Anda di halaman 1dari 37

Konsep

Asuhan Keperawatan Keluarga

Mei Rianita & Team


STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta
Askep Keluarga

Asuhan Keperawatan Keluarga adalah suatu


rangkaian kegiatan yang diberikan melalui
praktek keperawatan kepada keluarga,
untuk membantu menyelesaikan masalah
kesehatan keluarga tersebut dengan
menggunakan pendekatan proses
keperawatan (Rekawati, 2000).
Tujuan

Menurut (Closkey & Grace 2001) :


1. Memandirikan klien sbgai bagian dari anggota
keluarga
2. Mensejahterakan klien sbgai gambaran
kesejahteraan keluarga
3. Meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi
setiap anggota keluarga
4. Meningkatkan produktivitas klien dan keluarga
5. Meningkatkan kualitas keluarga
MISI Memberikan ASKEP
Keluarga Indonesia
Berkualitas
 Memberdayakan keluarga kesehatan
optimal
 Membina kemitraan kel mandiri
 Meningkatkan peran keluarga
 Mewujudkan kesehatan
 Menyiapkan SDM yang berkualitas dgn
peran serta aktif keluarga sehingga
memiliki karakter yg kuat dan cerdas
SASARAN
Kepmenkes RI No.908/2010 :
 Keluarga Sehat terkait dg siklus
perkembangan manusia & tahapan tumbang
keluarga.Fokus Intervensi Promkes dan
Pencegahan Penyakit
 Keluarga resiko tinggi dan rawan kesehatan
kel memiliki keb u/ adaptasi terkait siklus
perkembangan keluarga.
Cth: bayi BBLR,balita gizi buruk,bumil
anemia,lansia lbh dari 70 tahun, remaja dg
NARKOBA
 Keluarga yang memerlukan tindak lanjut
kel yg mpy mslh keshtan memerlukan pel
keshtan. Cth : klien pasca hospitalisasi pnykt
kronik,degenratif,pnykt terminal
Ada 5 level tingkatan keperawatan
keluarga, dalam hal ini kita fokus pada 2
level yaitu :

1. Asuhan kep individu dalam keluarga


2. Asuhan keluarga
Asuhan keperawatan diberikan
pd individu dlm keluarga
Askep keluarga melibatkan peran aktif
keluarga kegiatan dilakukan antara lain:
1) Penemuan suspek/kasus kontak
serumah
2) Penyuluhan /penkes pd individu dlm
keluarga
3) Pemantauan keteraturn berobat sesuai
program pengobatan
4) Kunjungan rumah sesuai rencana
5) Pelayanan keperawatan dasar
langsung maupun tidak langsung
Askep keluarga ditujukan pada keluarga rawan
kesehatan/kel memiliki masalah kesehatan yg
ditemukan di Masy

1. Identifikasi keluarga rawan kesehatan


2. Penemuan dini suspek /kasus kontak
serumah
3. Penkes terhadap lingkup keluarga
4. Kunjungan rumah sesuai rencana
5. Pelayanan keperawatan dasar langsung/tidak
langsung
6. Pelkes sesuai rencana misalnya memantau
keteraturan pengobatan
7. Konseling keperawatan di rumah
8. Dokumentasi keperawatan
Persiapan Pemberian ASKEP
Keluarga
Menetapkan kel sasaran yg akan
dikunjungi serta kasus-kasus yg perlu
ditindaklanjuti
Menetapkan jdwl kunjungan
Menyiapkan perlengkapan lapangan
Dalam pelaksanaan kunjungan keluarga
sasaran yg dilaksanakan antara laian :

1. Menciptakan suasana/hub yg baik dg


semua anggta keluarga
2. Menggunakan bahasa yg sederhana
3. Memperkenalkan diri dg sopan dan
ramah
4. Menginformasikan tujuan kunjungan
serta meyakinkan keluarga bahwa
kedatangan perawat adlh u/membantu
keluarga menyelesaikan mslh kshtan
yg ad di keluarga
Prinsip Pemberian Asuhan Keperawatan
pada Keluarga (IPPKI,2017)
1. Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam
pelkes
2. Sehat merupakan tujuan utama dlm memberikan
askep keluarga
3. Askep yg diberikan sbg sarana dlm mencapai
peningkatan kes keluarga
4. Perawat melibatkan peran serta aktif sel angt kel
5. Mengutamakan kegiatan promotif dan preventif
dan tidak mengabaikan upaya kuratif dan
rehabilatatif
6. Memanfaatkan sumber daya keluarga
7. Sasaran askep keluarga adalah keluarga yg
berisiko tinggi
8. Kegiatan dalam memberikan askep keluarga
dilakukan dg pendekatan proses keperawatan yg
diberikan di rumah
Tahapan dari Proses Keperawatan
Keluarga
1. Pengkajian keluarga dan individu :
 Mengidentifikasi data demografi,sosial
culture
 Data lingklungan
 Struktur dan fungsi keluarga
 Stress dan koping yg digunakan dalam
keluarga
 Perkembangan keluarga
Pengkajian thd individu :
Fisik, mental,emosi,sosial dan
spiritual
Lanjutan...
2. Perumusan diagnosa keperawatan
3. Penyusunan perencanaan
perencanaan disusun dg menyusun
prioritas menetapkan tujuan,identifikasi
sumber daya keluarga dan menyeleksi
intervensi keluarga
4. Pelaksanaan asuhan keperawatan :
perencanaan yg sdh disusun dilaksanakan
dg n memobilisasi sumber-sumber daya yg
ada di keluarga, masyarakat dan
pemerintah .
5. Evaluasi : perawat melakukan penilaian
terhadap kegiatan yg sdh dilaksanakan
Pengkajian Keluarga
Pengkajian adalah suatu
tahapan dimana seorang
perawat mengambil informasi
secara terus-menerus
terhadap anggota keluarga
yang dibinanya.
Sumber Informasi

 Wawancara
 Observasi
 Pemeriksaan fisik  seluruh
anggota keluarga binaan (data
fokus per-sistem/Gordon)
 Studi dokumentasi
Apa saja yang perlu dikaji???
A. Data umum/identitas keluarga mencakup nama
keluarga, komposisi anggota
keluarga,alamat,agama,suku,bahasa sehari-hari,jarak
pelayanan kesehatan
B. Kondisi kesehatan anggota keluarga
nama,hub dg keluarga,umur,JK, pendidikan
terakhir,pekrjaan saat ini,status gizi,TTV,status imunisasi
dasar,pengguna lat bantu,atau protesa serta status
kesehatan ang keluarga meliputi keadaan umum,riwayat
penyakit/alergi
C. Data pengkajian individu yg mengalami masalah
kesehatan
D. Data kesehatan lingkungan mencakup
sanitasi lingkungan pemukiman, anatar lain
ventilasi,pennerangan, kondisi lantai,tempat
pembuangan sampah dll
E.Struktur keluarga mencakup: struktur peran
,nilai ,komunikasi,kekuatan(struktur keluarga ini
akan menjawab pertanyaan ttg angt keluarga,
bgmna hub antara angt keluarga)
F. Riwayat dan tahap perkembangan
keluarga
G. Fungsi keluarga.
http://courses.wcupa.edu/ttreadwe/courses/02courses/Standard%20Symbols_files/standardSymbols.gif
http://www.smartdraw.com/tutorials/genograms/images/common-genogram-symbols.gif
Next…

Format
pengkajian

 Format Pengkajian Resume


 Format Pengkajian Friedman
Analisis Data
Analisa data
Data yang diperoleh dari hasil pengkajian kemudian
dikelompokkan sesuai dengan masalah keperawatan

Diagnosa Keperawatan adalah keputusan klinis mengenai


individu,keluarga dan masyrakat yang diperoleh melalui
pengumpulan data dan analisis yg sistematis.

Diagnosa dianalisis dri hsl pengkajian thd adanya masalah thd


tahap perkembangan , lingkungan keluarga, struktur keluarga,
fungsi keluarga,koping keluarga, baik aktual,risiko dan maupun
sejahtera.
 Menentukan Masalah dapat merujuk ke
karakteristik masalah yang ada di dalam
Nanda. Lihat buku diagnosa Nanda

 Cth kasus keluarga Bapak W mengalami batuk lebih dari 1


bulan,batuk bercampur darah,napas sesak, tampak
menggunakan otot pernapasan, Mual dan muntah,membran
mukosa pucat,anemik keringat malam hari BB
menurun,kelemahan atau tonus otot menurun
Masalah kes individu dlm keluarga:
 Ketidakefektifan pola napas pd Bapak W (sesak napas,
menggunakan otot bantu pernapasan)
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada
Bp W (lihat karakteristik masalah cth penurunan BB,mukosa
pucat,kelemahan) apabila karakteristi masalah lebh ≥ 2 dpt
diangkat diagnosa)
 Masalah Kesehatan Anggota Keluarga
 Hasil pengkajian Bapak X tampak lingkungan tempat tinggal
tampak kotor, tidak memiliki sumber pembuangan limbah, ,
tampak rumah berantakan dan kotor,anak W sering jajan di
luar kantin sekolah. Hasil pengkajian anak W setiap 3 bulan
sekali mengalami diare,dan orangtua mengizinkan utk jajan
di luar karena sibuk bekerja.

Data: lingkungan kotor, tidak ada saluran


pembuangan limbah, sering jajan di luar, sering
diare data menunjukkan masalah pemeliharaan
kesehatan:
Dx.Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pd
keluarga Bp. X
 Definisi ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan:
ketidakmampuan mengidentifikasi,mengelolaatau mencari
bantuan kesehatan.
Contoh kasus 1
 Silakan identifikasi:
 Bapak Mu menjelaskan belum tahu bahwa ada gejala darah tinggi karena
selama ini tidak pernah kontrol berobat, namun gejala yang dirasakan
semenjak 2 minggu terakhir adalah kadang-kadang pusing bagian tengkuk
intensitas nyeri 8 dan nyeri hilang timbul, namun setelah minum obat warung
sembuh tapi beberapa hari kemudian sakit kepala lagi
 akhir akhir ini masih pusing apabila sambil melakukan pekerjaan, bila pusing
sering bagian tengkuk intensitas nyeri kurang dari 5 menit dan skala nyeri 9 ,
bila pusing hanya tiduran saja belum pernah minum obat darah tinggi kadang-
kadang beli obat warung dan belum pernah memeriksakan ke pelayanan
kesehatan seperti puskesmas.

 Tampak wajah ibu T kurang bersemangat dan kelelahan.dan Bp. M u tampak


lesu namun saat dan wajah yang tegang
 TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P: 22x/mnt, N: 85 x/mnt
 TTV Ibu T 160/100mmHg, P:20x/mnt, N: 80 x/mnt
Diagnosa Keperawatan
DS.
Bapak Mu menjelaskan belum Nyeri akut pada keluarga
tahu bahwa ada gejala darah tinggi karena Bp. Mu
selama ini tidak pernah kontrol berobat,
namun gejala yang dirasakan semenjak 2
minggu terakhir adalah kadang-kadang pusing
bagian tengkuk intensitas nyeri 8 dan nyeri
hilang timbul, namun setelah minum obat
warung sembuh tapi beberapa hari kemudian
sakit kepala lagi akhir akhir ini masih pusing
apabila sambil melakukan pekerjaan, bila
pusing sering bagian tengkuk intensitas nyeri
kurang dari 5 menit dan skala nyeri 9 , bila
pusing hanya tiduran saja belum pernah
minum obat darah tinggi kadang-kadang beli
obat warung dan belum pernah memeriksakan
ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Do. Tampak wajah ibu T kurang bersemangat


dan kelelahan.dan Bp. M u tampak lesu
namun saat dan wajah yang tegang
TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P: 22x/mnt,
N: 85 x/mnt
TTV Ibu T 160/100mmHg, P:20x/mnt, N: 80
x/mnt
Kasus 2
 silakan identifikasi
 Keluarga bp M menceritakan bebannya kepada perawat, saat ini yang
dipikirkan anak perempuan yang sampai saat ini masih belum kerja
dan belum dapat jodoh kepikiran sudah berumur namun belum ada
calon, kami merasa sedih.
 Saat ini Ibu T menceritakan yang menjadi pikiran adalah anak
perempuan yang bungsu belu menikah dan sangat pemalu. Saya
kepikiran anak saya karena kurus sekali kurang nafsu makan dan
sepertinya banyak pikran sering lebih suka diam tidak pernah
bercerita dengan keluarga.
 TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P: 22x/mnt, N: 85 x/mnt
 TTV Ibu T 160/100mmHg, P:20x/mnt, N: 80 x/mnt
 TD: . Tampak wajah ibu T kurang bersemangat dan kelelahan.
Diagnosa Keperawatan
DS.
Keluarga bp M menceritakan bebannya kepada
perawat, saat ini yang dipikirkan anak
Ketidakefektifan koping
perempuan yang sampai saat ini masih belum pada keluarga bp Mu
kerja dan belum dapat jodoh kepikiran sudah
berumur namun belum ada calon, kami merasa
sedih.
Saat ini Ibu T menceritakan yang menjadi
pikiran adalah anak perempuan yang bungsu
belu menikah dan sangat pemalu. Saya
kepikiran anak saya karena kurus sekali
kurang nafsu makan dan sepertinya banyak
pikran sering lebih suka diam tidak pernah
bercerita dengan keluarga.
.

Do.
TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P:
22x/mnt, N: 85 x/mnt
TTV Ibu T 160/100mmHg,
P:20x/mnt, N: 80 x/mnt
TD: . Tampak wajah ibu T kurang
bersemangat dan kelelahan.
Kasus 3
 Bapak Mu menjelaskan belum tahu bahwa ada gejala darah tinggi
karena selama ini tidak pernah kontrol berobat, namun gejala yang
dirasakan semenjak 2 minggu terakhir adalah kadang-kadang pusing
bagian tengkuk intensitas nyeri 8 dan nyeri hilang timbul, namun
setelah minum obat warung sembuh tapi
 beberapa hari kemudian sakit kepala lagi,kemudian dibiarkan saja,
tapi badan mudah lelah dan sulit tidur, setelah gejala yang terjadi
 keuarga bapak Mu belum pernha mengunjungi pelayanan
kesehatan..
 Untuk makanan yang dimakan tidak ada pantangan hampir dua hari
sekali makan ikan asin, karena menambah nafsu makan, jarang
makan buah dan sayur sedikit, tiap hari setia pagi dan sore minum
kopi.
 Keluarga bapak Mu Tidak pernah mengikuti olah raga namun
kegiatan setiap hari mengangkut sampah sehingga selalu berkeringat
 DO: TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P: 22x/mnt, N: 85 x/mnt
 TTV Ibu T 160/100mmHg, P:20x/mnt, N: 80 x/mnt
Silakan dilengkapi
Analisa Data Diagnosa Keperawatan
DS.: Ketidakefektifan
Bapak Mu menjelaskan belum tahu bahwa ada
gejala darah tinggi karena selama ini tidak
pemeliharaan kesehatan
pernah kontrol berobat, namun gejala yang keluarga bapak Mu
dirasakan semenjak 2 minggu terakhir adalah
kadang-kadang pusing bagian tengkuk
intensitas nyeri 8 dan nyeri hilang timbul,
namun setelah minum obat warung sembuh
tapi beberapa hari kemudian sakit kepala
lagi,kemudian dibiarkan saja, tapi badan
mudah lelah dan sulit tidur, setelah gejala yang
terjadi keuarga bapak Mu belum pernha
mengunjungi pelayanan kesehatan..
Untuk makanan yang dimakan tidak ada
pantangan hampir dua hari sekali makan ikan
asin, karena menambah nafsu makan, jarang
makan buah dan sayur sedikit, tiap hari setia
pagi dan sore minum kopi.
Keluarga bapak Mu Tidak pernah mengikuti
olah raga namun kegiatan setiap hari
mengangkut sampah sehingga selalu berkeri
.Do:
TTV: Bp. Mu TD: 140/90 mmhg, P: 22x/mnt,
N: 85 x/mnt
TTV Ibu T 160/100mmHg, P:20x/mnt, N: 80
x/mnt
Norma2 yg perlu diperhatikan:

 Keadaan kesehatan yang normal dari


setiap anggota keluarga
meliputi : kesehatan fisik,mental&sosial;
tumbang;gizi,status imunisasi; KB
 Keadaan rumah dan sanitasi lingkungan
meliputi : keadaan rumah, sumber air, jamban,
pembuangan limbah, pemanfaatan pekarangan)
 Karakteristik keluarga
meliputi : Sifat-sifat keluarga; dinamika,
komunikasi, interaksi, kesanggupan keluarga dalam
membawa perkembangan anggota keluarga,
kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam
keluarga.
Rumusan diagnosis kep
keluarga:

 Diagnosa Kep Keluarga


Nursing Care Plan

 NCP Kep Keluarga


Catatan Perkembangan

No Diagnosa Kep Tgl/Jam Impleme Evaluasi T.Tangan


ntasi
1 Perilaku Subjektif
kesehatan Objektif
cenderung Analisa
beresiko
TERIMA
KASIH