Anda di halaman 1dari 33

Termodinamika

Geothermal

Frankstein Arphan (3715100011)


Hildan Amrizal (3715100033)
Muhammad Nurachim (3715100026)
Silvia Veronica (3715100046)
Shabila Gadis (3715100053)

Surabaya, Indonesia– November 2017


Background

Jenis Reservoir

Aims
OUTLINE Pembangkit Listrik

Cadangan

Pengolahan Geothermal

Referensi
BACKGROUND

Sumber energi fosil Indonesia adalah


yang sudah semakin salah satu negara
menipis menyebabkan dengan potensi
manusia mencari energi panas bumi
sumber energi lain, sebesar 28,1 GW
salah satunya panas
bumi.
BACKGROUND
Terjadinya sumber air panas yaitu magma yang terletak
didalam lapisan mantel, memanasi suatu lapisan batu
padat.

Diatas batu padat terletak suatu lapisan batu berpori


berisi air yang dipanaskan oleh lapisan batu padat yang
panas itu.

Bila panasnya besar, maka terbentuk air panas bahkan


dapat terbentuk uap dalam lapisan batu berpori.

Uap dan air panas yang bertekanan akan berusaha keluar


ke permukaan bumi
Jenis Reservoir
1. Hidrotermal
Jenis Reservoir
Berdasarkan kandungan fluida:
a.Vapor dominated:
Air dalam bentuk uap mengisi rekahan dan patahan pada reservoir. Temperature dan
tekanan meningkat dari permukaan sampai cap rock.
b.Water dominated:
Pada reservoir dari sistem ini, tekanan naik secara linear dan temperatur berada di atau
kurang dari kurva titik didih. Sistem panas bumi diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluida
yaitu sistem entalpi rendah, sedang dan tinggi. Kriteria yang digunakan sebagai dasar
klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalphi, tetapi berdasarkan
pada temperatur mengingat entalphi adalah fungsi dari temperatur.
High Enthalphy Reservoir Characteristic
 Mostly in regions with vulcanic
activity
 Use for generation of electricity
(flash-method) and of process heat
 Temperature range: 90 – 300°C
 Depending on pressure reservoirs
have more steam or water
 Steam is reinjected
 no negativ environmental
impact
 higher productivity
Jenis Reservoir
Geopressure
Sistem panas bumi yang berasosiasi dengan sedimen, akibat proses pengendapan yang cepat dan
pembentukan sesar atau patahan yang pada beberapa bagian cekungan terbentuk penudung sehingga
menghasilkan tekanan litostastik. Suhu pada system ini dapat mencapai 1000-1200 pada kedalaman 2-
3 km. Sistem panas bumi yang berasosiasi dengan sedimen ini bersifat non vulkanik dan non tektonik.

HOT DRY ROCK SYSTEM


Hot dry rock system mengandung panas yang tersimpan di porositas rendah atau batuan impermeable
pada kedalaman dan temperatur yang bervariasi. Air dari permukaan di pompa turun melalui sumur
injeksi hingga ke patahan dan keluar melalui sumur produksi. Temperatur pada reservoir 120 – 225°C
dengan kedalaman 2 – 4 km. Menerapkan pertukaran panas, dan sirkulasi fluida yang mana
temperatur magma ≤1200°C
Jenis Reservoir
Magmatic
 Prinsipnya, Magma mentransfer panas ke batuan di
sekitarnya dan pori batuan. Air di sekitarnya menjadi panas
dan dapat bersirkulasi kembali ke permukaan untuk membuat
sumber air panas, lumpur pot, dan fumarol, atau dapat
menjadi terperangkap di bawah tanah, membentuk reservoir
panas bumi.
Aims

Recent goal
• Mencari pengaruh dari termodinamika dalam proses
geothermal.

Future Goal
• Mencari solusi inovatif dalam pemanfaatan termodiamika
geothermal .
• Menjadikan geothermal sebagai salah satu langkah ketahanan
energi nasional.
Pembangkit Listrik Panas Bumi Berdasarkan Jenis Fluida Kerja
Panas Bumi

1. Vapor Dominated System


2. Flushed Steam System
3. Binary Cycle System
Vapor Dominated System
Flash Steam Plant
Pembangkit Flash Steam memanfaatkan reservoir panas yang berisi
air lebih dari 82 derajat celscius. Air panas tersebut kemudian
dialirkan ke atas pia sumur produksi dengan tekanannya sendiri,
karena mengalir keatas maka tekanannya akan menurun dan
beberapa bagian dari ir menjadi uap. Untuk meimisahkan uap dan air,
digunakan separator. Uap digunakan untuk memutar turbin dan sisa
air akan diinjeksikan kembali melalui sumur injeksi

Gambar Separator pada Flash Steam Plant


PROSES TERMODINAMIKA FLASH PADA STEAM
PLANT

Diagram Proses Proses


Proses
Temperatur - Pemisahan Ekspansi pada
Flashing
Entropi Uap dan Air Turbin

Perhitungan Proses Proses


Efisiensi Pendinginan Kondensasi
Single Flash Steam

• Sikluas Single Flash Steam digunakan ketika fluida dikepala


sumur dlam kondisi cair jenuh. Fluida dialirakna pad sebuah
flasher (tangki cetus). Didalam flasher, tekanan diturunkan yang
mengakibatkan campuran 2 fasa memperoleh tingkat
kekeringan yang lebih baik. raksi uap yang dihasilkan kemudian
dialirkan ke turbin dan fraksi cair di injeksikan kembali kedalam
tanah.
Double Flash Steam
Pada sistem ini digunakan dua pemisahan fluida yaitu separator
dan flasher dan digunakan komposisi 2 turbin, yaitu HP-turbin dan LP-
turbin yang disusun secara tandem (ganda). Air yang keluar dari
separator tidak langsung di injeksikan kedalam tanah, tetapi
dimasukkan kedalam flasher dimana tekanan air tersebut diturunkan
lagi didalam flasher , sehingga diperoleh tingkat kekeringan yang lebih
baik untuk memutar turbin tekanan rendah (LP turbin). Contoh
lapangan yang menggunakan sistem konversi seperti ini adalah
Hatchobaru (Jepang), dan Kratla (Iceland).
Triple Flash Steam

Tipe ini menggunakan lebih banyak


flasher (tiga atau lebih) dengan menggunakan
lebih banyak titik-titik tekanan uap
masukan pada turbin/generator. Dengan
demikian tiap-tiap turbin/generator yang
dipasang dapat mensuplai daya listrik. Hal
demikian dimungkinkan apabila sumber
geotermalnya lebih dari satu sumur yang
tersedia
Teknologi sistem biner

Karakteristik panas bumi untuk siklus biner


1. menghasilkan fluida enthalpy rendah sampai menengah
2. mengandung dissolved solids atau kandungan NCG tinggi
Proses kerja sistem Biner Siklus biner dengan Termodinamika
Perhitungan Cadangan Geothermal
Metode Volumetri

Dimana: Uv = Energi dalam uap (kJ/kg)


He = Kandungan energi panas (KJ)
A = Luas daerah panas bumi (m2)
H = Tebal reservoir (m)
T = Temperatur reservoir (oC)
Cr = Kapasitas panas batuan, (kj/kg oC)
Ф = Porositas batuan reservoir (fraksi)
Sl = Saturasi air (fraksi)
Sv = Saturasi uap (fraksi)
ρr = Densitas batuan (kg/m2)
ρl = Densitas air (kg/m3)
ρv = Densitas uap (kg/m3)
Ul = Energi dalam air (kJ/kg)
Dengan langkah-langkah sebagai berikut
 1) Menghitung kandungan energi di dalam reservoir pada keadaan awal
(Ti) , T diganti dengan Ti.
 2) Menghitung kandungan energi di dalam reservoir pada keadaan akhir
(Tf) , T diganti dengan Tf.
 3)Energi maksimum yang dimanfaatkan :
Hth = Hawal - Hakhir
 4)Energi panas yang kenyataannya dapat di ambil (cadangan panas
bumi), jika cadangan dalam satuan KJ. Maka besar cadangan
ditentukan sebagai berikut:
Hde = Rf - Hth
dimana
 Diubah dalam MWh

 5)Menghitung besarnya potensi listrik panas bumi, yaitu besarnya


energi listrik yang dapat dibangkitkan selama periode waktu t tahun
(dalam satuan MWe).

 Dimana ή : faktor konversi listrik (fraksi)


Contoh Soal
Setelah dilakukan penelitian didapatkan data sebagai berikut, hitung energi geothermal
yang bisa didapatkan pertahunnya dalam satuan MWth. Saturasi Air dan Saturasi Uap,
adalah 0.3 dan 0.7 Porositas Batuan, pada lapangan ini sebesar 10%. Densitas
Batuan dan air (ρL), 2500kg/m3 dan 798kg/m3 8. Panas spesifik batuan (Cr) : 1 kJ/kg.
Suhu awal reservoir (Ti) : 250ºC Energi dalam air (UL) : 1082 kJ/kg Panas Batuan
dan Fluida, panas dalam reservoir
Data kondisi akhir :
1. Temperatur akhir : 180oC
2. Tekanan akhir : 10 bar, air menjadi uap
3. Saturasi uap (Sv) : 0.7 %
4. Energi dalam uap (Uv) : 2602 kJ/kg
5. Densitas uap (ρv) : 20 kg/m3
6. Recovery Factor (RF) : 25 %
Jawab
Metode volumetrik dengan menggunakan parameter fisik tersebut diatas dan faktor perolehan (recovery factor) sebesar 25%
Panas yang tersimpan dalam batuan : Qr = A.h.(1-Φ).ρr.cr.T = 5.63.1012 KJ
Sehingga Panas yang tersimpan dalam fluida : Qe = A.h.Φ.(SL . ρL.UL + Sv.ρv.Uv) = 2.95459.1012 KJ
Energi panas di dalam batuan dan fluida reservoir:
He = A.h.[(1-Φ).ρr.cr.T + Φ.(SL.ρL “X” UL + Sv.ρv.Uv)]
He = 5.30774.1012 KJ/kg.
Energi panas yang dikandung dalam batuan dan fluida pada kondisi awal :
He= 6,24831 . 1012 KJ
Energi panas yang dikandung dalam batuan dan fluida pada kondisi akhir :
Hef = 4,67331 . 1012 KJ
Perhitungan energi panas maksimum yang dapat dimanfaatkan pada lapangan “X” dilakukan dengan cara:
Hth = Hei + Hef = 1,575 . 1012 KJ.
Sehingga didapatkan estimasi cadangan panas bumi atau energi panas bumi yang kenyataannya dapat diambil, dengan memasukkan
factor rekoveri (RF) sebesar:
Hde = 3,94 . 1011 KJ
Dan jika cadangan dinyatakan dalam satuan MWth, maka besar cadangan panas bumi adalah : Hth = 4.1391 . 1017 MWth.
Pengolahan Geotermal dua fase
Pemilihan sistem Fluida kerja
a. Properti termodinamika yang cocok
- suhu kritis
- tekanan kondensasi
b. Tidak mengotori
c. Tidak beracun
d. Tidak korosif
e. Tidak mudah terbakar
f. Harga terjangkau
Pemilihan sistem Fluida kerja
- Faktor I

Kihara dan Fukunaga (1975)


 Jika I<1, maka kondisi fluida kerja keluar turbin masih dalam
kondisi superheat
 Jika I>1, maka sebagian fluida sudah terkondensasi dan dapat
menurunkan efisiensi turbin serta dapat menimbulkan kerusakan
pada turbin
Analisa Eksergi dan Efisiensi Termal
• http://jmei.phys.unpad.ac.id/paper/Februa
ri_2011/Artikel_5.pdf

• http://www.need.org/files/curriculum/inf
obook/geothermals.pdf

• http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/fil
es/public/Angka_parameter_energi_geothe
rmal.pdf