Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN PENANGGULANGAN ANEMIA

PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KAMONJI

Oleh:
Ery Prayudi
N 111 17 065 PEMBIMBING KLINIK
dr. Indah P.Kiai Demak,
M.Med, Ed
dr. Meity Salatan
PENDAHULUAN
Peran puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang
terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting.

Program Kesehatan Ibu dan Anak yang telah dilaksanakan


selama ini, bertujuan untuk meningkatkan status derajat kesehatan ibu dan
anak serta menurunkan AKI dan AKB

Dalam upaya pemantapan manajemen perlu dilakukan evaluasi


pelayanan program sebagai bahan untuk mawas diri dan perbaikan
pelaksanaan program di masa mendatang
GAMBARAN UMUM UPTD URUSAN PUSKESMAS
KAMONJI
• UPTD Urusan Puskesmas Kamonji merupakan salah satu pusat pelayanan
kesehatan masyarakat yang terletak pada belahan Barat kota Palu, dengan
wilayah seluas ± 20 km2 yang seluruhnya dapat dilalui dengan kendaraan
roda empat.

No. Jenis Penyakit Jumlah %


Penyakit pada system otot jaringan penyekat
(penyakit tulang belulang, radang sendi termasuk 6.686 20.2
1
reumatik)
Penyakit lain pada saluran pernapsan bagian atas
2 6.553 19.8
Gastritis 6.241 18.8
3
Penyakit dan kelainan susunan syaraf lainnya
4 4.420 13.3
Penyakit kulit alergi 2.790 8.4
5
Penyakit pulpa dan jaringan peripikal
6 2.260 6.8
Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian
7 atas 1.415 4.3

Caries gigi 1.064 3.2


8
Penyakit mata lainnya (conjungtivitis, herdeulum,
9 pterygium) 864 2.6

Diare 856 2.5


10
Total 33.149
Data KIA Puskesmas
Kamonji
• Pada wilayah kerja Puskesmas Kamonji tahun pada
Bulan Januari – Agustus 2018 terdapat 517 kali
kunjungan Ibu Hamil
• Pada wilayah kerja Puskesmas Kamonji tahun pada
Bulan Januari – Agustus 2018 terdapat 3 kasus
kematian Ibu akibat Pre Eklampsia Berat dan Atonia
Uteri, sedangkan kasus kematian bayi tidak ada
PERMENKES RI tentang Standar Tablet Tambah

darah bagi Wanita Usia Subur & Ibu Hamil


• Salah satu faktor penyebab anemia gizi karena
kurangnya asupan zat besi pada makanan yang
dikonsumsi setiap hari yang ditandai dengan kadar
hemoglobin (Hb) di bawah normal.
• Pada ibu hamil anemia akan meningkatkan risiko
melahirkan bayi dengan berat lahir rendah,
keguguran, lahir sebelum waktunya, risiko
perdarahan sebelum dan/atau pada saat
persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu
dan bayinya. Pada bayi dalam kandungan dapat
mengalami gangguan pertumbuhan dan
perkembangan, tidak dapat mencapai tinggi
optimal dan anak menjadi kurang cerdas.
PERMENKES RI tentang Standar Tablet Tambah

darah bagi Wanita Usia Subur & Ibu Hamil


• Pemberian tablet tambah darah sebagai salah
satu upaya penting dalam pencegahan dan
penanggulangan anemia yang merupakan cara
yang efektif karena dapat mencegah dan
menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi
dan atau asam folat.
PERMENKES RI tentang Standar Tablet Tambah

darah bagi Wanita Usia Subur & Ibu Hamil


• Setiap tablet tambah darah bagi wanita usia subur
dan ibu hamil sekurangnya mengandung :
• Zat besi setara dengan 60 mg besi elemental
(dalam bentuk sediaan Ferro Sulfat, Ferro Fumarat
atau Ferro Gluconat)
• Asam Folat 0,400 mg.
No. Program Target Keberhasilan Realisasi Keterangan

Pemeriksaan Kehamilan Ibu Hamil


1 100 % 100 % Terealisasi
minimal 4x selama Kehamilan
Ibu Hamil mendapatkan fasilitas
2 Pemeriksaan Hb pada Trimester I 100 % 100 % Terealisasi
dan Trimester III
Ibu Hamil Mendapatkan Tablet
3 Tambah Darah selama masa 100 % 100 % Terealisasi
kehamilannya
Tidak terealisasi dikarenakan
Ibu Hamil yang berkunjung di beberapa Ibu Hamil tidak
Poliklinik KIA Puskesmas Kamonji membawa buku Monitoring
4 90 – 100 % 80 %
dapat dilakukan pembukuan yang KIA pada saat pemeriksaan
terpadu dan pembukuan di Poliklinik
belum terpadu
Tidak terealisasi dikarenakan
Ibu Hamil K1 tidak
mendapatkan buku
Ibu Hamil mendapatkan Buku
5 100 % 90 % Monitoring pada saat
Monitoring KIA
pemeriksaan di Posyandu
dikarenakan Stok buku habis
PEMBAHASAN

PROSES

INPUT OUTPUT
Input
• Man
Saat ini, di Puskesmas Kamonji terdapat pemegang program
yang berkordinasi dengan bidan di Puskesmas Pembantu
Kamonji dalam penggumpulan data dan pelaporan jumlah
kasus, untuk pemeriksaan Laboratorium terdapat Petugas
Laboratorium di Puskesmas Kamonji sebanyak 3 orang untuk
dapat melakukan pemeriksaan Darah Rutin. Pada tiap
Puskesmas Pembantu ibu hamil terdapat tiga bidan sehingga
jumlah SDM sudah mencukupi
Input
• Money
Program ini tidak mengalami kendala dalam proses
pendanaan karena sumber utama keuangan berasal
dari BPJS & Dinas Kesehatan Kota Palu. Dimana
pencairan berdasarkan rencana kegiatan dan
laporan kegiatan.
Input
• Method
Puskesmas Kamonji terkait dengan Program KIA Khususnya
Manajemen Anemia pada Ibu Hamil antara lain:
Penemuan subjek
• Penemuan subjek di puskesmas Kamonji dilaksanakan secara
aktif dan pasif. Secara pasif, pasien ditemukan karena datang
ke puskesmas Kamonji atas kemauan sendiri atau saran orang
lain dengan keluhan mengarah ke obstetrik maupun bayi.
Secara aktif pasien ditemukan pada saat dilakukannya
penjaringan ke rumah karena tidak aktif melakukan
pemeriksaan di bidan desa.
• Pada program ini mencapai target dikarenakan seluruh Ibu
Hamil yang berada di wilayah cakupan Puskesmas Kamonji
mendapatkan Pelayanan ANC dengan baik
Input
• Diagnosis
Penegakan diagnostik pada kasus obstetri dan bayi
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
Pemeriksaan Penunjang yang dilakukan saat pasien
datang ke poliklinik KIA Puskesmas Kamonji &
Puskesmas Pembantu Kamonji. Seluruh Ibu Hamil
dilakukan Pemeriksaan Hb sebanyak 2 kali yang
dilakukan pada Trimester I dan Trimester III.
• Pengobatan
Manajemen Penanggulangan Anemia pada Ibu
Hamil sudah sesuai dengan Permenkes RI No. 88
tahun 2014 Tentang Standar Tablet Tambah Darah
Bagi Wanita Usia Subur Dan Ibu Hamil.
Input
• Material
Secara umum pengadaan alat pemeriksaan sudah mencukupi,
untuk pemeriksaan darah di Puskesmas Kamonji sudah dapat
melakukan pemeriksaan Darah Rutin terutama untuk
mengetahui Hb pada Ibu Hamil. Kendala saat ini yaitu
kurangnya stock buku KIA untuk evaluasi Pemeriksaan Kehamilan
Ibu Hamil di Puskesmas Pembantu
• Machine
Tidak ada kendala dalam pendistribusian alat dan bahan dalam
menjalankan program ini, semua akomodasi dalam kegiatan
program menggunakan kendaraan operasional puskesmas
Kamonji maupun kendaraan mandiri.
Proses
• Planning
Perencanaan program telah diatur dalam Rencana
Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan
Kegiatan. Dalam perencanaan telah dilakukan rapat
setiap bulan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah
dilakukan. Selain itu, koordinasi dengan lintas sektor
dan bidan di Puskesmas pembantu di Kamonji lebih
ditingkatkan lagi.
Proses
• Organizing
Pelaksanaan program dipimpin langsung oleh
penangguang jawab program yang berkoordinasi
dengan bidan pada cakupan Puskesmas Kamonji
dan beberapa staf. Dalam pelaksaannya ada
beberapa kendala seperti rendahnya kesadaran dari
masyarakat untuk mengkonsumsi Tablet Tambah
Darah secara teratur dan melakukan Pemenuhan Gizi
pada Ibu Hamil belum tercapai.
Proses
• Controlling
Dalam proses follow up, pasien disarankan untuk rutin
melakukan pemeriksaan baik ibu dan bayinya guna
mengetahui apakah tidak terdapat komplikasi
sebelum dan setelah kelahiran. Namun, menjadi
kendala adalah kurangnya stok buku monitoring KIA
untuk Ibu Hamil dari dinas Kesehatan, sehingga pada
Ibu Hamil yang akan melakukan Pemeriksaan K1 tidak
tercatat di buku monitoringnya, tetapi situasi ini dapat
ditangani dengan melakukan pembukuan khusus Ibu
Hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji.
Output
• Output dari program Kesehatan ibu dan bayi yaitu
menurunkan angka kematian ibu dan bayi di
wilayah kerja puskesmas Kamonji. Berdasarkan
laporan pencatatan tahun bulan Januari – Agustus
2018 angka kematian Ibu tercatat berjumlah 3
orang. Diharapkan dengan terus berjalannya
program KIA maka hal tersebut dapat dicegah
dengan melakukan kegiatan secara aktif dan
efisien.
Penutup
• Kesimpulan
• Sistem pencatatan Ibu Hamil untuk jumlah penderita
yang mengalami Anemia tidak terdokumentasi
dengan baik, sehingga tidak didapatkan angka yang
pasti mengenai Ibu Hamil yang mengalami Anemia di
Puskesmas Kamonji.
• Kurangnya kepatuhan Ibu Hamil mengenai
pemenuhan gizi dan mengkonsumsi Tablet Tambah
Darah setelah dilakukan Pemeriksaan kehamilan.
• Pada Pasien Ibu Hamil dengan kehamilan Trimester I
tidak mendapatkan stok buku monitoring KIA untuk
mengevaluasi kehamilan dari pasien tersebut.
o Saran

• Memperbaiki pencatatan kunjungan Ibu Hamil


berdasarkan nama dari Pasien, dan setiap
Pemeriksaan Hb dilakukan dapat terdokumentasi.
• Meningkatkan kesadaran mengenai kondisi
kehamilan pada Ibu hamil kepada Suami, ataupun
keluarga dari Ibu Hamil untuk menjaga status
nutrisinya.
• Dilakukan pengadaan buku monitoring KIA dan
melakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan
Ibu Hamil secara terpadu
Terima Kasih