Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 3

Asep Abdullah  Malik Abdul Aziz


 Asep Ramdhani  Murni Ayut Setya
 Ardinata Winingsih
 Ary Rohmansyah  Nur Juliani
 Dede Suhendar  Roni Erlando
 Desi  Wahyudin
 Didit Apriyanto  Yoga Saputra
 Eko Bagus
Winarto

“Biofarmasi Sediaan Obat


Yang Diberikan Secara
Optalmik (Melalui Mata)”
PEMBERIAN OBAT MATA

Pemberian obat melalui mata adalah


memberikan obat ke dalam mata
berupa cairan atau salep.
Tujuannya untuk mengobati
gangguan pada mata, untuk
mendilatasi pupil pada pemeriksaan
struktur internal mata, melemahkann
otot lensa mata pada pengukuran
refraksi mata, dan untuk mencegah
kekeringan mata.
KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN

Larutan mata memiliki kelebihan


dalam hal kehomogenan,
Kelebihan bioavailabilitas dan kemudahan
penangananan. Kelebihan lain yaitu
dosis akurat, meningkatkan shelf life
karena tidak adanya air.

Kekurangannya , volume larutan yang


dapat ditampung oleh mata sangat
Kekurangan terbatas, maka larutan yang berlebih
dapat masuk kenasal lalu masuk ke
jalur GI menghasilkan absorpsi
sistemik yang tidak diinginkan.
ANATOMI MATA
Karakteristik Organ Mata

Kornea tidak mempunyai pembuluh darah tetapi banyak


mengandung akan ujung saraf.
Epitelium dan endotelium dari kornea banyak
mengandung lipid, sehingga menjadi penghalang untuk
senyawa yang larut dalam air.
-Stroma adalah lapisan hidrofilik mengandung 70% sampai
80% air, menjadi penghalang untuk senyawa yang tidak
larut dalam air.
Sklera mengandung banyak pembuluh darah yang
mensuplai darah ke jaringan anterior pada mata.
Konjungtiva dan permukaan kornea dilumasi oleh sebuah
lapisan cairan yang disekresikan oleh kelenjar air mata dan
konjungtiva.
Kelenjar lakrimal menghasilkan cairan yang disebut
dengan air mata. Kelenjar sebaceous menghasilkan cairan
berminyak yang akan tersebar dilapisan mata.
KEADAAN OBAT DALAM MATA
(PENETRASI)

1. Pemberian Melalui Jalur Sistemik

 Melintasi epitel dari corpus ciliaris


menembus dinding kapiler jaringan
penghubung di sekitar iris. 2. Pemberian Topikal

Melintasi kornea
Perlintasan melalui konjungtiva

Kontak antara sediaan dan permukaan


luar kornea terjadi secara difusi,
sistem kapiler dan kedipan kelopak
mata.
Lanjutan ….

Perlintasan melalui sawar kornea berfase dua


digambarkan dalam skema Kinsey.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROSES BIOFARMASI SEDIAAN OPTALMIK

1. Faktor Fisiologi
Hilangnya obat dari area precorneal adalah
efek dari drainase sekresi air mata, absorpsi
non-korneal, dan kecepatan proses absorpsi
korneal. Secara kolektif proses ini
menyebabkan waktu kontak kornea yang
khas sekitar 2-4 menit pada manusia, untuk
memberikan larutan dan bioavailbilitas
ocular kurang dari 10% (Malhorta and
Majumdar, 2001).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES
BIOFARMASI SEDIAAN OPTALMIK

1. Faktor Fisiologi
a. Faktor Prekorneal

Pergantian air mata yang normal


 Drainase larutan yang diberikan
 Pengikatan protein
 Absorpsi obat tidak produktif b. Faktor Membran

Faktor membran termasuk :


area yang tersedia untuk absorpsi,
ketebalan,porosity, dan tortuosity (sifat
berliku-liku) kornea dan kesimbangan
lipofilik/hidrofilik.Kornea terdiri dari tiga
lapisan yaitu epithelium, stroma, dan
endothelium
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROSES BIOFARMASI SEDIAAN OPTALMIK

2. Faktor Fisikomia

a. Koefisien partisi
b. Kelarutan
c. Konstanta ionisasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROSES BIOFARMASI SEDIAAN OPTALMIK

3. Faktor Formulasi
a. Konsentrasi
b. Tonisitas
c. Surfaktan
d. Ukuran partikel
e. Pendaparan (pH)
f. viskositas
BENTUK SEDIAAN
a. Salep Mata

Salep mata dapat kontak hingga 24 jam.


Keuntungan utama suatu salep untuk
mata adalah penambah waktu
hubungan antara obat dengan mata.
Kekurangan adalah kaburnya
pandangan yang terjadi begitu dasar
salep meleleh dan menyebar melalui b. Larutan
lensa mata

Larutan yang steril ditujukan untuk


mata.Selain steril, preparat tersebut
memerlukan kewaspadaan seperti
agen antimikroba, osmolaritas, buffer,
viskositas, dan kemasan yang tepat.
BENTUK SEDIAAN

c. Suspensi Obat Mata


Digunakan untuk meningkatkan waktu
kontak kornea sehingga memberikan
kerja lepas lambat yang lebih
lama.Suspensi di perlukan ketika bahan
aktif tidak larut dalam pembawa yang
diinginkan atau tidak stabil dalam bentuk d. Emulsi
larutan. Syarat : tidak menggumpal ,
harus menyebar merata ke seluruh
pembawa.
Mengandung tetesan minyak kecil dan
seragam.Kelarutan air yang terbatas
dari zat obat adalah alasan untuk
mengmbangkan emulsi mata.
BENTUK SEDIAAN

e. Gel

Terdiri dari polimer mukoadhesif untuk


mata.Polimer ini memperpanjang waktu
kontak obat dengan jaringan biologi
sehingga meningkatkan bioavaibilitas
ocular.
f. Sisipan pada Mata (Ophthalmic Inserts)

Melepaskan jumlah obat yang telah


ditetapkan dan diperhitungkan
sebelumnya, sehingga kemungkinan
pengurangan pemakaian dosis oleh
sipasien, menjamin pengobatan

Anda mungkin juga menyukai