Anda di halaman 1dari 18

KARYA TULIS ILMIAH

TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI


WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PULETAHUN 2018

OLEH :

BQ RISKA WAHYUNINGTIYAS
NIM : 15.9.3.083
PROGRAM STUDI FARMASI (DIII)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM
TAHUN 2018
LATAR BELAKANG

Menurut data WHO (World Health


Organization) pada tahun 2015 jumlah
Hipertensi
kasus hipertensi ada 1,13 miliar kasus.
Kasus ini deperkirakan akan semakin tinggi
pada tahun 2025 dengan jumlah 1,15
Milyar kasus atau sekitar 29% dari total
penduduk dunia.

Di Nusa Tenggara Barat tahun 2014


dilakukan pengukuran tekanan Di Indonesia sebesar 26,5% pada tahun
darah sebesar 1.685 orang 2013, tetapi yang terdiagniosis oleh
(21.75%). pada tahun 2014 terjadi tenaga kesehatan dan atau riwayat
peningkatan pengukuran tekanan minum obat hanya sebesar 9,5% hal ini
darah di Puskesmas Karang Pule menandakan bahwa sebagian besar
sebesar 331 orang (36.98%). kasus hipertensi di masyarakat belum
terdiagnosis dan terjangkau pelayanan
kesehatan
RUMUSAN MASALAH

“Bagaimana Tingkat Kepatuhan


Penggunaan Obat Antihipertensi Pada
Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Pule Tahun 2018”?
TUJUAN PENELITIAN

 Tujuan Umum
Mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat
antihipertensi pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Pule Tahun 2018.
 Tujuan Khusus
1. Mendeskripsikan karakteristik responden yang
mengkonsumsi obat antihipertensi yang diberikan di
Puskesmas Karang Pule Tahun 2018.
2. Untuk mengetahui tingkat kepatuhan responden dalam
mengkonsumsi obat antihipertensi
MANFAAT PENELITIAN
• Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan dan wawasan tentang penggunaan
obat pada pasien anti hipertensi.
• Bagi Masyarakat
Dapat memberikan informasi kepada masyarakat bagaiman
cara penggunaan obat anti hipertensi yang baik.
• Bagi Institusi
Sebagai informasi dan bahan acuan (referensi) untuk
penelitian lebih lanjut tentang penggunaan obat pada pasien anti
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule.
KERANGKA KONSEP
DEFINISI OPERASIONAL
METODE PENELITIAN

 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu
kegiatan mencari, mengumpulkan data autentik yang
nyata dengan menggunakan alat bantu register sebagai
instrument penelitian (Sugiyono, 2012)
 Lokasi dan Waktu Penelitian
 Lokasi Penelitian
• Penelitian telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas
Karang Pule.
 Waktu Penelitian
• Telah dilaksanakan pada tgl 7-13 Oktober 2018.
 Populasi dan Sampel Penelitian
 Populasi
Pasien penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas
Karang Pule Pada Bulan Juli-september Tahun 2018.

 Sampel
80 orang Pasien pederita hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Pule pada bulan oktober.
HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Umur Responden

No Usia Jumlah %

1. < 45 Tahun 23 28,8%

2. 45-55 Tahun 41 51,2%

3. > 55 Tahun 16 20%

Total 80 100
Karakteristik Pendidikan Responden

No Pendidikan Jumlah %
1. Dasar (SD dan SMP) 42 52,5%

2. Menengah (SMA) 32 40%


3. Tinggi (Diploma, 6 7,5%
Sarjana)
Total 80 100
Tingkat Kepatuhan
Tingkat kepatuhan ditentukan dengan metode
MMAS-9 pada 80 responden hipertensi di
Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule denga
kriteria sebagai berikut :
• Tinggi : 8-9
• Sedang : 6-7
• Rendah : 0-5
Hasil Tingkat Kepatuhan Minum Obat
Pasien Penderita Hipertensi

No Kepatuhan Jumlah %
1. Tinggi 29 36,2%
2. Sedang 5 6,3%
3. Rendah 46 57,5%
Total 80 100
Pendidikan Dan Tingkat Kepatuhan

No Pendidikan Tingkat Kepatuhan


Tinggi % Sedang % Rendah % n %
1 Dasar 15 18.75 2 2.5 25 31.25 23 23
2 Menengah 11 13.75 1 1.25 21 26.25 41 41
3 Tinggi 4 5 2 2.5 0 0 16 16
Jumlah 29 29 36.25 5 6.25 46 57.5 80

Pasien dengan pendidikan tinggi lebih banyak memiliki


tingkat kepatuhan tinggi
Pasien dengan pendidikan rendah lebih banyak yang
memiliki kepatuhan rendah.
KESIMPULAN

1. Berdasarkan karakteristik reponden usia 45 – 55 tahun sebanyak 41


responden (51,2%) dan dengan karakteristik sampel berdasarkan
pendidikan dengan jumlah SD (SD dan SMP) sebanyak 42 responden
(52,5%).
2. Kepatuhan rendah sebanyak 46 responden (57,5%), kepatuhan sedang
sebanyak 5 responden (6,3%) dan dengan kepatuhan tinggi sebanyak 29
responden (36,2%). Ketidakpatuhan pada pasien didominasi pada tingkat
kepatuhan rendah sebanyak 46 responden (57,5%).
KESIMPULAN

1. Masyarakat harus lebih memahami pentingnya


kepatuhan dalam meminum obat hipertensi.
2. Puskesmas di wilayah teresebut harus lebih giat
mensosialisasikan pentingnya minum obat hipertens
secara teratur.
TERIMA KASIH 