Anda di halaman 1dari 28

Analisis Laporan Keuangan

Kelompok 2 :
1. Nurul Aisyah 5. Dina Febriani
Ramadhany 6. Afrianti Arifin
2. Eka Yustika Sari 7. Atika Abdullah
Sangadji
8. Rahmad A. Saidi
3. Bayu Parangan
9. Mirnawati Ridwan
4. Eka Islamiyati
Analisis Cross-Section

P
O Perbandingan Cross-Section
K
O
K

B Perhitungan Rata-rata Industri


A
H
A
S
A Perbedaan Antarindustri
N
Perbandingan Cross-Section

• Teknik Analisis untuk


memperbandingkan data
Analisis laporan Keuangan suatu
perusahaan dengan
Cross-Section perusahaan atau industri
yang sejenis dalam suatu
periode tertentu .

• Melihat prestasi
perusahaan relatif terhadap
Manfaat industri.
• Untuk menentukan bonus
Analisis bagi manajemen
Cross-Section: perusahaan apabila
perusahaan memperoleh
untung di atas industri.
 Kesamaan dalam jenis bahan baku atau supplier
Perusahaan bisa dikelompokkan berdasarkan bahan baku
yang di pakai, bisa juga berdasarkan proses produksi yang
dipunyai. Contoh: Klasifikasi industri di BEI (Perusahaan
Farmasi, Makanan, dll).
 Kesamaan dari sisi permintaan.
Pendekatan ini menggunakan produk-produk yang
dihasilkan sebagai kriteria pengelompokkan industri.
Apabila produk memenuhi kebutuhan yang sama dan
produk tersebut merupakan substitusi satu sama lainnya,
maka produk tersebut masuk dalam kelompok industri
yang sama. Contoh: Waralaba.
 Kesamaan dari atribut keuangan
Dari sudut pandang investasi, saham-saham yang
mempunyai beberapa kesamaan atribut bisa dimasukkan
ke dalam satu kelompok. Misalnya, atribut yang relevan
adalah risiko, rasio PER, dan kapitalisasi pasar untuk
menentukan besar kecilnya kapitalisasi saham. Investor
yang ingin menginvestasikan dananya ke saham kecil
(kapitalisasi pasar kecil) barangkali akan memilih 25 %
saham paling kecil, dan membandingkan saham-saham
yang mempunyai nilai kapitalisasi yang kecil. Contoh:
Perbankan & Perusahaan Efek.

Dalam memilih perusahaan yang akan dipakai sebagai


perbandingan, analis juga bisa menggabungkan ketiga
atribut di atas. Misalkan, antar perusahaan sejenis yang
mempunyai asset yang hampir sama.
Masalah dalam Analisis Cross-Section

Tidak jelasnya
Adanya sebagian industri yang akan
perusahaan di dipakai sebagai
Indonesia masih perbandingan.
belum go public yang Perusahaan yang
tidak memberikan besar biasanya
laporan keuangan ke beroperasi tidak
publik sehingga data hanya pada satu
perbandingan laporan sektor usaha saja,
keuangan akan sulit tetapi melakukan
diperoleh. diversifikasi pada
beberapa sektor.
Secara umum nampak bahwa perusahaan
amerika serikat lebih likuid, solvabel, efisien, dan
menguntungkan dibandingkan dengan
perusahaan jepang dan korea.
Perhitungan Rata-rata Industri

Menghitung
nilai untuk
percentile
Menghitung nilai tertentu
tunggal sebagai Menghitung nilai (misal
tunggal dengan
perbandingan dispersinya (standar menghitung
deviasinya) nilai untuk
Menghitung Rata-rata perusahaan-
aritmatika
perusahaan
Menghitung rata-rata yang
tertimbang mempunyai
ukuran 25 %
Menggunakan median paling kecil)

Menggunakan modus.
 MENGHITUNG RATA2 ARITMATIKA :
PERUSAHAAN
A B C D E F G H
ROA 10% 12% 12% 13% 9% 12% 8% 9%
NILAI
BUKU 300 420 250 200 250 210 310 335
SAHAM
NILAI
PASAR 350 400 420 450 460 350 340 400
SAHAM

RATA2 ARITMATIKA ROA ADALAH :


(10+12+12+13+9+12+8+9) /8 = 10,625%
Dari Data Diatas Rata2 Tertimbang Roa
Dengan Menggunakan Nilai Buku Saham
Sebagai Pembobot Adalah :

300/2.275(10%)+420/2.275(12%)+
250/2.275(12%)+200/2.275(13%)+
250/2.275(9%)+ 210/2.275(12%)+
310/2.275(8%)+ 335/2.275(9%) = 10,50%
Dari Data Diatas Rata2 Tertimbang Roa
Dengan Menggunakan Nilai Pasar Saham
Sebagai Pembobot Adalah :

350/3.170(10%)+400/3.170(12%)+
420/3.170(12%)+450/3.170(13%)+
460/3.170(9%)+ 350/3.170(12%)+
340/3.170(8%)+ 400/3.170(9%) = 10,67%
 Angka yg berada ditengah-tengah urutan
data jika jumlah data ganjil.
 Jika data berjumlah genap jumlahkan posisi
angka yang ditengah kemudian bagi 2.
 Data harus diurutkan dari nilai terkecil,
yaitu: [8%, 9%, 9%, 10%, 12%, 12%, 12%, 13%]

Median data ROA diatas adalah:


(10%+12%)/2 = 11%
 Angka yang paling sering muncul dalam
deretan angka tersebut.
 Data harus diurutkan dari nilai terkecil,
yaitu: [8%, 9%, 9%, 10%, 12%, 12%, 12%,
13%]

Modus data ROA diatas adalah 12%


1. Rata2 Aritmatika 10,625%
2. Rata2 Tertimbang
Dg Bobot Nil. Buku Saham 10,50%
Dg Bobot Nil. Psr Saham 10,67%
3. Median 11,00%
4. Modus 12,00%

Pemilihan Angka Yang Digunakan Sebagai


Pembanding Tergantung Dari Pertimbangan
Analis.
Perbandingan antar
Penggunaan rata-rata
industri secara implisit
industri didasarkan pada
juga mengakui bahwa ada
asumsi implisit, ada
perbedaan risiko bisnis
perbedaan antar industri
antarindustri
• Penelitian yang di lakukan David F. Scott Jr. Dan John D.
Martin (1975) :
 Dari tabel di atas, nampak bahwa F-rasio
yang di peroleh untuk setiap tahun, mulai
tahun 1968-1972, selalu lebih besar
dibandingkan dengan F-kritis. Dengan
demikian bisa diperoleh kesimpulan bahwa
terdapat perbedaan rasio modal saham
antarindustri yang signifikan.
1. Berikut ini beberapa statistik untuk
beberapa sektor usaha:
Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh informasi berikut :
 Alat analisis 1 day price change dari sektor usaha capital goods,
conglomerates, energy, technology, dan utilities, mengalami
pertumbuhan yang bagus, di mana rata-rata berada di atas 0,3%.
 Alat analisisi market cap menunjukkan nilai terbesar perusahaan yang
di hargai oleh pasar berada pada sektor financial, services, technology,
healtcare, energy, costumer non cyclical, dan basic materials, di mana
rata-rata berada di atas 1000 B.
 Alat analisis P/E menunjukkan semakin rendah nilai rasio P/E suatu
saham, maka semakin murah saham tersebut sehubungan dengan
pendapatan perusahaan. Sektor basic materials berada pada nilai
terendah yaitu 23,68 dan sisanya berada pada nilai di atas 15.000.
 Alat analisis ROE menunjukkan semakin tinggi rasio ROE, maka
semakin tinggi pula nilai perusahaan. Sektor costumer non cyclical,
dan conglomerates berada di atas 18.000 sedangan sisanya berada di
bawah 18.000.
 Alat analisis dividen yield menunjukkan semakin tinggi dividen yield yang
di bagikan, maka akan semakin besar return yang akan di bagikan kepada
investor, beberapa sektor usaha yang berkemungkinan memberikan
dividen yield dalam jumlah besar adalah utilities, costumer non
cyclical,conglomerates,healthcare,costumer cyclical, basic materials dan
services. Yang rata-rata berada di atas 2,000%.
 Alat analisis debt to equity menunjukkan semakin rendah rasio debt to
equity akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka panjangnya. Sektor usaha yang berkemungkinan mampu
membayar kewajiban jangka panjangnya adalah sektor usaha energy,
technology, dan healthcare karena berada di kirasan angka 0,23-0,439.
 Alat analisis price to book menunjukkan semakin rendah rasio PBV maka
semakin baik. Rasio PBV yang terendah adalah sektor usaha technology.

Maka kesimpulannya adalah sektor usaha technology memenuhi kriteria


dari 4 alat analisis yaitu, 1 day price change, market cap, debt to equity dan
price book. Sedangkan sektor usaha basic materials, conglomerates,
costumer non cyclical, energy, dan healthcare, hanya memenuhi kreteria
dari 3 alat analisis, dan sektor usaha financial hanya memenuhi kriteria
dari 1 alat analisis.
Perusahaan ROE (%) Penjualan Aset
A 16 4.400.000 2.400.000
B 18 9.500.000 4.500.000
C -6 4.200.000 2.700.000
D 23 4.000.000 2.400.000
E 35 3.000.000 1.800.000
F 18 4.900.000 2.600.000
G 21 3.500.000 1.800.000
Diminta:
a. Hitung median, rata-rata ROE penjualan dan
aset untuk sektor tersebut! Rata-rata dihitung
tanpa bobot, menggunakan penjualan sebagai
pembobotnya, dan menggunakan aset sebagai
pembobotnya.
b. Jelaskan bagaimana kinerja perusahaan B
dibandingkan dengan rata-rata industri!
c. Dari bermacam-macam cara perhitungan rata-
rata industri di (a), mana yang lebih baik,
jelaskan!
a. RATA2 ARITMATIKA ROE ADALAH :
(16+18-6+23+35+18+21) /7 = 17,857%

Jika penjualan digunakan sebagai pembobotnya,


maka rata-rata ROE dapat dihitung sbb:

4.400/33.500(16%)+9.500/33.500(18%)+
4.200/33.500(-6%)+4.000/33.500(23%)+
3.000/33.500(35%)+ 4.900/33.500(18%)+
3.500/33.500(21%) = 17,14%
Jika Aset digunakan sebagai pembobotnya, maka rata-rata
ROE dapat dihitung sbb:

2.400/18.200(16%)+4.500/18.200(18%)+
2.700/18.200(-6%)+2.400/18.200(23%)+
1.800/18.200(35%)+ 2.600/18.200(18%)+
1.800/18.200(21%) = 16,79%

MEDIAN:
Data harus diurutkan dari nilai terkecil, yaitu: [-6%, 16%,
18%, 18%, 21%, 23%, 35%]

Median data ROA diatas adalah: 18%


b. Dari perhitungan diatas, Kinerja perusahaan B
adalah baik. Kinerjanya sedikit lebih efisien
dibandingkan dengan rata-rata industri. Karena jika
kita lihat, ROE perusahaan B adalah 18%, sedangkan
rata-rata industri 17,857%. Ini menandakan,
perusahaan B masih efisien menggunakan modal
sendiri untuk menghasilkan laba bagi pemegang
saham.
c. Dari bermacam-macam perhitungan rata-rata industri
diatas. Menurut kami semua perhitungan rata-rata
tersebut baik untuk digunakan. Karena masing-masing
perhitungan tersebut mempunyai kelebihan dan
kelemahan tersendiri. Misalnya, untuk rata-rata
aritmatika, selain karena ia lebih mudah digunakan,
dalam perhitungannya juga selalu mempertimbangkan
semua nilai data, misalnya seperti data ROE diatas.
Namun, kelemahannya karena ia tidak peka terhadap
penambahan jumlah data dan hanya cocok digunakan
untuk data yang homogen.
Jadi jika ditanya mana yang lebih baik diantara semua
perhitungan rata-rata industri diatas, maka jawabannya
adalah tergantung pada data yang digunakan oleh analis.
Jika datanya bersifat homogen, sebaiknya menggunakan
rata-rata aritmatika. Namun, jika datanya bersifat
heterogen, maka median lebih baik digunakan.