Anda di halaman 1dari 24

Peran & Fungsi BWI

dalam Perwakafan di
Kabupaten Bandung
Oleh: Harry Yuniardi, M.Ag
BWI Kabupaten Bandung

Disampaikan dalam Sosialisasi Perwakafan di Kabupaten Bandung


15 Oktober 2018, Kecamatan Cicalengka
Peraturan tentang
Wakaf

Undang-undang Peraturan Lainnya

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1. PP No. 42/2006 ttg Pelaksanaan UU No.


2004 tentang Wakaf 41/2004 ttg Wakaf.
2. PP No. 25/2018 ttg Perubahan Atas PP
No. 42/2006.
3. PMA No. 4/2009 ttg Administrasi
Pendaftaran Wakaf Uang.
4. PMA Nomor 73/2013 ttg Tata Cara
Perwakafan Benda Tidak Bergerak dan
Benda Bergerak Selain Uang.
5. PBWI No. 1/2008 ttg Prosedur
Penyusunan Rekomendasi terhadap
Permohonan Penukaran/ Perubahan
Status Harta Benda Wakaf.
6. PBWI No. 3/2008 ttg Tata Cara
Pendaftaran dan Penggantian Nazhir
Harta Benda Wakaf Tidak Bergerak
Berupa Tanah.
7. PBWI No. 1/2009 ttg Pedoman
Pengelolaan dan Pengembangan Harta
Benda Wakaf Berupa Uang
Tugas &
Wewenang BWI
BWI Perwakilan BWI Provinsi Perwakilan BWI Kabupaten/Kota
1. Melakukan pembinaan 1. Melaksanakan kebijakan dan tugas-tugas BWI di 1. Melaksanakan kebijakan dan tugas-tugas
terhadap Nazhir dalam tingkat Provinsi; BWI di tingkat kabupaten/kota;
mengelola dan 2. Melakukan koordinasi dengan kanwil kemenag dan 2. Melakukan koordinasi dengan kankemenag
mengembangkan harta benda instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan instansi terkait dalam rangka
wakaf; BWI Provinsi; pelaksanaan tugas BWI kabupaten/kota;
2. Melakukan pengelolaan dan 3. Melakukan pembinaan terhadap Nazhir dalam 3. Melakukan pembinaan terhadap nazhir
pengembangan harta benda mengelola dan mengembangkan harta benda dalam mengelola dan mengembangkan harta
wakaf berskala nasional dan wakaf; benda wakaf;
internasional; 4. Bertindak dan bertanggung jawab untuk dan atas 4. Bertindak untuk dan bertanggung jawab
3. Memberikan persetujuan nama Perwakilan BWI Provinsi baik ke dalam untuk dan atas nama Perwakilan BWI
dan/atau izin atas perubahan maupun ke luar; kabupaten/kota baik ke dalam maupun ke
peruntukan dan status harta 5. Memberhentikan dan/atau mengganti Nazhir yang luar;
benda wakaf; luas tanah wakafnya 1000M2 (seribu meter per 5. Memberhentikan dan mengganti Nazhir yang
4. Memberhentikan dan segi) sampai dengan 20.000 M2(dua puluh ribu luas tanah wakafnya kurang dari 1000M 2
mengganti Nazhir; meter persegi); (seribu meter per segi);
5. Memberikan persetujuan atas 6. Menerbitkan tanda bukti Pendaftaran Nazhir yang 6. Menerbitkan tanda bukti Pendaftaran Nazhir
penukaran harta benda wakaf; luas tanah wakafnya 1000 m2 sampai dengan yang luas tanah wakafnya kurang dari
6. Memberikan saran dan 20.000 M2(dua puluh ribu meter persegi); 1000M2 (seribu meter per segi);
pertimbangan kepada 7. Melaksanakan survey dan membuat laporan atas 7. Melaksanakan survey dan membuat laporan
Pemerintah dalam usul perubahan peruntukan harta benda wakaf yang atas usul perubahan peruntukan harta benda
penyusunan kebijakan di luasnya paling sedikit 1000M2 (seribu meter per wakaf berupa tanah yang luasnya kurang
bidang perwakafan. segi); dari 1000M2 (seribu meter per segi);
8. Melaksanakan survey dan membuat laporan atas 8. Melaksanakan survey dan membuat laporan
usul penukaran/perubahan status harta benda wakaf atas usul penukaran/perubahan status harta
(ruislagh) berupa tanah yang luasnya paling sedikit benda wakaf (ruislagh) berupa tanah yang
1000M2 (seribu meter per segi); luasnya kurang dari 1000M 2 (seribu meter
9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh per segi);
BWI. 9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang
diberikan oleh Perwakilan BWI Provinsi.
Hubungan BWI dengan
Nazhir Wakaf

Mengeluarkan Membina Nazhir Monitoring &


SK Nazhir Evaluasi Nazhir

Nadzir berasal dari kata kerja bahasa Arab nadzara-yandzuru-nadzaran yang


mempunyai arti, menjaga, memelihara, mengelola dan mengawasi. Adapun
nadzir adalah isim fa’il yang diartikan dalam bahasa Indonesia dengan pengawas
(penjaga). Sedangkan nadzir wakaf atau biasa disebut nadzir adalah orang yang
diberi tugas untuk mengelola wakaf

Fuqaha tidak menjadikan nadzir sebagai salah satu rukun wakaf, namun mereka
ittifaq bahwa wakif harus menunjuk nadzir wakaf. Tujuannya agar harta wakaf
tetap terjaga dan terurus, sehingga harta wakaf itu tidak sia-sia. Meskipun
demikian tidak berarti bahwa nadzir mempunyai kekuasaan mutlak terhadap
harta yang diamanahkan kepadanya.
Jenis Nazhir

Perseorangan Organisasi Badan Hukum

a. Warga negara a. Pengurusnya a. Pengurusnya


Indonesia, memenuhi syarat- memenuhi syarat-
b. Beragama Islam, syarat nadzir syarat nadzir
c. Dewasa, perorangan, perorangan,
d. Amanah, b. Organisasi yang b. Dibentuk sesuai
e. Mampu secara bersangkutan dengan peraturan
jasmani dan rohani, bergerak di bidang perundang-
serta sosial, pendidikan, undangan yang
f. Tidak terhalang kemasyarakatan berlaku, dan
melakukan dan atau c. Bergerak di bidang
perbuatan hukum keagamaan Islam. sosial, pendidikan,
kemasyarakatan
dan atau
Masa bakti nadzir adalah 5 tahun dan dapat di
keagamaan Islam.
angkat kembali oleh BWI, jika nadzir telah
melaksanakan tugasnya dengan baik.
Kewajiban & Hak
Nazhir

Kewajiban Hak Nazhir

1. Melakukan 1. Nazhir dapat menerima imbalan


pengadministrasian harta dari hasil bersih atas pengelolaan
benda wakaf; dan pengembangan harta benda
2. Mengelola dan wakaf yang besarnya tidak
mengembangkan harta benda melebihi 10% (sepuluh persen)
wakaf sesuai dengan tujuan, 2. Memperoleh pembinaan dari
fungsi, dan peruntukannya; Menteri dan Badan Wakaf
3. Mengawasi dan melindungi Indonesia
harta benda wakaf;
4. Melaporkan pelaksanaan
tugas kepada Badan Wakaf Jika dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak
Indonesia (laporan berkala). AIW dibuat tidak melaksanakan tugasnya,
5. Wajib didaftarkan pada Kepala KUA baik atas inisiatif sendiri maupun
Menteri dan BWI melalui atas usul Wakif atau ahli warisnya berhak
Kantor Urusan Agama mengusulkan kepada BWI untuk
setempat pemberhentian dan penggantian Nazhir
Proses
Pendaftaran Nazhir

Nazhir Nazhir Organisasi/Badan


Perseorangan Hukum

1. Permohonan kepada KUA 1. FC salinan akta notaris


untuk diteruskan kepada BWI pendirian organisasi/badan
2. Surat pengantar KUA hukum dan AD yang telah
ditujukan kepada BWI disahkan oleh instansi
3. Jenis harta benda wakaf. berwenang.
4. Alamat sekretariat. 2. Daftar susunan pengurus.
5. Foto copy KTP nazhir 3. FC Anggaran Rumah Tangga.
6. Daftar riwayat hidup nazhir 4. Daftar kekayaan yang berasal
7. FC AIW atau APAIW dari harta wakaf yang terpisah
8. FC Pengesahan Nazhir dari kekayaan lain yang
9. FC sertifikat wakaf (jika sudah merupakan kekayaan
bersertifikat). organisasi/badan hukum
10. Program Kerja Nazhir. 5. Surat pernyataan bersedia untuk
diaudit bermaterai cukup
Proses Pergantian
Nazhir

Nazhir Nazhir Organisasi/Badan


Perseorangan Hukum

1. Surat permohonan kepada 1. FC salinan akta notaris &


KUA untuk meneruskan anggaran dasar yang telah
penggantian nazhir kepada disahkan oleh instansi
BWI. berwenang.
2. Surat pengantar dari KUA 2. Daftar susunan pengurus.
ditujukan kepada BWI. 3. FC Anggaran Rumah Tangga
3. Berita Acara Pergantian. 4. Daftar kekayaan yang berasal
4. Alasan penggantian nazhir. dari harta wakaf yang terpisah
5. FC KTP calon nazhir. dari kekayaan lain yang
6. DRH calon nazhir. merupakan kekayaan
7. FC AIW atau APAIW. organisasi/badan hukum
8. FC Surat Pengesahan Nazhir 5. Surat pernyataan bersedia untuk
9. FC sertifikat wakaf (jika sudah diaudit bermaterai cukup.
bersertifikat).
10. Program kerja.
Alasan Pergantian
Nazhir

1. Nazhir meninggal dunia, dengan melampirkan surat keterangan


meninggal dunia/kematian dari instansi yang berwenang.
2. Nazhir berhalangan tetap, dengan melampirkan surat keterangan
dari pihak yang bersangkutan bermaterai cukup.
3. Nazhir mengundurkan diri, dengan melampirkan surat pengunduran
diri dari pihak bersangkutan bermaterai cukup.
4. Nazhir Organisasi atau Badan Hukum bubar atau dibubarkan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan
melampirkan surat keterangan dari pengurus dan/atau instansi yang
berwenang.
5. Nazhir tidak melaksanakan tugas dan/atau melanggar ketentuan
larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan
melampirkan surat pernyataan keberatan dari wakif/ahli warisnya
bermaterai cukup.
6. Nazhir dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan melampirkan salinan
putusan pengadilan
Proses Ruislag
Wakaf

1. Nazhir mengajukan permohonan ruislag kepada Menag melalui KUA dengan


menjelaskan alasan-alasannya.
2. Kepala KUA meneruskan permohonan ruislag kepada Kankemenag
Kabupaten/Kota.
3. Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota membentuk tim penilai.
4. Bupati/walikota membuat surat keputusan berdasarkan penilaian dari tim.
5. Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota meneruskan permohonan ruislag
dengan melampirkan hasil penilaian tim penilai kepada Kepala Kankemenag
Provinsi.
6. Kepala Kankemenag Provinsi meneruskan permohonan ruislag kepada
Menag melalui Dirjen Bimas Islam.
7. Dirjen Bimas Islam membuat permohonan pertimbangan ruislag ke BWI.
8. BWI meneliti kelengkapan dokumen dan merapatkannya secara pleno. BWI
memberikan rekomendasi ruislag kepada Dirjen Bimas Islam.
9. Dirjen Bimas Islam meneruskan permohonan dan rekomendasi ruislag kepada
Sekjen Kemenag utk diteruskan kepada Menag dan diproses penerbitan SK
dari Menag.
10. Menag kemudian menerbitkan surat izin ruislag.
11. Setelah terbit surat izin, ruislag & pembangunan baru bisa dilaksanakan.
Proses Ruislag
Wakaf
Alasan Ruislag

Perubahan harta Harta benda Wakaf Pertukaran


benda Wakaf tidak Dapat dilakukan untuk
digunakan utk dipergunakan keperluan
kepentingan umum sesuai dengan ikrar keagamaan secara
sesuai dengan Wakaf langsung dan
RUTR berdasarkan mendesak.
ketentuan
peraturan
perundang-
undangan dan tidak
bertentangan
dengan prinsip
Syariah
Ketentuan Baru Ruislag
Wakaf
(PP No. 25/2018)

Dalam hal penukaran harta benda Wakaf


sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
dilakukan terhadap harta benda Wakaf yang
memiliki luas sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu
meter persegi), Menteri memberi mandat kepada
Kepala Kantor Wilayah untuk menerbitkan izin
tertulis.

Menteri menerbitkan izin tertulis penukaran harta


benda Wakaf dengan pengecualian sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) berdasarkan:
a. harta benda penukar memiliki sertifikat atau
bukti kepemilikan sah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
b. nilai dan manfaat harta benda penukar paling
kurang sama dengan harta benda Wakaf semula
Proses Penetapan
Nilai & Manfaat
Nilai dan manfaat harta benda penukar
ditetapkan oleh Kepala
Kantor berdasarkan rekomendasi Tim Penetapan
dibentuk oleh Kepala Kantor Kemenag

Tim Penetapan Tim Penilai

Menetapkan keseimbangan nilai dan Menghitung nilai/harga objek


manfaat penukar. Terdiri dari: pengadaan tanah. Merupakan
1. Unsur Pemda kabupaten/kota; perseorangan atau Penilai Publik yg
2. Unsur BPN kabupaten/ kota; secara independen dan profesional
3. Unsur MUI kabupaten/kota telah mendapat izin praktik Penilaian
4. Unsur Kankemenag dari Menteri Keuangan dan telah
kabupaten/kota; mendapat lisensi dari BPN RI.
5. Unsur Nazhir; dan
6. Unsur KUA Disediakan oleh instansi atau
pihak yang akan menggunakan tanah
wakaf
Barang Wakaf
(Mawquf)

Barang tidak Bergerak Barang Bergerak


(al-`Aqar) (al-Manqul)

1.Tanah Segala sesuatu yang dapat


2.Bangunan & Pohon dipindahkan tanpa mengubah
(Bangunan & Pohon, menurut bentuk & ukuran
Malikiyah bagian dari al-`Aqar. (Kendaraan, Hewan, Buku,
Menurut Mayoritas Ulama Perhiasan, Uang, dll)
termasuk al-Manqul, namun
dlm transaksi dihukumi sebagai
al-`Aqar)

Para ulama sepakat akan kebolehan wakaf “al-`Aqar”

‫سلَّ َم‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ُ‫َّللا‬ َ ِ ‫ب النَّ ِبي‬ ْ َ ‫علَى َهذَا ِع ْن َد أ َ ْه ِل ال ِع ْل ِم ِم ْن أ‬
ِ ‫ص َحا‬ َ ‫( َوالعَ َم ُل‬
‫ف‬ِ ‫اختِالَفًا فِي ِإ َجا َز ِة َو ْق‬
ْ ‫ين ِم ْن ُه ْم فِي ذَ ِل َك‬
َ ‫غ ْي ِر ِه ْم الَ نَ ْعلَ ُم بَ ْي َن ا ْل ُمتَقَ ِد ِم‬
َ ‫َو‬
َ َ‫غ ْير ذ‬
)‫لك‬ َ ‫رضين و‬ َ َ ‫األ‬
Barang Bergerak

Dimanfaatkan tanpa Dimanfaatkan dengan


merusak asalnya merusak asalnya

Seperti kendaraan, buku, pedang, Seperti makanan, wewangian, uang,


dll dll
Mayoritas ulama membolehkan
mewakafkannya.
Kecuali menurut Abu Hanifah dan
Qawl Marjuh Malikiyah & Diwakafkan Diwakafkan
Hanabilah kepada orang kepada orang
yang bisa yang tidak bisa
menggantinya menggantinya
‫ َوأَ َّما‬:‫سلَّ َم‬َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ُ‫صلَّى للا‬َ ‫َوقَا َل النَّ ِب ُّي‬
‫عهُ َوأَ ْعت ُ َدهُ فِي‬ َ ‫س أَد َْرا‬ ْ ‫َخا ِل ٌد فَقَ ِد‬
َ َ‫احتَب‬ Sepakat Diperdebatkan
kebolehannya
ِ‫َّللا‬
َّ ‫س ِبي ِل‬َ dihukumi tidak
boleh
)‫(رواه البخاري‬
Garis Besar Ikhtilaf
Hukum Wakaf Uang

Menghukumi Menghukumi
Tidak Boleh Boleh

Abu Hanifah, Abu Yusuf, Hanafiyah (Zufar), Malikiyah,


Syafi`iyah (wajh shahih), Syafi`iyah (wajh marjuh),
sebagian Hanabilah. sebagian Hanabilah, Ibn
Taymiyah, al-Zuhriy, Ibnu Sirin, al-
Bukhariy

“Malikiyah” cenderung tegas membolehkan wakaf uang,


karena menurut mereka, dalam akad wakaf tidak disyaratkan
“Ta’bid” ataupun “Mu’aqqatatan bi Muddatin Mu’ayyanatin”.
Beda dengan ketentuan madzhab lain. Adapun sebagian dari
mereka ada yang membolehkan, karena menurutnya
pemanfaatan uang berbeda dengan merusak/menghilangkan,
selama uang (mitsliyat) tersebut akan kembali.
Ketika uang yang bersifat mutamatsilat, dapat diganti dengan
uang lagi yang sama nilainya, maka pada dasarnya sama
dengan memelihara keberadaan uang tersebut.

‫حبس أمثال النقود بمنزلة حبس أعيانها‬

Mana yang Paling Kuat?

Yang Melarang: Yang Membolehkan:


Tidak memiliki nash Berpegang pada kenyataan uang
larangan, baik ijmak, tersebut masih ada, serta
maupun qiyas sahih. melihat kemaslahatan yang
sesuai dengan tujuan wakaf,
yaitu memberi kemanfaatan
tanpa menghilangkan dzatnya
‫?‪Sejak Kapan Mulai Munculnya Wakaf Uang‬‬

‫& ‪Zaman Nabi‬‬ ‫‪Tidak ditemukan keterangan, baik dalam‬‬


‫‪Sahabat‬‬ ‫‪kitab hadis maupun kitab tarikh‬‬

‫ف ِدينَ ٍار‬ ‫ي (‪ 124‬ه)‪ِ :‬في َم ْن َجعَ َل أ َ ْل َ‬ ‫َوقَا َل ُّ‬


‫الز ْه ِر ُّ‬
‫اج ٍر يَتْ ِج ُر‬ ‫غالَ ٍم لَهُ ت َ ِ‬‫َّللاِ َو َدفَعَ َها إِلَى ُ‬ ‫س ِبي ِل َّ‬ ‫فِي َ‬
‫ين‪،‬‬ ‫ين َواأل َ ْق َر ِب َ‬ ‫ص َدقَةً ِل ْل َم َ‬
‫سا ِك ِ‬ ‫ِب َها‪َ ،‬و َجعَ َل ِر ْب َحهُ َ‬
‫ش ْيئ ًا‬‫ف َ‬ ‫لر ُج ِل أ َ ْن يَأ ْ ُك َل ِم ْن ِر ْبحِ ذَ ِل َك األ َ ْل ِ‬‫َه ْل ِل َّ‬
‫‪Awal Abad Kedua‬‬ ‫ين‪،‬‬ ‫سا ِك ِ‬ ‫ص َدقَةً فِي ال َم َ‬ ‫َو ِإ ْن لَ ْم يَك ُْن َجعَ َل ِر ْب َح َها َ‬
‫س لَهُ أ َ ْن يَأ ْ ُك َل ِم ْن َها» (رواه البخاري)‬ ‫قَا َل‪« :‬لَ ْي َ‬
‫س ِمائَةَ‬ ‫قُ ْلتُ ِل َما ِل ٍك (‪ 179‬ه)‪:‬لَ ْو أ َ َّن َر ُج ًال َحبَ َ‬
‫علَى‬ ‫اس َويَ ُردُّونَ َها َ‬ ‫س ِلفُ َها النَّ َ‬‫ِدينَ ٍار َم ْوقُوفَةً يُ َ‬
‫سا َه ْل ت َ َرى فِي َها َزكَاةً؟ فَقَا َل‪:‬‬ ‫ذَ ِل َك َجعَلَ َها َح ْب ً‬
‫نَعَ ْم أ َ َرى ِفي َها َزكَاةً‪( .‬المدونة)‬
Seperti telah dijelaskan
Pinjaman
sebelumnya
Tujuan Wakaf Uang

Mayoritas Ulama Melarangnya

Berhias
ُ‫ين فَ ِإنَّه‬ ُ ‫َو ْق‬
ِ ِ‫ف الد ََّرا ِه ِم َوال َّدنَان‬
ِ ‫ير ِللت َّ ْز ِي‬
‫وص‬ ِ ‫ص‬ ُ ‫صحِ ا ْل َم ْن‬ َ َ ‫علَى ْاأل‬ َ ‫َال يَ ِص ُّح‬
)‫(مغني المحتاج‬

Dikembangkan Seperti telah dijelaskan


sebelumnya
Mengapa Wakaf Uang Sangat Dibutuhkan
Saat Ini?

Wakaf tanah Dibutuhkan biaya besar untuk Solusinya:


sudah banyak membuatnya lebih produktif Wakaf Uang

Wakaf tanah Selain orang kaya susah Solusinya:


oleh org kaya memiliki pahala wakaf Wakaf Uang

Wakaf tanah
Harus sesuai dengan fungsi Solusinya:
Terbatas
yang di-nash-kan Wakif Wakaf Uang
pemanfaatan

Dengan Wakaf Uang, orientasi pengentasan kemiskinan lebih


terkedepankan, karena adanya unsur al-ribhu yang intinya adalah
“PEMBERDAYAAN PEREKONOMIAN UMAT ISLAM”