Anda di halaman 1dari 17

N

Pengutipan (Sitasi)
Sitasi adalah cara kita memberitahu pembaca bahwa bagian-
bagian tertentu dari tulisan kita berasal dari sumber yang ditulis penulis
lain.
Ketika menetapkan penegutipan dengan sistem atau gaya
tertentu, peneliti harus konsisten dengan sistem atau gaya. Penulisan
karya tulis ilmiah memerlukan perujukan, penegasan, dan penguatan
dari peneliti sebelumnya atau sumber-sumber yang memperkuat dan
memperkaya penelitian. Untuk itu, perlu dilakukan pengutipan
terhadap hasil penelitian sebelumnya dan sumber-sumber lain untuk
mendukung penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengobjektifkan dan
memperkaya materi penelitian di samping mencegah terjadinya
plagiarisme.
Mengutip merupakan pekerjaan yang dapat menunjukkan kredibilitas
penulis. Oleh karena itu, mengutip harus dilakukan secara teliti,
cermat, dan bertanggung jawab. Ada dua cara untuk mengutip, yaitu
mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.
Kutipan Tidak Langsung.
Merupakan mengutip dengan cara meringkas tetapi tidak
mengubah gagasan dari sumber tersebut
Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
– Menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa).
– Mencamtumkan sumber (nama penulis, tahun, dan halaman).
Kutipan Langsung.
Mengutip sesuai dengan sumber asli tanpa ada kalimat yang diubah (copy paste) Cara
menggunakannya adalah sebagai berikut:
– Dikutip apa adanya.
– Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis.
– Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan).
– Dibubuhi tanda kutip (“….”).
– Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan
halaman sumber (PTH atau Author, Date, Page (ADP), misalnya (Penulis, 2012:100).
– cara tersebut betul jika kutipan yang diambil kurang dari 40 kata
– Jika berbahasa lain (asing atau daerah), kutipan ditulis dimiringkan (kursif).
– Jika ada kesalahan tik pada kutipan, tambahkan kata sic dalam kurung (sic) di kanan kata yang
salah tadi.
– Jika ada bagian kalimat yang dihilangkan, ganti bagian itu dengan tanda titik sebanyak tiga biah
jika yang dihilangakan itu ada di awal atau di tengah kutipan, dan empat titik jika di bagian akhir
kalimat.
– Jika ada penambahan komentar, tulis komentar tersebut di antara tandakurung, nislnya,
(penggarisbawahan oleh penulis).
Contoh Kutipan
Kutipan Langsung
Menurut Akh. Munawik Saleh(2011:4), “Allah SWT telah menjadikan
manusia dengan segala keajaiban penciptaan dan kemampuan yang
sangat luar biasa sebagai modal dasar baginya untuk mengelola
kehidupan.”
Menurut Akh. Munawik Saleh(2011:4), “Semenjak awal penciptaan,
manusia telah diberi kemampuan sebagai pemenang sejati dan bahkan
status sebagai pemenang telah dilekatkan pada diri manusia sebagai
watak dasarnya.”
Daya semu, daya nyata, dan daya reaktif dianggap sebagian engineer
sebagai sesuatu yang sulit untuk dipahami. Terutama karena sulitnya
untuk mengimajinasikan daya-daya tersebut. Namun sebenarnya cukup
mudah untuk memahami apa itu daya semu, daya nyata, dan daya
reaktif. Hanya dibutuhkan sebuah pandangan yang lebih luas mengenai
sistem jaringan listrik AC,(http://artikel-teknologi.com/pengertian-
daya-semu-daya-nyata-dan-daya-reaktif/, 16 Juli 2018).
Daya listrik didefinisikan sebagai kecepatan aliran energi listrik pada
satu titik jaringan listrik tiap satu satuan waktu. Dengan satuan watt
atau Joule per detik dalam SI, daya listrik menjadi besaran terukur
adanya produksi energi listrik oleh pembangkit, maupun adanya
penyerapan energi listrik oleh beban listrik.

http://artikel-teknologi.com/pengertian-daya-semu-daya-nyata-dan-
daya-reaktif/
Kutipan Tak Langsung
Allah SWT telah menjadikan manusia dengan segala keajaiban
penciptaan dan kemampuan yang sangat luar biasa sebagai modal
dasar baginya untuk mengelola kehidupan,(Akh. Munawik Saleh,
2011:4).
Semenjak awal penciptaan, manusia telah diberi kemampuan
sebagai pemenang sejati dan bahkan status sebagai pemenang telah
dilekatkan pada diri manusia sebagai watak dasarnya, (Akh. Munawik
Saleh, 2011:4).
Cara penulisan daftar rujukan
• 1. Nama
Nama penulis atau pengarang ditulis paling awal. Ingatlah untuk selalu menuliskan nama
marga atau belakang penulis terlebih dahulu, selanjutnya dilanjutkan dengan tanda baca koma (,)
setelah itu mencamtunkan nama depan dan tengah penulis buku tersebut. Apabila buku tersebut
merupakan karya dari dua penulis atau lebih, hanya penulis pertama saja yang urutan namanya
dibalik. Penulis kedua dan seterusnya berada setelahnya dengan urutan yang sesuai nama aslinya.
Jika pada buku tersebut nama penulis dicantumkan lengkap dengan gelar pendidikan atau gelar
lain, gelar-gelar tersebut tidak perlu dituliskan (dicantumkan).
• 2. Tahun Terbit
Setelah nama pengarang, cantumkanlah tahun terbit dari buku yang teman teman
gunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh pada angka tahun cetakan awal karena bisa saja buku
yang teman teman pakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir.
• 3. Judul Buku
Tuliskanlah judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan
italic (miring). dalam Penulisan daftar pustaka
• 4. Kota dan Nama Penerbit
Bagian terakhir dalam sebuah penulisan daftar pustaka sebuah buku adalah
mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku itu. Pertama penulisan
nama kota, baru diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan tanda baca titik dua (:).
Contoh dari buku teks/literasi
1. Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung:
Indonesia Publishing House.

2. Chapel, H and Haeney, M. 1993. Essentials of Clinical Immunology,


3th Ed. Blackwell Scientific Publication : Cambridge.
Contoh dari Jurnal
1. Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan
Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra:
Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129).
Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Budi, J. 2016 . "Menjaga Kesehatan Diri dan Kebersihan


Lingkungan Kota Magelang" dalam Kesehatan: Jurnal Kesehatan
dan Kebersihan Volume 2 (hlm 145-175). Magetan: Dinas
Kesehatan
Contoh dari Skripsi
1. Setiawan, D. 2005. Pengaruh Protein AdhO36 Salmonella typhi
terhadap Percepatan Respirasi Makrofag. Tugas Akhir. Tidak
diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.
2. Salam,A., 2005. Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Pola Konsumsi
Vitamin A Dengan Tingkat Kecukupan Vitamin A Anak Sekolah
Kelas IVV Di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Skripsi.
Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Cara menulis Daftar Pustaka dari Web (daring)
Untuk Penulisan daftar pustaka dari internet seperti ini, urutannya adalah sebagai berikut:
(Nama, judul. Medianya apa. Tgl bulan thn,kota. Penerbit)
1. Nama
Cara penulisan nama untuk artikel internet tidak berbeda dengan penulisan nama dari
sumber buku maupun artikel cetak.
2. Tahun Penayangan
Tuliskan tahun penayangan dari artikel tersebut.
3. Judul
Judul artikel internet tidak ditulis dengan italic, melainkan hanya diapit tanda kutip (“).
4. URL
Jangan lupa menyalin alamat URL dari artikel tersebut agar dapat diakses jika ada yang
ingin membuktikan kesahihan refrensinya.
5. Waktu Pengambilan
Dan di bagian akhir ini, teman teman jangan lupa mencantumkan waktu pengambilan
artikel internet itu secara lengkap, yakni tanggal dan jam saat kamu mengunduh ataupun
menjadikannya referensi.
Contoh dari Web
1. Lintang. 2016. " Cara Membuat Tanaman Hidorponik Di rumah
Untuk Pemula" , http://www.lintangsore.com/2016/05/cara-
berkebun-hidroponik-di-rumah-untuk.html, diakses pada 7 Juli
2017.

2. Reza, Jeko Iqbal. 2015. “Inikah Dampak Mematikan Pemanasan


Global”, http://tekno.liputan6.com/read/2304179/inikah-
dampak-mematikan-pemanasan-global, diakses pada 10 Februari
2016 pukul 10.27.