Anda di halaman 1dari 64

KESEHATAN LINGKUNGAN

DAN SISTEM UTILITY


RUMAH SAKIT
DATENG, SKM

KA. INSTALASI SANITASI LINGKUNGAN


RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
Tanggal : 14 Agustus 2014
Program K3RS
Bertujuan untuk melindungi keselamatan dan
kesehatan serta meningktan produktifitas
SDM Rumah Sakit melindungi pasien,
pengunjung dan masyarakat
dilingkungan sekitar Rumah Sakit.
Program K3RS yang harus diterapkan :

1. Pengembangan kebijakan K3RS


2. Pembudayaan perilaku K3RS
3. Pengembangan SDM
4. Pengembangan pedoman, petunjuk teknis dan
standard operational prosedure (SOP) K3RS
5. Pemantauan dan evaluasi kesling tempat kerja
6. Pelayanan kesehatan kerja
7. Pelayanan keselamatan kerja
8. Pengembangan program pemeliharaan pengelolaan
limbah padat, cair dan gas.
9. Pengelolaan jasa bahan beracun berbahaya dan
barang berbahaya.
10. Pengembangan manajemen tanggap darurat.
11. Pengumpulan, pengolahan, dokumentasi data dan
pelaporan kegitan K3.
12. Review program tahunan
Dasar Kebijakan :

a. UU No.44 Tahun 2009 tentang RS


b. UU no. 32 Tahun 2009 ttg Perlindungan
Pengelolaan LH
c. PP no. 18 th. 1999 ttg Pengelolaan
Limbah B3
d. Kepmenkes No.1087/Menkes/VIII/ 2010
ttg standar K3 RS
e.Kepmenkes No.1204/Menkes/X/ 2004
ttg Persyaratan Kes Lingkungan RS
Sanitasi / Kesling RS adlh suatu upaya memutus
mata rantai penularan penyakit dengan cara
perbaikan lingkungan sbb :
Pengelolaan air bersih & air medis.
Pengelolaan limbah cair.
Pengelolaan sampah (medis dan non medis/umum).
Pengendalian vektor dan binatang pengganggu.
Kebersihan lingkungan rumah sakit.
Pemantauan kualitas unsur lingkungan RS (fiskimbio).
Penyuluhan kesehatan lingkungan RS.
PENGELOLAAN
SAMPAH
1. Definisi sampah medis :
Sampah yang dihasilkan dari kegiatan
klinik/laboratorium/tindakan medis yang
cenderung berbahaya/beracun/infectious,
juga termasuk sampah/benda-benda yang
kontak dengan cairan tubuh penderita dan
sudah tidak digunakan lagi.
a. Sampah Lunak : Kapas, kasa, jaringan
tubuh
b. Sampah Tajam/Keras : Jarum, spuit, pisau,
ampul, lancet, dll.
c. Sampah Medis Beracun/Berbahaya : Obat-
obatan cytotoxic, bahan kimia, obat
kadaluarsa, bahan radioaktif.
d. Sampah - sampah yang berasal dari
Ruang Isolasi Khusus
2. Tujuan Pengelolaan
Sampah Medis (SM)
a.Mencegah menumpuknya sampah medis
yang cenderung bau, sehingga dapat
mengurangi kenyamanan dan terkesan
kumuh.
b.Mencegah terjadinya Infeksi Nosokomial
c.Mencegah perindukan serangga/
binatang yang dapat menyebarkan penyakit
pada masyarakat sekitarnya.
3. Sumber-sumber Sampah
Medis
a. Ruang Rawat Inap
b. Ruang Rawat Jalan
c. Ruang Rawat Darurat
d. GPDT ( Gedung Pusat Diagnostic Terpadu )
e. GBPT ( Gedung Bedah Pusat Terpadu )
f. Laboratorium
g. Instalasi Penunjang Lainnya
4. Tata laksana pengelolaan Limbah
padat RS :

 Pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumber penghasil.


 Kontainer penampungan harus kedap air, bertutup, mudah
dibersihkan, dan berlabel. Khusus u/ limbah tajam, pakai
disposible/ safety box
 Kontainer harus ada cover/ lapisan kantong plastik
- Berwarna kuning : sampah medis
- Berwarna ungu : sampah cytotoxic
- Berwarna merah : sampah radioaktif
 Tali pengikat sesuai jenis sampah
 Trolly khusus warna kuning bertutup
 Petugas transportasi khusus
 Adanya tempat penampungan sementara maks. 24 jam.
5. Produksi Sampah Medis

Perhari : 15 m3 (1200 – 1500 Kg)

6. Incinerator (3 buah)
* Kapasitas per hari : 7 m3
Difungsikan : 4 – 5 kali / hari
Ruangan Perawatan

Sampah Lunak Sampah Medis Tajam Sampah Medis Citotoxic

Cover Kuning Cover Kuning Cover Ungu

Kontainer Kontainer Kuning Kontainer

Trolly Kuning Trolly Kuning Trolly Kuning

Incinerator

Solidifikasi

Pihak Ke III berijin dari KLH


Sampah Medis Lunak

Sampah Medis Tajam


Penanganan
Jarum
Habis Pakai

Gb. Jenis kontainer sampah medis


Gb. Pengangkutan sampah medis
dari unit penghasil (ruangan) ke unit pengolahan (incinerator)
I. Prinsip Incinerasi
 Menghilangkan sifat infeksius
 Menghilangkan sifat bahaya
 Menghilangkan Sifat toksin/racun
 Meminimalkan volume limbah
II. Persyaratan Incinerator yang dipakai
 Suhu dapat mencapai 1200oC (untuk
chamber I) dan 1600oC (untuk chamber II)
 Tidak berasap
 Tidak berdebu
 Tidak berbau
Jenis Limbah RS yang diincenerasi
 Potongan tubuh/limbah jaringan tubuh, sisa
operasi
 Benda-benda tajam termasuk jarum suntik
 Limbah medis yang kontak dengan cairan tubuh
pasien
 Limbah darah
Jenis
Obat-obatan kadaluarsa
Incinerator yang dipakai di RSU Dr. Soetomo
 Tetap kapasitas 1 m3, 2 m3, 3 m 3
 Bahan bakar solar/gas, Suhu minimal 1000 oC
 Cerobong  12 m di atas permukaan tanah,
dilengkapi dengan titik pantau emisi udara
Gb. Incinerator
Pengolahan & Pemeriksaan Abu Pasca Bakar
Pastikan abu yang terjadi sudah tidak mengandung
kuman penyakit Uji laboratorium
Tidak mengandung B 3 (Arsen, Hg, Pb, Cd, dsb) Uji
Laboratorium
Dikemas dalam drum dan permukaan atas disemen
dibuang oleh pihak III berijin dari KLH (ijin
pengumpulan, pengolahan & pemanfaatan )
Abu pasca bakar
dimasukkan dlm drum,
dispacy/ disemen,
kemudian dibuang oleh pihak ke
III berijin dari KLH .
XI. Pemeriksaan Udara Berkala
Udara Emisi 6 bulan sekali : NO2, SO2 , HF, HCl,
HgCO, Total partikel, Pb, As, Cd, CR , Hidro Karbon
Udara Ambien : NO2 , CO, dan SO2

XII. Beberapa sarana yg harus ada di tempat


incinerasi :
Ruang ganti petugas
Wastafel
Kamar mandi
APAR ( Alat Pemadam Kebakaran )
Tempat penyimpanan sementara
Saluran air limbah yang dihubungkan dengan
IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Sarana Air Bersih
CEROBONG INCINERATOR
Sarana yg
harus tersedia
di incinerator
XIII. Pengamanan Operator
 Pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas di
pembakaran sampah
 Pemeriksaan kesehatan rutin atau berkala
(cek laboratorium)
 Pelaksanaan imunisasi
 Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) :
Sepatu, masker, helm, sarung tangan
 Cuci tangan dengan sabun
What ‘s the difference ?
Gbr. Kelengkapan APD Petugas Incinerator
PENGELOLAAN
LIMBAH B3
Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau
kegiatan yang mengandung bahan berbahaya
dan atau beracun yang karena sifat dan atau
konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik
secara langsung maupun tdk langsung dapat
mencemarkan dan atau merusak lingkungan
hidup, dan atau dapat membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan
hidup manusia serta makhluk hidup lain.
PP no. 18 th. 1999 ttg Pengelolaan LB3
dengan Kode Limbah 227
Pencemaran utama dari kegiatan pelayanan
rumah sakit adalah sbb :
1. Limbah potensial infeksi
2. Residu produk farmasi
3. Bahan – bahan kimia berbahaya Jenis limbah
: padat, cair, dan gas
Tujuan
TujuanPengelolaan
PengelolaanLimbah
LimbahB3
B3RS
RS
a. Menghilangkan sifat infeksius/ patogen.
b. Mencegah terjadinya Infeksi Nosokomial
c. Mencegah perindukan serangga/ binatang
yang dapat menyebarkan penyakit pada
masyarakat sekitarnya.
d. Mencegah tercemarnya lingkungan RS dan
sekitarnya dari kontaminan kimia
berbahaya.
Alternatif Pengolahan Limbah B3 Padat RS
Alternatif Pengolahan Limbah B3 Padat RS :
Lokasi TPS B3 Penyimpanan Accu Bekas

Penyimpanan Cairan B3 Penyimpanan Lampu Bekas (B3)


(Fixer/Developer)
PENGELOLAAN
SAMPAH NON
MEDIS
SAMPAH UMUM/
NON MEDIS
a. Sampah berasal dari dapur pemasakan
b. Sisa - sisa makanan, bungkus - bungkus
makanan
c. Sampah halaman dan ruang tunggu.
d. Sampah- sampah yang tidak terkontami-
nasi cairan tubuh manusia.
SAMPAH UMUM/ NON MEDIS
1. Tujuan Pengelolaan & Kebijakan.
Hampir sama dengan sampah medis
perbedaannya tingkat toxicitasnya lebih sedikit
dibanding dengan sampah medis.
2. Sumber - sumber penghasilan sampah umum
lebih banyak di halaman, Ruang pemasakan
makanan dan Ruang tunggu.
3. Produksi sampah umum / hari di RSUD
Dr. Soetomo: 15 - 17 m3
KETENTUAN DALAM PENGELOLAAN
SAMPAH UMUM

 Kantong plastik warna hitam.


 Tali pengikat.
 Trolly khusus sampah umum.
 Sentral penampungan sementara di TPS
RS.
 Pembuangan akhir di TPA Benowo
menggunakan jasa pihak III.
 Perlindungan petugas memakai APD
PERMASALAHAN DALAM
PENANGANAN SAMPAH
1. Kurang disiplinnya petugas medis atau yang
lainnya (Mahasiswa, DM, PPDS, Perawat/
Petugas )
2. Masih sering kali ditemukan sampah medis
yang tercampur dengan sampah non medis
(Spuit/jarum, slang infus, botol obat, sarung
tangan, masker, dll).
3. Di TPA peraturannya tidak boleh ada sampah
medis yang terbawah/ tercampur sampah
umum
ALUR PENGELOLAAN SAMPAH NON MEDIS
DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
Sampah Domestik

Cover Hitam

Kontainer Sampah Umum

Kontainer Trolly Pengumpul

Trolly Besar/Gledekan

TPS/DEPO RSUD Dr. SOETOMO

TPA KOMPOS
Gbr. TPS RSUD Dr. SOETOMO
PENGELOLAAN SAMPAH UMUM DENGAN METODE KOMPOSTING

Penimbangan bahan baku kompos Pencacahan bahan baku kompos Pengadukan bahan baku kompos
dengan Mesin Pencacah

Pengayakan kompos yang


sudah matang Proses Fermentasi bahan baku kompos Penyemprotan bahan baku kompos

Penimbangan kompos yang Pengemasan kompos Pemeriksaan kandungan NPK dan


sudah matang C/N ratio kompos ke Sucofindo

43
TPS RSUD Dr. Soetomo

TPS tempat lain


PENGELOLAAN
LIMBAH CAIR
1.Limbah cair yang mengandung kuman
berbahaya (Irna dan Laboratorium)
2.Limbah cair yang mengandung bahan
beracun (Farmasi, Loundry)
3.Limbah cair dari Septictank
4.Limbah cair yang mengandung organik
tinggi ( Dapur/ Gizi )
1.Buangan wastafel berasal dari Ruang
Administrasi : hanya untuk cuci tangan
2.Buangan kamar mandi petugas /
karyawan
3.Air pendingin/cooling tower, buangan back
wash/regenerasi water treatment
4.Buangan dari pantry
Instalasi perpipaan menggunakan system
tertutup yang dilengkapi dengan bak-bak
penampung dan bak-bak pengangkat
menggunakan pompa tekan.
System pengolahan sentral : Cara aerob.
Kapasitas 850 m3 luas bangunan 1100 m2
Komponen bangunan pengolahan :
1.Penyaringan mekanik
2.Bangunan pencampur/equalisasi
3.Bangunan bioreaktor
4.Sludge holding tank
5.Bak Desinfeksi
6.SDB / Bak Pengering Lumpur
7.Kolam stabilisasi
Gb. IPAL SENTRAL RSUD Dr. SOETOMO
Gbr. Agisak

Gbr. Bak Equalisasi


Gbr. Kolam Desinfeksi Gbr. Bioreaktor

Badan Air Sungai Kalidami Gbr. Sludge Drying Bed


1. Penangkap lemak : Gizi
2. UPIPI dan IRD
3. Septicktank di R. IRNA dan penunjang
4. Loundry

1. Pemeriksaan laboratorium secara bakteriologi dan


secara kimiawi tiap 1 bln sekali di inlet dan outlet
2. Pelaporan pada Gubernur setiap 3 bulan sekali dengan
tembusan BLH Kota, BLH Propinsi dan KLH
3. Pelaporan unsur lingkungan ke BLH, KLH (Proper)
4. Pelaporan pelaksanaan RKL-RPL setiap 6 bulan sekali
Manajemen Safety
Sistim Air Bersih
Menurut UU No 44 Tahun 2009
Rumah Sakit Harus Menyediakan :
1.Menyediakan fasilitas yang aman dan berfungsi baik, bagi
fasilitas fisik, peralatan medis maupun sumber daya
manusia.
2.Pengelolaan fasilitas dan sumber daya manusia secara
efektif.
3.Berusaha untuk:
 Mengurangi dan mengendalikan resiko yang dapat mengancam
keselamatan pasien.
 Mencegah kecelakaan dan cedera kerja.
 Mempertahankan kondisi yang mendukung keselamatan pasien
Standar Akreditasi
Sistem Utilitas(listrik, air, dll)

 MFK 9 : Fasilitas listrik,dan air tersedia 24 jam


sehari, 7 hari dalam 1 minggu melalui sumber
utama atau alternatif untuk memenuhi
kebutuhan dasar perawatan

 MFK 10 : Listrik, air, pembuangan limbah,


ventilasi, gas medis, dan sistem penting lainnya
di periksa dan dirawat secara berkala, dan
diperbaharui jika memungkinkan
Pasokan Air Bersih RSDS
 Sumber air bersih utama RSDS dari PDAM
 RS juga memp sumber dari sumur pompa 4 buah
kebutuhan siram taman dan sebagai sumber alternatif
 Penampungan air (tandon) dr PDAM : total 2.250 m3
- Tandon sentral : 1500 m3
- Tandon GPDT : 750 m3
 Disamping mempunyai Tandon air sentral setiap gedung
dilengkapi dengan tandon lokal sesuai kebutuhan air di
gedung tersebut
 Pemenuhan kebutuhan air bersih pada keadaan
emergensi menggunakan permintaan kiriman tangki air
bersih dari PDAM
KONDISI EMERGENCY

 Dimana ada gangguan baik intern maupun extern


(ada perbaikan instalasi, pompa dll)
 Petugas sanitasi/ jaga pompa menghubungi pihak
PDAM untuk mengirim truk tangki air bersih di
masukkan pada inlet pipa emergency di lokasi :
-Tandon sentral
-Tandon IRD
-Tandon GBPT
-Tandon Hemodialysa
STANDAR NASIONAL PENGGUNAAN AIR BERSIH
DI RUMAH SAKIT

• Pegawai adalah 125 liter/ per orang / hari


• Pasien adalah 700 liter/ per orang / hari
• Penggunaan air bersih di RS 2.300 M³/ hari
• Kebutuhan air minum untuk pegawai dan
pasien 24 jam di dapur Gizi
PDAM

450 M³ /hr
Tandon Lokal INSTALASI
Vol. 197 M³
RAWAT JALAN

975M³/hr
Tandon Lokal INSTALASI
Vol. 100 M³
RAWAT INAP

Tandon Lokal 130M³ /hr


Vol. 300 M³ OK GBPT
TANDON
SENTRAL IPAL (±850M³/hr)
5625Ltr/hr
Vol :1000M³ Tandon Lokal
UPIPI
(pemakaian Vol. 15 M³
±2300M³/hr) Infectious + Domestik
90M³ /hr ( 1550M³/hr )
Tandon Lokal
IRD
Vol. 157,5 M³
Dikonsumsi,
meresap ke tanah,
Tandon Lokal 25M³ /hr
menguap
Vol. 1200Ltr NEONATUS

750M³/hr
300M³/hr
Tandon Lokal
HEMODIALYSIS
Vol. 100 M³

250M³ hr
Tandon Lokal INST GIZI DAN
Vol. 50 M³
LOUNDRY
500Ltr/h
Tandon Lokal r
Vol.3000Ltr RI K
740M³/hr

Perkantoran,, Taman, POSA,


IKK, Farmasi, Kantin, dll

100M³/hr
TANDON GPDT LABORATORIUM
Vol. 750M³ GPDT
IPAL (50 M³ /hr )
RADIOLOGI

(Taman, cs) Dibuang 20M³/hr

Gambar 2 – Diagram Kebutuhan Air Bersih RSUD Dr. Soetomo


Diagram instalasi Air Bersih RSUD Dr Soetomo
CLORINASI TANDON IRJ
SENTRAL LOKAL
PDA
M TANDON TANDON
SENTRAL I R NA
LOKAL
TANDON WATER OK /
LOKAL TREATMEN GBPT
T
CHLORINASI
II CSSD
TANDON IRD
LOKAL CSSD dan OK
WATER
TREATME
TANDON NT
LOKAL NEONATUS

TANDON
WATER
HEMODIALYSI
TREATMENT S

TANDON
WATER
GPDT GPDT LABORATORIUM
TREATMEN
T
- Hemodialisis
- IRNA
Pemeliharaan Instalasi Air Bersih
1. Pemeliharaan Instalasi Perpipaan
2. Pemeliharaan Sistim Pompa
3. Pemeliharaan Kualitas
a. Pemberian Kaporit / desinfektan
b. Pengecekan sisa chlor di 4 titik
c. Pengurasan tandon
d. Pemeriksaan air bersih secara kimia dan
bakteriologis
4. Pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih di
lingkungan rumah sakit
5. Pengecekan meter air di rumah sakit