Anda di halaman 1dari 55

Sistem rangka

Osteologi dan Cartilago


Tulang
• Lapisan yang paling luar  Periosteum (pembuluh darah dan
saraf). Lapisan dibawah periosteum mengikat tulang dengan
benang kolagen disebut benang sharpey, yang masuk ke dalam
tulang disebut korteks.
• korteks sifatnya keras dan tebal  tulang kompak.
• Korteks tersusun solid dan sangat kuat yang disusun dalam unit
struktural yang disebut Sistem Haversian.
• Tiap system terdiri atas kanal utama yang disebut Kanal Haversian.
Lapisan melingkar dari matriks tulang disebut Lamellae, ruangan
sempit antara lamellae disebut Lakunae (didalamnya terdapat
osteosit) dan Kanalikuli.
• Tiap sistem kelihatan seperti lingkaran yang menyatu. Kanal
Haversian terdapat sepanjang tulang panjang dan di dalamnya
terdapat pembuluh darah dan saraf yang masuk ke tulang melalui
Kanal Volkman
Tulang
• Lapisan tengah tulang merupakan akhir dari sistem
Haversian, yang didalamnya terdapat Trabekulae
(batang) dari tulang.
• Trabekulae ini terlihat seperti spon tapi kuat sehingga
disebut Tulang Spon yang didalam nya terdapat bone
marrow yang membentuk sel-sel darah merah.
• Bone Marrow ini terdiri atas dua macam yaitu bone
marrow merah yang memproduksi sel darah merah
melalui proses hematopoiesis dan bone marrow kuning
yang terdiri atas sel-sel lemak dimana jika dalam proses
fraktur bisa menyebabkan Fat Embolism Syndrom
Sel tulang
• Tulang terdiri dari tiga sel yaitu osteoblast, osteosit, dan osteoklast.
Osteoblast yang merupakan sel pembentuk tulang yang berada di
bawah tulang baru.
• Osteosit adalah osteoblast yang ada pada matriks.
• Osteoklast adalah sel penghancur tulang dengan menyerap kembali
sel tulang yang rusak maupun yang tua.
• Sel tulang ini diikat oleh elemen-elemen ekstra seluler yang disebut
matriks.
• Matriks ini dibentuk oleh benang kolagen, protein, karbohidrat,
mineral, dan substansi dasar (gelatin) yang berfungsi sebagai media
dalam difusi nutrisi, oksigen, dan sampah metabolisme antara tulang
daengan pembuluh darah.
• Dan didalamnya terkandung garam kalsium organik (kalsium dan
fosfat) yang menyebabkan tulang keras.sedangkan aliran darah dalam
tulang antara 200 - 400 ml/ menit melalui proses vaskularisasi tulang
Klasifi kasi tulang
• Tulang panjang Os humerus, femur, metacarpal,
metatarsal, phalanges
• Tulang pendek  Os calcaneus, lunatum,
scapoideum
• Tulang pipih Os frontale, parietale
• Tulang irregular  Os vertebrae, coxae,cranium
• Tulang sesamoid  Os patella
Klasifikasi tulang
• Tulang panjang mempunyai corpus berbentuk
tubular diaphysis, pada ujungnya terdapat epiphysis.
Diaphysis dipisahkan dengan epiphysis oleh cartilago
epiphysis
• Tulang pendek  bentuk segiempat, diliputi
periosteum ,facies artikularis
diliputi cartilago hyalin, terdiri
tulang spongiosa dikelilingi
tulang kompakta. Cth ; Os.
Lunatum, talus, calcaneus.
• Tulang pipih : bag luar terdiri dari tlg kompak 
tabula, bag dalam tlg spongiosa  diploe
• Tulang irregular : tersusun bag luar dari tlg
kompakta dan bag dalam tlg spongiosa
• Tulang sesamoid :
Fungsi : mengurangi friksi pd tendo , mengubah
arah tarikan dari tendo
Tulang panjang
• Terdiri atas epifisis, tulang rawan, diafisis, periosteum, dan
medula tulang.
• Epifisis (ujung tulang) tempat menempelnya tendon
dan mempengaruhi kestabilan sendi.
• Tulang rawan menutupi seluruh sisi dari ujung tulang dan
mempermudah pergerakan, karena tulang rawan sisinya
halus dan licin.
• Diafisis  bagian utama dari tulang panjang yang
memberikan struktural tulang.
• Metafisis  bagian yang melebar dari tulang panjang
antara epifisis dan diafisis. Metafisis ini merupakan daerah
pertumbuhan tulang selama masa pertumbuhan.
• Periosteum merupakan penutup tulang sedang rongga
medulla (marrow) adalah pusat dari diafisis
Medulla osseum

• Terdapat di dalam cavitas


medullaris tlg panjang dan tlg
pendek
• Pada substansia spongiosa tulang
pipih dan irregular
Klafifikasi tulang menurut regio (206)
• Karangka aksial :
- cranium : 8
- wajah : 14
- tulang pendengaran : 6
- Hyoid : 1
- vertebra : 26
- sternum : 1
- Costae : 24
Kerangka appendikular
(extremitas Superior)
• Clavicula : 2
• Scapula : 2
• Humerus : 2
• Radius : 2
• ulna : 2
• Os Carpalia : 16
• Os metacarpalia : 10
• Phalanges : 28
Extremitas inferior
• Os Coxae : 2
• Femur : 2
• Patella : 2
• Fibula ; 2
• Tibia ; 2
• Ossa Tarsalia : 14
• Ossa Metatarsalia : 10
• Phalanges : 28
Cartilago
• Cartilago hyalin :
berperan penting pd pertumbuhan tulang
panjang, sgt tahan terhadap robekan, meliputi
permukaan sendi sinovial
• Cartilago fibrosa :
tdpt di dalam discus articularis ( pada
articulatio temporomandibularis, articulatio
sternoclavicularis)
cartilago
• Cartilago elastis :
terdapat pada auricula, meatus
acusticus externus,. Epiglotis, tuba auditiva
Cranium (8)
• Os frontale : 1
• Os parietale : 2
• Os temporale : 2
• Os occipitale : 1
• Os sphenoidale : 1
• Os ethmoidale : 1
Tulang wajah (14)
• Os zygomaticum : 2
• Os Maxilla : 2
• Os nasale : 2
• Os lacrimale : 2
• Os Vomer : 1
• Os palatinum : 2
• Concae nasalis inferior : 2
• Mandibula : 1
Lubang pada cranium
Lubang pada tengkorak Dilalui oleh
Fossa cranii anterior( lamina N olfactorius
cribosa)
Canalis opticus N Opticus, a Opthalmica
Fissura orbitalis Superior N lacrimalis, N frontalis, N trochlearis, N abducens,N
occulomotorius, N nasociliaris, N opthalmica superior
Foramen rotundum Rami maxillaris N trigeminus
Foramen ovale Rami mandibularis N trigeminus, N petrosus minor
Foramen spinosum A meningea media
Foramen lacerum A carotis interna
Foramen magnum Medula oblongata, pars spinalis N accesorius, A Vertebralis kiri
dan kanan
Canalis hypoglossi N hypoglosus
Foramen jugulare N vagus, N glossopharyngeus, N accesorius, V jugularis interna
Meatus acusticus internus N facialis, N vestibulocohlearis
Ciri-ciri vertebra cervicalis
• Corpus vertebra kecil dan lebar
• Spina kecil dan bifida
• Foramen vertebrale besar dan berbentuk segitiga
• Processus tranversus mempunyai foramen
tranversarium
• Facies articularis processus articularis superior
menghadap ke belakang dan facies articularis
procesus articularis inferior menghadap ke depan
dan bawah
Vertebra cervicalis
Ciri-ciri vertebra thoracica
• Corpus berukuran sedang dan berbentuk
jantung
• Foramen vertebrale kecil dan bulat
• Processus spinosus panjang dan miring ke
bawah
• Fovea costalis terdapat pada procesus
tranversus yang bersendi dg tuberculum
costae, kecuali Vertebrae Thoracalis XI danXII
Vertebra thoracalis
Ciri-ciri vertebra lumbalis
• Corpus besar dan berbentuk ginjal
• Foramen vertebrale berbentuk segitiga
• Processsus tranversus panjang dan langsing
• Processus spinosus pendek, rata dan
berbentuk segiempat , mengarah kebelakang
• Facies articularis processus articularis superior
menghadap ke medial dan Facies articularis
processus articularis inferior menghadap ke
lateral
Vertebra lumbalis
Vertebra
Sendi (articulatio)
• Klasifikasi :
1. Fibrosa
2. Kartilaginosa  articulatio manubrio
sternalis, sendi antara 2 corpus vertebrae
3. Sinovial
Tipe sendi sinovial
• Articulatio plana (datar)  articulatio
sternoclavicaluaris, art acromioclavicularis
• Articulatio ginglymus (engsel)  art. Cubiti,
art genus, art talocruralis
• Articulatio trochoidea (pasak) rotasi art.
Atlantoaxialis, art. Radioulnaris superior
• Articulatio sellaris (pelana)  fleksi, ekstensi ,
abduksi, adduksi  art . Carpometacarpalia
policis
Tipe sendi sinovial
• Articulatio condyloidea :
2 permukaan konveks bersendi dg 2
permukaan konkaf.
Cth : art. Interphalangeae.
• Articulatio ellipsoidea :
facies articularis berbentuk elips
Cth ; art. radiocarpalis.
Sendi tengkorak
• Articulatio temporomandibularis
Ligamentum yang berperan :
1. lig. Sphenomandibulare
2. Lig. Stylomandibulare
3. Lig. Temporomandibulare laterale
Sendi pada columna vertebralis

• Articulatio atlanto-occipitalis
• Articulatio atlanto-axialis
• Discus intervertebralis
Ligamentum pada sendi columna
vertebralis
1. Articulatio atlanto-occipitalis
- lig flavum ( membrana atlanto occipitalis posterior)
- lig longitudinale ant( membrana atlanto-occipitalis anterior
2. Articulatio atlanto-axialis
- Lig. apicis dentis
- Lig alaris
- Lig. Cruciatum
- membrana tectoria (lig longitudinale posterior)
Discus intervertebralis
• Paling tebal di daerah cervical dan lumbal
• Berfungsi sbg peredam benturan
• Terdiri dari annulus fibrosus (pinggir) dan nucleus
pulposus (tengah)
• Annulus fibrosus terdiri dari jar fibrocartilago
• Nucleus pulposus terdiri dari gelatin, air, serabut
collagen, sel tulang rawan
• Tdk ditemukan pada os atlas dan os axis , os
sacrum dan os coccygis
Discus intervertebralis
Sendi ext superior
• Art. Sternoclavicularis
• Art. Acromioclavicularis
• Art. Humeri
• Art. Cubiti
• Art. Radioulnaris proximalis
• Art. Radioulnaris distalis
• Art. Radiocarpalis
• Art. Intercarpalis
• Art. Carpometacarpalis
• Art. metaxarpophalangeae
Sendi radioulnar
• diperkuat oleh ligamentum anulare 
melingkari kapitulum radius, dan di distal oleh
sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamen
radioulnar, yang mengandung fibrokartilago
triangularis
Radius dan ulna
• radius dan ulna dihubungkan oleh otot
antartulang, yaitu otot supinator, m.pronator
teres, m.pronator kuadratus yang membuat
gerakan pronasi-supinasi.
• Ketiga otot itu bersama dengan otot lain yang
berinsersi pada radius dan ulna menyebabkan
patah tulang lengan bawah disertai dislokasi
angulasi dan rotasi, terutama pada radius
Sendi extremitas inferior
• Art. Sacroiliaca
• Art. Coxae
• Art. Genus
• Art. Tibiofibularis proximalis
• Art. Tibiofibularis distalis
• art. Talocruralis
• Art.tarsales
The end