Anda di halaman 1dari 74

Oleh :

Team Kompetensi Keahlian


MUHA MMA
OF DI
OL
O
Y
Teknik Kendaraan Ringan
A
CH

H
3Y
CATIO NA L S

OG Y
AKA R T
VO

A
II I

I II I
III

II
I

I
ZN
: 01 58
0 0 40 1 766
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

SISTEM PENDINGIN
Standar Kompetensi :
Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponen -
komponennya

Kompetensi Dasar :
 Memelihara/servis sistem pendingin dan komponennya
 Memperbaiki sistem pendingin dan komponennya
 Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponennya
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Alasan dibutuhkannya sistem


pendingin (cooling system) :
 Bahan akan lunak pada suhu tinggi
 Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling
bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena
panas berlebihan.
 Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan
oleh perubahan suhu
 Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang
berlebihan
 Pembakaran tidak normal. Motor bensin cenderung untuk
terjadi ketukan (knocking).
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

FUNGSI SISTEM PENDINGINAN


• Mengurangi panas pada motor (panas hasil
pembakaran ± 2500º C)
• Mempertahankan temperatur motor pada temperatur
yang paling efisien (82 - 99 ºC) sehingga clearance
maksimal dan emisi gas buang minimal.
• Mempercepat motor mencapai suhu kerja. Pada saat
mesin dingin: proses pembakaran tidak sempurna
sehingga tenaga yg dihasilkan juga tidak maksimal
dan banyak mengandung emisi gas buang.
• Memanaskan ruangan dalam ruang penumpang
(pada negara yg mengalami musim dingin)
SISTEM PENDINGINAN AIR
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Macam Sistem Pendingin Mesin :


1. Sistem Pendingin 2. Sistem Pendingin
Udara Air
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Sistem Pendinginan Udara :


1. Sistem pendinginan 2. Sistem pendinginan
udara alamiah udara Tekan
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Sistem Pendinginan air :


1. Sistem Pendinginan 2. Sistem pendinginan
air alamiah air tekanan
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

SISTEM PENDINGIN UDARA


Sistem pendinginan udara adalah sistem yang
memanfaatkan udara untuk melepas panas
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Kelebihan Sistem Pendinginan Udara :


 Bobot mesin lebih ringan
 Untuk pemanasan sampai temperatur kerja sangat
cepat
 Mesin terhindar dari kebocoran air
 Tidak ada masalah meskipun musim dingin
(beku)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Kerugian Sistem Pendingin Udara :


 Suara-suara mekanis cenderung lebih keras karena
udara tidak dapat meredamnya
 Untuk mesin lebih dari 1 silinder, perlu ada jarak
antar silinder.
 Pengaturan panas yang ideal sulit dicapai
 Perlu kipas yang besar, sehingga banyak menyerap
tenaga.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

SISTEM PENDINGIN AIR


Sistem pendinginan air adalah sistem yang memanfaatkan air
untuk melepas panas. Sistem pendingin air terdiri dari radiator,
kipas pendingin, pompa pendingin, thermostat, tangki reservoir,
dan saluran air. HEADER TANK

RADIATOR
WATER LEVEL SWITCH
THERMOSTAT CYLINDER HEAD

COOLANT PUMP
OIL COOLER

CYLINDER BLOCK
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Keuntungan Sistem Pendinginan Air


• Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga
kemungkinan distorsi kecil
• Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang
diperlukan lebih kecil
• Mantel air dan air dapat meredam getaran
• Kemungkinan overheating kecil, meskipun dalam kerja
yang berat
• Jarak antar silinder dapat diperpendek shg mesin lebih
ringan.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Kerugian Sistem Pendinginan Air :


 Konstruksi lebih rumit.
 Harga relatif lebih mahal.
 Kemungkinan kebocoran air pendingin.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

KOMPONEN SISTEM PENDINGIN


1
5
7
2
8
1. Water Jacket
2. Upper Pipe
3. Lower Pipe
4. Radiator
5. Termostat
6. Water Pump
9
7. Cooling Fan
6 4
3 8. Radiator Cup
9. Reservoir Tank
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

1. Mantel Pendingin (Water Jacket)


Mantel Pendingin (Water Jacket) berupa
rongga-rongga yang terdapat pada Blok
Silinder (Cylinder Block) dan Kepala Silinder
(Cylinder Head) sebagai jalur dimana cairan
pendingin bersirkulasi.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

2. Pipa Atas (Upper Pipa)


Pipa Atas (Upper pipe) berfungsi untuk
menghubungkan rumah Thermostat
dengan Tabung Atas (Upper Tank) Radiator.
Pipa Atas (Upper pipe) merupakan jalur air
panas dari mantel pendingin (water jacket)
menuju radiator
Bahan dasar pipa atas (upper pipe) adalah
karet karena dibutuhkan kelenturan
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

3. Pipa Bawah (Lower Pipe)


 Pipa bawah (Lower Pipe) berfungsi untuk
menghubungkan Tabung Bawah (Lower Tank)
Radiator dengan Pompa Air (Water Pump).
 Pipa Bawah (Lower Pipe) merupakan jalur air
yang telah didinginkan Radiator untuk
disirkulasikan kembali ke Mantel Pendingin
(Water Jacket).
 Bahan dasar Pipa Bawah (Lower Pipe) adalah
karet karena dibutuhkan fleksibilitas.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

4. RADIATOR
Radiator berfungsi sebagai alat untuk mendinginkan air yang telah
menyerap panas dari mesin dengan cara membuang panas air tersebut
melalui sirip-sirip pendinginnya.
OVERFLOW PIPE RADIATOR CAP RADIATOR HOSE

RADIATOR
THERMOSTAT
CORE
UPPER TANK

DARI
CYLINDER HEAD

WATER PUMP

KE CYLINDER BLOCK

LOWER TANK

COOLING FAN
DRAIN COCK
RADIATOR
RADIATOR HOSE
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Konstrusi Dasar Radiator :


1. Tabung Atas (Upper Tank)
2. Tabung Bawah (Lower Tank)
3. Lubang Air Masuk
4. Lubang Air Keluar
5. Radiator Core
6. Kisi- Kisi Radiatot
7. Tutup Radiator (Radiator Cup)
8. Baut Penguras (Drain Bolt)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Banyaknya panas yang dapat dihilangkan


melalui radiator tergantung pada :
• Kecepatan aliran udara
• Luas permukaan pendinginan
• Suhu udara dan air
• Design radiator
• Conductivity metal
• Kerapatan (density) udara
• Perbandingan panjang dan diameter tabung
Inti Radiator
Tipe plat Tipe lekukan
Inti Radiator
(Single Row)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Test Kebocoran Radiator


Pompa sampai tekanan 1,1
kg/cm2, Cek kebocoran pada
radiator dan bagian sistem
pendingin lainnya
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Perbaikan Kebocoran Radiator


Reservoir Tank
DINGIN PANAS
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

5. THERMOSTAT
Berfungsi untuk menahan air pendingin agar hanya bersirkulasi pada
mesin saat suhunya masih rendah dan menyalurkan air dari mesin ke
radiator saat mesin telah mencapai suhu kerja idealnya.

SPINDLE
CASE VALVE

SPRING

WAX
SYNTHETIC RUBBER PELLET

(1) KONDISI TERTUTUP (DINGIN) (2) KONDISI TERBUKA (PANAS)


TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Prinsip Kerja Thermostat :


 Pada saat suhu air pendingin rendah
katup tertutup atau saluran dari
mesin ke radiator terhalang oleh
wax (lilin) yang belum memuai. Bila
suhu air pendingin naik sekitar 80
sampai dengan 90 derajat Celcius
maka lilin akan memuai dan
menekan karet. Karet akan berubah
bentuk dan menekan poros katup.
Oleh karena posisi poros tidak
berubah maka karet yang sudah
berubah tersebut akan membawa
katup untuk membuka.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Saluran Pintas (By Pass)


Untuk menghindari
terjadinya tekanan air
yang tinggi pada saat
katup termostat
tertutup, pada saluran
di bawah katup
dibuatkan saluran ke
pompa air yang dikenal
dengan saluran pintas
(by pass).
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Thermostat yang letaknya di saluran air keluar


Apabila temperatur
air masih rendah,
maka thermostat
menutup aliran air
pendingin ke radiator.
Air pendingin  Pada saat temperatur air pendingin
dipompa oleh pompa telah panas, maka thermostat
air langsung ke blok membuka sehingga cairan pendingin
mesin dan kepala mengalir melalui thermostat ke
silinder. Selanjutnya radiator untuk didinginkan dan
melalui sirkuit by selanjutnya air kembali ke pompa air.
pass kembali ke Disamping itu air juga mengalir
pompa air. melalui sirkuit by pass.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Thermostat yang letaknya di saluran air masuk


Apabila temperatur
air masih rendah,
thermostat menutup
saluran dan by pass
valve membuka. Air
pendingin dipompa ke  Pada saat temperatur air pendingin
blok silinder melalui menjadi tinggi, maka thermostat
kepala silinder, membuka saluran air dan by pass
selanjutnya kembali valve menutup. Air yang telah
ke pompa air melalui panas mengalir ke radiator untuk
sirkuit by pass. didinginkan, selanjutnya melalui
thermostat dan kembali ke pompa
air.
Thermostat pada Outlet (Dingin)
Thermostat pada Outlet (Panas)
Thermostat pada Inlet (Dingin)
Thermostat pada Inlet (Panas)
Sistem Pendingin Nissan
Macam Thermostat
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Pemeriksaan Thermostat
• Pembukaan katup : • Naiknya katup : 8 mm
80º – 84º C pada 95º C
Pemasangan Thermostat
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

6. POMPA AIR
Berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dengan jalan membuat
perbedaan tekanan antara saluran isap dan saluran tekan yang terdapat
pada pompa. Pompa air yang biasanya digunakan pada sistem
pendingin umumnya adalah pompa sentrifugal. Pompa ini digerakkan
oleh mesin dengan menggunakan tali kipas (V belt) dan Puli
SEAL UNIT
IMPELLER
PULLEY

FAN CENTER

PUMP SHAFT

RADIAL SHAPE VORTEX SHAPE

BEARING TIPE IMPELLER

PUMP BODY PUMP COVER


DRAIN HOLE

WATER PUMP (TIPE BALL BEARING)


TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Konstruksi Pompa Air


TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Pompa air digerakkan oleh tali kipas


bersama-sama kipas pendingin
Pemeriksaan Pompa Air
Periksa bahwa bearing pompa tidak kasar atau bunyi
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

7. KIPAS PENDINGIN
Berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas yang
terdapat pada inti radiator dapat dirambatkan dengan mudah ke udara.
Aliran udara pada mesin-mesin kendaraan selalu paralel dengan
gerakan kendaraan, tetapi berlawanan. Karena itu kipas pendingin dan
radiator selalu tegak lurus terhadap arah dari gerakan kendaraan.

a. Kipas Biasa

Pada model ini kipas dihubungkan


langsung dengan poros pompa
pendingin. Sehingga putaran kipas
selalu mengikuti putaran mesin.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

b. Kipas dengan Kopling Fluida


Pada model ini antara poros penggerak kipas dan kipas diberikan
kopling fluida. Kopling fluida ini akan mengatur putaran dari kipas
pendingin, dimana putaran kipas akan lebih lambat dari pada putaran
mesin pada saat suhu air pendingin lebih rendah dari suhu kerja. Saat
temperatur air pendingin tinggi, maka putaran kipas akan mendekati
putaran mesin.

COUPLING
ROTOR BEARING CASE

BEARING CASE

SLIDE VALVE COUPLING SHAFT


COUPLING SHAFT
INFLOW HOLE
THERMOSTAT
SLIDE VALVE LABYRINTH
STORAGE DRIVE CHAMBER
CHAMBER

THERMOSTAT
LABYRINTH
ROD
COUPLING
CASE COUPLING CASE

COOLING FAN
Cara Kerja Kopling Fluida (1)
Cara Kerja Kopling Fluida (2)
Cara Kerja Kopling Fluida (3)
Cara Kerja Kopling Fluida (4)
Cara Kerja Kopling Fluida (5)
Pemeriksaan Kopling Fluida
Periksalah terhadap kerusakan dan kebocoran
oli silicon
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

C. Kipas dengan Motor Listrik


Kipas digerakkan oleh motor listrik, dimana kerja
dari motor listrik ini tergantung dari temperatur air
pendingin yang akan mengatur aliran arus listrik
dari baterai ke motor listrik. Pada saat temperatur
air pendingin melebihi temperatur kerja ( 93C)
maka switch pengatur kerja motor listrik akan
menghidupkan motor listrik. Sedangkan bila
temperatur mesin dibawah temperatur kerja maka
motor listrik ini akan berhenti berputar
Penggerak Kipas
Cara kerja Motor Penggerak Kipas
(Dingin)
Cara kerja Motor Penggerak Kipas
(Panas)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

8. TUTUP RADIATOR
Berfungsi untuk menahan agar pada suhu 100 C air pendingin tidak
mendidih dengan cara menahan expansi air saat panas, sehingga
tekanan air menjadi lebih tinggi dari tekanan udara luar. Disamping itu
tutup radiator juga berfungsi mempertahankan volume air pendingin baik
saat panas maupun pada saat dingin.
RADIATOR CAP VALVE SPRING

KE
RESERVOIR TANK

RADIATOR UPPER TANK


DARI
RESERVOIR TANK
PRESSURE VALVE

VACUUM VALVE
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Konstruksi Tutup Radiator


TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Pada saat temperatur panas (pressure


valve bekerja)

Pada saat temperatur air


pendingin panas maka
tekanannya juga meningkat
dan akan membuka pressure
valve sehingga air pendingin
mengalir menuju reservoir
tank.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Pada saat temperatur dingin (vacuum


valve bekerja)

Pada saat temperatur air


pendingin dingin terjadi ke-
vacuum-an pada radiator
sehingga katup vacuum akan
terbuka dan air dari reservoir
terhisap masuk radiator.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Test Tutup Radiator

Pompa sampai tutup radiator


terbuka. Spesifikasi 0,75-1,05
kg/cm2. Limit 0,6 kg/cm2
Pemeriksaan Tutup Radiator
 Periksalah bahwa
relief valve terbuka
pada 0,75 – 1,05
kg/cm2
 Periksalah pada
tekanan di bawah 0,6
kg/cm2 tidak ada
penurunan tekanan.
Pemeriksaan Kebocoran
 Isilah radiator
dengan air
pendingin
 Pasang radiator cap
tester
 Pompa hingga
mencapai 1,2
kg/cm2, periksa
apakah ada
penurunan
takanan
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

9. TANGKI RESEVOIR
Tangki ini dihubungkan ke radiator dengan selang overflow, berfungsi
untuk menampung air yang berekspansi karena naiknya temperatur. Bila
temperatur turun, maka cairan pendingin yang ada didalam tangki
cadangan (reservori) akan kembali ke radiator. Dengan demikian
volume air pendingin akan selalu tetap.

DINGIN PANAS
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

Perawatan Sistem Pendingin Mesin


1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant
yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan
memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant
(SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi
radiator, gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant
sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian
aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai
anjuran.
4. Ganti tutup radiator setiap 4 - 5 tahun, kerusakan tutup radiator
menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga
akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator,
gunakan tutup radiator original.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan


thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih
dari 5ºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.
6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.
7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau
aliran air lemah.
8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan
gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan
kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen
mesin lain akan dapat pecah atau retak.
9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya
memakai jenis Extended Life.
(Sumber: The Beginner Files - IDMOC)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

THERMOSWITCH / ENGINE COOLANT TEMPERATURE SWITCH


Digunakan untuk mengaktifkan Fan Radiator secara otomatis ketika suhu
air radiator mencapai 80-90ºC. Jika panas mencapai 80-90ºC, dua
konektor pada socket tersebut akan saling berhubungan
(Contacted/Short/Closed), sehingga menjadi saklar bagi Fan Radiator
untuk menyala mengalirkan udara segar bagi radiator.
PENGUJIAN: Rebus dengan AIR
Ketika mencapai suhu 80-90ºC, dengan MultiTester (ohm meter) harus
memiliki resistensi 0 (nol ohm) alias terhubung dengan baik.
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

ENGINE COOLANT TEMPERATURE SENSOR

Berfungsi memberi informasi kepada sistem AC (Air Conditioner) agar


menonaktifkan Magnetic Clutch Kompresor AC ketika suhu air di mesin
mencapai 108-115ºC alias OVERHEATing. Dengan kata lain, ketika
mesin OverHeat, sistem AC akan tidak bekerja sehingga tidak
memberatkan kerja mesin.
PENGUJIAN: Rebus dengan OLI
Pada suhu dibawah 108ºC harus dalam kondisi OFF (Open)
Pada suhu 108-115ºC harus dalam posisi ON (Close)
TKR-MUGA SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta

ENGINE COOLANT TEMPERATURE GAUGE

Sensor ini memberi informasi suhu kepada ECU. Kemudian juga


informasi ini diteruskan oleh ECU ke Panel Temperatur mesin di
Dashboard. PENGUJIAN: Rebus dengan AIR
Jika sensor suhu ini rusak, maka ECU mengira mesin masih dingin,
sehingga dia akan menaikkan Idle RPM (untuk memanaskan mesin)
melalui Servo/ ISC. Akibatnya sekalipun mesin sudah hangat/berada di
suhu optimal, RPM saat Idle tetap tinggi (di atas normal) ini akan
mengakibatkan pemborosan bensin!.
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT
SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA