Anda di halaman 1dari 18

• prinsip-prinsip tuntunan dan perilaku yang

melekat di dalam cara bersikap dan berperilaku


Values seperti yang diharapkan.

•Adat istiadat, kebiasaan, tingkah laku yang


dilandasi oleh nilai2 tertentu yang diyakini
Moral sebagai sesuatu yang baik atau buruk

•Nilai2 atau norma moral yang menjadi


pegangan bagi seseorang atau suatu
Ethic kelompok dalam mengatur tingkah lakunya

Value, Moral dan Ethic


Value, Moral dan Ethic
PENGERTIAN ETIKA (1)
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada 3
pengertian tentang etika, yaitu:
Ilmu tentang apa yg baik dan yg buruk, ttg hak dan kewajiban
sosial.
Kumpulan azas atau nilai yg berkenaan dg akhlak.
Nilai mengenai benar dan salah yg dianut masyarakat

• Pengertian lain dari Etika dirumuskan oleh Sumaryono


(1995), yakni:
Etika adalah studi ttg kebenaran dan ketidak benaran
berdasarkan kodrat manusia yg diwujudkan melalui kehendak
manusia dlm perbuatannya.
PENGERTIAN ETIKA (2)

ETIKA
Publik

Ketentuan dan Berkaitan


norma dengan perilaku
kehidupan manusia,
yang berlaku memberikan
dalam suatu prinsip dalam
organisasi/ berperilaku,
kelompok sistem nilai
masyarakat manusia
ETIKA DALAM ORGANISASI

ETIKA
Keluwesan
Kearifan Kebersamaan
Empati
Kepedulian

Inovatif
Keunggulan ORGANISASI

Kedewasaan
Kebajikan
Orientasi Respect
Organisasi
Integritas
MORAL VS ETIKA
PERBEDAAN

ETIKA
MORAL
(Mores) • Seperangkat
nilai yang menjadi
• Tata Cara Pengertian acuan
• Kebiasaan • Nilai yang

• Adat menjadi acuan


• Perilaku yang dalam aktivitas
sesuai dengan Perilaku kerja/profesi
harapan kelompok • Perilaku yang

sosial sesuai sistem nilai


Organisasi yang disepakati

UKURAN/LANDASAN
KODE ETIK

NILAI POLA KODE


NILAI PERILAKU ETIK
ETIKA

DISEPAKATI BERSAMA Untuk mencegah Perilaku yang


tidak sesuai etika profesi
DIMENSI ETIKA PUBLIK
PELAYANAN
PUBLIK YANG
BERKUALITAS DAN
RELEVAN
TUJUAN

ETIKA
PUBLIK

MODALITAS
TINDAKAN
AKUNTABILITAS
INTEGRITAS
TRANSPARANSI
PUBLIK
NETRALITAS
ETIKA DALAM PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN

ETIKA ETIKA
pelayanan PENEGAKAN
publik HUKUM

ETIKA
LINGKUNGAN
Patologi
akibat
persepsi,
perilaku dan
gaya
manajerial

Patologi
Patologi akibat
akibat sitasi pengetahuan
internal dan
PATOLOGI keterampilan
ETIKA BIROKRASI
PEMERINTAHAN

Patologi
Patologi karena
akibat tindakan
keprilakukan melanggar
hukum
PATOLOGI ETIKA BIROKRASI PEMERINTAHAN

Patologi berupa hambatan atau penyakit dalam birokrasi pemerintahan sifatnya


politis, ekonomis, sosio-kultural, dan teknologikal.

1) Patologi akibat persepsi, perilaku dan gaya manajerial berupa : penyalah-


gunaan wewenang, statusquo, menerima sogok, takut perubahan dan inovasi,
sombong menghindari kritik, nepoteisme, arogan, tidak adil, paranoia, otoriter,
patronase, dsb;
2) Patologi akibat pengetahuan dan keterampilan berupa : puas diri, tidak teliti,
bertindak tanpa berpikir, counter produktif, tidak mau berkembang/belajar, pasif,
kurang prakarsa/inisiatif, tidak produktif, stagnasi dsb.
3) Patologi karena tindakan melanggar hukum berupa : markup, menerima
suap, tidak jujur, korupsi, penipuan, kriminal, sabotase, dsb.
4) Patologi akibat keprilakukan berupa : kesewenangan, pemaksaan, konspirasi,
diskriminasi, tidak sopan, kerja legalistik, dramatisiasi, indisipliner, tidak
berkeprimanusiaan, negatifisme, kepentingan sendiri, non profesional, vested
interest, pemborosan dsb.
5) Patologi akibat sitasi internal berupa : tujuan dan sasaran tidak efektif dan
efisien, kewajiban sebagai beban, eksploitasi, ekstrosi/pemerasan, pengangguran
terselubung, kondisi kerja yang tidak nyaman, tidak adan kinerja, miskomunikasi
dan informasi, spoil sisten, oper personil dsb
PENGUASA WEWENANG
MENJADI PELAYAN JABATAN ADALAH
MENJADI AMANAH YG HRS
PERANAN DIPERTANGGUNG
JAWABKAN
Pemahaman mendasar

Nilai dasar
Pengatur
ASN Laku
Kode etik profesi
‘Three in one’

Agen

Anatomi
Human Pengatur
ASN laku

Profesi
Bekerja profesional

Tanggung jawab
(responsibility & accountability)
--teratas ke ‘publik’

Mumpuni
(Competent& its proof)

Tunduk pada Pengatur laku


(Conduct regulator int & ext)
KODE ETIK DAN KONFLIK KEPENTINGAN

Sumber Konflik PERLUNYA


Kepentingan di KODE ETIK
Indonesia dan KODE
PERILAKU
Kepemilikan
Aset

Kepentingan Konflik Tindak


Gratifikasi
Pribadi Kepentingan Pidana

Rangkap
Jabatan

Hubungan Deklarasi Penyalahgunaan


Afiliasi Kepentingan wewenang