Anda di halaman 1dari 10

KOMITMEN PADA KODE ETIK PROFESIONAL

Bab VII Bidang Studi


Oleh: Selvia (810 BK)
Peserta PLPG 2017: 17140681010037
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

• Kompetensi Inti: Memiliki kesadaran dan komitmen


terhadap etika profesional
• Kompetensi Dasar:
 Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan
pribadi dan profesional
 Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan
kewenangan dan kode etik profesional
 Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan
A. Parameter Objektif Keprofesionalan
Konselor
• Mengecek Kualifikasi Akademik
• Pemenuhan Standar Kinerja (memiliki 11
kemampuan: penyusunan prog. Konseling sekolah;
kompetensi melayani PD & konseling sekolah;
pengetahuan pertumbuhan & perkembangan
manusia; menguasai teori & teknik konseling;
ketakberpihakan, menghargai keadilan &
keragaman; iklim sekolah yg nyaman; kolab dgn
keluarga & komunitas; menggunakan sumber IT;
asesmen thadap PD; kepemimpinan, advokasi &
identitas profesional; mengadakan refleksi diri
• Standar Konselor yang Akuntabel (standar 1 – 13)
• Pengembangan Profesional Berkelanjutan
B. Penyelenggaraan Pelayanan Sesuai dengan
Kewenangan dan Kode Etik Profesional Konselor
1. Kewenangan Guru BK
Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2008), bersandar
pada Gysbers dan Henderson (2006):
a. Merancang kegiatan pelayanan BK
b. Mengimplementasikan kegiatan pelayanan BK
c. Menilai proses dan hasil kegiatan pelayanan BK serta melakukan
penyesuaian-penyesuaian sambil jalan (Mid-course adjustment)
berdasarkan keputusan transaksional selama rentang proses BK dalam
rangka memandirikan konseli (Mind Competence)
d. Mengembangkan profesionalitas sebagai konselor secara
berkelanjutan
B. Penyelenggaraan Pelayanan Sesuai dengan
Kewenangan dan Kode Etik Profesional Konselor
2. Hakekat Kode Etik dalam Profesi Konselor
Hakekat adanya kode etik adalah menjaga kesejahteraan konseli.
Menurut Van Hoose & Kottler (Gladding,2003) alasan kode etik
diperlukan:
 Melindungi profesi dari pemerintah
 Mengawasi ketidaksepakatan dan percekcokan internal
 Melindungi praktisi dari masyarakat
Konselor wajib memiliki nilai sikap, keterampilan, pengetahuan,
wawasan dalam bidang BK; memperoleh pengakuan atas kemampuan
dan kewenangan sebagai konselor.
B. Penyelenggaraan Pelayanan Sesuai dengan
Kewenangan dan Kode Etik Profesional Konselor
3. Cara-Cara Melindungi Diri dari Gugatan Malpraktik
Agar konselor tidak tergelincir dalam malpraktik, maka disarankan
sebagai berikut:
 Jangan cari pengakuan dari orang lain dengan cara membocorkan
rahasia konseli
 Simpan data konseli secara aman
 Konseli yang datang pada konselor adalah orang yang telah memiliki
nilai-nilai, potensi, harapan, dan kebutuhan atau kepentingan. Tugas
konselor mewujudkan nilai harapan itu.
……………..Lanjutan
Cara menghindarkan diri dari malpraktik:
 Jangan melakukan pertukaran konseli
 Jaga keamanan catatan konseling
 Hindari penelitian mahasiswa
 Pastikan data dibawa secara aman
 Selalu konsultasi dengan kolega, gunakan kontrak untuk klarifikasi
hubungan konselor-konseli
 Menyadari dan mengkomunikasikan batas kerahasiaan pada konseli
 Jangan terima hadiah dari konseli
 Kenali hukum setempat yang membatasi praktik
 Terbuka dalam komunikasi dan menunjukkan minat terhadap
kesejahteraan konseli
C. Pelaksanaan Referal Sesuai dengan Keperluan
 Layanan referal: tindakan mentransfer seorang individu ke orang
atau lembaga lain baik di dalam maupun di luar sekolah
 Konseli yang direferal adalah konseli yang memerlukan remedial
atau perlakuan preventif yang tidak dapat dilaksanakan oleh
konselornya
 Pertimbangan utama dalam mengirim konseli: informasi yang
telah dimiliki, kevalidan informasi, informasi tambahan dari staf
lain, tritmen berdasarkan kebutuhan konseli, sumber tritmen
yang tersedia
………….. Lanjutan
 Referal yang efektif memerlukan:
 Menetapkan kebutuhan dan jenis layanan yang diperlukan
 Pengetahuan yang dimiliki para spesialis dan layanan-layanan yang
ditawarkan
 Keterampilan petugas dalam membantu konseli dan keluarga untuk
memanfaatkan layanan referal tersebut
 Jenis-jenis kebutuhan bagi konseli untuk mendapatkan layanan
referal: kebutuhan psikologis, fisiologis/ kesehatan, sosial,
finansial, kebutuhan akan pekerjaan, dan kebutuhan akan
pertumbuhan dan aktualisasi diri.
SEKIAN
dan
TERIMA KASIH
Semoga Bermanfaat