Anda di halaman 1dari 75

Asuhan Keperawatan Anak Sehat

Anamnesis
Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan
Perkembangan
Anamnesis
Identitas R.Nutrisi

R.Kes.Skrg R.Psikososial

R.Kes.Terdahulu R.Spiritual

R.Kes.Keluarga R.Hospitalisasi

R.Imunisasi Aktivitas
Sehari-hari
R.Tumbang
Identitas
 Identitas Klien
(Nama/Nama panggilan, Tempat tgl lahir/usia, Jenis
kelamin, A g a m a, Pendidikan, Alamat, Tgl masuk, Tgl
pengkajian, Diagnosa medik, Rencana terapi).
 Identitas Orang Tua (Ayah & Ibu)
(N a m a, U s i a, Pendidikan, Pekerjaan/sumber
penghasilan, A g a m a, Alamat).
 Identitas Saudara Kandung
Riwayat Kesehatan Sekarang
 Keluhan utama
Alasan mencari pelayanan kesehatan
 Riwayat keluhan
Memberikan gambaran mengenai apa yang dirasakan
dan yang terjadi pada klien yang diberitahukan kepada
perawat baik langsung dari klien maupun keluarganya.
(Gunakan metode (PQRST) provoking incident, quality,
region: radiation dan relief, severity (scale) dan time).
Riwayat Kesehatan Terdahulu
 Prenatal
1. Pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali
2. Keluhan selama hamil
3. Riwayat : terkena sinar/terapi obat
4. Kenaikan BB selama hamil 12-15 kg
5. Imunisasi TT 2 kali
 Natal
1. Tempat melahirkan
2. Lama dan jenis persalinan
3. Penolong persalinan
4. Cara untuk memudahkan persalinan
5. Komplikasi waktu lahir
Riwayat Kesehatan Terdahulu
 Postnatal
1. Kondisi bayi ; BB : 3250 gr, PB: 50 cm
2. Bayi tidak kuning & kebiru-biruan
 Semua usia
1. Penyakit yang pernah dialami
2. Kecelakaan yang dialami
3. Pernah alergi
4. Komsumsi obat-obatan bebas
5. Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya
Riwayat Kesehatan Keluarga
 Penyakit anggota keluarga ;
1. Fisik
2. Psikis
3. Menular
4. Keturunan
Riwayat Imunisasi
 BCG
 DPT I, II, III
 Polio I, II, III, IV
 Campak
 Hepatitis B
Riwayat Tumbang
 Pertumbuhan fisik
1. Berat badan
2. Tinggi badan
3. Waktu tumbuh gigi 5-9 bulan
4. Tanggal gigi susu 5-6 tahun
 Perkembangan tiap tahap (Usia anak saat)
1. Berguling : < 4 bulan
2. Duduk : < 8 bulan
3. Merangkap : < 9 bulan
4. Berdiri : < 10 bulan
5. Berjalan : <12 bulan
6. Senyum kepada orang lain pertama kali : 1 bulan
7. Bicara pertama kali : > 1 tahun
8. Berpakaian tanpa bantuan : + 3 tahun
Riwayat Nutrisi
 Pemberian ASI
1. Pertama kali disusui segera setelah lahir
2. Cara pemberian terjadwal
3. Lama pemberian 2 tahun
 Pemberian susu formula
1. Alasan pemberian karena kurangnya produksi ASI
2. Jumlah pemberian harus sesuai dengan dosis yang tertera
pada kemasan susu formula
3. Cara pemberian dengan dot
 Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi
saat ini
Riwayat Psikososial
 Apakah anak tinggal di : apartemen/rumah
sendiri/kontrak.
 Lingkungan berada di : kota/setengah kota/desa.
 Apakah rumah dekat : sekolah/ada tempat
bermain/punya kamar tidur sendiri.
 Apakah ada tangga yang bisa berbahaya
 Apakah anak punya ruang bermain
 Hubungan antar anggota keluarga : harmonis/berjauhan
 Pengasuh anak : Orang tua/Baby
sister/pembantu/nenek/kakek
Riwayat Spiritual
 Support sistem dalam keluarga
Keluarga memberikan dukungan spiritual kepada anak
dengan mendoakan bersama-sama agar cepat sembuh
 Kegiatan keagamaan
Sebelum anak sakit mengikuti kegiatan baca tulis Al
Quran
Reaksi Hospitalisasi
 Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
1. Alasan ibu membawa anaknya ke RS
2. Dokter menceritakan tentang kondisi anak
3. Perasaan orang tua saat ini
4. Orang tua akan selalu berkunjung
5. orang akan tinggal dengan anak selama sakit adalah orang
terdekat (ayah/ibu/kakek/nenek)
 Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap
1. Alasan keluarga/orang tua membawa kamu ke RS
2. Menurutmu apa penyebab kamu sakit
3. Apakah dokter menceritakan keadaanmu
4. Perasaan anak selama dirawat di RS
Aktivitas Sehari-hari
 Nutrisi
 Cairan
 Eliminasi (BAB & BAK)
 Istirahat tidur
 Olah raga
 Personal hygiene
 Aktivitas/mobilitas fisik
 Rekreasi
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum Hidung & Sinus Jantung

Vital Sign & Telinga Abdomen


Antropometri

Kulit Mulut Genetalia & Anus

Kepala Tenggorokan Ekstremitas

Muka/Wajah Leher Status Neurologi

Mata Thoraks & DDST


Pernafasan
Keadaan Umum
 Keadaan umum klien baik
 Tingkat kesadaran
1. Compos mentis : sadar penuh
2. Apatis : acuh tak acuh terhadap keadaan disekitarnya
3. Somnolen : kesadaran menurun, tampak mengantuk
4. Sopor : tidak ada respon terhadap stimulus ringan & sedang
tapi refleks pupil terhadap cahaya masih positif
5. Koma : tidak ada respon sedikit pun dan refleks pupil tidak ada
6. Delirium : disorientasi, salah persepsi terhadap rangsangan
sensorik
Vital Sign & Antropometri
 Blood Pressure 2. Anak-dewasa36,4-370c (aksila &
1. Bayi baru lahir  50/30mmHg oral)
2. Usia 4 tahun  85/60 mmHg  Tinggi Badan
3. Usia 6 tahun  95/62 mmHg Peningkatan 7 cm/tahun
4. Usia 12 tahun  108/67 mmHg  Berat Badan
 Respiratory Rate Peningkatan 2 kg/tahun
1. Bayi30-40 kali/menit
2. Anak24-28 kali/menit
 Pulse
1. Bayi110-120 kali/menit
2. Umur 1 tahun100-110 kali/menit
3. Umur 5-12 tahun80-90 kali/menit
 Temperature
1. Bayi baru lahir36-37,20c (aksila)
Kulit
Inpeksi
1. Lesi, lecet, jaringan parut
2. Kebersihan kulit
3. Kelainan-kelainan pada kulit misalnya ; macula, eritema, papula,
fistula, ulcus, eksoriasi, dll
Palpasi
1. Kulit ; dingin, hangat, panas
2. Kelembaban kulit ; kering berkeringat lebih banyak
3. Tekstur kulit ; halus, lembut/lunak, lentur
4. Turgor kulit
5. Oedema
Kepala
 Inspeksi
1. Kebersihan kepala
2. Warna rambut
3. Penyebaran
4. Mudah rontok
5. Kebersihan rambut
 Palpasi
1. Benjolan : ada / tidak ada
2. Nyeri tekan : ada / tidak ada
3. Tekstur rambut : kasar/halus
Muka / Wajah
 Inspeksi
1. Simetris / tidak
2. Bentuk wajah
3. Gerakan abnormal
4. Ekspresi wajah
 Palpasi
1. Nyeri tekan / tidak
2. Data lain
Mata
 Inspeksi
1. Pelpebra : Edema / tidak, Radang / tidak
2. Sclera : Icterus / tidak
3. Conjungtiva : Radang / tidak, Anemis / tidak
4. Pupil : Isokor / anisokor, Myosis / midriasis, Refleks pupil terhadap cahaya
5. Posisi mata : Simetris / tidak
6. Gerakan bola mata
7. Penutupan kelopak mata
8. Keadaan bulu mata
9. Keadaan visus
10. Penglihatan : Kabur / tidak, Diplopia / tidak

 Palpasi
1. Tekanan bola mata
2. Data lain
Hidung & Sinus
 Inspeksi
1. Posisi hidung
2. Bentuk hidung
3. Keadaan septum
4. Secret / cairan
 Palpasi
1. Nyeri tekan
2. Benjolan/tumor
Telinga
 Inspeksi
1. Posisi telinga
2. Ukuran / bentuk telinga
3. Aurikel
4. Lubang telinga : Bersih/serumen/nanah
5. Pemakaian alat bantu
 Palpasi
Nyeri tekan / tidak
Telinga
 Pemeriksaan uji pendengaran
1. Weber
• Cara ; ketukan garputala di telapak tangan dan
letakkan dipuncak kepala lalu tanyakan kepada
pasien telingan mana yang mendengar dengungan
• Hasil ; tuli konduktif apabila klien akan
mendengarkan lebih keras pada sisi yang
terganggu dan tuli sensorineural apabila klien
mendengar lebih keras pada sisi yang sehat
Telinga
 Pemeriksaan uji pendengaran
2. Rinne (bandingkan hantaran udara dan hantaran
tulang)
• Cara ; suruh pasien menutup telinga dengan ibu
jari kemudian pegang tangkai garputala yang
sudah bergetar dan letakkan pada prosessus
mastoideus sampai tidak terdengar lagi lalu cepat
pindahkan garputala ke telinga, tanyakan apakah
klien masih mendengar
• Hasil ; positif bila hantaran udara lebih baik
daripada hantaran tulang
Telinga
 Pemeriksaan uji pendengaran
3. Swabach
• Cara ; tempelkan tangkai garputala yang bergetar pada
tulang mastoid klien dan pemeriksa saling bergantian
kemudian tanyakan kapan klien tidak dapat mendengar
garputala lalu ulangi lagi pada telinga sebelahnya
• Hasil ; normalnya klien dan pemeriksa dapat mendengarkan
dengungan yang sama lamanya. Tuli konduktif apabila
pasien mendengar lebih lama dari pemeriksa dan tuli
sesorineural apabila pasien tidak mendengar apa-apa
 Pemeriksaan vestibuler
 Data lain
Mulut
 Inspeksi
1. Gigi : Keadaan gigi, Karang gigi / karies, Pemakaian gigi palsu
2. Gusi : Merah / radang / tidak
3. Lidah : Kotor / tidak
4. Bibir : Cianosis / pucat / tidak, Basah / kering / pecah, Mulut
berbau / tidak, Kemampuan bicara
5. Data lain
Tenggorokan
Inspeksi & Palpasi
1. Warna mukosa
2. Nyeri tekan
3. Nyeri menelan
Leher
 Inspeksi
Kelenjar thyroid : Membesar/tidak
 Palpasi
1. Kelenjar thyroid : Teraba/idak
2. Kaku kuduk/tidak
3. Kelenjar limfe : Membesar atau tidak
4. Data lain
Thoraks & Pernapasan
Inspeksi
1. Bentuk dada
2. Irama pernafasan
3. Pengembangan di waktu bernapas
4. Tipe pernapasan
 Palpasi
1. Vokal fremitus
2. Massa / nyeri
Thoraks & Pernapasan
 Auskultasi
1. Suara nafas
a. Vesikuler : terdengar di semua lapang paru (halus, nada
rendah, inspirasi lebih panjang dari pada ekspirasi)
b. Bronkhovesikuler : terdengar pada daerah percabangan
bronchus dan trakea (daerah sekitar sternum dan regio
interskapula) sedang, agak kasar dari vesikuler
c. Bronchial : terdengar didaerah trakea/leher dan supra sternal
(sifat kasar, nada tinggi) inspirasi pendek dibandingkan
dengan ekspirasi.
Thoraks & Pernapasan
 Auskultasi
2. Suara tambahan (kelainan)
a. Rales : suara yang dihasilkan dari eksudat lengket saat
saluran-saluran halus pernafasan mengembang pada
inspirasi (rales halus, sedang, kasar). Misalnya pada klien
pneumonia, TBC.
b. Ronchi : nada rendah dan sangat kasar terdengar baik saat
inspirasi maupun saat ekspirasi. Ciri khas ronchi adalah
akan hilang bila klien batuk. Misalnya pada edema paru.
c. Wheezing : bunyi yang terdengar “ngiii….k”. bisa dijumpai
pada fase inspirasi maupun ekspirasi. Misalnya pada
bronchitis akut, asma.
d. Pleura Friction Rub ; bunyi yang terdengar “kering” seperti
suara gosokan amplas pada kayu. Misalnya pada klien
dengan peradangan pleura.
Thoraks & Pernapasan
 Perkusi
1. Sonor : suara perkusi jaringan yang normal.
2. Redup : suara perkusi jaringan yang lebih padat, misalnya di
daerah paru-paru pada pneumonia.
3. Pekak : suara perkusi jaringan yang padat seperti pada perkusi
daerah jantung, perkusi daerah hepar.
4. Hipersonor/timpani : suara perkusi pada daerah yang lebih
berongga kosong, misalnya daerah caverna paru, pada klien
asthma kronik.
Jantung
 Palpasi
Ictus cordis
 Perkusi
Pembesaran jantung
 Auskultasi
1. BJ I
2. BJ II
3. BJ III
4. Bunyi tambahan
Abdomen
 Inspeksi
1. Membuncit
2. Ada luka / tidak
 Auskultasi
Peristaltik
 Palpasi
1. Hepar
2. Lien/limpa
3. Nyeri tekan
 Perkusi
1. Tympani normal
2. Redup  hepar, ascites, massa
Genetalia & Anus
 Inspeksi
1. Pada pria : Kulit sekitar kelamin, Jamur/kutu, Mulut uretra, Ulcus
glandis, Lesi, Iritasi
2. Pada wanita : Prolapsus uteri, Benjolan kelenjar bartholini, Amati
secret vagina ; jernih/kuning kehijauan, rasa gatal, lochea
 Palpasi Nyeri tekan
 Anus
1. Keadaan anus
2. Hemoroid
3. Fissura
4. Fistula
5. Tanda-tanda keganasan
Ekstremitas
 Ekstremitas atas
1. Motorik
• Pergerakan kanan / kiri
• Pergerakan abnormal
• Kekuatan otot kanan / kiri
• Tonus otot kanan / kiri
• Koordinasi gerak
2. Refleks
• Biceps kanan / kiri
• Triceps kanan / kiri
3. Sensori : Nyeri, Rangsang suhu, Rasa raba
Ekstremitas
 Ekstremitas bawah
1. Motorik
• Gaya berjalan
• Kekuatan kanan / kiri
• Tonus otot kanan / kiri
2. Refleks
• KPR kanan / kiri
• APR kanan / kiri
• Babinsky kanan / kiri
3. Sensori : Nyeri, Rangsang suhu, Rasa raba
Status Neurologi
 Fungsi kranial
1. N I (olfaktorius) : penciuman
2. N II (optikus) : penglihatan
3. N III (okulamotorius) : refleks pupil
4. N IV (troklearis) : pergerakan mata atas & bawah
5. N V (trigeminus) : refleks kornea, gunakan pilinan kapas.
6. N VI (abdusen) : pergerakan mata lateral kiri & kanan
Status Neurologi
 Fungsi kranial
7. N VII (fasialis) : pergerakan wajah
8. N VIII (akustikus) : koklearispendengaran,
vestibulariskeseimbangan
9. N XI (Glossofaringeus) : pengecapan 1/3 lidah posterior
10. N X (vagus) : gerakan ovula saat mengatakan “A”
11. N XI (assesori) : kekuatan otot sternokleidomastoideus &
trapezius
12. N XII (hypoglosus) : gerakan lidah saat bicara
Status Neurologi
 Tanda – tanda peradangan selaput otak
1. Kaku kuduk  fleksi kepala ke dada--nyeri
2. Kernig Sign  ekstensi sendi lutut pada 900 –nyeri
sepanjang nervus ichiadica
3. Refleks Brudzinski  fleksi leher—fleksi kedua lutut
4. Refleks Lasegu  angkat tungkai atas & bawah
tegak lurus-nyeri
DDST
Tujuan DDST
1. Digunakan untuk anak yang baru lahir - umur 6 tahun.
2. Dilakukan dengan mengkaji tingkah laku anak apakah sesuai
dengan tumbuh kembangnya.
3. Memperkuat kecurigaan pada anak yang mempunyai masalah-
masalah khusus.
4. Memonitor anak yang beresiko mempunyai masalah
perkembangan.
5. Membandingkan tingkah laku anak yang satu dengan yang lain
yang sama umurnya.
DDST
Denver II memuat 125 tugas perkembangan atau item
yang dibagi dalam 4 sektor
1. Personal sosial
Perhatian dengan kebutuhan personal
2. Fine motor adaptive
Koordinasi mata dengan tangan, manipulasi benda-benda kecil
dan pemecahan masalah
3. Bahasa
Mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa
4. Gross motor adaptive
Duduk, berjalan, melompat dan pergerakan otot besar
DDST
Tes behavior membantu pelaksanaan test yang dilakukan secara subjektif
Tes Perilaku
(perhatikan kotak untuk tes 1, 2 atau 3)

Khusus
1 2 3
Ya
Tidak

Patuh 1 2 3
Selalu patuh
Biasanya patuh
Kadang-kadang patuh

Tertarik sekeliling 1 2 3
Tanggap
Agak tidak tertarik
Sangat tidak tertarik

Ketakutan 1 2 3
Tidak
Agak
Sangat

Lama perhatian 1 2 3
Cukup
Agak terganggu
Sangat terganggu
DDST
Alat yang digunakan dalam pengkajian DDST
1. Benang merah
2. Kismis
3. Mainan yang berbunyi
4. Balok kayu atau kubus
5. Botol kecil
6. Bell kecil
7. Bola tenis
8. Pensil warna
9. Cangkir plastik
10. Kertas kosong
11. Meja, kursi dan ruangan yang lebar
DDST
Bentuk test
Setiap item diwakilkan dengan suatu grafik batang yang
mempunyai skala : 25%, 50%, 75%, dan 90%.
Contoh :
6 9 12 15

25% 50% 75% 90%


Walk Well
DDST
Cara Penilaian DDST
1. Pada anak dengan lahir normal
Tentukan nama, tanggal lahir, tanggal test dan umur
anak
Contoh : An. “H” lahir tanggal 07 Agustus 2008
dilakukan pengkajian tanggal 26 Oktober 2010
Tahun Bulan Hari
Tgl test 2010 10 26
Tgl lahir 2008 08 07 −
Umur anak 2 tahun 2 bulan 19 hari
DDST
2. Pada dengan lahir prematur
Kriteria; apakah lahirnya >2 minggu dari TP dan umur
anak <2 tahun.
Contoh : An “M” lahir tanggal 08 Juli 2009 dilakukan
pengkajian tanggal 26 Oktober 2010. Akan tetapi An.
“M” mengalami prematur 6 minggu sebelum TP
Tahun Bulan Hari
Tgl test 2010 10 26
Tgl lahir 2009 07 08 −
Umur anak 1 tahun 3 bulan 18 hari
Prematur 6 mgg…………...1 bulan 14 hari −
Umur anak 1 tahun 2 bulan 4 hari
DDST
Penilaian (skoring)
1. Advanced P

grs umur

2. Normal
F R P

grs umur grs umur grs umur

F R

grs umur grs umur


DDST
3. Caution
F R

grs umur grs umur

F/R F

diantara 75-90% grs umur grs umur

4. Delayed F R

grs umur grs umur


DDST
5. No Oportunity NO NO

grs umur grs umur

Keterangan :
Pass (P) anak mampu melakukan item tersebut
Fail (F) anak tidak dapat melakukan item tersebut
Refusal (R) anak menolak untuk mencoba item tersebut
No Oportunity (NO) anak tidak mempunyai kesempatan
untuk melakukan item tersebut
DDST
Interpretasi
1. Normal
 Tidak ada “delay” dan maksimal ada satu “caution”
 Tingkah laku baik pada saat dilakukan rescreaning
2. Suspect
 Dua atau lebih “caution” / satu atau lebih “delay”
 Rescreaning dalam satu dua minggu untuk mengesampingkan
faktor-faktor yang mempengaruhi spt ; lemah, sakit, takut.
2. Untestable
 Satu atau lebih score refusal yang ada pada sebelah kiri garis
umur atau lebih dari satu item refusal yang menyentuh garis
pada daerah 75-90%
 Rescreaning 1-2 minggu
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum S.Pencernaan
S.Endokrin
Vital Sign S.Indra
S.Perkemihan
Antropometri S.Saraf
S.Reproduksi
S.Pernapasan S.Muskuloskeletal
S.Imunologi
S.Kardiovaskuler S.Integumen
Keadaan Umum
 Keadaan umum klien baik
 Tingkat kesadaran
1. Compos mentis : sadar penuh
2. Apatis : acuh tak acuh terhadap keadaan disekitarnya
3. Somnolen : kesadaran menurun, tampak mengantuk
4. Sopor : tidak ada respon terhadap stimulus ringan & sedang
tapi refleks pupil terhadap cahaya masih positif
5. Koma : tidak ada respon sedikit pun dan refleks pupil tidak ada
6. Delirium : disorientasi, salah persepsi terhadap rangsangan
sensorik
Vital Sign
 Blood Pressure
1. Bayi baru lahir  50/30mmHg
2. Usia 4 tahun  85/60 mmHg
3. Usia 6 tahun  95/62 mmHg
4. Usia 12 tahun  108/67 mmHg
 Respiratory Rate
1. Bayi30-40 kali/menit
2. Anak24-28 kali/menit
 Pulse
1. Bayi110-120 kali/menit
2. Umur 1 tahun100-110 kali/menit
3. Umur 5-12 tahun80-90 kali/menit
 Temperature
1. Bayi baru lahir36-37,20c (aksila)
2. Anak-dewasa36,4-370c (aksila & oral)
Antropometri
 Tinggi Badan
Peningkatan 7 cm/tahun
 Berat Badan
Peningkatan 2 kg/tahun
 Lingkar lengan atas
LLA ideal 16 cm
 Lingkar kepala
Peningkatan 2,5 cm/tahun
 Lingkar dada
 Lingkar perut
 Skin fold (lipatan kulit akibat lemak subkutan)
Sistem Pernapasan
 Hidung
(simetris, penapasan, cuping hidung, sekret, polip,
epistaksis)
 Leher
(Pembesaran kelenjar, tumor)
 Dada
1. Bentuk ; normal, barrel, pigeon chest
2. Gerakan dada ; normal, terdapat retraksi, otot bantu penafasan
3. Suara napas ; VF, ronchi, wheezing, stridor, rales
 Clubbing finger
Sistem Kardiovaskuler
 Conjunctiva : (anemia/tidak), bibir : (pucat/cyanosis),
arteri carotis : (kuat/lemah)
 Tekanan vena jugularis : (meninggi/tidak)
 Ukuran jantung : Normal/Membesar, IC/apex.
 Suara jantung : S1 …….., S2 ……….…Bising
aorta/Murmur/gallop
 Capillary Refilling Time : < 3 detik
Sistem Pencernaan
 Sklera : (Ikterus/tidak)
 Bibir : lembab/kering/pecah-pecah/labio skizis
 Mulut : Stomatitis/palato skizis/Jml gigi
 Kemampuan menelan : (baik /sulit)
 Gaster : kembung/nyeri/gerakan peristaltic
 Abdomen : Hati teraba, lien/ginjal/feces
 Anus : lecet/haemoroid
Sistem Indra
 Mata
1. Kelopak mata/bulu mata/alis
2. Visus (gunakan Snellen chard)
3. Lapang pandang
 Hidung
1. Penciuman/perih dihidung/trauma/mimisan
2. Sekret yang menghalangi penciuman
 Telinga
1. Keadaan daun telinga/kanal auditoris/serumen
2. Fungsi pendengaran
Sistem Saraf
Fungsi cerebral
1. Status mental : Oreintasi/daya ingat/perhatian &
perhitungan/Bahasa
2. Kesadaran : E/M/V  GCS
3. Bicara : ekspresif/Resiptive
 Fungsi kranial
1. N I (olfaktorius) : penciuman
2. N II (optikus) : penglihatan
3. N III (okulamotorius) : refleks pupil
4. N IV (troklearis) : pergerakan mata atas & bawah
5. N V (trigeminus) : refleks kornea, gunakan pilinan kapas.
6. N VI (abdusen) : pergerakan mata lateral kiri & kanan
Sistem Saraf
7. N VII (fasialis) : pergerakan wajah
8. N VIII (akustikus) : koklearispendengaran,
vestibulariskeseimbangan
9. N XI (Glossofaringeus) : pengecapan 1/3 lidah posterior
10. N X (vagus) : gerakan ovula saat mengatakan “A”
11. N XI (assesori) : kekuatan otot sternokleidomastoideus &
trapezius
12. N XII (hypoglosus) : gerakan lidah saat bicara
 Fungsi motorik : Massa otot (normal/atropy/hipertropy), tonus otot
(hipotonik/hipertonik), kekuatan otot (skala 0-5)
 Fungsi sensorik : Suhu/Nyeri/getaran/posisi/diskriminasi
(sterogenesis : memegang alat, grafhestesia : menulis ditangan,
two point stimulation : menusukkan jarum mata klien ditutup)
Sistem Saraf
 Fungsi cerebellum
1. Koordinasi  ucapan yg diikuti oleh klien “ikuti jari saya, tunjuk
jari saya, tunjuk hidung sendiri
2. Keseimbangan  berjalan dengan 1 kaki pada garis lurus
 Refleks : Bisep/trisep/patella/babinskigores telapak
kaki dari tumit-ke atas
 Iritasi meningen
1. Kaku kuduk fleksi ke dada-nyeri
2. Laseque sign angkat tungkai atas & bawah tegak lurus-nyeri
3. Brudzinki I fleksi leher-fleksi kedua lutut
4. Brudzinki II kaki kanan ditekuk-kaki kiri berkompensasi
Sistem Muskuloskeletal
 Kepala : Bentuk kepala/gerakan
 Vertebrae :
Scoliosis/Lordosis/kyposis/gerakan/ROM/Fungsi gerak
 Pelvis : Gaya jalan/gerakan/ROM/ Trendelberg
test/Ortolani/Barlow
 Lutut : Bengkak/kaku/gerakan/Mc. Murray
test/Ballotement test
 Kaki : bengkak/gerakan/kemampuan jalan/tanda tarikan
 Tangan : bengkak/gerakan/ROM
Sistem Integumen
 Rambut : Warna/Mudah dicabut
 Kulit : Warna/temperature/kelembaban/bulu
kulit/erupsi/tai lalat/ruam/teksture
 Kuku : Warna/permukaan kuku/mudah patah/kebersihan
Sistem Endokrin
 Kelenjar thyroid
 Ekskresi urine : berlebihan/polidipsi/poliphagi
 Suhu tubuh yang tidak seimbang/keringat berlebihan
 Riwayat bekas air seni dikelilingi semut
Sistem Perkemihan
 Oedem palpebra/moon face/oedema anasarka
 Keadaan kandung kemih
 Nocturia/dysuria/kencing batu
Sistem Reproduksi
 Wanita
1. Payu dara : Putting/aerola mammae/besar
2. Labia mayora & minora/secret/bau.
 Laki-laki
1. Keadaan glans penis : uretra/kebersihan
2. Testis sudah turun
3. Pertumbuhan rambut : kumis/janggut/ketiak
4. Pertumbuhan jakun/perubahan suara
Sistem Imunologi
 Alergi : cuaca/debu/bulu binatang/zat kimia
 Penyakit yang berhubungan dengan perubahan cuaca :
flu/urticaria
Pemeriksaan Perkembangan

Motorik Kasar

Motorik Halus

Bahasa

Personal Sosial
Motorik Kasar
 Berjalan
 Menaiki dan menuruni tangga
 Menaiki mebel
 Bermain dengan mainan yang ditarik
 Dapat mendorong perabot yang ringan disekeliling
ruangan
 Duduk sendiri diatas bangku
 Berlari, dst
Motorik Halus
 Membangun menara yang terdiri atas dua balok
 Membuka kotak
 Memasukkan jari ke lubang
 Menggunakan sendok, tapi menumpahkan isinya
 Membalik halaman buku
 Mencoret-coret sembarangan
 Minum dari cangkir
 Mengosongkan isi botol, dst
Bahasa
 Menggunakan kalimat dengan dua atau tiga kata
 Menggunakan holofrase
 Lebih dari setengah pembicaraannya dapat dimengerti
 Banyak bertanya
 Berbicara saat ada maupun tidak ada orang
 dst
Personal Sosial
 Menangis jika dimarahi
 Membuat permintaan sederhana dengan gaya tubuh
 Menunjukkan peningkatan ansietas terhadap perpisahan
dari pengasuh primer
 Lebih menyukai figur pengasuh daripada orang dewasa
lainnya
 Mengenali anggota keluarga
Terima Kasih
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar.
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar untuk menghargai.
Jika anak hidup dengan tindakan yang jujur, ia akan belajar tentang keadilan.
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar untuk mempercayai.
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya.
Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia akan belajar untuk
menemukan cinta di muka bumi ini.