Anda di halaman 1dari 44

Pembahasan

Soal Jiwa
Try Out Internal UKNI
STIKES Mataram
November 2016
Soal 1 :
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan tertawa sendiri dan marah tanpa sebab, diam,
bengong dan tidak mau bicara. Menurut keluarga kondisi
pasien saat ini terjadi semenjak putus hubungan percintaan
dengan tunangannya tiga bulan yang lalu, sejak kecil pasien
menjadi sasaran kemarahan bapaknya dan dilarang
melakukan kegiatan di luar rumah.
Apakah factor presipitasi yang paling tepat dari pasien
diatas?
 Pasien suka menyendiri
 Pasien dimarahi bapaknya
 Putus hubungan percintaan
 Tidak boleh bergaul dengan orang lain
 Pasien memiliki kepribadian tertutup
Jawab :
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan tertawa sendiri dan marah tanpa sebab, diam,
bengong dan tidak mau bicara. Menurut keluarga kondisi
pasien saat ini terjadi semenjak putus hubungan percintaan
dengan tunangannya tiga bulan yang lalu, sejak kecil pasien
menjadi sasaran kemarahan bapaknya dan dilarang
melakukan kegiatan di luar rumah.
Apakah factor presipitasi yang paling tepat dari pasien
diatas?
 Pasien suka menyendiri
 Pasien dimarahi bapaknya
 Putus hubungan percintaan
 Tidak boleh bergaul dengan orang lain
 Pasien memiliki kepribadian tertutup
Soal 2
Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa oleh keluarga ke RSJ
karena mengamuk. Hasil pengkajian keluarga mengatakan
pasien mengurung diri, menolak berinteraksi dengan orang
lain dan marah tiba-tiba tanpa sebab. Pasien mengatakan
hidupnya tidak bermakna, tidak memiliki kelebihan apapun,
merasa jelek, dan mendengar suara-suara yang menghina
dirinya.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada
pasien tersebut ?
 Melatih tehnik menghardik
 Melatih berkenalan dengan pasien lain
 Memotivasi ikut dalam kegiatan kelompok
 Memberikan latihan tehnik mengendalikan marah
 Mengkaji kemampuan positif yang dimiliki pasien
Jawab :
Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa oleh keluarga ke RSJ
karena mengamuk. Hasil pengkajian keluarga mengatakan
pasien mengurung diri, menolak berinteraksi dengan orang
lain dan marah tiba-tiba tanpa sebab. Pasien mengatakan
hidupnya tidak bermakna, tidak memiliki kelebihan apapun,
merasa jelek, dan mendengar suara-suara yang menghina
dirinya.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada
pasien tersebut ?
 Melatih tehnik menghardik
 Melatih berkenalan dengan pasien lain
 Memotivasi ikut dalam kegiatan kelompok
 Memberikan latihan tehnik mengendalikan marah
 Mengkaji kemampuan positif yang dimiliki pasien
Soal 3 :
Seorang laki-laki usia 20 tahun dibawa ke RSJ setelah
berulangkali ngamuk-ngamuk di rumahnya. Biasanya pasien
dikurung di kamar karena keluarga takut ia mengamuk dan
menghancurkan barang-barang. Minggu lalu klien kabur dari
rumah dan mengamuk di jalan sehingga ditangkap oleh
penduduk desa. Saat pengkajian pasien masih dalam kondisi
mengamuk dan mengancam perawat.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada
pasien tersebut?
 Kaji penyebab marah
 Fiksasi
 Jelaskan kerugian mengamuk
 Ajarkan tehnik relaksasi
 Ajarkan tehnik distraksi
Seorang laki-laki usia 20 tahun dibawa ke RSJ setelah
berulangkali ngamuk-ngamuk di rumahnya. Biasanya pasien
dikurung di kamar karena keluarga takut ia mengamuk dan
menghancurkan barang-barang. Minggu lalu klien kabur dari
rumah dan mengamuk di jalan sehingga ditangkap oleh
penduduk desa. Saat pengkajian pasien masih dalam kondisi
mengamuk dan mengancam perawat.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada
pasien tersebut?
 Kaji penyebab marah
 Fiksasi
 Jelaskan kerugian mengamuk
 Ajarkan tehnik relaksasi
 Ajarkan tehnik distraksi
Soal 4 :
Seorang lelaki 19 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya tidak
mau bicara, sering menyendiri, tidak mau makan dan minum
semenjak cintanya ditolak. Pasien mengeluh hidup tidak
bermakna, merasa jelek, kontak mata kurang, tidak berinisiatif
berinteraksi dengan orang lain. Menurut keluarga pasien
memang pendiam, jarang mau cerita dengan teman atau
keluarga, biasanya sering diam di kamar saja.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Harga diri rendah
 Isolasi sosial
 Koping individu tidak efektif
 Defisit perawatan diri
 Kerusakan komunikasi verbal
Jawab :
Seorang lelaki 19 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya tidak
mau bicara, sering menyendiri, tidak mau makan dan minum
semenjak cintanya ditolak. Pasien mengeluh hidup tidak
bermakna, merasa jelek, kontak mata kurang, tidak berinisiatif
berinteraksi dengan orang lain. Menurut keluarga pasien
memang pendiam, jarang mau cerita dengan teman atau
keluarga, biasanya sering diam di kamar saja.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Harga diri rendah
 Isolasi sosial
 Koping individu tidak efektif
 Defisit perawatan diri
 Kerusakan komunikasi verbal
Soal 5 :
Seorang perempuan usia 45 tahun masuk RSJ dengan
keluhan sering tidak bisa mengendalikan
kemarahannya. Komunikasi therapeutik pada pasien
yang pertama kali dilakukan oleh perawat adalah
melakukan bina hubungan saling percaya (BHSP) dan
menjelaskan tujuan interaksi kepada pasien.
Pada fase apakah komunikasi therapeutik tersebut
diatas?
 Pra Interaksi
 Orientasi
 Kerja
 Terminasi
 Interaksi sosial
Jawab :
Seorang perempuan usia 45 tahun masuk RSJ dengan
keluhan sering tidak bisa mengendalikan
kemarahannya. Komunikasi therapeutik pada pasien
yang pertama kali dilakukan oleh perawat adalah
melakukan bina hubungan saling percaya (BHSP) dan
menjelaskan tujuan interaksi kepada pasien.
Pada fase apakah komunikasi therapeutik tersebut
diatas?
 Pra Interaksi
 Orientasi
 Kerja
 Terminasi
 Interaksi sosial
Soal 6 :
Seorang lelaki usia 60 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya
dengan keluhan sering berbicara tentang ayat-ayat suci
yang dicampur-campur, tampak mengancam dan marah
bila tidak diladeni pembicaraannya. Pasien mengatakan
bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diutus kedunia
untuk menyelamatkan manusia dari kiamat.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk
pasien tersebut?
 Berikan latihan cara merawat diri sendiri
 Berikan latihan tehnik menghardik
 Berikan pengobatan Haloperidol
 Lakukan ECT
 Selalu orientasikan pada realitas
Jawab :
Seorang lelaki usia 60 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya
dengan keluhan sering berbicara tentang ayat-ayat suci
yang dicampur-campur, tampak mengancam dan marah
bila tidak diladeni pembicaraannya. Pasien mengatakan
bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diutus kedunia
untuk menyelamatkan manusia dari kiamat.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk
pasien tersebut?
 Berikan latihan cara merawat diri sendiri
 Berikan latihan tehnik menghardik
 Berikan pengobatan Haloperidol
 Lakukan ECT
 Selalu orientasikan pada realitas
Soal 7 :
Seorang lelaki usia 25 tahun dibawa ke UGD RS Jiwa karena
mengamuk dan melukai nadinya dengan pisau dapur.
Sebelumnya pasien pernah dibawa ke UGD RS Jiwa dengan
perilaku yang sama namun dengan cara yang berbeda
(meminum racun serangga). Dari skala SIRS, skor pasien
adalah 4. Pasien adalah seorang mahasiswa yang lama tidak
lulus-lulus.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Prilaku Kekerasan
 Koping Individu Tidak Efektif
 Koping Keluarga Tidak Efektif
 Risiko Bunuh Diri
 Harga Diri Rendah
Jawab :
Seorang lelaki usia 25 tahun dibawa ke UGD RS Jiwa karena
mengamuk dan melukai nadinya dengan pisau dapur.
Sebelumnya pasien pernah dibawa ke UGD RS Jiwa dengan
perilaku yang sama namun dengan cara yang berbeda
(meminum racun serangga). Dari skala SIRS, skor pasien
adalah 4. Pasien adalah seorang mahasiswa yang lama tidak
lulus-lulus.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Prilaku Kekerasan
 Koping Individu Tidak Efektif
 Koping Keluarga Tidak Efektif
 Risiko Bunuh Diri
 Harga Diri Rendah
Soal 8 :
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di RSJ
dengan keluhan sering mengurung diri dan tidak
mau bergaul. Saat pengkajian penampilan pasien
tampak kotor dan bau, rambut acak-acakan,
pakaian yang digunakan tidak pernah diganti.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat
dilakukan pada pasien tersebut?
 Latih berkenalan dengan orang lain
 Latih cara mengungkapkan perasaan
 Latih cara menjaga kebersihan diri
 Latih cara penggunaan obat
 Latih cara makan yang baik
Jawab :
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di RSJ
dengan keluhan sering mengurung diri dan tidak
mau bergaul. Saat pengkajian penampilan pasien
tampak kotor dan bau, rambut acak-acakan,
pakaian yang digunakan tidak pernah diganti.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat
dilakukan pada pasien tersebut?
 Latih berkenalan dengan orang lain
 Latih cara mengungkapkan perasaan
 Latih cara menjaga kebersihan diri
 Latih cara penggunaan obat
 Latih cara makan yang baik
Soal 9 :
Seorang lelaki usia 18 tahun dibawa ke RSJ dengan keluhan
sering menyendiri di kamar. Saat pengkajian pasien mengatakan
bahwa dirinya jelek, tidak berharga, tidak mempunyai
kemampuan apapun sehingga ia malu untuk bergaul.
Setelah BHSP, apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada
pasien tersebut?
 Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien
 Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
pasien
 Bantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat
digunakan
 Latih pasien sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
 Evaluasi jadwal kegiatan harian
Jawab :
Seorang lelaki usia 18 tahun dibawa ke RSJ dengan keluhan
sering menyendiri di kamar. Saat pengkajian pasien mengatakan
bahwa dirinya jelek, tidak berharga, tidak mempunyai
kemampuan apapun sehingga ia malu untuk bergaul.
Setelah BHSP, apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada
pasien tersebut?
 Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien
 Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
pasien
 Bantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat
digunakan
 Latih pasien sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
 Evaluasi jadwal kegiatan harian
Soal 10 :
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan sering menyendiri di kamar dan tidak mau
bergaul di luar rumah. Saat pengkajian kontak mata
kurang, sering menunduk dan mengatakan malu
bergaul dengan orang lain. Perawat merencanakan
pemberian therapi aktifitas kelompok kepada pasien.
Apakah TAK yang tepat diberikan kepada pasien
tersebut ?
 TAK Sosialisasi
 TAK Stimulasi Persepsi
 TAK Orientasi Realitas
 TAK Stimulasi Sensori
 TAK Prilaku Kekerasan
Jawab :
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan sering menyendiri di kamar dan tidak mau
bergaul di luar rumah. Saat pengkajian kontak mata
kurang, sering menunduk dan mengatakan malu
bergaul dengan orang lain. Perawat merencanakan
pemberian therapi aktifitas kelompok kepada pasien.
Apakah TAK yang tepat diberikan kepada pasien
tersebut ?
 TAK Sosialisasi
 TAK Stimulasi Persepsi
 TAK Orientasi Realitas
 TAK Stimulasi Sensori
 TAK Prilaku Kekerasan
Soal 11 :
Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan sering mendengar suara dan melihat bayangan
yang menyuruhnya untuk mengamuk dan membunuh.
Perawat sudah melakukan BHSP dengan pasien. Saat
pengkajian pasien terlihat berbicara sendiri sambil menunjuk-
nunjuk ke arah tertentu.
Apakah strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang
pertama kali dilakukan pada pasien tersebut?
 Mengajarkan tehnik menghardik
 Melatih pasien bercakap-cakap dengan orang lain
 Melatih mengendalikan halusinasi dengan melakukan
kegiatan positif
 Mengidentifikasi jenis, isi, frekuensi dan waktu halusinasi
 Memasukkan kegiatan dalam jadwal kegiatan harian
Jawab :
Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat di RSJ dengan
keluhan sering mendengar suara dan melihat bayangan
yang menyuruhnya untuk mengamuk dan membunuh.
Perawat sudah melakukan BHSP dengan pasien. Saat
pengkajian pasien terlihat berbicara sendiri sambil menunjuk-
nunjuk ke arah tertentu.
Apakah strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang
pertama kali dilakukan pada pasien tersebut?
 Mengajarkan tehnik menghardik
 Melatih pasien bercakap-cakap dengan orang lain
 Melatih mengendalikan halusinasi dengan melakukan
kegiatan positif
 Mengidentifikasi jenis, isi, frekuensi dan waktu halusinasi
 Memasukkan kegiatan dalam jadwal kegiatan harian
Soal 12 :
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di ruang perawatan
RSJ. Pasien sulit minum obat karena setiap diberikan obat
pasien menolak dengan alasan bahwa obat yang diberikan
dapat membuat dirinya tambah sakit. Selain itu pasien selalu
membuang makanan dan minuman yang diberikan
kepadanya karena menurutnya itu mengandung racun.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada pasien
tersebut?
 Waham nihilistik
 Waham kebesaran
 Waham curiga
 Waham agama
 Waham somatik
Jawab :
Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di ruang perawatan
RSJ. Pasien sulit minum obat karena setiap diberikan obat
pasien menolak dengan alasan bahwa obat yang diberikan
dapat membuat dirinya tambah sakit. Selain itu pasien selalu
membuang makanan dan minuman yang diberikan
kepadanya karena menurutnya itu mengandung racun.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada pasien
tersebut?
 Waham nihilistik
 Waham kebesaran
 Waham curiga
 Waham agama
 Waham somatik
Soal 13 :
Seorang perempuan usia 46 tahun dirawat di RSJ dan
saat ini sedang dilakukan pengkajian oleh perawat
mengenai kebutuhan makan, BAB / BAK, mandi,
berpakaian dan berhias, istirahat tidur, penggunaan
obat, pemeliharaan kesehatan, aktifitas di dalam dan
di luar rumah.
Apakah topik pengkajian yang dilakukan oleh
perawat?
 Mekanisme koping
 Kebutuhan persiapan pulang
 Masalah psikososial
 Status mental
 Faktor predisposisi
Jawab :
Seorang perempuan usia 46 tahun dirawat di RSJ dan
saat ini sedang dilakukan pengkajian oleh perawat
mengenai kebutuhan makan, BAB / BAK, mandi,
berpakaian dan berhias, istirahat tidur, penggunaan
obat, pemeliharaan kesehatan, aktifitas di dalam dan
di luar rumah.
Apakah topik pengkajian yang dilakukan oleh
perawat?
 Mekanisme koping
 Kebutuhan persiapan pulang
 Masalah psikososial
 Status mental
 Faktor predisposisi
Soal 14 :
Seorang perempuan usia 28 tahun dirawat di RSU
karena menjalani mastektomi pada kedua payudara
akibat Ca. Mammae. Pasien sering bengong dan
menangis, mengatakan dirinya malu dan merasa tidak
berguna karena penampilannya tidak seperti dulu lagi.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Ansietas
 Harga diri rendah
 Gangguan citra tubuh
 Keputus-asaan
 Ketidak-berdayaan
Jawab :
Seorang perempuan usia 28 tahun dirawat di RSU
karena menjalani mastektomi pada kedua payudara
akibat Ca. Mammae. Pasien sering bengong dan
menangis, mengatakan dirinya malu dan merasa tidak
berguna karena penampilannya tidak seperti dulu lagi.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien
tersebut?
 Ansietas
 Harga diri rendah
 Gangguan citra tubuh
 Keputus-asaan
 Ketidak-berdayaan
Soal 15 :
Seorang lelaki usia 16 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan
sering mengamuk dan merusak barang-barang di sekitarnya.
Saat ini pasien direncanakan pulang ke rumah. Sebelum
pasien pulang, perawat melakukan kunjungan rumah
kepada keluarga pasien.
Apakah strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang
pertama pada keluarga pasien tersebut?
 Mendorong keluarga memanfaatkan sumber rujukan
yang tersedia
 Menjelaskan sumber rujukan yang tersedia
 Menjelaskan tentang obat
 Melatih keluarga cara mengatasi RPK
 Mengidentifikasi kemampuan keluarga dalam merawat
pasien RPK
Jawab :
Seorang lelaki usia 16 tahun dirawat di RSJ dengan keluhan
sering mengamuk dan merusak barang-barang di sekitarnya.
Saat ini pasien direncanakan pulang ke rumah. Sebelum
pasien pulang, perawat melakukan kunjungan rumah
kepada keluarga pasien.
Apakah strategi pelaksanaan tindakan keperawatan yang
pertama pada keluarga pasien tersebut?
 Mendorong keluarga memanfaatkan sumber rujukan
yang tersedia
 Menjelaskan sumber rujukan yang tersedia
 Menjelaskan tentang obat
 Melatih keluarga cara mengatasi RPK
 Mengidentifikasi kemampuan keluarga dalam merawat
pasien RPK
Soal 16 :
Seorang wanita berumur 38 tahun sudah 8 hari dirawat di RS
Jiwa, saat dikaji klien tetap menolak untuk berkomunikasi
namun masih mempertahankan kontak mata saat interaksi.
Hasil observasi klien selalu duduk sendiri dan tidak mau
berkumpul dengan teman-temannya.
Apakah implementasi keperawatan yang dapat dilakukan
pada kasus diatas?
 Membiarkan klien sendiri agar tetap tenang
 Membina hubungan saling percaya
 Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap
 Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
masih dimiliki klien
 Mendokumentasikan cara mengatasi kesedihan
Jawab :
Seorang wanita berumur 38 tahun sudah 8 hari dirawat di RS
Jiwa, saat dikaji klien tetap menolak untuk berkomunikasi
namun masih mempertahankan kontak mata saat interaksi.
Hasil observasi klien selalu duduk sendiri dan tidak mau
berkumpul dengan teman-temannya.
Apakah implementasi keperawatan yang dapat dilakukan
pada kasus diatas?
 Membiarkan klien sendiri agar tetap tenang
 Membina hubungan saling percaya
 Mengajarkan berhubungan sosial secara bertahap
 Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
masih dimiliki klien
 Mendokumentasikan cara mengatasi kesedihan
Soal 17 :
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RS Jiwa
dengan halusinasi pendengaran. Ketika berkomunikasi
mengatakan “Ini loh pak saya sedang mendengar
suara yang menyuruh saya membunuh orang”
Bagaimanakah respon perawat yang tepat untuk
kasus diatas ?
 “Saya percaya apa yang bapak dengar, namun
saya tidak mendengarnya”
 “Saya paham yang bapak alami, tapi sulit bagi saya
untuk percaya”
 “Apa yang bapak lakukan saat ada suara itu?”
 “Baiklah pak, coba perhatikan saya”
 “Kapan suara-suara itu muncul?”
Jawab :
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RS Jiwa
dengan halusinasi pendengaran. Ketika berkomunikasi
mengatakan “Ini loh pak saya sedang mendengar
suara yang menyuruh saya membunuh orang”
Bagaimanakah respon perawat yang tepat untuk
kasus diatas ?
 “Saya percaya apa yang bapak dengar, namun
saya tidak mendengarnya”
 “Saya paham yang bapak alami, tapi sulit bagi saya
untuk percaya”
 “Apa yang bapak lakukan saat ada suara itu?”
 “Baiklah pak, coba perhatikan saya”
 “Kapan suara-suara itu muncul?”
Soal 18 :
Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke RS Jiwa
karena memukul temannya di sekolah. Hasil
pengkajian didapatkan pandangan mata tajam,
nada bicara tinggi dan sudah terbina hubungan
saling percaya ke pasien.
Apakah topik yang perlu didiskusikan selanjutnya
dengan pasien?
 Cara mengungkapkan marah
 Penyebab prilaku kekerasan
 Tanda-tanda prilaku kekerasan
 Jenis perilaku yang pernah dilakukan
 Akibat prilaku yang pernah dilakukan
Jawab :
Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke RS Jiwa
karena memukul temannya di sekolah. Hasil
pengkajian didapatkan pandangan mata tajam,
nada bicara tinggi dan sudah terbina hubungan
saling percaya ke pasien.
Apakah topik yang perlu didiskusikan selanjutnya
dengan pasien?
 Cara mengungkapkan marah
 Penyebab prilaku kekerasan
 Tanda-tanda prilaku kekerasan
 Jenis perilaku yang pernah dilakukan
 Akibat prilaku yang pernah dilakukan
Soal 19 :
Seorang wanita usia 36 tahun datang ke RS jiwa dengan
keluhan sering mendengar suara untuk melakukan bunuhdiri.
Sebelumnya pasien pernah dirawat di RS jiwa dengan
keluhan yang sama, setelah pasien keluar dari RS,
keluarganya tidak pernah mengingatkan untuk minum obat
dan mengantar ke RS untuk kontrol.
Apakah masalah utama yang tepat pada kasus di atas?
 Halusinasi
 Isolasi sosial
 Harga diri rendah
 Koping individu tidak efektif
 Koping keluarga tidak efektif
Jawab :
Seorang wanita usia 36 tahun datang ke RS jiwa dengan
keluhan sering mendengar suara untuk melakukan bunuhdiri.
Sebelumnya pasien pernah dirawat di RS jiwa dengan
keluhan yang sama, setelah pasien keluar dari RS,
keluarganya tidak pernah mengingatkan untuk minum obat
dan mengantar ke RS untuk kontrol.
Apakah masalah utama yang tepat pada kasus di atas?
 Halusinasi
 Isolasi sosial
 Harga diri rendah
 Koping individu tidak efektif
 Koping keluarga tidak efektif
Soal 20 :
Seorang laki-laki berusia 42 tahun mengamuk dan membanting barang di
rumahnya sambil berkata “ mengapa semua orang tidak menghargai
saya sebagai kepala rumah tangga dirumah ini !!!!....”, kemudian salah
seorang anak dari laki-laki tersebut memanggil tetangganya yang seorang
perawat. Melihat kondisi laki-laki tersebut, perawat tersebut segera
melakukan tindakan pengikatan agar laki-laki tersebut tidak melukai diri
sendiri dan orang lain.
Apakah kata-kata terapeutik yang diucapkan perawat kepada laki-laki
tersebut saat melakukan tindakan pengikatan?
 ”Anda diikat supaya bisa menghargai diri anda !”
 ”Anda perlu belajar, kalau dengan diikat anda tidak bisa apa-apa”
 ”Anda tampak tidak berdaya ketika sudah diikat begini, jangan diulang
ya..!”
 ”Untung anda bisa berhasil diikat. Coba kalau tidak semua orang pasti
luka...”
 ”Kami mengikat anda, agar anda bisa mengendalikan emosi yang
tidak terkendali”
Jawab :
Seorang laki-laki berusia 42 tahun mengamuk dan membanting barang di
rumahnya sambil berkata “ mengapa semua orang tidak menghargai
saya sebagai kepala rumah tangga dirumah ini !!!!....”, kemudian salah
seorang anak dari laki-laki tersebut memanggil tetangganya yang seorang
perawat. Melihat kondisi laki-laki tersebut, perawat tersebut segera
melakukan tindakan pengikatan agar laki-laki tersebut tidak melukai diri
sendiri dan orang lain.
Apakah kata-kata terapeutik yang diucapkan perawat kepada laki-laki
tersebut saat melakukan tindakan pengikatan?
 ”Anda diikat supaya bisa menghargai diri anda !”
 ”Anda perlu belajar, kalau dengan diikat anda tidak bisa apa-apa”
 ”Anda tampak tidak berdaya ketika sudah diikat begini, jangan diulang
ya..!”
 ”Untung anda bisa berhasil diikat. Coba kalau tidak semua orang pasti
luka...”
 ”Kami mengikat anda, agar anda bisa mengendalikan emosi yang
tidak terkendali”
Soal 21 :
Laki-laki berusia 25 tahun baru pertama kali menjalani
terapi metadone. Klien tersebut merasa tidak nyaman
saat menjalani terapi metadone, klien tersebut berfikir
bahwa terapi metadone yang akan dijalani nya akan
berdampak semakin buruk terhadap kondisi fisiknya.
Saat dikaji klien tersebut sulit berkonsentrasi.
Masalah psikososial apakah yang dapat ditegakkan
pada kasus di atas ?
 Cemas
 Keputusasaan
 Ketidakberdayaan
 Inefektif regimen terapi
 Koping individu tidak efektif
Jawab :
Laki-laki berusia 25 tahun baru pertama kali menjalani
terapi metadone. Klien tersebut merasa tidak nyaman
saat menjalani terapi metadone, klien tersebut berfikir
bahwa terapi metadone yang akan dijalani nya akan
berdampak semakin buruk terhadap kondisi fisiknya.
Saat dikaji klien tersebut sulit berkonsentrasi.
Masalah psikososial apakah yang dapat ditegakkan
pada kasus di atas ?
 Cemas
 Keputusasaan
 Ketidakberdayaan
 Inefektif regimen terapi
 Koping individu tidak efektif
Terimakasih.
Semoga KOMPETEN !!