnya, produktif
belajar, kenikmatan dalam berkompetisi kerja dan
merasakan bangga dalam keberhasilan melakukan
sesuatu yang baik. Bisa membedakan sesuatu yang
baik/tidak dan dampak melakukan hal yang baik/tidak.
• Pencapaian kemampuan ini akan membuat anak
bangga terhadap dirinya. Hambatan atau kegagalan
dalam mencapai kemampuan ini menyebabkan anak
merasa rendah diri sehingga pada masa dewasa, anak
dapat mengalami hambatan dalam bersosialisasi.
Batasan karakteristik
Perkembangan yang normal : Industri / Penyimpangan Perkembangan : Harga
Produktif Diri Rendah
1. Mampu menyelesaikan tugas dari 1. Tidak mau mengerjakan tugas sekolah
sekolah/rumah 2. Membangkang pada orang tua untuk
2. Mempunyai rasa bersaing misal ingin mengerjakan tugas
lebih pandai dari teman, meraih juara 3. Tidak ada kemauan untuk bersaing
pertama dan terkesan malas
3. Terlibat dalam kegiatan kelompok 4. Tidak mau terlibat dalam kegiatan
4. Mulai mengerti nilai mata uang dan kelompok
satuannya 5. Memisahkan diri dari teman
5. Mampu menyelesaikan pekerjaan sepermainan dan teman sekolah
rumah tangga sederhana misal
merapikan tempat tidur,menyapu dll
6. Memiliki hobby tertentu, misal naik
sepeda, membaca buku cerita,
menggambar
7. Memliliki teman akrab untuk bermain
8. Tidak ada tanda bekas luka
penganiayaan
Diagnosa keperawatan
• Potensial (Normal) : Potensial Berkarya

• Risiko (Penyimpangan) : Risiko Harga Diri


Rendah
Intervensi
Tujuan
1. Mempertahankan pemenuhan kebutuhan fisik yang
optimal
2. Mengembangkan ketrampilan motorik kasar dan
halus
3. Mengembangkan ketrampilan adaptasi psikososial
4. Mengembangkan kecerdasan
5. Mengembangkan nilai-nilai moral
6. Meningkatkan peran serta keluarga dalam
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
1. Mempertahankan pemenuhan
kebutuhan fisik yang optimal
• Kaji pemenuhan kebutuhan fisik anak
• Anjurkan pemberian makanan dengan gizi
yang seimbang
• kolaborasi pemberihan vitamin dan vaksinasi
ulang (booster)
• Ajarkan kebersihan diri
2. Mengembangkan ketrampilan
motorik kasar dan halus
– Kaji ketrampilan motorik kasar dan halus anak
– Fasilitasi anak untuk bermain yang menggunakan
motorik kasar (kejar-kejaran, papan seluncur, sepeda,
sepak bola, tangkap bola, lompat tali)
– Fasilitasi anak untuk kegiatan dengan menggunakan
motorik halus (belajar menggambar/melukis, menulis,
mewarna, membuat kerajinan tangan seperti vas,
kotak pensil, lampion dsb, )
– Menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak
untuk bermain
3. Mengembangkan ketrampilan
adaptasi psikososial
– Kaji ketrampilan adaptasi psikososial anak
– Sediakan waktu bagi anak untuk bermain keluar
rumah bersama teman kelompoknya
– Berikan dorongan dan kesempatan ikut berbagai
perlombaan
– Berikan hadiah atas prestasi yang diraih
– Latih anak berhubungan dengan orang lain yang
lebih dewasa
4. Mengembangkan kecerdasan
– Kaji perkembangan kecerdasan anak
– Mendiskusikan kelebihan dan kemampuannya
– Memberikan pendidikan dan ketrampilan yang baik
bagi anak
– Memberikan bahan bacaan dan pemainan yang
meningkatkan kreatifitas
– Bimbing anak belajar ketrampilan baru
– Libatkan anak melakukan pekerjaan rumah sederhana
misalnya masak, membersihkan mobil, menyirami
tanaman, menyapu
– Latih membaca, menggambar dan berhitung
– Asah dan kembangkan hobby yang dimiliki anak
5. Mengembangkan nilai-nilai moral
– Kaji nilai-nilai moral yang sudah diajarkan pada
anak
– Ajarkan dan latih menerapkan nilai agama dan
budaya yang positif
– Ajarkan hubungan sebab akibat suatu tindakan
– Bimbing anak saat menonton TV dan membaca
buku cerita
– Berikan pujian atas nilai-nilai positif yang
dilakukan anak
– Latih kedisplinan
6. Meningkatkan peran serta keluarga dalam
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
• Tanyakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak
• Tanyakan upaya yang sudah dilakukan keluarga terhadap anak
• Berikan reinforcement atas upaya positif yang sudah
dilakukan keluarga
• Anjurkan pada keluarga untuk memberikan makan bergizi
seimbang
• Berikan pendidikan kesehatan tentang tugas perkembangan
normal pada usia sekolah
• Berikan informasi cara menstimulasi perkembangan pada usia
sekolah seperti : Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari
yang sederhana dirumah seperti membuat kue, merapikan
kamar tidur, merapikan mainan
Askep Sehat Jiwa Usia Remaja
• Adalah tahap perkembangan remaja usia 12-
18 thn dimana pada saat ini remaja harus
mampu mencapai identitas diri meliputi
peran, tujuan pribadi, keunikan dan ciri khas
diri. Bila hal ini tidak tercapai maka remaja
akan mengalami kebingungan peran yang
berdampak pada rapuhnya kepribadian
sehingga akan terjadi gangguan konsep diri.
Batasan karakteristik
Perkembangan yang normal : Pembentukan Identitas Penyimpangan
Diri perkembangan : Bingung
Peran
1. Menilai diri secara objektif, kelebihan dan 1. Tidak menemukan ciri
kekurangan diri khas (kekuatan dan
2. Bergaul dengan teman kelemahan) dirinya
3. Memiliki teman curhat 2. Merasa bingung, bimbang
4. Mengikuti kegiatan rutin (olah raga, seni, pramuka, 3. Tidak mempunyai
pengajian, bela diri) rencana untuk masa
5. Bertanggung jawab dan mampu mengambil depan
keputusan tanpa tergantung pada orang tua 4. Tidak mempu berinteraksi
6. Menemukan identitas diri, memiliki tujuan dan dengan lingkungannya
cita-cita masa depan 5. Memiliki perilaku
7. Tidak menjadi pelaku tindak antisosial dan tindak antisosial
asusila 6. Tidak menyukai dirinya
8. Tidak menuntut orang tua secara paksa untuk 7. Sulit mengambil
memenuhi keinginan yang berlebihan dan negatif keputusan
9. Berperilaku santun, menghormati orang tua, guru 8. Tidak mempunyai minat
dan bersikap baik pada teman 9. Tidak mandiri
10. Memiliki prestasi yang berarti dalam hidup
Diagnosa keperawatan
• Potensial (normal) : Potensial pembentukan
identitas diri
• Risiko (penyimpangan) : risiko bingung peran
Intervensi
– Memfasilitasi remaja untuk mengikuti kegiatan yang positif
dan bermanfaat
– Tidak membatasi atau terlau mengekang remaja melainkan
membimbingnya
– Menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk
pengembangan bakat dan kepribadian diri
– Menyediakan waktu untuk diskusi, mendengarkan keluhan,
harapan dan cita-cita remaja
– Tidak menganggap remaja sebagai junior yang tidak memiliki
kemampuan apapun
– Anjurkan remaja untuk mengikuti organisasi yang mempunyai
kegiatan positif (olahraga, seni, bela diri, pramuka, pengajian).
– Berikan lingkungan yang nyaman bagi remaja untuk
melakukan aktivitas bersama kelompoknya
CONTOH STRATEGI PELAKSANAAN PADA
An. L DENGAN KESIAPAN PENINGKATAN
PERKEMBANGAN USIA PRASEKOLAH (3-6
TAHUN)

• Hari / Tanggal : Rabu / 11 Januari 2017


• Nama Klien : An. L
• Pertemuan Ke: 1
A. PROSES KEPERAWATAN
Kondisi Klien
• Data Subjektif
Ny. S mengatakan bersedia anaknya dikelola oleh
mahasiswa selama sebulan kedepan. Ny. S
mengatakan An. L saat ini berusia 4 tahun 9 bulan
dengan status imunisasi tidak lengkap. An. L
adalah bungsu dari 4 bersaudara.
• Data Objektif
An. L usia 4 tahun 9 bulan. Berat saat ini 15 kg
dengan tinggi 75 cm. Saat pengkajian, anak mau
diajak berkenalan. Anak terlihat sedikit malu-
malu ketika berkenalan dengan mahasiswa. An. L
mampu menyebutkan nama lengkapnya dan
bertanya siapa nama mahasiswa.
Diagnosa Keperawatan

Potensial
mengembangkan
inisiatif
Strategi Pelaksanaan (SP ) 1

Menjelaskan perkembangan
psikososial anak prasekolah
yang normal dan menyimpang
serta cara menstimulasinya
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
Assalamu’alaikum, Selamat sore Bu.
Perkenalkan saya Sarah Bu, mahasiswa
praktik profesi peminatan jiwa STIKes Payung
Negeri. Nama Ibu siapa? Senang dipanggil
apa?
b. Evaluasi Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini, apakah
sehat?
1. Fase Orientasi
c. Kontrak
• Topik : “Baiklah bu, hari ini kita akan
berbincang-bincang tentang cara merawat anak
Ibu yang berusia 3-6 tahun”
• Waktu : “ kita akan berbincang-bincang kurang
lebih 30 menit ya bu”
• Tempat : “ Dimana ibu ingin kita berbincang-
bincang bu? Di ruang tamu? Baiklah bu”
• Tujuan : “tujuan kita berbincang- bincang hari
ini yaitu agar ibu mengetahui perkembangan
perilaku anak yang normal dan menyimpang
serta cara menstimulasinya “
2. Fase Kerja
“ Bu, ini leaflet tentang perkembangan anak di usia
prasekolah. Mari kita pelajari bersama mengenai ciri
perkembangan anak prasekolah yang normal seperti
apa dan yang menyimang seperti apa, kemudian apa
dampaknya dan bagaimana cara menstimulasi
perkembangan anak. Baiklah bu, saya akan jelaskan
satu per satu. Kemampuan utama anak di usia 3-6
tahun secara normal adalah berinisiatif menggunakan
situasi di rumah untuk bermain (menyusun kursi jadi
kereta api, mengumpulkan batuan, dll), mengerjakan
pekerjaan sederhana: buang sampah, lipatan-lipat
pakaian, meletakkan sepatu pada tempatnya, senang
bermain dengan teman sebaya, cerita berkhayal,
mudah pisah dengan orangtua, banyak bertanya dan
mengkuti ritual keagamaan dalam keluarga.
2. Fase Kerja
• Apakah An. L sudah sama kemapuannya sepeti
yang kita pelajari ini Bu? Sebagian besar sudah?
Waah, bagus ya Bu. Untuk itu Ibu tinggal
menstimulasinya supaya kemampuan lain dapat
tercapai. Anak yang tidak dapat mencapai
kemampuan tersebut maka ia akan tidak percaya
diri, malu untuk tampil di depan umum, pesimis,
tidak memiliki cita-cita, takut salah melakukan
sesuatu dan malas melakukan kegiatan serta
tidak mempunyai inisiatif”. Ditakutkan, anak
dengan perkembangan yang menyimpang seperti
itu pada saat dewasa akan mengalami rendah diri
dan tidak dapat bergaul”.
2. Fase Kerja
• “Baiklah Bu, saya sekaligus akan
mengajarkan Ibu tentang bagaimana
menstimulasi perkembangan anak di usia
3-6 tahun. Kali ini kita akan stimulasi
perkembangan motorik kasarnya ya bu
yaitu dengan bermain tangkap bola. Nah
untuk itu saya akan langsung
melakukannya pada An.L.
2. Fase Kerja
• “Selamat sore An. L, Sehat? Sedang apa ? boleh kita kenalan
dulu ? Kenalkan nama kakak Kak Sarah. Coba sebutkan nama
kamu? Wah, pintar. An. L suka bermain? Suka main apa? Oh
bermain bola. Suka nya main bersama teman-temannya ya?
Bagaimana kalau sekarang main bersama kakak? Boleh pinjam
bolanya? Wah, terimakasih, baik sekali! Nah, sekarang kakk
ingin mengajak an. L untuk bermain tangkap bola. Nanti, bola
ini akan kakk lempar kepada An. L, kamu harus siap menangkap
ya? Lau, nanti jika bolanya telah sampai pada an. L, kamu
lempar kembali blanya kepada kakk. Begitu seterusnya.
Mengerti? Bagus sekali. Nah, ayo sekarang coba tangkap
bolanya. Ia, bagus. Nah, lempar sini. Waah pintar. Baiklah, An.
L, Kakak akan berbicara lagi dengan dan Ibu, An. L terus
bermain dengan teman/abangnya ya.”
2. Fase Kerja
• “Tadi Bapak/Ibu sudah melihat bagaimana cara
menstimulasi inisiatif anak Bapak/Ibu. Sekarang
Bapak/Ibu coba melakukannya. Bagus sekali
Pak/Bu. Jadi, kalau An. L mau melakukan sesuatu,
jangan langsung dilarang, bahkan dapat disuruh
melakukan sesuatu. Pertahankan cara Bapak/Ibu
mengasuh An. L, semoga perkembangannya akan
bagus. Agar perkembangan An. L lebih baik lagi,
mari kita rencanakan kegiatan kita selanjutnya.
kalau begitu, Apakah masih ada yang ingin
Bapak/Ibu tanyakan ?
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan
keperawatan
• Evaluasi subjektif :
bagaimana perasaan Ibu setelah kita latihan tadi?
• Evaluasi Objektif :
Coba Ibu sebutkan lagi apa saja perkembangan
normal pada anak usia 3-6 tahun, perkembangan
yang menyimpang lalu apa saja dampak
penyimpangannya? Nah, apa saja yang bisa kita
ajarkan bu?
3. Fase Terminasi
b. Rencana tindak lanjut
Selanjutnya besok saya akan kembali mengunjungi Ibu
dan An. L untuk menjelaskan perkembangan moral
anak usia 2-6 tahun dan cara mestimulasinya.
c. Kontrak yang akan datang
• Topik : “Baik bu, untuk pertemuan besok kita akan
membahas perkembangan moral anak usia 3-6 tahun
dan cara menstimulasinya”
• Waktu : “ jam berapa besok ibu ada waktu?
Bagaimana kalau siang jam 2 bu? baiklah
• Tempat : “ untuk tempat bagaimana kalau disini saja
di ruang tamu ya bu”

• Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Bu dan An.L


terimakasih atas waktu nya. Assalamu’alaikum
CONTOH STRATEGI PELAKSANAAN PADA
An. L DENGAN KESIAPAN PENINGKATAN
PERKEMBANGAN USIA SEKOLAH (6-12
TAHUN)

• Hari / Tanggal : Kamis / 12 Januari 2017


• Nama Klien : An. D
• Pertemuan Ke: 1
A. PROSES KEPERAWATAN
Kondisi Klien
• Data Subjektif
Ny. S mengatakan bersedia anaknya dikelola oleh
mahasiswa selama sebulan kedepan. Ny. S
mengatakan An. D saat ini berusia 10 tahun 5
bulan. An. D adalah anak pertama dan satu-
satunya
• Data Objektif
An. D usia 10 tahun 5 bulan. Berat saat ini 35 kg
dengan tinggi 135 cm. Saat pengkajian, anak mau
diajak berkenalan. An. D mampu menggambar
sendiri
Diagnosa Keperawatan

Potensial Berkarya
Strategi Pelaksanaan (SP ) 1

Menjelaskan perkembangan
psikososial anak sekolah yang
normal dan menyimpang serta
cara menstimulasinya
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
Assalamu’alaikum, Selamat sore Bu. Perkenalkan
saya Sarah Bu, mahasiswa praktik profesi
peminatan jiwa STIKes Payung Negeri. Nama Ibu
siapa? Senang dipanggil apa?
b. Evaluasi Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini, apakah sehat?
Bagaimana perasaan Bapak/Ibu hari ini? Apakah
Bapak/Ibu punya putra yang berusia 6-12 tahun?
Siapa namanya? Apakah Bapak/Ibu mengalami
kesulitan dalam menghadapi perilaku D?
1. Fase Orientasi
c. Kontrak
• Topik : “Baiklah bu, hari ini kita akan berbincang-
bincang tentang cara merawat anak Ibu yang berusia 6-
12 tahun. Agar kemampuan D semakin berkembang,
kita akan mendiskusikan ciri khas perkembangan anak
usia 6-12 tahun
• Waktu : “ kita akan berbincang-bincang kurang
lebih 30 menit ya bu”
• Tempat : “ Dimana ibu ingin kita berbincang-bincang
bu? Di ruang tamu? Baiklah bu”
• Tujuan : “tujuan kita berbincang- bincang hari ini
yaitu agar ibu mengetahui perkembangan perilaku
anak yang normal dan menyimpang serta cara
menstimulasinya “
2. Fase Kerja
Apakah Bapak/Ibu tahu bagaimana
perkembangan anak usia 6-12 tahun yang
normal? Marl kita baca leaflet ini. Di situ tertulis
ciri perkembangan anak usia 6-12 tahun yang
normal dan menyimpang. Anak usia 6-12 tahun
diharapkan mempunyai kemampuan bergaul
dengan teman sebaya, tidak bergantung lagi
pada orang tua, menghasilkan sesuatu/karya
sesuai dengan kemampuannya, baik prestasi di
sekolah maupun di keluarga/masyarakat. Hasil
karya anak dapat berupa prestasi di sekolah
maupun di masyarakat, seperti membuat sendiri
benda-benda.
2. Fase Kerja
• Apakah D mempunyai kemampuan seperti
yang tertulis di leaflet itu? Sebagian besar
sudah? Bagus. Bapak/lbu tinggal
memotivasinya supaya kemampuan lain dapat
tercapai. Jika anak tidak dapat menunjukkan
hasil karyanya, anak dapat mengalami rendah
diri karena merasa tidak dapat menghasilkan
sesuatu yang nyata.
2. Fase Kerja
• “Baiklah Bu, saya sekaligus akan
mengajarkan Ibu tentang bagaimana
menstimulasi perkembangan anak di usia
6-12 tahun, untuk itu saya akan langsung
melakukannya pada An.D.
2. Fase Kerja
• “Selamat sore. Kenalkan, saya nama kakak sinta. Ini D
ya? Senangnya dipanggil apa? Sedang menggambar
apa? Gambarnya bagus. Lihat di mana gambar seperti
ini? Ngarang sendiri? Hebat sekali. kakak tidak bisa
bikin gambar seperti itu. Menurut D, apa warna yang
cocok untuk bajunya? Dinding rumahnya? Wah, pintar
sekali milih warnanya. D suka menggambar ya. Sudah
pernah ikut lomba? Kalau nanti ada lomba, mau ikut
nggak? Selain menggambar, apa saja yang D sukai?
Artinya, D punya bakat ke arah itu. Senang sekali
dapat bicara dengan D. Kita sudahi dulu ya. kakak
mau bicara dengan bapak/ibu.”
2. Fase Kerja
• “Bapak/lbu kita sudah selesal berdiskusi dan
mempraktikkan cara menstimulasi
kemampuan D. Bagaimana perasaan
Bapak/lbu? Apakah Bapak/Ibu masih ingat ciri
perkembangan anak usia 6-12 tahun? Apa
saja? Betul sekali, Pak/Bu. Bapak/Ibu sudah
ingat ciri-cirinya sehingga Bapak/ibu dapat
membandingkannya dengan perkembangan
D. Nanti Bapak/Ibu lihat perilaku mana yang
tidak ada pada D dan jika menyimpang
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan
keperawatan
• Evaluasi subjektif :
bagaimana perasaan Ibu setelah kita latihan tadi?
• Evaluasi Objektif :
Coba Ibu sebutkan lagi apa saja perkembangan
normal pada anak usia 6-12 tahun,
perkembangan yang menyimpang lalu apa saja
dampak penyimpangannya? Nah, apa saja yang
bisa kita ajarkan bu?
3. Fase Terminasi
b. Rencana tindak lanjut
Selanjutnya besok saya akan kembali mengunjungi Ibu
dan An. D untuk mendiskusikan cara yang akan
Bapak/Ibu lakukan
c. Kontrak yang akan datang
• Topik : “Baik bu, untuk pertemuan besok kita akan
mendiskusikan cara yang akan Bapak/Ibu lakukan
• Waktu : “ jam berapa besok ibu ada waktu?
Bagaimana kalau siang jam 2 bu? baiklah
• Tempat : “ untuk tempat bagaimana kalau disini saja
di ruang tamu ya bu”

• Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Bu dan An.D


terimakasih atas waktu nya. Assalamu’alaikum