Anda di halaman 1dari 37

GAS METERING

SYSTEM
MENGGUNAKAN
ORIFICEMETER
POLITEKNIK ENERGI DAN
MINERAL Akamigas
PROFIL

Nama : Ariel Pratama


Prodi : Teknik Instrumentasi Kilang
Tingkat : III
Email : arielprtm97@gmail.com
Kampus : PEM Akamigas
TUJUAN

• Mengetahui prinsip kerja orifice meter dalam pengukuran aliran


gas.
• Mengetahui komponen – komponen instrumentasi yang
digunakan dalam pengukuran aliran gas menggunakan orifice
meter.
• Mengetahui rumus perhitungan pengukuran aliran gas
berdasarkan AGA 3
PEMBAHASAN

• Gas Metering Sytem


• Perhitungan Laju Airan Gas
• Contoh Perhitungan Laju Aliran Gas
Gas Metering System
P&ID Gas Metering System Menggunakan
Orificemeter

FQIC-1 Flow Computer FQIC-2


Metering Panel

PT-2 FT-2

TT-2
Block Valve
Block Valve Straightening vane

AT-1 AT-2 Orificemeter

PT-1 FT-1
Inlet Outlet
TT-1
Orificemeter

Orificemeter terdiri dari :


a. Orifice plate
b.Orifice plate holder (orifice
fitting)
c. Meter tube
Orifice Plate

• Jenis orifice plate antara lain:

• Fungsi : sebagai element yang


menghasilkan beda tekanan
Orifice Fitting

• Junior Orifice Fitting


Dipakai jika terdapat bypass line
Tidak dapat dipakai jika ada aliran fluida di dalam
pipa

• Senior Orifice Fitting


Digunakan jika diinginkan mengambil orifice plate
ketika pipa sedang dialiri fluida
Meter Tube

• Meter tube : Suatu pipa/tube lurus dengan


dimensi tertentu yang meliputi bagian upstream
dan downstream.

• Pressure Taps untuk mengukur


pressure di upstream dan
downstream
• Jenis : Flange taps; Pipe taps
Straightening Vane

• Straightening vane atau flow conditioner


berfungsi untuk meluruskan aliran
Transmitter

• Transmitter yang dipakai: dp transmitter,


pressure transmitter dan temperature
transmitter
Flow Computer

Fungsi : untuk menghitung laju aliran


berdasarkan parameter – parameter
lapangan yang masuk
Chart Recorder

• Chart recorder berfungsi mencatatat


pengukuran dari tekanan, suhu dan beda
tekanan.
Analyzer

Gas Chromatograph H2S Analyzer Moisture Analyzer


Laju Aliran dengan
Standar AGA 3
Volume Flowrate

𝑄𝑉 = 𝐹𝑛 𝐹𝑐 + 𝐹𝑠𝑙 𝑌1 𝐹𝜌𝑏 𝐹𝑡𝑏 𝐹𝑡𝑓 𝐹𝑔𝑟 𝐹𝑝𝑣 𝑃𝑓1 ℎ𝑤 C’ = composite orifice flow factor
𝐹𝑛 = numeric conversion factor
𝑄𝑉 = 𝐶′ 𝑃𝑓1 ℎ𝑤
𝐹𝑐 = orifice calculation factor
𝐶′ = 𝐹𝑛 𝐹𝑐 + 𝐹𝑠𝑙 𝑌1 𝐹𝑝𝑏 𝐹𝑡𝑏 𝐹𝑡𝑓 𝐹𝑔𝑟 𝐹𝑝𝑣 𝐹𝑠𝑙 = orifice slope factor
𝑌1 = expansion factor
𝐹𝑝𝑏 = base pressure factor
𝐹𝑡𝑏 = base temperature factor
𝐹𝑡𝑓 = flowing temperature factor
𝐹𝑔𝑟 = real gas relative density factor
𝐹𝑝𝑣 = supercompresibility factor
𝑃𝑓1 = absolute flowing pressure
ℎ𝑤 = orifice differential pressure
Numeric Conversion Factor

𝐹𝑛 = 338.196 𝐸𝑣 𝑑2 𝐹𝑛 = numeric conversion factor


𝐹𝑛 = 338.196 𝐸𝑣 𝐷2 𝛽2 𝑑 = orifice plate bore diameter calculated at
1 flowing temperature, 𝑇𝑓 , in inches
𝐸𝑣 =
1−𝛽4 𝐷 = meter tube internal diameter calculated at
𝑑 flowing temperature, 𝑇𝑓 , in inches
𝛽=
𝐷
𝐸𝑣 = velocity of approach factor
𝑑 = 𝑑𝑟 1+∝1 𝑇𝑓 − 𝑇𝑟
𝛽 = beta ratio
𝐷 = 𝐷𝑟 1+∝2 𝑇𝑓 − 𝑇𝑟
Orifice Calculation Factor

8.5
• 𝐹𝑐 = 0.5961 + 0.0291𝛽2 − 0.2290𝛽8 + ൫0.0433 + 0.0712𝑒 − 𝐷 −
Slope Factor

1000000𝛽 0.7 19000𝛽 0.8 4 1000000𝛽


0.35
𝐹𝑠𝑙 = 0.000511 + 0.0210 + 0.0049 𝛽
𝑅𝑒𝐷 𝑅𝑒𝐷 𝑅𝑒𝐷

• 𝑑 = orifice plate bore diameter calculated at flowing temperature, 𝑇𝑓 , in inches


• 𝐷 = meter tube internal diameter calculated at flowing temperature, 𝑇𝑓 , in
inches
• 𝑒 = Napierien constant = 2.71828
• 𝐹𝑠𝑙 = orifice slope factor
• 𝑅𝑒𝐷 = pipe Reynolds number
• 𝛽 = beta ratio
Expansion Factor

𝑌 = 1 − 𝑌𝑝 𝑥 •x = ratio of differential pressure to absolute static pressure


∆𝑃 at the upstream tap
𝑥=
𝑁3 𝑃𝑓
•∆𝑃 = orifice differential pressure
0.41+0.35𝛽4
𝑌𝑝 = •N3 = unit conversion factor
𝑘
•Pf = absolute static pressure at the upstream pressure tap
•𝛽 = beta ratio
•k = isentropic exponent
Pressure Base Factor & Temperature Base Factor

14.73
𝐹𝑝𝑏 =
𝑃𝑏
𝑇𝑏
𝐹𝑡𝑏 =
519.67

Dimana
Pb = contract absolute base pressure, in pounds force per square inch
absolute.
Tb = contract absolute base temperature, in degrees Rankine
Flowing Temperature Factor; Real Gas Relatif
Density Factor; Supercompressibility Factor

519.67
𝐹𝑡𝑓 =
𝑇𝑓

1
𝐹𝑔𝑟 =
𝐺𝑟

𝑍𝑏
𝐹𝑝𝑣 =
𝑍𝑓1

Dimana:
Tf = flowing temperature, in degrees Rankine.
Gr = real gas relative density
Zb = gas compressibility at base conditions
Zf1 = gas compressibility at upstream flowing conditions
Contoh Perhitugan Laju
Aliran
Contoh Perhitungan Laju Aliran
Diameter pipa 15 in
Diameter bore Orifice 4.2002 in
Pipe Cal. Temp 68 F
Orifice Cal. Temp 68 F
Tekanan dasar 14.73 psia
Suhu dasar 60 F
Tekanan terukur 327.2824 psig
Pada suatu industry terdapat sebuah gas metering system
yang dipakai untuk kegiatan custody transfer gas.
Suhu terukur 71.0378 F
Terdapat data - data lapangan pada tabel di samping.
Beda tekanan 13.2824 inH20 Hitung nilai laju aliran volumetric pada kondisi standar
Spesific gravity 0.6428 dalam satuan MMSCFD
%Mol N2 0.4841 %
%Mol CO2 4.198149 %
Koefisien isentropis 1.286304473
Zb 0.997496
Zf 0.949054
Zbair 0.99959
Mencari nilai laju aliran

Mencari nilai dari masing – masing factor:


SIMPULAN

• Prinsip kerja dari orificemeter berdasarkan beda tekanan dimana ketika


aliran gas melewati lubang orifice maka akan terjadi pressure drop
sehingga menimbulkan beda tekanan antara sisi upstream dan downstream
yang kemudian terbaca oleh differential pressure transmitter dan digunakan
sebagai perhitungan untuk menghitung laju aliran fluida dengan
parameter lain seperti tekanan dan suhu.
• Komponen – komponen instrumentasi yang digunakan antara lain meter
tube, plate holder (orifice flange dan orifice fitting), straightening vane,
transmitter (DPT,PT,TT) dan chart recorder.
• Rumus perhitungan laju aliran fluida dengan standar AGA 3:1992 adalah
composite orifice flow factor (C’) dikali dengan akar absolute flowing pressure
(Pf1) dikali differential pressure (hw).
TERIMA KASIH