Anda di halaman 1dari 14

PELATIHAN DASAR CPKB

SANITASI DAN HYGIENE


PENGERTIAN KOSMETIK

• Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh
manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut
terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan
atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik (Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat
dan Makanan Republik Indonesia Nomor Hk.00.05.4.1745 tentang Kosmetik; Permenkes No.
1176/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetik)
PENGERTIAN CPKB

• Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) merupakan salah satu faktor penting untuk dapat menghasilkan
produk kosmetik yang memenuhi standar mutu dan keamanan.
• Penerapan CPKB merupakan persyaratan kelayakan dasar untuk menerapkan sistem jaminan mutu dan
keamanan yang diakui dunia internasional. Terlebih lagi untuk mengantisipasi pasar bebas di era globalisasi
maka penerapan CPKB merupakan nilai tambah bagi produk kosmetik Indonesia untuk bersaing dengan
produk sejenis dari negara lain baik di pasar dalam negeri maupu internasional.
• Adapun tujuan dari CPKB adalah :
Secara Umum:
Melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi
persyaratan standar mutu dan keamanan.
Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kosmetik Indonesia dalam era pasar bebas.
Secara Khusus :
Dengan dipahaminya penerapan CPKB oleh para pelaku usaha industri Kosmetik sehingga bermanfaat bagi
perkembangan industri Kosmetik.
Diterapkannya CPKB secara konsisten oleh industri Kosmetik
ASPEK – ASPEK CPKB
• Yang termasuk ke dalam CPKB adalah :
· Sistem manajemen mutu
· Personalia
· Bangunan
· Peralatan
· Sanitasi & Hygene
· Produksi
· Pengawasan mutu
· Dokumentasi
· Audit internal
· Penyimpanan
· Kontrak produksi dan pengujian
· Penanganan keluhan
· Penarikan produk
SANITASI DAN HYGIENE
(ASPEK KE 5 YANG DIATUR DALAM CPKB)

• Menurut Prescott (2002), hygiene menyangkut 2 aspek, yaitu : Yang menyangkut individu (personal
hygiene) dan yang menyangkut lingkungan (environment).
• Hygiene is a concept related to medicine as well as to personal and professional care practices related to
most aspects of living although it is most often associated with cleanliness and preventive measures.
• Menurut Dr. Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitik beratkan
kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat (Azwar, 1998 ; Prescott, 2002).
SANITASI DAN HYGIENE
(ASPEK KE 5 YANG DIATUR DALAM CPKB)

• Dari beberapa pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi
adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitik beratkan kegiatannya kepada usaha-usaha
kesehatan lingkungan hidup manusia.
• Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.
• Tingkat sanitasi dan hygiene yang tinggi hendaklah diterapkan pada setiap aspek pembuatan kosmetik.
Ruang lingkupnya meliputi personalia, bangunan, peralatan dan perlengkapan, bahan produksi serta
wadahnya, dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk
HYGIENE PERORANGAN

• Tiap personil yang masuk ke area pembuatan kosmetik hendaklah mengenakan pakaian pelindung yang
sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakannya.
• Prosedur hygiene perorangan termasuk persyaratan untuk mengenakan pakaian pelindung hendaklah
diberlakukan untuk personil baik karyawan purna waktu, paruh waktu, bahkan jajaran atasan ataupun
tamu yang hendak memasuki area pembuatan kosmetik.
• Untuk menjamin perlindungan produk dari pencemaran pakaian kerja yang kotor dan lap pembersih
yang kotor, hendaklah disimpan dalam wadah tertutup hingga saat pencucian
HYGIENE PERORANGAN

• Program hygiene yang rinci dibuat dan diadaptasikan terhadap berbagai kebutuhan di dalam area
pembuatan.
• Semua personil menjalani pemeriksaan kesehatan pada saat direkrut, sebelum dan selama bekerja, dan
dibuat pemeriksaan kesehatannya secara berkala.
• Semua personil menerapkan hygiene perorangan yang baik.
• Tiap personil yang mengidap penyakit atau yang dapat merugikan mutu produk dilarang menangani
produksi produk dari bahan awal hingga produk jadi.
HYGIENE PERORANGAN
• Semua personil diperintahkan dan didorong untuk melaporkan kepada atasan langsung tiap keadaan.
• Dihindarkan persentuhan langsung antara tangan operator dengan bahan awal, produk antara, hingga
produk ruahan. Sampai dihasilkan produk jadi dalam kemasan yang tertutup rapat.
• Personil diinstruksikan supaya menggunakan sarana mencuci tangan sebelum memasuki daerah
produksi.
• Merokok, makan, minum, mengunyah, menyimpan makanan dan minuman tidak diperbolehkan berada
di area produksi. Dan hanya diperbolehkan diarea tertentu.
SANITASI BANGUNAN DAN FASILITAS
• Bangunan yang digunakan untuk pembuatan kosmetik di desain dan dikontruksikan dengan tepat.
• Hendaklah tersedia dalam jumlah yang cukup, sarana toilet degan ventilasi yang baik.
• Disediakan sarana yang memadai untuk penyimpanan pakaian personil dan milik pribadinya di tempat yang
tepat.
• Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk.
• Rodentisida, insektisida, agen fumigasi dan bahan sanitasi tidak boleh mencemari peralatan, bahan awal,
bahan pengemas, bahan yang sedang diproses.
• Prosedur tertulis yang menunjukkan penanggung jawab untuk sanitasi mengenai jadwal, metode, peralatan
dan bahan pembersih yang harus digunakan.
• Segala praktek tidak higienis di area pembuatan dapat merugikan mutu produk.
PEMBERSIHAN DAN SANITASI PERALATAN

• Setelah digunakan peralatan dibersihkan baik bagian luar maupun dalam sesuai prosedur
• Metode pembersihan dengan cara vakum atau cara basah lebih dianjurkan.
• Pembersihan dan penyimpanan peralatan yang dapat di pindah-pindahkan dan penyimpanan bahan
pembersih dilaksanakan dalam ruangan terpisah dari ruangan pengolahan.
• Prosedur tertulis yang cukup rinci untuk pembersihan dan sanitasi peralatan yang digunakan dalam
pembuatan kosmetik dibuat, divalidasi dan ditaati.
• Catatan mengenai pelaksanaan pembersihan, sanitasi, sterilisasi dan inspeksi sebelum penggunaan
peralatan dibuat dan disimpan secara benar.
VALIDASI PROSEDUR PEMBERSIHAN DAN SANITASI

• Prosedur pembersihan, sanitasi, dan higiene hendaklah di validasi dan di evaluasi secara berkala untuk
memastikan efektivitas prosedur memenuhi persyaratan.
KESIMPULAN

• Pembuatan kosmetik yang baik (CPKB) menyangkut seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu dan
bertujuan untuk menjamin bahwa produk kosmetik dibuat senantiasa memenuhi persyaratan mutu
yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
• Tingkatan sanitasi dan higiene yang tinggi hendaklah diterapkan pada setiap aspek pembuatan
kosmetik. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personil, bangunan, peralatan dan perlengkapan,
bahan produksi serta wadahnya. Dan segala sesuatu yang dapat merupakan sumber pencemaran
potensial hendaklah dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan
terpadu
REFERENSI

• Anonim, 2006. Pedoman Penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Badan Pengawasan Obat dan
Makanan : Jakarta.
• Anonim, 2006. Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Badan
Pengawasan Obat dan Makanan : Jakarta.
• Azwar, Azrul Dr., 1998. Kesehatan Masyarakat Indonesia. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia :
Jakarta.
• Prescott, L.M., Harley, J.P dan Klein, D.A., 2002. Microbiology, Fifth Edition. McGraw Hill : New York.
• Suma’mur P.K. 1988. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. CV. Haji Masagung : Jakarta.