Anda di halaman 1dari 9

Unsur-unsur transisi adalah unsur yang terdiri

dari atom-atom golongan B dari golongan IB


hinggaVIIB dan dari periode ke-4 hingga ke-7.
 SIFAT-SIFAT UMUM UNSUR TRANSISI
- Bersifat logam dengan titik leleh dan didih yang relatif tinggi
- Bersifat paramagnetik (mempunyai daya tarik ke medan
magnet)
- Membentuk senyawa-senyawa berwarna khas (senyawa-
senyawa dari unsur-unsur golongan A tidak berwarna)
- Mempunyai biloks yang beraneka ragam
- Mempunyai susunan kimia kompleks, disebut ion kompleks
(Unsur-unsur golongan hanya bisa membentuk ion poliatomik dan
diatomik, walaupun hanya sedikit sekali yang dapat membentuk
ion kompleks)
- Bersifat katalitik (katalisator) untuk proses industri dan
metabolisme
- Rata-rata unsur-unsur transisi bersifat toksik
- Mempunyai kisi kristal
- Unsur-unsur transisi (termasuk periode keempat) berada dalam
subkulit d, namun pada deret lantanida dan aktinida pada
subkulit f
- Elektron valensinya (n-1)d^x ns^y (dengan x dan y adalah
konstanta elektron yang akan diisi)
- Biloks (bilangan oksidasi) unsur-unsur transisi seluruhnya
bertanda positif (+)
 SIFAT – SIFAT
- Bentuk : padat
- Warna : logam merah jambu
- Halus dan lunak
- Nomor Atom : 29
- Massa Atom : 63,54 g/mol
- Massa Jenis : 8.96 g/cm3
- Titik Leleh : 1357.77 K
- Titik Didih : 2835 K (2562 °C, 4643 °F)
- Konfigurasi Elektron : [Ar] 3d10 4s1
- Bilangan oksidasi : +2, +1
- Potensial elektrode : M+ (+0,520 V) dan M2+ (+0,340 V)
- Energi Ionisasi : pertama: 745.5 kJ/mol
- Jari - jari Logam: 128 pm
- Struktur Kristal : kubus pusat muka
 KEGUNAAN
- Bahan pembuatan kabel listrik
- Bahan pembuatan uang logam
- Untuk bahan mesin bertenaga uap
- Tembaga adalah suatu komponen dari berbagai enzim yang
diperlukan untuk menghasilkan energi, anti oksidasi dan s
intesa hormon adrenalin serta untuk pembentukan
jaringan ikat.
- Tembaga mempunyai beberapa fungsi dalam pembentukan
klorofil, walau unsur ini tidak terkandung dalam
klorofil.
- Tembaga merupakan suatu unsur yang sangat penting dan
berguna untuk metabolisme. Batas konsentrasi dari unsur ini
yang mempengaruhi pada air berkisar antara 1 – 5 mg/l
merupakan konsentrasi tertinggi.
- Dalam industri, tembaga banyak digunakan dalam industri
cat, industri fungisida serta dapat digunakan sebagai katalis,
baterai elektroda, sebagai pencegah pertumbuhan lumut,
turunan senyawa-senyawa karbonat banyak digunakan
sebagai pigmen dan pewarna kuningan.
 TERDAPAT DI ALAM
Tembaga (Cu) Ditemukan dalam bentuk
unsur bebas di sekitar kawah vulkanik dan
sebagai senyawa oksida, seperti cuprite
(Cu2O), senyawa sulfida, seperti calcosite
(Cu2S) dan calcopirite (CuFeS2), dan senyawa
karbonat, seperti malachite (Cu2(OH)2CO3).
 SIFAT-SIFAT
- Titik Leleh : 692.6 K
- Titik Didih : 1180 K
- Kongfigurasi Elektron : [Ar] 3d10 4s 2
- Jari-Jari Atom : 133 pm
- Energi Ionisasi :
Pertama : 906 kJ/mol
Kedua : 1733 kJ/mol
- Bilangan Oksidasi Utama : +2
- Potensial Elektrode E° : M2+ (- 0,763 V)
- Nomor Atom : 30
- Massa Atom : 65,37 g/mol
 KEGUNAAN
- Melapisi besi atau baja untuk mencegah proses karat.
- Digunakan untuk bahan baterai.
Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan logam,
penyepuhan listrik dan metalurgi bubuk.
- Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk industri
kosmetik (mencegah kulit agar tidak kering dan tidak
terbakar sinar matahari), plastik, karet, sabun,
pigmen warna putih dalam cat dan tinta (ZnO).
- Zink dalam bentuk sulfida digunakan sebagai
pigmen fosfor serta untuk industri tabung televisi dan
lampu pendar.
- Zink dalam bentuk klorida digunakan sebagai
deodoran dan untuk pengawetan kayu.
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana
dalam jaringan manusia/hewan dan terlibat dalam
fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme.
sehingga kekurangan seng berpengaruh pada
jaringan-jaringan tersebut.
 CARA PEMBUATAN
Logam seng telah diproduksi pada abad ke-13 di
India dengan mereduksi Calamine menggunakan
bahan-bahan organik seperti kapas. Logam ini
ditemukan kembali di Eropa oleh Marggrafdi
tahun 1746, yang menunjukkan bahwa unsur ini
dapat di buat dengan cara mereduksi Calamine
menggunakan arang. Bijih-bijih seng yang utama
adalah Sphalerita (sulfida), Smithsonite
(karbonat), Calamine (silikat) dan Franklinite
(zine,manganese, besi oksida). Satu metoda dalam
mengambil unsur ini dari bijihnya adalah dengan
cara memanggang bijih seng untuk membentuk
oksida dan mereduksinya dengan arang/karbon
yang dilanjutkan dengan proses distilasi.