Anda di halaman 1dari 30

Kelompok 3

UGD (UNIT GAWAT


DARURAT)
Undang-
asar
Und a ng D
45
Tahun 19
N o m o r 44,
(U U
2009)
n
Pelayana
n
kesehata h ak
a k a n
merup g ya n g
r a n
setiap o
dijamin
Menurut UU Rumah sakit adalah institusi
pelayanan kesehatan yang
Nomor 44 menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara
(2009) paripurna, menyediakan
pelayanan rawat inap, rawat
jalan dan gawat darurat
Mutu pelayanan kesehatan di gawat
darurat dinilai berdasakan beberapa
Kepmenkes RI
indikator salah satunya kemampuan Nomor 129
menangani life saving anak dan dewasa
serta waktu tanggap pelayanan dokter (2008)
di gawat darurat
l a h s a tu cara
Sa pai
k m e nc a
untu
ik a t o r m utu
ind a lah
a n a n a d
pelay g k atan
p e n i n
dengan a ri
j e m e n d
mana
h s a tu p roses
sala a s i en di
n a p
tatalaksa
D y a i tu pada
IG
ase
proses tri
a r u r at dapat
di an ga w at d
Keja k e a da a n dimana
bagai
e ngan
diartikan s utuhk a n p e r to lo
a n g m e m b d apatkan
seseor a bila tid a k m e n
a r e na a p k a dapat
segera k e n gan seg e r a m a
pertolon g a n d
u m e n im bulkan
c a m jiw a n ya ata
mengan t an p e r m anen
kecaca

Henti napas Cedera Keracunan

Henti jantung Patah tulang Korban bencana

Tidak sadarkan diri Kasus stroke

Kecelakaan Kejang
UNIT GAWAT DARURAT (UGD)

Salah satu bagian di rumah
sakit yang menyediakan
penanganan awal
bagi pasien yang
menderita sakit dan cedera,
yang dapat mengancam
kelangsungan hidupnya di
UGD
N U G D
TUJUA

Memberikan
Kematian
pertolongan pertama
bagi pasien yang Korban Kecelakaan
datang dan Bencana Alam
menghindari berbagai
resiko
TUJUAN U
TAMA UG
D
Memberikan pelayanan komunikatif, cepat
dan tepat selama 24 jam terus  menerus

Tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal,


terarah dan terpadu bagi setiap anggota
masyarakat  yang berada dalam keadaan gawat darurat

Mencegah kematian dan cacat pada pasien gawat


darurat sehingga dapat hidup dan berfungsi kembali
dalam masyarakat sebagaimana mestinya

Menerima dan merujuk pasien gawat darurat melalui


sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang
lebih
Menanggulangi korban bencana
H UTA MA
MASA LA

Periode waktu
pengamatan/pelayanan
relatif singkat

Perubahan klinis yang


mendadak

Mobilitas petugas yang


tinggi
s i e m o s io nal dari
Situa rena
p a s ie n  k a
pihak dan
p a r is ik o
tertim
ek e r jaa n tenaga
p g d i bawah
n y a n
kesehata m e nyulut
m u d a h
tekanan 
ik a n ta r a pihak
konf pihak
n d e n g a n
pasie
pemberi h a tan .
n  k e s e
pelayana
UBUNGAN HUKUM DALAM PELAYANAN GAWAT DARURAT

Bila pihak pasien


menggugat tenaga
kesehatan karena diduga
terdapat kekeliruan dalam
penegakan diagnosis atau
pemberian terapi maka
pihak pasien harus
membuktikan bahwa
hanya kekeliruan itulah
yang menjadi penyebab
kerugiannya/cacat
(proximate cause)
/19 92  t entang
3
UU No.2 p a sa l 53 ayat
an
Kesehat u ra n M e nteri
rat
2 dan Pe o .5 85/1989
a n  N
Kesehat s e tujuan
g P e r
tentan
d ak an Medis
T in

a p tin d a kan
Set i
rus
medis ha
tkan
mendapa d a ri gawat
u j u a n e a da a n
perset m e dDalam k
an a harus
f o r  d i m
pasien (in darur a t
k u k a n t in dakan
n t ) s e gera dila
co n se
p a d a p a s ien yang Pasal
med is
a k s ad a r dan tidak 11 Peratu
tid n, tidak
in g i p a s ie ra
didamp ju a n dari n Menter
perLu p er s e t u i
Kesehata
siapapun n
No.585/1
98
9
ER AW ATAN
I NS I P K EP
PR A RU RAT
GAWAT D

da n t e p a t serta
Cepat a n segera
i la k u k
harus d a n g yang
p o r
oleh setia
pertama e n ge t ahui
an /m
menemuk , p e r awat,
a m
(orang aw o kt e r), baik
is , d
para med u n diluar
m a u p
didalam a rena
sa k it k
rumah a p a t te rjadi
ni d
kejadian i a n m enimpa
a t d
setiap sa
siapa saja
RIAGE DALAM GAWAT DARURAT

Triage adalah suatu system


seleksi pasien yang
menjamin supaya tidak ada
pasien yang tidak
mendapatkan perawatan
dengan prioritas pelayanan
sesuai dengan tingkat
kegawatannya
M TR IA GE
D A L A
LABEL

Mera Untuk kasus-kasus gawat


h darurat
Untuk kasus gawat tidak
Kunin
darurat atau darurat tidak
g
gawat
Hijau
Untuk kasus-kasus tidak
gawat tidak darurat/ringan
Hita
Untuk kasus DOA (datang
m
dalam keadaan sudah
meninggal)
FUNGSI P
ERAWAT D
PELAYANA ALAM
N GAWAT
DARURAT

Melaksanakan asuhan
keperawatan gawat darurat

Kolaborasi dalam pertolongan gawat


darurat
Pengelolaan pelayanan perawatan
di daerah bencana dan ruang rawat
darurat
PRINSIP UMUM IGD 
Keputusan Menteri Kesehatan
RI No.856/Menkes/SK/IX/2009

Setiap Rumah Sakit wajib mimiliki pelayanan gawat


darurat yang memiliki kemampuan melakukan
pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat,
melakukan resusitasi dan stabilisasi (life saving)

Pelayanan di instalasi gawat darurat rumah sakit harus


dapat memberikan pelayanan 24 jam alam sehari dan 7
hari dalam seminggu

Berbagai nama untuk instalasi atau unit pelayana gawat


darurat dirumah sakit di seragamkan menjadi Instalasi
Gawat Darurat (IGD)

Rumah sakit tidak boleh meminta uang muka pada saat


menangani kasus gawat darurat
PRINSIP UMUM IGD 
Keputusan Menteri Kesehatan
RI No.856/Menkes/SK/IX/2009

Pasien gawat darurat harus ditangani paling lama 5


(lima) menit setelah sampai di IGD

Organisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD)


didasarkan berdasarkan Organisasi multidisiplin,
multiprofesi dan terintegrasi, dengan struktur
organisasi fungsional yang terdiri dari unsur
pimpinan dan unsur pelaksana yang bertanggung
jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap
pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat
(IGD), dengan wewenang penuh yang dipimpin oleh
Setiap rumah sakit wajip berusaha untuk
dokter
meyesuaikan pelayanan gawat daruratnya
minimal sesuai engan klasifikasi
R U N S UR
UN S U T
A S I G AWA
INSTA L
DA R U R A T
SISTE M KO M U N IK AS I
1
Pertolongan yang datang
dengan segera akan
meminimalkan resiko-resiko
penyulit lanjutan seperti
syok hipovolemia akibat
kehilangan darah yang
berkelanjutan, hipotermia
akibat terpapar lingkungan
dingin dan sebagainya.
Siapapun yang menemukan
penderita pertama kali di lokasi
harus tahu persis kemana informasi
diteruskan
PENDI D I K AN 2
Penolong pertama
seringkali orang awam
yang tidak memiliki
kemampuan menolong
yang memadai sehingga
dapat dipahami jika
penderita dapat langsung
meninggal ditempat
kejadian atau mungkin
selamat sampai ke fasilitas
kesehatan dengan
mengalami kecacatan
TRANSP ORTAS I 3

Alat tranportasi yang


dimaksud adalah
kendaraannya, alat-alatnya
dan personalnya
PEN D AN A A N 4

Sumber pendanaan cukup


memungkinkan karena sistem
asuransi yang kini berlaku di
Indonesia
QUA L IT Y CO N T RO L
5

Penilaian, perbaikan dan


peningkatan system harus
dilakukan secara periodic untuk
menjamin kualitas pelayanan
sesuai tujuan
PENGEND
INSTALAS ALIAN MU
I GAWAT TU
DARURAT

Ada data dan informasi mengenai : jumlah


kunjungan, Kecepatan pelayanan (respon time),
Pola penyakit / kecelakaan dan Angka kematian

Instalasi / Unit Gawat Darurat harus


menyelenggarakan evaluasi terhadap  pelayanan
kasus gawat darurat sedikitnya satun kali dalam
setahun
Instalasi / Unit Gawat Darurat harus
menyelenggarakan evaluasi terhadap kasus-kasus
tertentu sedikitnya satu kali dalam setahun
ALUR
PELAYANAN IGD
IM P UL A
KES
N
Setiap Pelayanan Gawat Darurat harus mampu
melayani dan menanggapi dalam tindakan yang
cepat agar kelangsungan hidup pasien dapat
terjamin yang di dukung oleh tenaga Ahli Medis yang
sesuai dengan standar Pelayanan Gawat Darurat dan
tersedianya sarana dan prasarana ( fasilitas ) yang
memadai.
PERTANYAAN

1.deni : jelaskan prosedur


playanan IGD dari masuk
sampai ke ruang igd
2.Calon pasien/ klasifikasi
pasien masuk ke igd
THA N K S