Anda di halaman 1dari 5

KOTA DJEMBER

Kabupaten Jember dibentuk berdasarkan Staatsbland Nomor 322


tanggal 9 Agustus 1928 dan sebagai dasar hukum mulai berlaku tanggal
1 Januari 1929. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan
ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di
wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk Regenschap
Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri.
Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum
Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink,
21 Agustus 1928.
Pada masa 1900-an daerah Jember bukanlah sebuah kota, melainkan
bagian dari Bondowoso yang dijadikan daerah perkebunan dan

KOTA DJEMBER
irigasi oleh Belanda. Jember sendiri sebenarnya bukan daerah
pemukiman, sehingga saat ini, hampir tidak ada penduduk Jember
yang asli Jember. Kebanyakan dari mereka adalah imigran dari
Madura (Sumenep, Pamekasan dll) dan Jawa pedalaman
(Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Madiun dan sekitarnya) yang
dipekerjakan di perkebunan oleh Belanda. Apalagi semenjak
dibukanya jalur kereta api Surabaya - Jember - Banyuwangi semakin
banyaklah pendatang dari daerah-daerah tersebut mencari
kehidupan dan harapan baru di daerah yang menjanjikan ini. Baik di
perkebunan maupun di jawatan kereta api.
Pola jaringan jalan di Kota Jember membentuk pola
radial, namun sebagian jalan-jalan lingkungan yang KAB. BONDOWOSO

POLA JARINGAN JALAN


nampak seolah-olah terputus. Lebar jalan yang ada
berkisar antara 4 – 10 meter(Dokumen Profil Kota
Jember). Pola jalan radial difokuskan pada daerah inti
tertentu seperti CBD. Pola jalan seperti menunjukkan
pentingnya CBD dibandingkan dengan berbagai pusat
kegiatan lainnya di wilayah kota tersebut

KAB. LUMAJANG
Intensitas Penggunaan Lahan
6000

5000
5099
4000

3000
intensitas
2000 2679

1000 1477

0 416
Pertanian Tegalan Perumahan 1 Ikan
Kolam Lain-lain

(Dokumen Profil Kota Jember).