Anda di halaman 1dari 22

REFERAT CEDERA KEPALA Pembimbing :

Dr. M. Ainul Huda, Sp.BS


CEDERA KEPALA
Suatu kerusakan pada
kepala, bukan bersifat
kongenital atupun
degeneratif, tetapi
disebabkan oleh serangan
atau benturan fisik dari luar,
yang dapat mengurangi
atau mengubah kesadaran
yang mana menimbulkan
kerusakan kemampuan
kognitif dan fungsi fisik.
• Dewasa muda  kecelakaan kendaraan
• Orang tua  jatuh
• Pria lebih sering daripada wanita  2:1
MEKANISME CEDERA KEPALA
PATOFISIOLOGI CEDERA KEPALA
Tekanan intrakranial
Normal : 10 mmHg ( 136 mm air )
Makin tinggi TIK makin jelek prognosis

HUKUM MONRO-KELLIE
Prinsip : total volume intrakranial bersifat TETAP,
Oleh karena kranium merupakan NON EXPANSILE BOX

Herniasi terjadi karena perbedaan tekanan antar


kompartemen kraniospinal
Herniasi melalui foramen tentorium, foramen magnum atau
herniasi di bawah falks serebrum mengakibatkan iskemia
sehingga mengalami nekrosis, atau mengalami pendarahan
yang menimbulkan kematian.
CEDERA OTAK PRIMER
DEFINISI
Cedera kepala primer adalah
kerusakan yang terjadi pada struktur
kepala, jaringan otak serta pembuluh
darah pada saat terjadinya cedera
kepala.
LESI LOKAL/ FOKAL AKIBAT BENTURAN
1. HEMATOMA SCALP.
TRAUMA SCALP
(a) abrasi (ekskoriasi), berupa luka yang
terbatas pada lapisan S
(b) laserasi, adalah luka yang melebihi
ketebalan S, dapat mencapai tulang tanpa
disertai pemisahan lapisan SCALP
(c) kontusio, berupa memar pada subgaleal
(pendarahan diantara aponeurosis dan
periosteum), subperiosteal (pendarahan
diantara periosteum dan tulang tengkorak),
dan sefalhematoma
(d) avulsi, yaitu luka pada SCALP yang
disertai pemisahan lapisan SCALP, biasanya
terjadi pada lapisan L
2. FRAKTUR TULANG TENGKORAK
3. FRAKTUR BASIS KRANII
3. FRAKTUR BASIS KRANII
B. CEDERA DIFUS
1. DIFUS AXONAL INJURY/ CEDERA AKSONAL
DIFUS
Keadaan dimana serabut saraf Pembagian berdasarkan beratnya
subkortikal (serabut proyeksi, asosiasi, kerusakan yang timbul, yaitu :
dan komisural) mengalami kerusakan
akibat gaya akselerasi deselerasi. Grade 1 : kerusakan akson pada
substansia alba dapat dilihat secara
makroskopik tana adanya lesi fokal
Cedera akson difus merusak interkoneksi Grade 2 : kerusakan akson disertai
antara korteks serebri dan formasio fokus pendarahan pada korpus kalosum
retikularis sehingga sering menyebabkan
gangguan kesadaran penderita. Grade 3 : kerusakan akson difus
disertai pendarahan pada korpus
kalosum dan batang otak
2. CEDERA VASKULAR DIFUS

DEFINISI LOKASI
Perdarahan akibat robekan jaringan Dapat terletak pada lokasi yang
yang berhubungan dengan cedera difus spesifik, seperti perbatasan
merupakan perdarahan akibat kortikomeduler, substansia alba, basal
kerusakan endotel menyeluruh, kecil-kecil ganglia, dan mesensefalon
(diameter < 2 cm), menyebar seluruh posterolateral.
hemisfer.
CEDERA KEPALA SEKUNDER

DEFINISI KLASIFIKASI
Cedera kepala sekunder adalah
kerusakan otak yang timbul sebagai
LESI INTRAKRANIAL
komplikasi dari kerusakan primer.
 EDH
 SDH
 ICH
A. HEMATOMA EPIDURAL (EDH)

Perdarahan pada di rongga epidural


diantara durameter dan tulang
tengkorak (antara lapisan periosteal
dan lapisan meningeal durameter)
B. HEMATOMA SUBDURAL (SDH)

Hematoma subdural adalah perdarahan


pada rongga subdural (diantara
duramater dan subarakhnoid).
C. HEMATOMA INTRASEREBRAL (ICH)

Merupakan perdarahan dari


jaringan otak karena pecahnya
arteri yang besar di dalam jaringan
otak, sebagian akibat dapat
sebagai akibat trauma kapitis berat
atau perkembangan dari lesi
kontusio
PEMERIKSAAN KLINIS CEDERA KEPALA
Pemeriksaan neurologis yang harus segera dilakukan pada penderita cedera kepala
meliputi :
1. Tingkat kesadaran
2. Pupil dan pergerakan bola mata, termasuk saraf kranial
3. Reaksi motorik terbaik
4. Pola pernafasan
5. Cedera bagian tubuh lainya
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Foto polos tengkorak ( Skull x-ray )
Indikasi pemeriksaan foto polos kepala :
1) Kehilangan kesadaran, amnesia
2) Nyeri kepala menetap
3) Gajala neurologis fokal
4) Jejas pada kulit kepala
5) Kecurigaan luka tembus
6) Keluar cairan cerebrospinal atau darah dari hidung atau telinga
7) Deformitas tulang kepala, yang terlihat atau teraba
8) Kesulitan dalam penilaian klinis : mabuk, intoksikasi obat, epilapsi, anak
9) Pasien datang GCS 15, tanpa keluhan dan gejala tetapi mempunyai resiko : benturan
langsung atau jatuh pada permukaan yang keras, pasien usia > 50 tahun.
2. CT-SCAN
Indikasi pemeriksaan CT Scan Kepala pada pasien cedera kepala :
1. GCS < 13 setelah resusitasi
2. Deteorisasi neurologis : penurunan GCS 2 poin atau lebih, hemiparesis, kejang
3. Nyeri kepala, muntah yang menetap
4. Terdapat tanda fokal neurologis
5. Terdapat tanda fraktur, atau kecurigaan fraktur
6. Trauma tembus, atau kecurigaan trauma tembus
7. Evaluasi pasca operasi
8. Pasien multitrauma (trauma signifikan lebih dari 1 organ)
9. Indikasi sosial
PENANGANAN CEDERA KEPALA
ALGORITMA PENATALAKSANAAN PASIEN CEDERA OTAK RINGAN.
ALGORITMA PENATALAKSANAAN PASIEN CEDERA OTAK SEDANG
ALGORITMA PENATALAKSANAAN PASIEN CEDERA OTAK BERAT
TERIMAKASIH