Anda di halaman 1dari 47

PengantarStandar Pemeriksaan

Keuangan Negara (SPKN)dan


Perbandingannya denganSPAP/ISA
Kelompok 1:
Vinna Novita Sari 1720532013
Putri Intan P. S. 1720532033
Pengantar
SPKN

2
• Standar pemeriksaan merupakan
patokan untuk melakukan pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara
• BPK menyusun standar pemeriksaan
pertama kali pada tahun 1995 yang
disebut SAP
• Pada tahun 2007, BPK menyusun
standar pemeriksaan dengan nama
SPKN
• SPKN 2007 disempurnakan menjadi
Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2017
3
Perkembangan pada tingkat organisasi Badan Pemeriksa

menerbitkan
INTOSAI ISSAI

mengadopsi

menerbitkan
ISA IFAC

4
Kesejahteraan
masyarakat Indonesia

Lebih baik, akuntabel,


transparan, ekonomis,
efisien, efektif

Hasil Pemeriksaan
Berkualitas

SPKN
5
Standar
Pemeriksaan

6
Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara merupakan salah satu unsur penting
dalam rangka terciptanya akuntabilitas publik. Tujuan
SPKN adalah untuk menjadi ukuran mutu bagi para
pemeriksa dan organisasi pemeriksa dalam
melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara.

SPKN berlaku untuk:


• BPK RI
• Akuntan Publik atau pihak lainnya yang melakukan
pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara untuk
dan atas nama BPK RI
• APIP, termasuk Satuan Pengawas Internal
• BUMN/BUMD sebagai acuan dalam menyusun standar
pemeriksaan sesuai dengan kedudukan, tugas pokok, dan
fungsi masing-masing
• Pihak-pihak lain yang ingin menggunakan SPK

7
Jenis-jenis Pemeriksaan BPK

Pemeriksaan • Pemeriksaan atas laporan keuangan


Keuangan • bertujuan memberikan opini

Pemeriksaan • Pemeriksaan atas aspek ekonomi,


Kinerja efisien, dan efektivitas

Pemeriksaan • Pemeriksaan selain keuangan dan


dengan Tujuan kinerja
Tertentu • Misalnya investigasi

8
Jenis-Jenis Opini Audit
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
LK telah disajikan dan diungkapkan secara wajar dalam semua hal yang material dan informasi
keuangan dalam LK dapat diandalkan

Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelas


Pendapat yang diberikan ketika suatu keadaan tertentu yang tidak berpengaruh langsung
terhadap pendapat wajar

Wajar Dengan Pengecualian (WDP)


LK telah disajikan & diungkapkan secara wajar dalam semua hal yang material, kecuali untuk
dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan, sehingga informasi keuangan
dalam LK yang tidak dikecualikan dalam opini pemeriksaan dapat diandalkan

Tidak Wajar
LK tidak disajikan & diungkapkan secara wajar dalam segala hal yang material, sehingga
informasi keuangan dalam LK tidak dapat diandalkan

Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer)


LK tidak dapat diperiksa sesuai dengan standar pemeriksaan (pemeriksa tidak dapat meyakini
LK apakah bebas dari salah saji material)
9
Manajemen entitas yang
diperiksa bertanggung jawab
untuk:
• Mengelola keuangan negara secara tertib,
ekonomis, efisien, efektif, transparan, dan
memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan
• Menyusun dan menyelenggarakan
pengendalian intern yang efektif
• Menyusun dan menyampaikan laporan
pengelolaan dan tanggung jwab keuangan
negara secara tepat waktu
• Menindaklanjuti rekomendasi BPK

10
Pemeriksa harus memenuhi beberapa
tanggung jawab:
• Merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan untuk
memenuhi tujuan pemeriksaan
• Mengambil keputusan yang konsisten dengan
kepentingan publik dalam melakukan pemeriksaan
• Mempertahankan dan memperluas kepercayaan publik
• Pelayanan dan kepercayaan publik harus lebih
diutamakan di atas kepentingan pribadi
• Harus obyektif dan bebas dari benturan kepentingan
• Menggunakan pertimbangan profesional dalam
menetapkan lingkup dan metodologi, pengujian dan
prosedur, melaksanakan pemeriksaan, dan melaporkan
hasilnya
• Membantu manajemen dan para pengguna LHP lainnya
untuk memahami tanggung jawab pemeriksa

11
Organisasi pemeriksa memiliki
tanggung jawab untuk meyakinkan
bahwa:
• Independensi dan obyektivitas dipertahankan dalam
seluruh tahap pemeriksaan
• Pertimbangan profesional digunakan dalam
perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan dan
pelaporan hasil pemeriksaan
• Pemeriksaan dilakukan oleh personil yang mempunyai
kompetensi profesional dan secara kolektif mempunyai
keahlian dan pengetahuan yang memadai
• Peer-review yang independen dilaksanakan secara
periodik dan meghasilkan suatu pernyataan.

12
Perbandingan
SPKN dengan
SPAP/ISA

13
SPAP : Standar profesional yg diterbitkan
IAPI yang digunakan oleh akuntan
publik dalam melakukan
pemeriksaan atas entitas swasta
(diluar keuangan negara).

ISA : Suatu standar yang dibuat oleh


badan pembuat standar auditing dan
assurance yaitu IAASB yang
merupakan badan bentukan IFAC.

SPKN : Standar profesional yang diterbitkan


BPK RI yang digunakan oleh akuntan
dalam melakukan pemeriksaan atas
entitas pemerintah yang mengelola
keuangan negara.
14
Perbedaan SPKN dan SPAP
1. Perbedaan Mendasar
Kriteria SPAP SPKN
Tujuan a. Untuk menetapkan standar dan memberikan a. Mengelola keuangan negara secara tertib, ekonomis, efisien,
bimbingan pada tanggung jawab auditor dalam transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan
membuat laporan audit laporan keuangan rasa keadilan dan kepatutan.
sehubungan dengan going concern dalam b. Menyusun dan menyelenggarakan pengendalian intern yang
pembuatan laporan keuangan efektif
Objek Digunakan sebagai standar untuk memeriksa laporan Digunakan sebagai standar untuk memeriksa laporan keuangan
keuangan pihak swasta, yang terdiri dari: pemerintah, yang terdiri dari:
1) Laporan Posisi Keuangan (Neraca) 1) Laporan Realisasi Anggaran
2) Laporan Laba Rugi 2) Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
3) Laporan Perubahan Ekuitas 3) Neraca
4) Laporan Arus Kas 4) Laporan Operasional
5) Catatan Atas Laporan keuangan 5) Laporan Arus Kas
6) Laporan Perubahan Ekuitas
7) Catatan Atas Laporan Keuangan
Subjek Akuntan Publik BPK (Auditor Pemerintah) 15
Lanj...
Kriteria SPAP SPKN
Tanggung Auditor mempertimbangkan kejadian dan Bertanggung jawab untuk membantu manajemen dan
Jawab kondisi yang berkaitan dengan going concern para pengguna laporan hasil lainnya untuk memahami
Auditor yang berkaitan dengan asumsi saat melakukan tanggung jawab pemeriksa terhadap standar pemeriksa.
prosedur penilaian risiko.
Badan yang Dewan Standar Profesional Akuntan Badan Standar Pemeriksa Keuangan Negara (BPK)
Membuat Publik Institut Akuntan Publik Indonesia
Karakter - Karakter tersebut adalah keharusan pemeriksa BPK
Pemeriksaan untuk merancang prosedur pemeriksaan terhadap
BPK. kepatuhan yang terkait dengan pemeriksaan yang
dilakukan dan waspada atas penyimpangan lainnya.
Ruang Berlaku bagi seluruh akuntan publik dalam Berlaku bagi pemeriksa BPK ataupun kantor akuntan
Lingkup melakukan kegiatan pelayanan jasa di sektor public yang melakukan kegiatan pemeriksaan
16
swasta pengelolaan keuangan Negara
Lanj...
Kriteria SPAP SPKN
Kegiatan yang a. Auditing a. Pemeriksaan keuangan
diatur b. Atestasi b. Pemeriksaan Kinerja
c. Akuntansi dan review c. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu
d. Konsultasi
Dalam hal ini SPAP memiliki pengaturan lingkup bidang yang lebih luas daripada SPKN

Pengendalian Diatur secara khusus dalam suatu kumpulan standar Hanya sedikit disinggung dalam standar umum
Mutu tersendiri
Standar Pada standar auditing dalam SPAP standar pelaksanaan a. adanya perencanaan dan supervisi
pelaksanaan meliputi : b. pemahaman atas SPI
a. adanya perencanaan dan supervise c. perolehan bukti yang kompeten
b. Pemahaman atas SPI d. pengkomunikasian infomasi oleh pemeriksa
c. Perolehan bukti yang kompeten e. pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya
f. merancang pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyimpangan,
kecurangan dan ketidakpatutan
g. pengembangan temuan
h. pendokumentasian proses pemeriksaan
17
SPKN mengadopsi standar pelaksanaan yang terdapat pada standar auditing SPAP dengan memberikan beberapa tambahan
Lanj...
Kriteria SPAP SPKN
Standar Pada standar auditing SPAP standar a. Pengungkapan prinsip akuntansi yang digunakan
Pelaporan pelaporannya adalah : b. Pengungkapan atas penerapan prnsip akuntansi yang
a. Pengungkapan prinsip akuntansi yang digunakan digunakan
b. Pengungkapan atas penerapan prnsip akuntansi c. Pengungkapan informatif atas laporan yang diperiksa
yang digunakan harus memadai
c. Pengungkapan informatif atas laporan yang d. Pernyataan pemeriksa atas keseluruhan hasil pemeriksaan
diperiksa harus memadai e. Peryataan kepatuhan terhadap standar pemeriksaan
Pernyataan pemeriksa atas keseluruhan hasil f. Pelaporan tentang kepatuhan terhadap Undang Undang
pemeriksaan g. Pelaporan kondisi SPI obyek pemeriksaan
h. Pelaporan Tanggapan dari Pejabat yang
bertanggungjawab
i. Pelaporan mengenai informasi rahasia
j. Penerbitan dan Pendistribusian laporan
SPKN mengadopsi standar pelaporan dalam standar auditing dalam SPAP dengan memberikan beberapa tambahan
18
2. Perbandingan dalam Isi

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)

PSP 01 Standar Umum

Kompetensi Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan
memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup profesional yang memadai untuk melaksanakan
sebagai auditor. tugas pemeriksaan
Independensi Dalam semua hal yang berhubungan Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan
dengan perikatan, independensi dalam sikap mental pemeriksaan, organisasi pemeriksa dan pemeriksa,
harus dipertahankan oleh auditor. harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari
gangguan pribadi, ekstern, dan organisasi yang
dapat mempengaruhi independensinya

Kemahiran Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan
Profesional auditor wajib menggunakan laporan hasil pemeriksaan, pemeriksa wajib
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama menggunakan kemahiran profesionalnya secara
cermat dan seksama
19
Lanj...

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)


Pengendalian Mutu Tidak ada Setiap organisasi pemeriksa yang melaksanakan
pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan harus
(diatur tersendiri dalam Pernyataan Standar memiliki sistem pengendalian mutu yang memadai,
Pengendalian Mutu) dan sistem pengendalian mutu tersebut harus direviu
oleh pihak lain yang kompeten (pengendalian mutu
ekstern)

PSP 02 Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan

Perencanaan dan Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya
Supervisi dan jika digunakan tenaga asisten harus disupervisi dan jika digunakan tenaga asisten harus disupervisi
dengan semestinya. dengan semestinya.
Pemahaman Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern
Pengendalian harus diperoleh untuk merencanakan audit dan harus diperoleh untuk merencanakan audit dan
Intern menentukan sifat dan lingkup pengujian yang akan menentukan sifat dan lingkup pengujian yang akan
dilakukan. dilakukan. 20
Lanj...

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)


Bukti Audit Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi, Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar
dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang
keuangan yang diaudit. diaudit.
Komunikasi - Pemeriksa harus mengomunikasikan informasi yang berkaitan
Pemeriksa dengan sifat saat lingkup pengujian, pelaporan yang direncanakan,
dan tingkat keyakinan kepada manajemen entitas yang diperiksa
dan atau pihak yang meminta pemeriksaan

Pertimbangan - Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan


Pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut atas rekomendasi yang signifikan
Sebelumnya dan berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang sedang
dilaksanakan

21
Lanj...

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)

Deteksi - a. Pemeriksa harus merancang pemeriksaan untuk memberikan keyakinan yang


Ketidakpatuhan memadai guna mendeteksi salah saji material yang disebabkan oleh ketidakpatuhan
terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan
material terhadap penyajian laporan keuangan.
b. Pemeriksa harus waspada pada kemungkinan adanya situasi dan/atau peristiwa
yang merupakan indikasi kecurangan dan/atau ketidakpatutan .

Pengembangan - Pemeriksa harus merencanakan dan melaksanakan prosedur pemeriksaan untuk


Temuan mengembangkan unsur-unsur temuan pemeriksaan
Pemeriksaan
Dokumentasi - Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumentasi pemeriksaan dalam
Pemeriksaan bentuk kertas kerja pemeriksaan. Dokumentasi pemeriksaan harus mendukung
opini, temuan, simpulan dan rekomendasi pemeriksaan
22
Lanj...

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)

Dokumentasi - Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara


Pemeriksaan dokumentasi pemeriksaan dalam bentuk kertas kerja
pemeriksaan. Dokumentasi pemeriksaan harus
mendukung opini, temuan, simpulan dan rekomendasi
pemeriksaan

23
• PSP 03 Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)

Pernyataan Penyajian Laporan audit harus menyatakan Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan disajikan
Sesuai PABU apakah laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau
sesuai dengan prinsip akuntansi yang
prinsip akuntansi yang lain yang berlaku secara komprehensif.
berlaku umum di Indonesia atau
prinsip akuntansi yang lain yang
berlaku secara komprehensif.
Pengungkapan Laporan auditor harus menunjukkan, Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan
Inkonsistensi jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
Penerapan PABU prinsip akuntansi dalam penyusunan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode
laporan keuangan periode berjalan sebelumnya.
dibandingkan dengan penerapan
prinsip akuntansi tersebut dalam
periode sebelumnya.
• Lanj……

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)

Pengungkapan Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus
Kecukupan Informasi harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan
dalam laporan audit. audit.

Opini • Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan • Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat
pendapat mengenai laporan keuangan secara mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi
keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
demikian tidak dapat diberikan. • Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan maka
•Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat alasannya harus dinyatakan.
diberikan maka alasannya harus dinyatakan. • Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan,
• Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat
keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat
yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang tanggung jawab yang dipikul auditor.
dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab
yang dipikul auditor.
• Lanj……

Kriteria SPAP (IAI) SPKN (BPK)


Laporan Kepatuhan - Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan harus mengungkapkan bahwa pemeriksa telah melakukan
pengujian atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan
material terhadap penyajian laporan keuangan
Laporan Pengendalian - Laporan atas pengendalian intern harus mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian intern atas pelaporan
Intern keuangan yang dianggap sebagai “kondisi yang dapat dilaporkan”
Tanggapan Terperiksa - Laporan hasil pemeriksaan yang memuat adanya kelemahan dalam pengendalian intern, kecurangan, penyimpangan
dari ketentuan peraturan perundang-undangan, dan ketidakpatutan, harus dilengkapi tanggapan dari pimpinan atau
pejabat yang bertanggung jawab pada entitas yang diperiksa mengenai temuan dan rekomendasi serta tindakan
koreksi yang direncanakan
Informasi Rahasia Informasi rahasia yang dilarang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan untuk diungkapkan kepada umum
tidak diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan. Namun laporan hasil pemeriksaan harus mengungkapkan sifat
informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan tidak
dilaporkannya informasi tersebut
Distribusi Laporan - Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada lembaga perwakilan, entitas yang diperiksa, pihak yang mempunyai
kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa, pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut
hasil pemeriksaan, dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang 31 berlaku
PSP 04
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KINERJA

PERENCANAAN

SUPERVISI

BUKTI PEMERIKSAAN

DOKUMENTASI PEMERIKSAAN
PSP 04.01
PERENCANAAN

 Pekerjaan harus direncanakan secara memadai.


 Dalam merencanakan pemeriksaan, harus:
 Mempertimbangkan signifikansi masalah & kebutuhan pengguna
 Memperoleh pemahaman mengenai program (peraturan, tujuan,
input, proses, output, outcome)
 Mempertimbangkan SPI;
 Merancang pemeriksaan untuk mendeteksi ketidakpatuhan,
kecurangan, dan ketidakpatutan;
 Mengidentifikasi kriteria (masuk akal, dapat dicapai, relevan)
 Mempertimgbangkan pekerjaan pemeriksa lain atau ahli
 Mengomunikasikan kepada pihak terkait
PSP 05
PELAPORAN PEMERIKSAAN KINERJA

BENTUK LAPORAN

ISI LAPORAN

UNSUR KUALITAS LAPORAN

DISTRIBUSI LAPORAN
HASIL PEMERIKSAAN KINERJA

TEMUAN-TEMUAN

PROSES
MENYIMPULKAN

SIMPULAN

PROSES PENENTUAN
REKOMENDASI
REKOMENDASI
PSP 05.02
ISI LAPORAN
 Pernyataan pemeriksaan dilakukan sesuai SPKN
 Umum (tujuan, lingkup, metodologi)
 Temuan (harus mengungkap kelemahan SPI signifikan, penyimpangan dari peraturan, dan
kecurangan, jika ada)
 Simpulan (Jawaban atas pemcapaian tujuan pemeriksaan)
 Rekomendasi (harus memberi rekomendasi perbaikan kinerja)
 Tanggapan dari pejabat yg bertanggung jawab
 Hal yang memerlukan penelahan lebih lanjut
 Informasi Rahasia
PEMERIKSAAN
DENGAN
TUJUAN TERTENTU

PELAKSANAAN 7 PELAPORAN
6 PEMERIKSAAN DENGAN
TUJUAN TERTENTU
PEMERIKSAAN DENGAN
TUJUAN TERTENTU
PSP 06
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN TUJUAN TERTENTU

KOMUNIKASI PEMERIKSA
PERENCANAAN & SUPERVISI
PERTIMBANGAN PEMERIKSAAN
SEBELUMNYA
BUKTI
PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN

DETEKSI KETIDAKPATUHAN

DOKUMENTASI PEMERIKSAAN
PSP 07
PELAPORAN PEMERIKSAAN TUJUAN TERTENTU

PERNYATAAN ASERSI PERNYATAAN SESUAI DENGAN STANDAR


PEMERIKSAAN
SIMPULAN ATAS ASERSI
LAPORAN PENGENDALIAN INTERN DAN
KEPATUHAN
PENGUNGKAPAN
TANGGAPAN TERPERIKSA
KEBERATAN
PENGUJIAN BERDASARKAN INFORMASI RAHASIA
KRITERIA
DISTRIBUSI LAPORAN
PERBEDAAN ANTARA ISA DAN SPKN

ISA VS SPKN

T UJUAN

TANGGUNG JAWARB
AUDITOR

BADAN YANG MEMBUAT

35
Pembahasan Artikel

36
Analisis Perbandingan SPAP, IAS, dan SPKN
(Maylia Pramono Sari)

Latar Belakang
• Dalam rangka mewujudkan good governance pada sektor
privat telah terdapat pedoman pengelolaan keuangan yaitu
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan pedoman auditnya
adalah Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Pertimbangan profesional digunakan dalam perencanaan dan
pelaksanaan pemeriksaan dan pelaporan hasil pemeriksaan

• Dalam hal pemeriksaan pengelolaan keuangan, sektor publik


berhak diaudit oleh auditor independen dari Kantor Akuntan
Publik yang berpedoman pada Standar Profesional Akuntan
Publik (SPAP) dan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang
berpedoman pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara
(SPKN).
37
Tujuan dan Metode Penelitian

Tujuan Penelitian Metode Penelitian


• Tujuan dari penelitian ini adalah melihat • Metode yang digunakan dalam penelitian
perbandingan mengenai standar ini adalah metode penelitian komparatif.
pemeriksaan nasional yaitu SPAP dan Penelitian ini dilakukan dengan cara
SPKN serta standar pemeriksaan melakukan analisa perbandingan baik
internasional yaitu ISA untuk menemukan persamaan ataupun perbedaan dari ketiga
standar yang lebih tepat dan lebih lengkap standar audit tersebut.
untuk pemeriksaan sektor publik.

38
Hasil Penelitian

SPAP merupakan kodifikasi berbagai


pernyataan standar teknis dan aturan
etika yang terdiri dari:

•Pernyataan Standar Auditing


•Pernyataan Standar Atestasi
•Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan
Review
•Pernyataan Standar Jasa Konsultasi
•Pernyataan Standar Pengendalian Mutu

39
Standar yang diterbitkan IAASB
terbagi dalam 3 kategori:

1. Standar audit dan review


informasi keuangan historis
(ISAs, ISREs, IAPSs, IREPSs)
2. Standar untuk penugasan
assurance selain audit atau
review lap. Keu. Historis
(ISAEs dan IAEPS)
3. Standar untuk jasa lainnya
(ISRSs dan IRSPSs)
40
ISA tidak membagi standar auditing dengan kategori seperti halnya SPAP. Pada ISA,
tidak ada Standar Umum, Standar Pekerjaan Lapangan, dan Standar Pelaporan.
Penyajian standar-standar yang ada di ISA sudah mencerminkan proses pengerjaan
auditing.

Pendekatan pekerjaan audit menurut ISA Keenam tahap tersebut yaitu:


dibagi kedalam enam tahap dan dari (1)persetujuan penugasan,
keenam tahap tersebut tidak jauh berbeda
dengan pengaturan dalam SPAP yang (2)pengumpulan informasi, pemahaman
menjadi pedoman audit bagi KAP di bisnis dan sistem akuntansi klien, serta
Indonesia. penetuan unit yang akan diaudit,
(3)pengembangan strategi audit,
(4)melaksanakan audit,
(5)membentuk opini,
(6)membuat laporan audit.
41
• Berdasarkan Badan yang membuatnya
perbedaan ISA dengan SPKN, SPKN
dikeluarkan oleh BPK, sedangkan IAASB
merupakan badan yang dibentuk oleh
International Federation of Accountants
(IFAC) sebagai badan pembuat standar
auditing dan assurance.
• Persamaan SPAP dengan SPKN, keduanya
mengenai standar umum, standar pekerjaan
lapangan dan standar pelaporan, sama-sama
mengenal audit berdasarkan prosedur yang
disepakati.

42
ARTIKEL 2
Status Quo Of International Financial Reporting
Standards And International Standards On Auditing:
A Research On The Accounting Professionals In Konya
Penulis : Raif Parlakkaya, Halil Akmese, dan Kadriye Alev Akmese
Tahun : 2014

• LATAR BELAKANG
• Setelah upaya dan pencapaian harmonisasi dan konvergensi yang
berkaitan dengan standar akuntansi, struktur nasional dan
internasional di seluruh dunia mempercepat upaya mereka terkait
dengan konsensus tentang Standar Pelaporan Keuangan Internasional
(IFRS) dan Standar Internasional tentang Audit (ISA).

43
TUJUAN PENELITIAN METODE PENELITIAN
• Tujuan utama dari penelitian ini adalah • Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuesioner
untuk menyelidiki situasi saat ini di Konya, penelitian yang disiapkan dan diterapkan untuk 100
Turki sehubungan dengan IFRS dan ISA, responden.
yang dilakukan pada Profesional akuntansi • Total jumlah tanggapan yang dapat dihitung untuk
dari berbagai organisasi dengan berbagai penelitian adalah 66.
tingkat pendidikan dan pengalaman untuk • Sampel penelitian dipilih secara proporsional untuk
mencerminkan kesadaran dan persepsi akuntansi profesional yaitu pemegang buku, akuntan,
IFRS dan ISA dan akuntan publik bersertifikat; yang lebih besar dengan
total semua jenis profesional akuntansi di Konya.

44
HASIL PENELITIAN

45
• Kesimpulan
• Dua pertiga dari responden tertarik IFRS dan ISA dan memiliki pengetahuan dengan tingkat membedakan.
• Tapi responden dengan pemadam pengetahuan adalah 7,6% sehubungan dengan SAK dan 3% sehubungan dengan
ISA.
• Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat akuntan yang memenuhi syarat untuk menerapkan dan mengelola baru-
baru ini memperkenalkan SAK dan ISA sangat terbatas.
• Para Responden memantau dan berusaha untuk terus mengikuti perkembangan terbaru tentang isu-isu ini dengan
meningkatnya minat; yang berarti bahwa SAK dan ISA semakin penting dengan setiap hari antara profesional
akuntansi di Konya.