Anda di halaman 1dari 21

CDS kelas II

Rabiatul Adawiyah
Pemeriksaan subjektif
Pasien datang dengan keluhan gigi belakang kanan atas
terkadang terasa linu apabila minum dingin sejak 5 bulan yang
lalu.
Apabila gigi sedang sakit mengonsumsi obat pereda nyeri
(ibuprofen)
Apabila diberi rangsangan dingin rasa sakit hebat, tajam,
lokalisata, dan nyeri apabila dikasih rangsangan dingin saja, tidak
ada sakit spontan.
Pemeriksaan objektif
EO : TAK
IO :
Gigi 16
• tes dingin : +++
• EPT : +
• Perkusi : N
• Palpasi : N
• Mobility : -
• Bite stick : N
• Discolorisasi : N
• Probing : N
• Resesi : -
• BOP : -
• Pembengkakan : -
• Sinus tract : -

Diagnosa : pulpitis reversible gigi 16


terapi : restorasi kelas 2 distal-mesial
Anatomi gigi 16

• Aspek occlusal : paralelogram/


rhomboid
• Aspek mesial/distal : trapesium
• Mempunyai 3 akar : mesiobuccal dan
distobuccal dan palatinal
• Aspek buccal/ palatinal : trapesium
Struktur gigi: • Gigi molar paling besar
• Email • Mempunyai 4 cusp dengan
mesiopalatal paling besar dan disto
• Dentin palatal paling kecil
• Pulpa • Cusp bukal lebih runcing dari cusp
palatal
• Jaringan pendukung • Buko-lingual mahkota lebih besar
(gingiva,sementum,lig.perio dari mesio distal
• Terdapat tuberculum carabelli pada
dontal, dan tulang alveolar) cusp mesio-palatal
• Akar tiga dan terpisah, akar palatal
paling panjang dan mengembang,
akar bukal berinklinasi ke distal
• Bagian oklusal berbentuk jajaran
genjang
Email
• terdiri : 90-92% HA, 1-2% vol
matriks protein, 4-12% vol. air 4. Enamel lamela dan enamel tuft
Struktur email: • Enamel lamela : gambaran seperti
1. Enamel rods/ prisma enamel daun tipis diantara rods yang
(komponen terbesar terususn memanjang dari permukaan gigi ke
atas kriral HA, padat dan DEJ, bagian lama dapat sebagai
bergelombang) entry bakteri
2. Hunter schreger bands • Enamel tuft : gambaran seperti
• garis gelap terang dengan tebal memanjang dari DEJ ke
yang berbeda-beda permukaan biasa (1/3 dalam email)
• Bermula dari DEJ 5. Enameel spindle : prosesus
• Terlihat pada potongan odontoblas yang melewati DEJ berisi
longitudinal bahan organik
3. Stria of retzius 6. Perikymata
• Pita kecoklatan pada potongan 7. DEJ
melintang
• Variasi struktur dan mineralisasi

histologi
Dentin
Terdiri dari 70% organik, 20%
anorganik, 10% air Pulpa
Macam-macam dentin : • Komponen : sel jaringan
• Pimary dentin :dibentuk saat masa pengikat, serabut kolagen
pembentukkan gigi sampai erupsi halus, serabut-erabut saraf
• Secondary : terbentuk setelah erupsi bermeilin, pembuluh darah
• Tertiary : terbentuk akibat proes
patologis
Struktur :
1. Mantle dentin ( lapisan yang
pertama terbentuk pada dentin) Fisiologi gigi
2. Circumpulpal dentin ( terbentuk • Mastika
setelah mantle dentin, komponen • Estetik
utama dentin, matriks kolagen dan • Protektif
kristal mineral • fonetik
3. Predentin
4. Tubuli dentin
Bahan restorasi yang digunakan
Resin komposit
Mengandung 3 komponen utama yaitu matriks organik, partikel pengisi (filler), dan
coupling agent dengan komponen tambahan lainnya seperti inisiator, akselerator dan
pigmen.
Komposisi
• Matriks organik (BIS GMA,UDMA, pelarut : TEGMA, HEMA)
Fungsi : mengikat partikel filler
• Bahan pengisi / filler ( kuarsa, litium, alumunium silikat, barium)
Fungsi : membentuk massa yang keras dan padat, mengurangi pengerutan pada
polimerisasi.
• Coupling agent (silane)
Fungsi : membentuk ikatan antara bahan pengisi anorganik dan matriks organik
• Inisiator- akselerator
- Chemical cure : inisiator (benxoyl perokxide), aktivator (tertiary amine)
- Light cure : inisiator (champorquinone), aktivator (organic amine)
• Pigmen
fungsi : memberi warna sesuai dengan gigi pasien
Indikasi
Restorasi kelas I-IV
Kontraindikasi
Isolasi daerah kerja yang sulit
etiologi
Etiologi dari karies : asam laktat Penyebab karies
sekunder :
Adapun 4 faktor yang 1. Perbedaan koefisien
menyebabkan terjadinya karies : termal restorasi dan
1. Tooth gigi
2. Substrate 2. Adanya
mikroleakage
3. Mikroorganisme 3. Adaptasi yang buruk
4. waktu

Faktor pedisposisi :
Gigi 16: menyikat gigi 1x sehari
Patofisiologi linu

Di tangakap o/
Saat terkena Mendesak ujung
reseptor saraf a
rangsanga dingin saraf bebas
delta

Nukleus
odontoblas yang
Sensitivitas dentin tranduksi
berada di basal
naik

Pergerakan cairan
Kontriksi di tubuli Ditangkap o/
dalam tubuli
dentin potensial reseptor
dentin ke atas
Cortex serebri
transmisi sekunder
(persepsi)

Cortex serebri
Saraf sensorik
primer
anterolateral
(sensasi)

Medula
thalamus
spinalis
Patogenesis karies
HA gigi Enamel
pelikel unsaturated (PH kehilanan
5,5) struktur

Bakteri
kepermukaan Suasana asam White spot
gigi

Karies superfisial
Kolonisasi awal
maturasi oklusal dan bukal
bakteri
pit gigi 16

Aktivitas bakteri
Kolonisasi Kerusakan
: ekstraseluler & Karies sekunder
sekunder restorasi
intraseluler
Rencana perawatan
1. Control phase
• OHI + scalling
• Restorasi komposit kelas II
2. re-evaluation phase
• Keadaan OH
• Evaluasi restorasi komposit
3. Definitife phase
4. Re-care and re-assesment phase
Kunjungan kembali kedokter gigi setiap 3-6 bulan sekali
Preparasi kelas II

Persiapan alat, bahan dan operator


• Memeriksa kelengkapam alat (instrumen, hand piece,
diamond bur)
• Memeriksa kebersihan alat (kering dan bersih)
• Menyalakan lampu pada dental unit
• Mencuci tangan
• Menggunakan masker
• Menggunakan sarung tangan
Menentukan outline form
Ekstension for prevention
Melingkari bonjol dan membuang pit, fissure dan jaringan karies.
Langkash preparasi :
• Membuka kavitas dengan bor bundar dimulai pada pit di oklusal
sampai dentino enamel junction
• Memperluas kavitas dengan bor fissure pada daerah distal sesuai
outline form
• Membuang bagian proksimal distal dengan memecah menggunakan
eksavator
• Membentuk dinding bukal dan lingual menggunakan bur fissure
dengan memperhatikan isthmus yaitu 1/3 jarak puncak bonjol bukal-
lingual/ palatal

Preparasi kelas II
Membuat resistance form
• Alas kavitas rata, terletak pada dentin, kedalaman uniform
• Dinding mesial dan distal sejajar marginal ridge
• Dinding-dinding kavitas sejajar dan tegak lurus alas kavitas
• Dibevel
• Ismus 1/3 jarak puncak bonjol bukal-lingual/palatal
Membuat retention form
• Membuat bevel
• Dinding kavitas mengecil ke arah oklusal
Membuat convenience form
Finishing
• Membersihkan debris dari kavitas dengan water syringe, keringkan
dengan air syringe dan bersihkan dengan cotton pelet yang dibasahi
dengan chx 0,2%
• Menggeringkan dan menutup kavitas dengan cotton pelet steril

Preparasi kelas II
Persiapan alat, bahan dan operator
• Memeriksa kelengkapan alat ( instrumen dasar dan instrumen
penambalan)
• Memeriksa kebersihan alat (kering dan bersih)
• Menyalakan lampu pada unit tempat bekerja
• Menyaipakan bahan tambal; etsa sama fosfat 35%, bonding
agent, celluloid stripe, resin komposit, light cure unit
• Mencuci tangan
• Menggunakan masker
• Menggunakan sarung tangan

Restorasi kelas II
Pemasangan matriks dan wedge
• Memasangkan matriks pada gigi yang akan di tambal dan menggunakan wedge
Etchimg dan aplikasi bonding agent
• Isolasi daerah kerja menggunakan cotton roll
• Pasangkan celluloid strip pada interdental sebelum proses etsa
• Aplikasi etsa menggunakan syringe applicator pada bevel, margin, seluruh
dinding bagian email, lalu dentin, sampai ke dasar kavitas diamkan selama 10
detik.
• Bilas dengan air selama 5 detik lalu keringkan dengan semprotan angin ringan
dan suction
• Aplikasi bonding agent pada seluruh permukaan yang dietsa, diamkan selama 10
detik.
• Semprotkan angin sangat ringan pada dasar kavitas, kemudian sinari dengan light
cured unit 20 detik

Restorasi kelas II
Pelaksanaan penambalan
• Aplikasi resin komposit secara incremental, sinar dari palatal selama
20 detik dan dari labial 20 detik
• Teknik incremental lapis kedua setebal 2mm, kondensasi pada dasar
kavitas dan dinding distal, sinar dari arah palatal selama 40 detik.
• Bentuk kembali sesuai anatomi proksimal, sinar setiap lapisan selama
40 detik dari arah palatal
Finishing
• Lakukan pemolesan dengan alat poles hingga permukaan restorasi
halus.
• Mematikan lampu unit tempat bekerja
• Membuang masker, sarung tangan dan slabber ke tempat sampah

Restorasi kelas II
Komplikasi :
• Karies superficialis menjadi karies media, karies
profunda, nekrosis, bahkan bisa abses
• Gingivitis-> periodontitis
prognosis :
adbonam
• Diagnosis : pulpitis reversible dan diagnosa banding
• Anatomi sama gambar
• 5 cups, 3 akar, bentuk permukaan belah ketupat, fissure berbentuk huruf
• Daerah rentan karies, liat punya ulfah
• Etiologi karies slide dok ratih
• Langkah restorasi
• Komplikasinya : untreated : pulpitis reversible, white line (pengerutan)
• Baca lagi box only kalau tidak ada perluasaan
• Untuk matriks yang digunakan sectional.. Matriks ada berapa aja
• Distal pakai circuler
• Dinding terlebih dahulu dibuat
• Isolasi nya bagaimana
• Persiapaannya harus ada gingevektomi
Preparasi tunnel ?

note
• Baca lagi kelas 2, cara pemasangan rubber dam, cara
pemasangan, alasan pemilihan komposit knpa?
• Alat harus lengkap, kalau ujian harus siap semua buat
catatan kecil
• Jenis komposit untuk proksimal ( flowable untuk
proksimal servikal , atau gic sandwich)

note