Anda di halaman 1dari 30

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Yunita Mega Silvia - 1714290070


PENGERTIAN

 Menurut Irawati (2005 : 22),


 Rasio keuangan merupakan teknik analisis dalam bidang manajemen keuangan
yang dimanfaatkan sebagai alat ukur kondisi keuangan suatu perusahaan dalam
periode tertentu, ataupun hasil-hasil usaha dari suatau perusahaan pada satu
periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang diambil
dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun laba rugi.
 Menurut Kasmir (2012:104),
 Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada
dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka
lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen
dalam satu laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan
keuangan.
PENGERTIAN

 Menurut Samryn (2011),


 Analisis Rasio Keuangan adalah suatu cara yang membuat
perbandingan data keuangan perusahaan menjadi lebih arti. Rasio
keuangan menjadi dasar utk menjawab beberapa pertanyaan
penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.
 Menurut Munawir (2004:37),
 Analisis rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui
hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi
secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Rasio Likuditas Rasio Manajemen Rasio Manajemen


Aktiva Utang

Rasio Profitabilitas Rasio Nilai Pasar


RASIO LIKUIDITAS
 Rasio Likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban hutang jangka
pendeknya saat jatuh tempo. Rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya saat
jatuh tempo.

Jenis-jenis Rasio Likuiditas:


 Rasio Lancar (Asset Ratio)
 Rasio Cepat (Quick Ratio Acid Test)
 Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio Lancar
 Rasio Lancar atau Current Rasio adalah ukuran kinerja neraca keuangan
terhadap likuiditas perusahaan. Rasio lancar menunjukan kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban hutang jangka pendek. Rasio Lancar
ini mengukur apakah perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk
membayar hutangnya selama 12 bulan kedepan. Rasio Lancar atau Current
Ratio ini dihitung dengan membagikan aktiva lancar (current asset) dengan
kewajiban lancar (Current Liabilities).

Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar


Rasio Cepat
 Rasio Cepat atau juga dikenal dengan Quick Ratio atau Acid Test Ratio ini
adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
pendeknya dengan menggunakan aset yang paling likuid (paling cair) atau
aset yang mendekati uang tunai (aset cepat). Aset cepat termasuk aset
lancar atau aktiva lancar yang mungkin dapat dengan cepat dikonversi
menjadi uang tunai yang mendekati nilai bukunya. Rasio Cepat ini
dipandang sebagai tanda kekuatan atau kelemahan keuangan suatu
perusahaan karena dapat memberikan informasi tentang likuiditas jangka
pendek perusahaan. Rasio Cepat atau Quick Ratio ini dapat memberitahu
kepada kreditur berapa banyak hutang jangka pendek perusahaan yang
dapat dipenuhi dengan menjual semua aset likuid (aset cair) dalam waktu
yang paling singkat.

Rasio Cepat = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang


Lancar
Rasio Kas
 Rasio Tunai atau Rasio Kas Cash Ratio adalah perbandingan atau rasio
antara total tunai (cash) dan setara kas perusahaan dengan kewajiban
lancar. Rasio ini untuk menentukan apakah perusahaan dapat memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Rasio Kas ini pada umumnya merupakan
pandangan yang lebih konservatif terhadap kemampuan perusahaan untuk
menutupi kewajibannya dari rasio likuiditas lainnya karena aset-aset lain
dan piutang usaha tidak dimasukan kedalam perhitungan Rasio kas ini.

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / Hutang Lancar


RASIO MANAJEMEN AKTIVA
 Rasio manajemen aktiva digunakan untuk mengukur seberapa
efektif perusahaan mengelola aktivanya. Rasio manajemen aktiva
atau Rasio Efisiensi ini sangat bermanfaat bagi manajemen
Perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja
perusahaannya. Bagi Investor dan Kreditor, Rasio Aktivitas ini sangat
bermanfaat untuk menilai dan mengukur Efisiensi dan Profitabilitas
perusahaan yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan Rasio Aktivitas
ini akan berjalan seiring dengan Rasio Profitabilitas. Ketika sebuah
perusahaan lebih efisien dengan sumber dayanya, maka perusahaan
tersebut akan cenderung menjadi perusahaan yang menguntungkan
atau perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi.

Jenis-jenis Rasio Manajemen Aktiva:


 Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)
 Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover Ratio)
 Rasio Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio)
Rasio Perputaran Persediaan
 Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) adalah jenis rasio
aktivitas yang menunjukan seberapa efektif persediaan dikelola dengan
membandingkan harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata
untuk suatu periode. Dengan kata lain, Rasio Perputaran Persediaan ini
adalah rasio yang menilai efisiensi pengendalian persediaan barang yang
dibeli perusahaan untuk dijual kembali.

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / Persediaan


Rasio Perputaran Total Aktiva
 Rasio Perputaran Total Aktiva atau Total Assets Turnover Ratio adalah rasio
efisiensi yang mengukur efisiensi penggunaan aset perusahaan terhadap
penjualan produk. Dengan kata lain, Rasio Perputaran Total Aktiva ini
adalah pengukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan
dari total asetnya dengan membandingkan penjualan bersih dengan total
aset rata-rata.

Rasio Perputaran Total Aktiva = Penjualan / Total


Aktiva
Rasio Perputaran Aktiva Tetap
 Seperti namanya, Rasio Perputaran Aktiva Tetap atau Fixed Assets Turnover
Ratio ini membandingkan penjualan perusahaan dengan aset tetapnya.
Rasio ini dapat menunjukan seberapa efektif dan efisien perusahaan
menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan.

Rasio Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan / Aktiva Tetap Bersih


RASIO MANAJEMEN UTANG
 Rasio Manajemen Utang atau sering juga disebut dengan Rasio
Leverage (Leverage Ratio) adalah suatu rasio keuangan yang
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka panjangnya seperti pembayaran bunga atas hutang,
pembayaran pokok akhir atas hutang dan kewajiban-
kewajiban tetap lainnya. Hutang Jangka Panjang biasanya
didefinisikan sebagai kewajiban membayar yang jatuh
temponya lebih dari satu tahun.

Jenis-jenis Rasio Manajemen Utang:


 Rasio Hutang (Debt Ratio)
 Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga (Times Interest Earned
Ratio)
 Rasio Cakupan EBITDA (EBITDA Coverage Ratio)
Rasio Hutang
 Debt Ratio atau Rasio Hutang adalah Rasio yang digunakan untuk
mengukur seberapa besar perusahaan mengandalkan hutang untuk
membiayai asetnya. Debt Ratio atau Rasio Hutang ini dihitung dengan
membagikan total hutang (total liabilities) dengan total aset yang
dimilikinya. Debt Ratio ini sering juga disebut dengan Rasio Hutang
Terhadap Total Aset (Total Debt to Total Assets Ratio).

Rasio Hutang = Total Hutang / Total Aktiva


Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga
 Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga atau Times Interest Earned adalah rasio
yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau menutupi
beban bunga di masa depan. Times Interest Earned Ratio ini juga sering
disebut juga Interest Coverage Ratio. Cara menghitungnya adalah dengan
membagi laba sebelum pajak dan bunga dengan Biaya Bunga.

Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga = Laba sebelum Pajak dan bunga


/ Beban Bunga
Rasio Cakupan EBITDA
 EBITDA singkatan dari Earning BEFORE Interest, Tax, Depreciation and
Amortisation. Adalah laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.
EBITDA merupakan indikator kinerja keuangan perusahaan yang tidak
didefinisikan dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) atau di
indonesia disebut juga dengan PSAK Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan.

Rasio Cakupan EBITDA = EBITDA + Pembayaran Sewa /


Bunga + Pembayaran Pokok + Pembayaran Sewa
RASIO PROFITABILITAS
 Rasio Profitabilitas atau Profitability Ratio adalah rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba (profit) dari pendapatan (earning) yang
berhubungan dengan penjualan, aset dan ekuitas. Rasio Profitabilitas
ini pada dasarnya digunakan untuk menunjukan seberapa baiknya
perusahaan dapat memperoleh laba atau keuntungan dari operasi
mereka.

Jenis-jenis Rasio Profitabilitas:


 Margin Laba Atas Penjualan ( Profit Margin On Sales)
 Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba ( Basic Earning
Power )
 Tingkat Pengembalian Total Aktiva ( Return On Total Assets )
 Tingkat Pengembalian Ekuitas Saham Biasa ( Return On Common
Equity)
Margin Laba Atas Penjualan
 Margin Laba Atas Penjualan atau Profit Margin On Sales digunakan untuk
mengukur jumlah laba bersih per nilai dolar penjualan; yang dihitung
dengan membagi laba bersih dengan penjualan, yang akan menunjukkan
laba per nilai dolar penjualan.

Margin Laba Atas Penjualan = Laba Bersih / Penjualan


Rasio Kemampuan Dasar Untuk
Menghasilkan Laba
 Rasio Kemampuan Dasar Untuk Menghasilkan Laba, lebih sering disebut
dengan Basic Earning Power (BEP). ini mengindikasikan kemampuan dari
aktiva – aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba operasi. Yang dihitung
dengan membagi keuntungan sebelum beban bunga dan pajak (EBIT)
dengan total aktiva.

BEP = EBIT / Total Aktiva


Tingkat Pengembalian Total Aktiva
 Return On Total Assets atau Tingkat Pengembalian Total Aktiva adalah rasio
profitabilitas yang menunjukan persentase keuntungan yang diperoleh
perusahaan sehubungan dengan keseluruhan sumber daya atau total aktiva.
Return On Total Assets atau sering disingkat dengan ROA adalah rasio yang
mengukur seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola asetnya
untuk menghasilkan laba selama suatu periode. ROA dinyatakan dalam
persentase (%)

ROA = Laba Bersih / Total Aktiva


Tingkat Pengembalian Ekuitas Saham Biasa
 Rasio Tingkat Pengembalian Ekuitas Saham Biasa atau Return On Common
Ratio yang biasanya disingkat dengan ROE adalah rasio profitabilitas yang
mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi
pemegang saham di perusahaan tersebut. ROE dinyatakan dalam
persentase (%)

ROE = Laba Bersih / Ekuitas Biasa


RASIO NILAI PASAR
 Satu kelompok rasio yang terakhir, rasio nilai pasar (Market
Value Ratio), akan menghubungkan harga saham perusahaan
pada laba, arus kas, dan nilai buku per sahamnya. Rasio ini
dapat memberikan indikasi kepada manajemen mengenai apa
yang dipikirkan oleh para investor tentang kinerja masa lalu
dan prospek perusahaan di masa mendatang.

Jenis-jenis Rasio Nilai Pasar:


 Rasio Harga / Laba (Price / Earning Ratio)
 Rasio Harga / Arus Kas (Price / Cash Flow Ratio)
 Rasio Nilai Pasar / Nilai Buku (Market / Book Ratio)
Rasio Harga / Laba
 Rasio Harga/Laba (Price/Earning Ratio) digunakan untuk menunjukkan
berapa banyak jumlah uang yang dikeluarkan oleh para investor untuk
membayar setiap dolar laba yang dilaporkan.

Rasio Harga/Laba = Harga per lembar saham / Laba


per lembar saham
Rasio Harga / Arus Kas
 Rasio Harga / Arus Kas (Price / Cash Flow Ratio) adalah rasio harga per
saham dibagi dengan arus kas per saham, menunjukkan jumlah dana yang
akan dibayarkan investor untuk setiap dana arus kas. Di beberapa industri,
harga saham memiliki hubungan yang lebih erat dengan arus kas daripada
laba bersih. Karena itu, investor sering melihat Rasio Harga/Arus Kas.

Rasio Harga/Arus kas = Harga per lembar saham / Arus


Kas per lembar saham
Rasio Nilai Pasar / Nilai Buku
 Rasio Nilai pasar suatu saham terhadap nilai bukunya memberikan indikasi
pandangan investor atas perusahaan. Perusahaan yang dipandang baik
oleh investor, yang artinya perusahaan dengan laba dan arus kas yang
aman serta terus mengalami pertumbuhan dijual dengan rasio nilaibuku
yang lebih tinggi dibandingkn perusahaan dengan pengembalian yang
rendah. Selanjutnya, kita membagi harga pasar per saham dengan nilai
buku per saham untuk mendapatkan rasio nilai pasar/nilai buku.

Rasio Nilai Pasar / Nilai Buku = Ekuitas Saham Biasa /


Jumlah Saham Beredar
CONTOH KASUS
 Dalam pembahasaan kali ini, kita akan menghitung
rasio-rasio keuangan tahun 2002 untuk Allied Food
Products, dengan menggunakan data neraca dan
laporan laba rugi dibawah ini.
Allied Food Products : Neraca per 31 Desember
(dalam Jutaan Dolar)

AKTIVA 2002 2001 KEWAJIABAN DAN EKUITAS 2002 2001

Kas dan Sekuritas 10 80 Utang 60 30


Piutang 375 315 Wesel tagih 110 60
Pesediaan 615 415 Akrual 140 130
T.AL 1.000 810 T. KL 310 220
Aktiva tetap bersih 1.000 870 Obligasi 754 580
T. Kewajiban 1.064 800
Saham Preferen(400.000lb) 40 40
Saham Biasa (5.000.000lb) 130 130
Laba ditahan 766 710
T. Ekuitas biasa 896 840
Total Aktiva 2.000 1.680 T. Kewajiban dan Ekuitas 2.000 1.680
Allied Food
Products :
Laporan Laba
Rugi per 31
Desember (dalam
Jutaan Dolar,
kecuali untuk data
per saham)
Penyelesaian
 Likuiditas :
Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar
$100 / $310 = 3,2 x

 Manajemen Aktiva :
Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / Persediaan
$3.000 / $615 = 4,9 x

 Manajemen Utang :
Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga (TIE) = Laba sebelum Pajak dan
bunga / Beban Bunga
$283,8 / $88 = 3,2 X
Penyelesaian
 Profitabilitas :
Margin Laba Atas Penjualan = Laba Bersih / Penjualan
$113,5 / $3.000 = 3,8 %

 Nilai Pasar :
Rasio Harga/Arus kas = Harga per lembar saham / Arus Kas per
lembar saham
$23,00 / $4,27 = 5,4 x