Anda di halaman 1dari 37

CASE PRESENTATION

MANAJEMEN UKM DI PUSKESMAS


NGALIYAN

Disusun oleh:
Pembimbing:
Faris Akbar Ashari
Drs. Purwito s, M.Kes
30101407181
Latar Belakang

Puskesmas berfungsi untuk


menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat (UKM)
dan upaya kesehatan perorangan
(UKP) tingkat pertama.

Upaya kesehatan masyarakat sendiri dibagi


menjadi 2, yaitu Upaya kesehatan masyarakat
essensial dan upaya kesehatan pengembangan.
Salah satu program UKM essensial adalah
kesehatan lingkungan atau kesling.
Di puskesmas Ngaliyan sendiri ada beberapa
program kesehatan lingkungan, diantaranya ada
program Pengawasan dan Pengendalian
Kualitas Air, program Pengawasan dan
Pengendalian TTU/TPMM, program
Pengawasan dan Pengendalian Penyehatan
Lingkungan Pemukiman, program Pembinaan
Penyehatan Lingkungan Sehat.

Dari data bulan mei 2018 ada beberapa program yang


menjadi masalah. Diantaranya, Jumlah tempat pengelolan
makanan (TPM) dari 113 tempat 7 diantaranya tidak
memenuhi syarat, Jumlah rumah bebas jentik dari 200 rumah
yang diperiksa 26 diantaranya belum memenuhi syarat,
jumlah jamban dari 200 jamban yang diperiksa 17
diantaranya belum memenuhi syarat, tercatat ada 219 kasus
BABS di daerah Ngaliyan, terdapat di kelurahan wates 89
kasus, kelurahan Podorejo 111 kasus dan keluran Ngaliyan
19 kasus.
Masalah kesehatan akan muncul jika masalah upaya
kesehatan lingkungan ini tidak segera dibenahi, salah satu
masalah kesehatan yang sering muncul yang diakibatkan
karena perilaku dan lingkungan adalah diare. Berdasarkan
hasil survey Levels & Trends in Child Mortality tahun 2014,
lebih dari 370 anak berusia balita meninggal di indonesia
setiap harinya, yang sebagian besar disebabkan oleh diare.
Bukan hanya diare masalah kesehatan yang akan muncul,
DBD, HIV AIDS juga merupakan masalah yang disebabkan
oleh lingkungan dan perilaku.

Berdasarkan data di atas perlu dilakukan analisa


lebih mendalam untuk mengetahui manajemen
upaya kesehatan lingkungan puskesmas UPTD
Ngaliyan.
RUMUSAN MASALAH

“Masalah- masalah apa saja


yang ada dalam manajemen
upaya kesehatan lingkungan di
Puskesmas Ngaliyan ?”
TUJUAN
Tujuan Umum
Mengetahui masalah-masalah yang ada dalam manajemen upaya kesehatan
lingkungan di Puskesmas Ngaliyan.

Tujuan Khusus
• Mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dalam manajemen upaya kesehatan
lingkungan di Puskesmas Ngaliyan.
• Menganalisa faktor-faktor masalah yang ada dalam manajemen upaya kesehatan
lingkungan di Puskesmas Ngaliyan.
• Membuat POA.
• menghasilkan intervensi.
MANFAAT

BAGI • Mahasiswa menjadi terbiasa melaporkan


masalah mulai penemuan masalah sampai
DOKTER memberikan alternative pemecahan
MUDA masalah

•Dapat meningkatkan keberhasilan program


BAGI kesehatan lingkungan di Puskesmas
PUSKESMAS Ngaliyan melalui optimalisasi program-
NGALIYAN program upaya kesehatan lingkungan.
Profil Puskesmas Ngaliyan
Puskesmas Ngaliyan mempunyai beberapa gedung
pelayanan, diantaranya pelayanan pemeriksaan umum,
gigi, KIA, KB, Farmasi, ruang tindakan, ruang MTBS,
pertolongan persalinan, pasca persalinan dan ruang rawat
inap. Sedangkan jumlah penduduk Puskesmas Ngaliyan
51.384 jiwa.
Batas Wilayah
Utara : Kelurahan Purwoyoso
Selatan : Kelurahan Kedung Pane dan
Kelurahan Pesantren
Barat : Kecamatan Tambak Aji
Timur: Kelurahan Kali Pancur
Luas Tanah dan Bangunan
Puskesmas memiliki luas tanah dan bangunan
sebesar 3.612 m2.
Visi & Misi Puskesmas
Visi Puskesmas
“Menjadikan Puskesmas Ngaliyan sebagai Pusat
Pelayanan Kesehatan yang professional dan menjadi
pilihan masyarakat tahun 2021”.

Misi Puskesmas
Menggerakkan pembangunan kesehatan di wilayah kerja
dengan melibatkan lintas program dan lintas sektoral
secara terpadu dan berkelanjutan.
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu ,
terjangkau efektif dan optimal
Tata Nilai
- Disiplin
- Kerjasama
- Kepuasan pasien

Kebijakan Mutu Puskesmas :


- Memberikan pelayanan yang bermutu sesuai
dengan peraturan dan standar minimum yang
berlaku.
- Meningkatkan kompetensi sumber daya
manusia.
- Melakukan perbaikan berkelanjutan dalam
pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan
UKM & UKP
Dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu UKM Essensial
dan UKM Pengembangan.

UKM Essensial merupakan UKM yang wajib dilaksanakan


 UKM Pengembangan merupakan upaya kesehatan
masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang
sifatnya inovatif dan/atau bersifat ekstensifikasi dan
intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas
masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan
potensi sumber daya yang tersedia di masing-masing
Puskesmas. (Permenkes No. 75 th. 2014).
Program UKM
UKM Essensial
 promosi kesehatan
 pelayanan kesehatan lingkungan
 pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
 pelayanan gizi dan
 pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.
UKM Pengembangan
 kesehatan jiwa
 pelayanan kesehatan gigi masyarakat
 pelayanan kesehatan tradisional komplementer
 pelayanan kesehatan olah raga
 pelayanan kesehatan indera
 pelayanan kesehatan lansia
 pelayanan kesehatan kerja
 pelayanan kesehatan lainnya
UKP
Upaya kesehatan perseorangan(UKP) ialah
pelayanan klinis suatu kegiatan dan serangkaian kegiatan
pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan,
pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan
penderita akibat penyakit dan memulihakn kesehtan
perorangan.
Program UKP
• Pelayanan pemeriksaan umum
• Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
• Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
• Pelayanan gawat darurat
• Pelayanan Gizi yang bersifat UKP
• Pelayanan persalinan
• Pelayanan rawat inap
Program UKM Kesling Puskesmas
Jumlah sarana air minum yang dilakukan inspeksi
kesehatan lingkungan
Jumlah tempat pengelolaan makanan (TPM) yang
dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan
Jumlah tempat-tempat umum (TTU) yang dilakukan
inspeksi kesehatan lingkungan \
Jumlah rumah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan
Pembinaan penyehatan lingkungan sehat
Stop buang air besar sembarangan/ odf
Masalah UKM kesling Pukesmas
Ngaliyan
Jumlah total tempat pengelolaan makanan (TPM)
Jumlah rumah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan
Jumlah rumah/ bangunan bebas jentik
 Jumlah buang air besar sembarangan

Pada program Upaya Kesehatan Lingkungan Puskesmas


Ngaliyan, Dari data bulan mei 2018 ada beberapa program yang
menjadi masalah. Diantaranya, Jumlah tempat pengelolan
makanan (TPM) dari 113 tempat 7 diantaranya tidak memenuhi
syarat, Jumlah rumah bebas jentik dari 200 rumah yang
diperiksa 26 diantaranya belum memenuhi syarat, jumlah
jamban dari 200 jamban yang diperiksa 17 diantaranya belum
memenuhi syarat, kasus Bab sembarangan di daerah Ngaliyan
juga masih tinggi, tercatat ada 219 kasus BABS di daerah
Ngaliyan, terdapat di kelurahan wates 89 kasus, kelurahan
Podorejo 111 kasus dan keluran Ngaliyan 19 kasus.
IDENTIFIKASI
MASALAH
DAFTAR MASALAH
1. Jumlah total tempat pengelolaan makanan (TPM)
2. Jumlah rumah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan
3. Jumlah rumah/ bangunan bebas jentik
4. Jumlah buang air besar sembarangan
Urutan masalah berdasarkan
prioritas masalah adalah

1. Jumlah buang air besar sembarangan


2. Jumlah rumah/ bangunan bebas jentik
3. Jumlah total tempat pengelolaan makanan
4. Jumlah rumah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan
ANALISIS PENYEBAB MASALAH – FISH BONE
ANALISIS PENYEBAB MASALAH – PENDEKATAN SISTEM
KESIMPULAN &
SARAN
KESIMPULAN
• Tingginya jumlah kasus buang air besar sembarangan merupakan prioritas
masalah kesehatan diantara 4 masalah kesehatan utama yang ditemukan di
Puskesmas Ngaliyan. Urgensi masalah yang sangat penting, kemungkinan
intervensi yang cukup mudah, biaya yang dibutuhkan murah dan kemungkinan
peningkatan mutu tinggi.

• Beberapa faktor penyebab tingginya jumlah kasus BABS :


1. Masih kurangnya pengetahuan beberapa masyarakat dampak dari buang air besar
sembarangan
2. Perilaku beberapa masyarakat yang masih suka buang air besar sembarangan
3. Sudah menjadi kebiasaan sejak kecil
4. Dari lingkungan yang mendukung untuk buang air besar sembarangan
5. Tidak adanya lahan untuk membangun wc
6. Tidak ada biaya untuk membangun wc
7. Tidak adanya media informasi berupa video, dan leaflet di puskesmas mengenai
dampak dari buang air besar sembarangan
KESIMPULAN
 Berdasarkan uraian diatas, Puskesmas perlu mengadakan
kegiatan-kegiatan untuk menurunkan jumlah kasus buang air
besar sembarangan. Karena jumlah kasus buang air besar
tinggi juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Meskipun kegiatan itu dapat dilaksanakan, akan tetapi
keberhasilan kegiatan tidak dapat terwujud dengan baik tanpa
adanya dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak.

 Tingkat pengetahuan masyarakat sangat berpengaruh


terhadap kasus ini , kesadaran masyarakat yang kurang juga
merupakan salah satu masalah yang ada di puskesmas
Ngaliyan Semarang, perlu diadakan peningkatan penyuluhan
untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat
SARAN
 Penanggung jawab program UKM Kesling :
• Meningkatkan hubungan kerjasama dengan tokoh masyarakat dan aparat desa
untuk menekan jumlah kasus BABS
• Meningkatkan kinerja petugas UKM Kesling

 Promosi kesehatan
• Melakukan penyuluhan rutin kepada Masyarakat akan dampak dari buang air
besar sembarangan
• Memanfaatkan media informasi seperti poster, leaflet dan pamflet untuk
meningkatkan pengetahuan Masyarakat mengenai Buang air besar
sembarangan.

 Kepala Puskesmas
• Mengoptimalkan penggunaan dana yang ada di puskesmas dalam rangka
menurunkan jumlah kasus BABS di wilayah kerja puskesmas Ngaliyan
• Meningkatkan hubungan kerjasama yang baik dengan pimpinan daerah dan
sektor-sektor terkait agar memberikan dukungan nyata bagi setiap kegiatan dan
program.
TERIMA KASIH 