Anda di halaman 1dari 10

GBS (GUILLAIN BARRE SYNDROME)

 HAERUM (008SYE16)
 KHAERUL NASHI (011SYE16)
 NURHAQIQI (020SYE16)
 RIZA FEBRINA RAHMAYANTI (026SYE16)
PENGERTIAN
 Guillain barre syndrome
adalah sindrome yang
memiliki karakteristik
berupa paralisis flaccid
asenden simetris yang
berkembang secara cepat,
biasanya mengikuti infeksi
virus.
 Sindrom guillain-barre
merupakan sindrom klinis
yang ditujukan oleh onset
akut dari gejala-gejala
yang mengenai saraf
perifer dan kranial.
ETIOLOGI
 Ada dua teori  Teori kedua
mengenai penyebab mengatakan bahwa
dari guillain barre sindrome ini sebagai
syndrome yaitu : akibat dari respon
 Teori pertama autoimun dari tubuh
mengatakan bahwa yang mana ditimbulkan
guillain barre oleh toksin atau agent
syndrome disebabkan infeksi yang
karena infiltrasi virus menimbulkan
dimielintasi segmen
ke spinal dan kadang-
dari saraf-saraf perifer
kadang ke akar-akar
atau kranial.
saraf kranial.
KLASIFIKASI
1. Acute motor-sensory 5. Acute
axonal neuropathy pandysautonomia
(AMSAN)
2. Acute motor-axonal
neuropathy (AMAN)
3. Miller fisher
syndrome
4. Chronic inflammatory
demyelinative
polyneuropathy
(CIDP)
MANIFESTASI KLINIS

1. Parasthesia 5. Oftalmoplegia (tingkat


kesadaran, fungsi
2. Disfungsi saraf serebral, dan tanda
kranial seperti pupil yang tidak
kelemahan dipengaruhi).
wajah, disfagia, 6. Penekanan atau
kegagalan pernafasan
diplopia. seperti dispnea,
3. Kesulitan menurunnya suara
berjalan. napas, menurunnyatidal
volume/ kapasitas vital.
4. Kelemahan otot
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN PADA GBS
1. PENGKAJIAN 2) Riwayat Penyakit Sekarang
a. Identitas : jenis kelamin (SGB
biasanya didapatkan
dapat menyerang wanita maupun
pria dengan jumlah yang hampir keluhan yang berhubungan
sama), umur (SGB dapat dengan proses demielisasi.
menyerang semua kelompok usia Keluhan tersebut
namun paling sering terjadi pada
dewasa muda dan usia lanjut),
diantaranya gejala-
ras/suku bangsa (SGB lebih sering gejalanya neurologis
terjadi pada kulit putih) diawali dengan parestesia
b. Riwayat Kesehatan (kesemutan kebas) dan
1) Keluhan Utama kelemahan otot kaki, yang
Biasanya klien dengan SGB dapat berkembang ke
(Sindrom Guillain Barre) akan
mengeluh mengalami kelemahan
ekstermitas atas, batang
otot baik kelemahan fisik secara tubuh dan otot wajah dan
umum maupu lokal seperti yang paling berat dari GBS
melemahanya otot-otot pernapasan adalah gagal nafas.
3) Pola Fungsi Kesehatan b. Pola nutrisi dan
a. Pola persepsi kesehatan dan
metabolik
pemeliharaan kesehatan :
Biasanya klien dengan sindrom Biasanya klien
guillain barre akan ditanyakan dengan sindrom
apakah sering mengalami flu
atau penyakit lain berhubungan
guillain barre akan
dengan saluran napas, cerna, ditemukan klien
atau penyakit lain seperti HIV, kesulitan dalam
hepatitis dll, dan pada sindrom menguyah dan
guillain barre mengeluhkan
kelemahan otot, nyeri, menelan karena
kesulitan bernapas, serta gangguan pada
kelumpuhan otot. reflex menelan
PEMERIKSAAN FISIK
Pada klien sindrom guillain barre biasanya di
dapatkan suhu tubuh normal. Penurunan
denyut nadi berhubungan dengan tanda-
tanda penurunan curah jantung .
PEMERIKSAAN 6B
1. B1 (breathing) 3 B3 (brain)
di dapatkan klien batuk, peningkatan Pada klien sindrom guillain barre
produksi sputum. Sesak napas, biasanya kesadaran klien
penggunaan otot bantu napas dan komposmentis.
peningkatan frekuensi pernapasan
4. B4 (bladder)
karena infeksi saluran pernapasan dan
yang paling sering didapatkan pada Pada klien sindrom guillain barre
sindrom guillain barre adalah biasanya ditemukan pada
penurunan frekuensi pernapasan pemeriksaan sistem perkemihan
karena melemahnya fungsi otot-otot didapatkan kekurangannya volume
pernapasan. pengeluaran urine.
2. B2 (blood) 5. B5(bowel)
pada klien sindrom guillain barre Pada klien sindrom guillain barre
menunjukan bradikardia akibat ditemukan adanya mual sampai
penurunan perfusi perifer. pada klien muntah dihubungkan dengan
sindrom guillain barre menunjukan peningkatan produksi asam lambung
bradikardia akibat penurunan perfusi
6. B6 (bone)
perifer. Tekanan darah didapatkan
ortostatik hipotensi atau meningkat Pada klien sindrom guillain barre
( hipertensi transien) menunjukan penurunan kekuatan
otot.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Pola nafas tidak efektif yang berhubungan dengan melemahnya


otot-otot pernapasan.
2. Bersihan jalan napas tidak efektif yang beerhubungan dengan
akumulasi sekret, kemampuan batuk menurun akibat penurunan
kesadaran.
3. Risiko penurunan curah jantung yang berhubungan dengan
perubahan frekuensi jantung ritme dan irama brikardi.
4. Risiko defisit nutrisi: berhubungan dengan ketidakmampuan
menelan, keadaan hipermetabolik.
5. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kerusakan
neuromuskuler, penurunan kekuatan otot, penurunan kesadaran,
kerusakan persepsi/kognitif.
6. Gangguan persepsi sensori yang berhubungan dengan kerusakan
penerima rangsangan sensori, dan integresi sensori.
7. Ansietas yang berhubungan dengan kondisi sakit dan progonis
penyakit yang jelek.