Anda di halaman 1dari 19

PENGGANTIAN KEHILANGAN GIGI INSISIVUS

SENTRAL MAKSILARIS DENGAN MENGGUNAKAN


GIGI TIRUAN CEK AT DIRECT FIBER-
REINFORCED:SEBUAH LAPORAN KASUS

N A M A : N U R U L F AT I M A S A R I S .
NIM: J014172011
PEMBIMBING:
J U R N A L A C U A N : J O U R N A L O F O P E R AT I V E D E N T I S T RY 2 0 1 8
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Kehilangan Perawatan GTC Fiber-


Gigi Prostetik Reinforced
Composite

Penggunaan GTC FRC secara direct dengan polyethylene


fibers untuk penggantian gigi insisivus sentral maksilaris.
Rumusan masalah
• Apa yang dimaksud dengan gigi tiruan cekat fiber-reinforced?
• Bagaimana cara penggantian kehilangan gigi insisivus sentral maksilaris dengan
menggunakan gigi tiruan cekat direct fiber-reinforced?
Tujuan penulisan
• Untuk mengetahui tentang gigi tiruan cekat fiber-reinforced.
• Untuk mengetahui cara penggantian kehilangan gigi insisivus sentral maksilaris
dengan menggunakan gigi tiruan cekat direct fiber-reinforced.
Manfaat penulisan
• Menambah wawasan pembaca khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi
mengenai gigi tiruan cekat fiber-reinforced.
• Dapat dijadikan bahan baca untuk penulisan laporan kasus dalam bidang
prostodontik khususnya cara penggantian kehilangan gigi insisivus sentral
maksilaris dengan menggunakan gigi tiruan cekat direct fiber-reinforced.
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Gigi tiruan cekat merupakan suatu gigi tiruan yang tidak dapat dilepas dengan
mudah oleh pasiennya maupun oleh dokter gigi dan melekat secara cekat pada
satu atau lebih gigi yang masih tinggal.

Tujuan penggantian gigi:

• Mengembalikan dan memperbaiki estetika pada pasien


• Memperbaiki fungsi fonetik
• Mengembalikan fungsi pengunyahan
• Mencegah terjadinya perpindahan tempat dari gigi-gigi di sekitarnya
• Memelihara dan mempertahankan kesehatan gingiva
Fiber reinforced composite merupakan kombinasi antara filler resin partikulat
dengan fiber yang akan menghasilkan estetik dan biomekanik yang sama dengan
jaringan gigi
JENIS FIBER
Glass fiber

Aramid fiber(Kevlar)

Carbon/graphite fiber
Ultra high
molecular weight
polyethylene fiber
(UHMWPE)
SIFAT
Strength (Kekuatan)

Rigidity (Kekakuan)

Esthetics (Estetik)

Wear resistance (Ketahanan terhadap


aus)
TEKNIK

Teknik Teknik
Indirect Direct
INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI
• Untuk mencapai hasil dengan estetik yang lebih optimal.
• Pada kasus yang memerlukan perawatan bebas dari logam.
• Untuk mengurangi keausan dari gigi antagonis seperti yang
Indikasi terjadi apabila menggunakan protesa dengan porcelain.
• Untuk menciptakan potensi ikatan retainer dengan
abutment karena menggunakan teknik adhesive-luting.

• Pasien dengan ketidakmampuan mengontrol cairan seperti


pada pasien dengan inflamasi gingiva kronis maupun akut.
• Pada kasus yaitu dengan jarak kehilangan gigi yang panjang
Kontraindikasi sehingga perlu dua atau lebih pontik.
• Pada pasien dengan parafunctional bad habit.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
• Memiliki kemampuan menahan beban fungsional akibat
daya modulus elastisitas yang rendah dibandingkan
dengan restorasi berbasis logam.
• Memiliki sifat retensi yang baik dalam jangka waktu yang
panjang.
Kelebihan • Memiliki kekuatan yang lebih baik daripada logam, tidak
korosif dan bersifat translucency dan radiolucency.
• Memiliki estetik yang baik.
• Memerlukan preparasi gigi yang minimal atau tidak ada
gigi.
• Perawatan dapat diselesesaikan dalam waktu yang lebih
singkat dan biaya lebih murah.

Kekurangan • Peningkatan akumulasi plak sehingga dapat menyebabkan


penyakit periodontal dan kehilangan perlekatan.
LAPORAN KASUS
Seorang pria berusia 57 tahun dirujuk ke klinik gigi umum di Eastman Institute
for Oral Health setelah gigi No. 8 diekstraksi karena trauma. Dia menyatakan
pada pertemuan awal bahwa dia mempunyai kekhawatiran mengenai ekonomi
dan sedang mencari solusi ‘‘ sementara ’’ untuk mengatasi masalahnya.

Pemeriksaan klinis
• Tidak ada gigi No. 8
• Kehilangan perlekatan klinis pada gigi No 7 &10
• Lesi servikal non-karies gigi No. 9
• Respon pada tes vitalitas dari gigi insisivus yang
tersisa adalah normal.
• Pemeriksaan periodontal menunjukkan tidak ada
pendarahan pada saat probing dan kedalaman Gambar 1. Tampakan klinis. Sumber: MF Romero, FJ Haddock , WW
sulkus normal. Brackett. Replacement of a missing maxillary central incisor using a direct fiber-
reinforced fixed dental prosthesis: a case report. Journal of Operative Dentistry
2018; 43(1): 32-36.
PENATALAKSANAAN
Anestesi lokal dengan infiltrasi dengan articaine HCL 4%
dengan epinefrin 1: 100.000

Isolasi daerah kerja dilakukan dengan cotton roll dan


saliva ejector.

Restorasi dimulai dengan preparasi sedikit pada lesi


servikal non-karies untuk menghilangkan dentin yang
berubah warna pada gigi No. 9.

Dua potong prebonded everStickC & B fiber-reinforced


mesh dipotong sepanjang ruang edentulous.

Gigi No. 7 dan 9 dibersihkan dengan Pumice Preppies,


dan fasial, lingual, dan permukaan proksimal dilakukan
etsa selama 30 detik dengan 32% asam fosfat.
• Aplikasi sistem adhesive satu langkah pada gigi, OptiBond Solo, ke semua area yang dietsa dan light
curing pada adesif selama 20 detik dengan menggunakan light LED.

• Pembuatan GTC FRC dimulai dengan bonding satu bagian pada fiber mesh dari midlingual gigi No. 7
ke midlingual gigi No. 9.

• Mesh ditempatkan terhadap permukaan lingual setiap gigi abutment dan masing-masing ujung di-cure
selama 20 detik.

• Untuk menghindari oklusi pada mesh, beri jarak minimal 1 mm antara mesh dan gigi antagonis yang
dilihat secara visual.

• Secara singkat potongan mesh yang lebih pendek di-bonding dengan cara yang sama untuk aspek fasial
pada pertama dan permukaan proksimal gigi No. 7 dan 9.

• Kedua potongan-potongan mesh kemudian digabung dan dimulai mengkonstruksi pontik dengan
button-shaped increment dari resin komposit sculptable berwarna A3.

• Gingival dan incisal increment ditambahkan sesuai dengan desain yang digambarkan.
a b
Gambar 2.
• a. Konstruksi pontik dengan button-shaped increment,
• b. Gingival dan incisal increment ditambahkan,
• c. Desain pontik modified ridge lap,
• d. Pontik direstorasi.
c d • Sumber: MF Romero, FJ Haddock , WW Brackett.
Replacement of a missing maxillary central incisor using a
direct fiber- reinforced fixed dental prosthesis: a case report.
Journal of Operative Dentistry 2018; 43(1): 32-36.

Oklusi diperiksa Kontak sentris


Finishing dan dengan yang stabil dibuat
contouring menggunakan pada gigi
dilakukan kertas artikulasi anterior yang
dan disesuaikan. tersisa.

Protrusive guidance
Dilakukan
didistribusikan merata
pemolesan pada
di antara gigi anterior
permukaan
yang tersisa.
Pasien
3 kemudian dipanggil kembali pada interval enam bulan, dengan
foto follow up yang diambil setelah dua tahun.

Gigi tiruan tetap fungsional dan estetik selama interval ini, meskipun
terdapat fraktur enamel pada insisal gigi No. 7.

Gambar 3. Gigi tiruan FRC setelah 2 tahun. Sumber: MF Romero, FJ Haddock ,


WW Brackett. Replacement of a missing maxillary central incisor using a direct
fiber- reinforced fixed dental prosthesis: a case report. Journal of Operative
Dentistry 2018; 43(1): 32-36.
PEMBAHASAN
Resin komposit dengan fiber-reinforced sudah banyak digunakan oleh klinisi
sebagai perawatan alternatif yang potensial dari gigi tiruan jembatan (GTJ)
konvensional ataupun implant untuk mengganti satu gigi yang hilang baik di
anterior maupun posterior.

Efektivitas gigi tiruan cekat fiber-reinforced composite (GTC FRC) pada


penelitian tersebut selama dua tahun sebagian besar sesuai dengan literatur
yang telah ada

Pada penelitian tersebut penulis mempertimbangkan desain pontik ovate yang


diperpanjang ke residual soket gigi untuk restorasi ini tetapi telah diputuskan
bahwa pemeliharaan arsitektur gingiva di daerah dengan kehilangan tulang
seperti itu akan tidak mungkin dan malah mengadopsi desain ridge-lap.
Meski dimaksudkan dalam hal ini sebagai restorasi definitif, penulis mempertimbangkan
jenis gigi tiruan ini menjadi ideal untuk pasien yang terlalu muda untuk menerima implant,
karena dilakukan sedikit atau tidak ada preparasi gigi yang berdekatan dengan ruang
edentulous

Para penulis merekomendasikan bahwa untuk desain apapun, fiber mesh harus tetap ditutupi
dengan bahan resin komposit yang diikuti dengan penyesuaian oklusal,

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penempatan posisi fiber polyethylene pada
sisi tension FRC akan meningkatkan kekuatan fleksural dan modulus fleksural FRC.

Para penulis merekomendasikan penggunaan produk preimpregnated fiber karena


mempunyai kekuatan fleksural dan kekakuan yang lebih tinggi, dapat meningkatkan sifat
mekanik GTC komposit, dan untuk kemudahan penggunaannya dibandingkan dengan yang
produk nonimpregnated fiber.
Para penulis menyatakan bahwa jenis GTC ini bisa dibuat di
laboratorium tetapi tidak direkomendasikan karena risiko
resin yang digunakan untuk menguatkan gigi tiruan ke
abutment tidak cukup kopolimerisasi dengan pontik yang
diproses lab, dengan demikian dapat mengurangi retensi.

Dengan demikian, penulis menyatakan bahwa teknik yang


digunakan untuk jenis restorasi ini, yaitu teknik langsung atau
penggunaan matriks lingual, adalah sama dengan yang
digunakan untuk restorasi layered resin composite dan dokter
akan terbiasa sehingga berpengalaman.
PENUTUP
Kesimpulan

• Gigi tiruan cekat fiber-reinforced composite (FRC) secara direct dapat


menjadi perawatan prostetik yang ideal untuk mengganti gigi
anterior karena memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan
gigi tiruan cekat konvensional lainnya. GTC FRC memiliki sifat
retensi yang baik dalam jangka waktu yang panjang, memiliki
kekuatan, dan memiliki estetik yang baik.

Saran

• Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan


penggunaan jenis-jenis fiber lainnya dan mengevaluasi kondisi
jaringan periodontal.
TERIMA KASIH