Anda di halaman 1dari 83

SIMULASI SINTESIS

AMMONIA DENGAN
SOFTWARE ASPEN
HYSYS V8.8
Ketua Kelompok yang paling selooo :
Rizki Gumelar - 03031381621104
Anggota yang tidak merasa seloo :
Alda Saviera – 03031381621078
Ayu Permatasari – 03031281621054 Jurusan Teknik Kimia
Fatina Shania - 03031381621088 Universitas Sriwijaya Kampus Palembang
M. Putra Bramazi – 03031381621102 Dosen Pengampuh :
Andari Yuta Palwa - 03031381720017 Bazlina Dawami Afrah, ST, MT, M.Eng
Outline
Deskripsi Alat : Reactor
Rx Haber N2 + 3 H2 ↔ 2 NH3 (ΔH = −92.4 kJ·mol−1)

Fluidized Bed Reactor Fixed Bed Reactor

Katalis : Fe
Atmosphere Water
Waste Heat
Boiler
Deskripsi Proses Flue Gases Air

Steam
Natural Gas Desulfuriser Reformer
Air Reformer
Water
Water
Saturated Shift Converter Waste Heat
CO2 Removal Steam
UCARSOL CO CO2 Boiler
UCARSOL
Unreacted
CO2 Compression Gases and NH3
Stripper Methanation and Cooling Mixer
Water Urea Plant
NH3 NH3 Industry
Decompression Cool to 30oC
CO2 Converter
NH3
Impurities
NH3 Ammonia
Urea Plant NH3 Recovery
Tahap Simulasi
2. Klik “Component Lists”, Pilih
senyawa di kolom search for, Lalu
klik “Add”

3. Pilih senyawa
berikut

1. Buka Properties
1. Klik “Fluid Packages”, lalu
klik “Add” pada Properties

Pilih “Peng-Robinson”
sebagai Property
Package / Fluid
Packages
2. Klik “Add to FP”,

1. Klik “Reaction”, lalu klik


“Add” pada Properties
Pilih “Basis-1 NC:6 PP:
Peng-Robinson” kemudian
klik “Add Set to Fluid
Package”.
Klik “Add Reaction”
Pilih “Conversion”
lalu klik “Add Reaction”
Klik dua kali pada “Rxn-1”
Tambahkan komponen
Nitrogen, Hydrogen, dan
Ammonia pada “Add Comp”
Isilah nilai ”Stoich Coeff” pada setiap
komponen (Nitrogen = -1, Hydrogen = -3,
dan Ammonia = 2) dan nilai Co sebesar 40.
Klik “Simulation”
Pada Palette, pertama pilih dan klik
simbol “Compressor” lalu letakkan
pada “Flowsheet Case” (layar
berwarna putih) sehingga akan tampil
kompresor berwarna merah (K-100).
1. Klik dua kali pada icon ini

2. Beri nama inlet “SYN GAS”, outlet “A2”, dan


energy “Q COMPRESSOR-1”.
Klik “Worksheet” dan isi data temperatur, tekanan,
dan molar flow.
Klik “Composition” dan isi data setiap komponen
dengan basis fraksi mol
Setelah mengisi data, klik “Conditions” maka
hasilnya sebagai berikut
Tutup pada “Compressor K-100”
Klik simbol Mixer (MIX-100) pada Pallete dan
letakkan ke flowsheet case.
1. Klik dua kali pada icon ini

2. Beri nama inlets “A2” dan outlet “A3”.


Pilih dan klik simbol Heater (E-100) pada Pallete
dan letakkan ke flowsheet case.
1. Klik dua kali pada icon ini

2. Beri nama inlet “A3”, outlet “A4”, dan energy “Q HEATER-1”.


klik “Parameters” dan isi nilai Delta P sebesar nol bar
Maka pada Worksheet akan muncul hasil seperti ini
Tutup pada “Heater E-100” dan terjadi perubahan seperti pada
gambar di bawah ini. Kemudian pilih dan klik simbol Conversion
Reactor (CRV-100) dan letakkan pada flowsheet case.
1. Klik dua kali pada icon ini

2. Beri nama inlet “A4”, vapour


outlet “A5 VAP”, liquid outlet
“A5 LIQ”, dan energy (optional)
“Q REACTOR-1”.
Klik “Reactions”
Lihat Temperature
Pilih dan klik simbol Cooler (E-101) dan letakkan pada
flowsheet case.
1. Klik dua kali pada icon ini

2. Beri nama inlet “A5 VAP”, outlet “A6”, dan energy “Q COOLER-1”.
klik “Parameters” dan isi nilai Delta P sebesar 100 bar.
Lihat Temperature
Pilih dan klik simbol Separator (V-100) dan letakkan pada
flowsheet case.
2. Beri nama inlet “A6”,
vapour outlet “A7”, dan
1. Klik dua kali pada icon ini liquid outlet “PRODUCT
NH3”.
klik “Composition” untuk
melihat fraksi mol ammonia
yang dihasilkan.
1. Pilih simbol Tee (TEE-
100) dan letakkan pada
flowsheet case. Kemudian
klik simbol “TEE-100”

2. Beri nama inlet “A7” dan outlet


“RECYCLE-1” dan “PURGE
Setelah itu, klik “Parameters” dan isi
nilai “PURGE” sebesar 1%.
Pilih dan klik simbol Recycle (RCY-1) dan letakkan pada flowsheet case
1. Lalu klik simbol “RCY-1”

2. Beri nama inlet “REC-1”, outlet “REC-2”, dan Fluid Package “Basis-1”
Pilih dan klik simbol Compressor (K-101) dan letakkan pada flowsheet case.
1. Lalu klik simbol “K-101”

2. Beri nama inlet “REC-2”, outlet “REC-3”, dan energy “Q COMPRESSOR-2”.


Lalu klik “Worksheet” dan isi data tekanan pada REC-3 sebesar 275 bar.
Tutup pada “Compressor:
K-101” dan klik simbol
“MIX-100” untuk
menambahkan inlets “REC-
3”.
Kemudian pada “Material Stream: A3”, tempertatur awal sebesar 385℃.
Lalu pada “Material Stream: A4”, temperatur naik menjadi 500℃. Hal ini sudah
sesuai dengan fungsi alat heater.
Didapat nilai Delta T sebesar 115 ℃ yang artinya ada perbedaan suhu yang positif
tidak seperti sebelumnya yang bernilai negatif sebelum ada recycle stream.
klik simbol
“Recycle: RCY-1”.
klik simbol “ADJ-1”.

kemudian klik “Select


Variable” pada Object
(Adjusted Variable)
Pilih “TEE-100”, “Flow Ratio”,
dan “Flow Ratio_2”
kemudian klik OK
Klik “Select Variable” pada Object
(Target Variable).
pilih “PRODUCT NH3”, “Master Comp Mole Frac”, dan “Ammonia” kemudian klik OK.
klik “Parameters”. Isi data “Step Size”
dan “Maximum Iterations” masing-
masing sebesar 0.001 dan 1000.
Kemudian klik “Start” untuk
menjalankan Adjust (ADJ-1) sehingga
dicapai mol Ammonia sebesar 0.96.
Buka kembali “Recycle: RCY-1”, maka muncul tampilan seperti
gambar di bawah ini yang mana sudah berwarna hijau.
klik “Material Stream: PRODUCTION
NH3”dan lihat pada “Composition” di
mana fraksi mol Ammonia sebesar
0.9598 yang hampir mendekati target
sebesar 0.96.
klik “Case Study” pada menu Home,
lalu klik “Add”.
Pilih “PRODUCT NH3”, “Master Comp
Molar Frac”, dan “Ammonia” lalu klik
OK.
Isi “Nested” pada State Input Type
dan klik “Add”.
Pilih “A6” dan
“Temperature” lalu
klik OK.
kemudian isi “Nested” pada State Input Type.
Pada Independen Variable, terdapat “A6 –
Temperature” di mana ketiga nilai harus diisi.
Isilah “Number of States” sebesar 16 dan isi
juga ketiga nilai “Independent Variable”, lalu
klik “Run” untuk memulai menyelesaikan Case
Study.
Buatlah Case Study 2 dengan mengklik ”Add” lalu pilih
“PRODUCT NH3” dan “Molar Flow”, klik OK.
Klik “Add” lalu pilih “A2” dan “Pressure”, klik OK.
Isi “Nested” pada State Input Type. Isilah “Number of States” sebesar 31 dan isi juga
ketiga nilai “Independent Variable”.
Lalu klik “Run” untuk memulai
menyelesaikan Case Study 2.
Pembahasan
Hasil produk berupa fraksi
mol ammonia sebesar
0.9598 dimana hampir
mendekati target 0.96
Interval temperature yang
digunakan sebesar 10℃ -
100 ℃.
Grafik 1. Variasi Temperature terhadap Fraksi Mol
Dengan semakin meningkatnya temperatur yang ditunjukkan pada Grafik 1,
maka produk ammonia (fraksi mol) akan berkurang. Hasil produk ammonia
yang mendekati target sebesar 0.96 didapatkan pada temperatur 10℃.
Interval tekanan yang
digunakan sebesar 200 –
500 bar
Pada tekanan antara 280-500
bar tidak ada peningkatan lagi
dari produk ammonia (molar
flow).

Grafik 2. Variasi Tekanan terhadap Molar Flow


Pada tekanan 280 bar merupakan tekanan maksimal untuk meningkatkan
produk ammonia (molar flow). Hasil produk ammonia sebesar 2378
kg.mole/h didapatkan pada tekanan 280 bar.
Sesi Tanya Jawab
Kesimpulan
Semakin tinggi temperatur yang digunakan maka semakin berkurang
konversi produk ammonia yang dihasilkan. Hasil produk ammonia
sebesar 96% didapatkan pada temperatur 10℃.

Setiap tekanan yang dinaikkan akan meningkatkan produk ammonia.


Tekanan maksimal untuk meningkatkan produk ammonia, yaitu sebesar 280
bar di mana produk ammonia yang dihasilkan sebesar 2378 kgmole/h.
Penggunaan software Aspen Hysys ini bermanfaat dalam simulasi
perancangan suatu pabrik manufaktur, dalam segi operasi maupun
dari sisi ekonomi.
TERIMA KASIH!1!1!
“Yang kito hadapi tu Ta adalah realita, berat,
but the life must go on,
dak pacak, emang cak itulah jalannyo”
(Budi Santoso, S.T., M.T.)