Anda di halaman 1dari 11

PELAYANAN

ANTENATAL TERPADU

Prasetiaeni Hayuningrum , Amd. Keb


Nip : 19870704 201001 2 020

October 25, 2018 1


Tujuan
 Pelayanan antenatal komprehensif dan
berkualitas yang diberikan kepada semua
ibu hamil

October 25, 2018 2


Tujuan Khusus
1. Menyediakan pelayanan antenatal terpadu, komprehensif dan berkualitas,
termasuk konseling kesehatan dan gizi ibu hamil, konseling KB dan
pemberian ASI
2. Menghilangkan “missed opportunity” pada ibu hamil dalam mendapatkan
pelayanan antenatal terpadu, komprensif dan berkualitas
3. Mendeteksi secara dini kelainan/penyakit/gangguan yang diderita ibu
hamil
4. Melakukan intervensi terhadapa kelainan/penyakit/gangguan pada ibu
hamil sedini mungkin melakukan rujukan kasus ke fasilitas pelayan
kesehatan sesuai dengan sistem rujukan yang ada

October 25, 2018 3


Pelayanan antenatal terpadu berkualitas secara
keseluruhan meliputi :
1. Memberikan pelayanan dan konseling kesehatan termasuk gizi agar
kehamilan berlangsung sehat
2. Melakuka deteksi dini masalah, penyakit dan penyulit/komplikasi kehamilan
3. Menyiapkan persalinan yang bersih dan aman
4. Merencanakan antisipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika
terjadi penyulit/komplikasi
5. Melakukan penatalaksanaan kasus serta rujukan cepat dan tepat waktu bila
diperlukan

October 25, 2018 4


Pelayanan berkualitas sesuai standar
terdiri dari :
• Timbang Berat Badan
Penimbangan berat badan pada setiap kali kunjungan antenatal
dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin. Penambahan
berat badan yang kurang dari 9 kilogram selama kehamilan atau kurang dari 1
kilogram setiap bulannya menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan janin
 Ukur lingkar lengan atas (lila)
pengukuran LILA hanya dilakukan pada kontak pertama untuk
skrining ibu hamil beresiko kurang energi kronis (KEK). Kurang energi kronis
disini maksudnya ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dan telah
berlangsung lama (beberapa bulan/tahun) dimana lila kurang dari 23,5 cm, ibu
dengan KEK akan dapat melahirkan bayi berat badan rendah (BBLR)
 Ukur tekanan darah
Pengukuran tekanan darah pada setiap kali kunjungan antenatal
dilakukan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah e” 140/90
mmHg) pada kehamilan dan preeklampsia (hipertensi disertai edema wajah
dan atau tungkai bawah; dan atau proteinuria)

October 25, 2018 5


 Ukur tinggi fundus uteri
 Pengukuran tinggi fundus pada setiap kali kunjungan antenatal
dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak
dengan umur kehamilan. Jika tinggi fundus tidak sesuai dengan umur
kehamilan, kemungkinan ada gangguan pertumbuhan janin. Standar
pengukuran menggunakan pita pengukur setelah kehamilan 24 minggu.
 Hitung denyut jantung janin (DJJ)
 Tentukan presentasi janin
 Beri imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
 Beri tablet tambah darah (tablet besi)
 Periksa laboratorium (Rutin dan khusus)

October 25, 2018 6


Anamnesa Pada Kunjungan Pertama
Ibu hamil :
 Data Diri

October 25, 2018 7


Anamnesa Pada Kunjungan Pertama
Ibu hamil :
 Riwayat kesehatan, alergi atau penyakit
turunan seperti jantung, diabetes, asma dll

October 25, 2018 8


Anamnesa Pada Kunjungan Pertama
Ibu hamil :
• Keluhan Yang di rasakan

October 25, 2018 9


Standar 10 T ANC (Ante Natal
Care)
 Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
 Pemeriksaan tekanan darah (mengantisipasi terjadi pre-eklampsia dan
eklampsia)
 Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas – LILA)
 Pemeriksaan puncak rahim (TFU)
 Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
 Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid
(TT)
 Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan untuk
mencegah anemia
 Test laboratorium
 Tatalaksana kasus (penyuluhan atau pengobatan)
 Temu wicara (konseling), termasuk perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K) serta KB paska persalinan

October 25, 2018 10


Tujuan

October 25, 2018 11