Anda di halaman 1dari 31

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA

OMBAK DENGAN SISTEM OSILATOR

NAMA : SAHIR
NIM : D21110292

JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

• Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas perairan hampir 60% dari luas wilayahnya, tentu
memiliki garis pantai yang sangat panjang. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total
panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer, hampir 100 kali panjang Pulau Jawa! Dengan
garis pantai yang panjang tersebut, potensi energi ombak sangat besar. Energi yang dihasilkan ombak ini,
jika dimanfaatkan tentu bisa menjadi sumber energi yang sangat besar. Asosiasi Energi Laut Indonesia
(ASELI) pada tahun 2011 telah mendata potensi energi listrik yang bisa dihasilkan ombak. Arus pasang
surut memiliki potensi teoretis sebesar 160 Gigawatt (GW), potensi teknis 22,5 GW, dan potensi praktis
4,8 GW. Semakin menipisnya pasokan energy fosil seperti minyak bumi baik di Indonesia maupun di
dunia pada umumnya, maka berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber energy baru maupun
sumber energy terbarukan.
Rumusan Masalah

 Bagaimana memanfaatkan potensi ombak laut di Indonesia sebagai pembangkit

listrik dengan menggunakan system osilator?

 Bagaimana menentukan titik pembangkit listrik dengan menggunakan system

osilator di Indonesia?

Tujuan Perancangan

 Ada pun tujuan dari penyusunan perancangan ini yaitu menghasilkan rancangan
pembangkit listrik tenaga ombak dengan system osilator yang sesuai dengan
ketinggian ombak yang ada di Indonesia system osilator yang sesuai dengan
ketinggian ombak yang ada di Indonesia
Batasan Masalah

Batasan masalah yang harus di bahas dalam perancangan ini adalah sebagai berikut :

 Bagaimana potensi ombak laut di Indonesia yang menghasilkan energy listrik


dengan menggunakan sistem osilator.

 Bagaimana energy listrik yang dihasilkan dari penggunaan pembangkit listrik


tenaga ombak dengan system osilator dengan memanfaatkan ombak di Indonesia.

Manfaat Perancangan

 Manfaat dari perancangan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kepulauan di
Indonesia yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga ombak dengan
sistem osilator.
BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian Ombak
Gelombang/Ombak adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air

laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas

lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi

apa yang kita sebut sebagai gelombang.

Proses Terjadinya Ombak


 Gelombang yang sehari-hari terjadi dan diperhitungkan dalam bidang teknik pantai adalah

gelombang angin dan pasang-surut (pasut). Gelombang dapat membentuk dan merusak pantai dan

berpengaruh pada bangunan-bangunan pantai. Energi gelombang akan membangkitkan arus dan

mempengaruhi pergerakan sedimen dalam arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan sejajar pantai

(longshore).
Prinsip KerjaPembangkitListrik TenagaOmbak (PLTO)

• Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga ombak adalah aliran masuk dan keluarnya ombak ke
dalam ruang khusus menyebabkan terdorongnya keluar dan masuk melalui sebuah saluran di
atas ruang tersebut. Gerakan udara yang bolak-balik inilah yang di lanfaatkan untuk
memutar turbin yang dihubungkan dengan sebuah pembangkit listrik. Terdapat alat khusus
yang di psanag pada turbin sehingga turbin berputar hanya pada satu arah walaupun arus
udara dalam tabung beton bergerah dalam dua arah.
Teknologi Pembangkit Listrik tenaga Ombak (PLTO)
• Rakit Cockerell

System rakit Cockerell ini berbentuk untaian rakit-rakit yang saling dihubungkan
oleh engsel dan system ini bergerak naik turun mengkuti bentuk gelombang.
• Wave Dragon

Wave dragon merupakan suatu system alat yang digunakan dengan menggunakan
prinsip kerja overtopping, yang mengkombinasikan double curved overtopping ramp
dan lengan reflector yang bertujuan untuk memfokuskan energi ke waduk.
• Pelamis

pelamis merupakan suatu alat yeng terdiri atas empat pipa baja, dimana ke empat
pipa ini terhubung dengan tiga engsel yang bebas mengapung di air laut. Dengan
menggunakan system konversi tenaga hidrolik yang terkontrol secara digital, keempat
bagian ini bergerak secara relative terhadap satu sama lain dan engselnya akan
mengkonversi gerakan ini .
 Osillating Water Column (OWC)
Osillating Water Column adalah salah satu system yang dapat mengubah energy gelombang laut
menjadi enegri listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat ini dibuat di atas sebuat ponton yang di
pancangkan di dasar laut menggunakan kawat baja dan diletakkan di tengan lubang pintu osillating
Water Column, sehingga terjadi gerakan air dalam ruang tersebut.

 Wave Swing

wave swing adalah point absorber yang terletak di dasar laut dan menggunakan generator linier untuk
mengkonversikan gerakan osilasi menjadi listrik. Pembangkit jenis wave swing ini menggunakan
prinsip Archimedes, di mana benda dalam air dapat di bagi menjadi tiga yaitu melayang, terapung, dan
tenggelam, dengan memanfaatkan pergerakan naik turun karena perbedaan ketinggian ombak
dikonversikan menjadi gerakan verika, di dalam tabung terdapat stator dan rotor.
Gelombang Transversal dan Gelombang Logitunal

 Gelombang Transversal
Gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getarnya. Gelombang
transversal berbentuk bukit gelombang dan l embah gelombang yang merambat.

 Gelombang Logitunal
Gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya. Gelombang
logitunal berbentuk rapatan dan regangan.
 Pengaruh Angin

Angin adalah sumber utama terjadinya gelombang laut. Dengan demikian tinggi
gelombang, periode, dan arah gelombang selalu berhubungan dengan kecepatan dan
arah angin
Perhitungan Gelombang Air Laut

Panjang dan kecepatan gelombang laut dipengaruhi oleh periode datangnya gelombang.

T = 3.55 𝐻

Dengan mengetahui prakiraan periode datangnya gelombang pada daerah perairan pantai
Indonesia, maka dapat di hitung besar panjang dan kecepatan gelombangnya bersadarkan
persamaan yang di sarankan oleh David Ross, yaitu :

𝜆 = 5.12 𝑇 2

Maka, kecepatan gelombang datang dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

𝜆
𝑣= 𝑇

Rumus mencari potensi energi gelombang laut yaitu :

1
𝐸𝑤 = . 𝑤 . 𝜌 . 𝑔 . 𝑎2 . 𝜆 ( 𝐽 )
4
Jika potensi energi gelombang sudah didapatkan maka selanjutnya mencari daya yang di
hasilkan dengan menggunakan rumus :

𝐸𝑤
𝑃𝑤 =
𝑇
BAB III
METODOLOGI PERANCANGAN

Waktu dan Tempat Perancangan


• Waktu
Perancangan ini dilakukan pada bulan September 2016 sampai bulan Oktober 2016.
• Tempat
Perancangan ini dilakukan sesuai dengan ketinggian ombak yang ada di Indonesia

Pengambilan Data

 Setelah melakukan pengumpulan data, maka dilakukan perhitungan potensi ombak berdasarkan
persamaan (1), sehingga diperoleh energy yang di hasilkan ombak dengan menggunakan protoripte
pembangkit listrik tenaga ombak (PLTO). Kemudian dari perhitungan potensi ombak, maka daya
listrik tenaga ombak (PLTO) ini juga dapat dihitung menggunakan persamaan (3).
Perancangan Desain PLTO

 Menentukan desain desain Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO) yang sesuai dengan kondisi
lokasi di Indonesia. Berdasarkan data yang di peroleh dari data BMKG ketinggian ombak dan
periode ombak. Sehingga desain perancangan yang dihasilkan sesuai dengan data yang tersedia.
Flow Chard
BAB IV
PERANCANGAN

Perhitungan Teknik

• Data hidro-oseanografi meliputi data gelombang laut di 30 wilayah di Indonesia. Data ini
sangan menentukan perkiraan awal besarnya daya yang dapat dibangkitkan oleh PLTGL
system osilator. Data tinggi gelombang laut di wilayah Indonesia ini di peroleh melalui
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 24 Juli-31 Juli 2016.

• Panjang dan kecepatan gelombang laut dipengaruhi oleh periode datangnya gelombang.
Periode datangnya gelombang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

𝑇 = 3,55 𝐻

Dari data tinggi signifikan rata-rata gelombang laut, maka dapat mengetahui
periode masing-masing daerah, contoh perhitungan periode gelombang dating pada
perairan utara aceh pada kondisi minimum, yaitu :

𝑇 = 3,55 0,2 = 1,59


Dengan mengetahui prakiraan periode darangnya gelombang pada daerah perairan pantai
Indonesia, maka dapat dihitung besar panjangdan kecepatan gelombangnya bersadarkan
persamaan, yaitu :
𝜆 = 5,12 𝑇 2
Contoh perhitungan panjang gelombang dating padaperairan utara aceh :
𝜆 = 5,12 𝑇 2 = 5,12 (1,59)2 = 12,9

Maka kecepatan gelombang datang dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

𝜆
𝑣=𝑇

Berikut contoh perhitungan kecepatan gelombang dating pada perairan utara aceh :

𝜆 12,9
𝑣 = 𝑇 = 1,59 = 8,113
Keterangan :
λ = panjang gelombang
v = kecepatan gelombang (m/s)
T = periode gelombang (s)
H = tinggi gelombang (m)

Potensi energi gelombang laut dengan lebar chamber 2,4 m, ρ air laut 1030 𝑘𝑔/𝑚3 , dan
grafitasi bumi 9,81 𝑚/𝑠 2 . Persamaan untuk menghitung energi gelombang laut yang
dihasilkan cukup dengan menghitung energi potensial. Energi pada system ini merupakan
energi potensial atau naik turun mundur tidak menghasilkan energi maka menggunakan
persamaan, yaitu :
1
𝐸𝑤 = .𝑤 . 𝜌 . 𝑔 . 𝑎2 . 𝜆 (J)
4

Contoh perhitungan pada pantai perairan aceh :

1
𝐸𝑤 = 𝑥 2,4𝑚 𝑥 1030𝑘𝑔/𝑚3 𝑥 9,81𝑚/𝑠 2 𝑥 (0,2𝑚)2 𝑥 12,9𝑚 (J)
4

𝐸𝑤 = 3128,291 (J)
Daya yang dapat dibangkitkan dari energi gelombang laut daerah perairan pantai
Indonesia dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan :

𝐸𝑤
𝑃𝑤 =
𝑇

1 2
. 𝑤 . 𝜌 . 𝑔 . 𝑎 .𝜆
𝑃𝑤 = 4
𝑇
Contoh perhitungan pada perairan utara aceh :

3128,291
𝑃𝑤 = = 1967,479 𝑊𝑎𝑡𝑡
1,59
Dari hasil perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa pada kondisi minimum daya terkecil

yang dapat dihasilkan adalah 698,2793 Watt yaitu di daerah perairan selat malaka dan selat

makassar bagian selatan. Sementara daya terbesar yang dapat dihasilkan adalah 13137,18

Watt yaitu di wilayah perairan laut arafuru.

Sedangkan pada kondisi maksimum daya terkecil yang dapat di bangkitkan adalah

sebesar 11127,12 Watt, sedangkan daya terbesar yang dapat di bangkitkan adalah 623165,6

Watt yaitu di daerah wilayah perairan banten hingga jawa barat, perairan selatan jawa tengah,

perairan selatan jatim, dan di wilayah perairan laut arafuru.


Hasil Perancangan

Data Pembangkit Listrik Tenaga Ombak Sistem Osilator dengan ketinggian ombak

0,5 meter.

Dik :

Massa beban apung, : 15 kg P. lengan momen 𝐿1 = 4 m

Lebar beban apung, :1m P. lengan momen 𝐿2 = 6 m

Tinggi beban apung, : 0,50 m Jari-jari putaran 𝑟1 = 0,50 m

Tinggi gelombang : 0,5 m Jari-jari putaran 𝑟2 = 0,10 m

Waktu jarak gelombang : 2 detik Jari-jari putaran 𝑟3 = 0.10 m

Panjang beban apung, : 1 m


Untukn Gaya apung (Fa)

𝐹𝑎= 𝜌𝑎𝑖𝑟 . 𝑉𝑐 . 𝑔
= 1030 𝑘𝑔/𝑐𝑚3 𝑥 9,81 𝑚/𝑠 2 𝑥 0,25 𝑚3
= 2526,075 N

Untuk Gaya Berat (W)

= 15 𝑘𝑔 𝑥 9,81 𝑚/𝑠 2

W = 147,15 N

Gaya yang ditimbulkan pada F1 akibat gaya berat


Dik : 𝐿1 = 4 𝑚
𝐿2 = 6 𝑚
𝐹1 = 147,15 𝑁

Banyak putaran pada pully 1

𝑘1 = 2𝜋. 𝑟2

= 2 x 3,14 x 0,10 m
= 0,628 m
Karena jalan perpindahan pada lengan (𝑆2 = 2,25 𝑚 ), 𝑆𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 ∶

𝑆2 2,25 𝑚
𝑛1 = = = 3,6 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛
𝑘1 0,628 𝑚

Perbandingan pully 1 dan pully 3 adalah 0,10 m dan 0,50 m = 1 :5

1 3,6
=
5 𝑛3
𝑛3 = 3,6 𝑥 5 = 18 putaran
Karena waktu jalar gelombang adalah 2 sekon sehigga 18 putaran pada roda gigi 3 di
selesaikan dalam waktu 2 sekon atau 𝑛3 = 9 putaran /sekon = 540 rpm
 Torsi pada roda gigi 3
𝑇3 = 𝑓3 . 𝑟3 . 𝑛3
= 1,061 𝑁 × 0.10 𝑚 × 18
= 1,9116 𝑁𝑚

 Daya yang dihasilkan dari system ini

𝑃 = 𝑇3 . 𝜔 . 2𝜋

= 1,9116 𝑁𝑚 𝑥 540 𝑟𝑝𝑚 𝑥 2 𝑥 3,14

= 6482,6179 𝑊𝑎𝑡𝑡
Dari hasil perhitungan perncangan di atas untuk pembangkit listrik tenaga ombak
dengan system osilator dapat membangkitkan listrik dengan daya sebesar 6482,6179
Watt. Pembangkit jenis ini dapat ditempatkan di daerah perairan banten hingga jawa
barat, perairan selatan jawa tengah, perairan selatan jatim, dan di wilayah perairan laut
arafuru.
Pembahasan
Setelah melakukan pengolahan data pada pembangkit listrik tenaga ombak dengan system
osilator, maka di peroleh data-data daya pada setiap kepulauan di Indonesia.

Daya yang diperoleh berbeda-beda, hal ini disebabkan dengan ketinggian ombak dan kecepatan
angin yang berbeda-beda pula. Dimulai dari ketinggian ombak 0.,5 m sampai 0,8 m semakin
tinggi ketinggian ombak, maka semakin besar daya yang dihasilkan.

Adapun nilai energi yang dihasilkan pada pembangkit lsitrik tenaga ombak dengan system
osilator mulai dari 0.5, 0.6 dan 0.8 m yaitu :

Ew vs Periode (T)

2.5

1.5

0.5

0
0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000
Suatu gelombang dapat mengkasilkan daya,diantara kedua harga tersebut terdapat
putaran maksimum, diamana terjadi daya maksimum dari sebuah pembangkit sehingga
apabila dibuat dalam bentuk grafik maka akan berbentuk seperti di bawah ini :

RPM vs Pw min
70000

60000

50000

40000

30000

20000

10000

0
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

Untuk setiap tinggi gelombang sangat berpengaruh dengan daya yang


dihasilkan, semakin tinggi gelombang laut maka semakin besar daya yang
dihasilkan pembangkit.
H vs Pw
70000

60000

50000

40000

30000

20000

10000

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9

Daya yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga ombak bergantung pada


ketinggian gelombang laut dan periode gelombang air laut.

H vs Periode (T)
3.5

2.5

1.5

0.5

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

1. Wilayah peraitan pantai di Indonesia memiliki porensi yang bisa digunakan untuk
menerapkan PLTGL dengan sistem osilator.

2. Daya terkecil yang dapat dihasilkan adalah sebesar 698,2793 Watt di perairan selat
malaka.

3. Daya terbesar yang dapat dihasilkan adalah sebesar 13137,18 Watt Perairan selatan jatim,
Perairan selatan jawa tengah, Perairan selatan banten hingga jawa barat, dan Laut arafuru.

4. Dari hasil perancangan untuk pembangkit listrik dengan system osilator daya yang
dihasilkan sebesar 6482,6179 Watt. Dengan ketinggia ombak sebesar 0,5 m
Saran
• Dengan pengembangan penelitian lanjutan yang jauh lagi, baiknya dianalisa desain dan
kekuatan pada ketinggian gelombang yang ada pada di dekat pesisiran pantai, yang di
tentukan jenis pembangkit listrik yang akan digunakan.
TERIMA KASIH