Anda di halaman 1dari 5

• Enterobius vermicularis dapat di identifikasi secara silang bagian ‘duri’

di kedua sisi. Yang merupakan lunas atau lunas batang yang


memanjang keseluruh panjang tubuh. Cacing yang ditemukan pada
pasien pertama warna merah muda struktur serosa dari pasien ketiga
juga. Untuk membedakan keberadaan lateral duri. Tetapi mereka
memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Enterobius vemiculari paling
banyak didinding. Fokus yang terklasifikasi adalah ovum. Ovum dari
enterobius vermicularis berukuran50-60g X 20 sampai 30 g dan
asimetris. Satu sisi menjadi lebih cembung dari yang lain. Sel telur
yang terlihat pada pasien pun cocok dengan deskripsi yg telah di
jelaskan.
Diverticulum di usus besar pada pasien pertama berasal dari bawaan ,cacing kermi yg ada
pada wanita hamil masuk ke divertikulum dan dlm perjalananya menuju kolon ke luar ,
banyaknya peradangan dikarenakan adanya cacing seperti eosinofil , enterotopic
enterobius vermicularis. Tidak hanya di sekitar tetapi di jaringan di luar kolon dan di darah
perifer , tidak mungkin terjadi peradangan jika cacing tidak masuk kedlm , namum pasien
memiliki riwayat nyeri perut dan muntah 2 mggu sblm masuk RS , menunjukan terjadinya
diverticulitis dmn caving tersebut dpt masuk ke dinding peningkatan peradangan yg
diaebabkan oleh kulum dan peritonitis , telur cacing kermi ditemukan d dinding usus besar
. Pada kasus lain hal tersebut di kaitkan dgn ulkus mukosa hal tersebut memungkinkan
cacing dpt menembus dinding, dia mengamati enterobius di setiap lapisan apendix tanpa
ad reaksi peradangan di aekitarnya tetapi tdk ada apendix yg sepenuhnya normal , hal ini
meyakinkan bahwa resistensi mukosa terjadi karena terlebihdahulu sudah di lemahkan
oleh penyakit sebelum penetrasi oleh cacing .
Diskusi
Pada pasien kedua yang telah d periksa menunjukan adanya cacing kremi dan ovum
dijaringan retrocaecal, ini bisa terjadi karena adanya perforasi appendix retrocaecal yg telah
mengalami peradangan. Ini biasanya terjadi karena adanya peradangan yang lama sehingga
menyebabkan bengkaknya retriocaecal dan dapat didiagnosis sementara sebagai carsinoma.
Parasit necrotik yamg ada di serosa dan colon sigmoid dari pasien ketiga kemungkinan besar
karena adanya cacing yang dapat berjalan melalui appendix yang dapat berjalan melalui appendix
yang berlubang. Bila terjadipenutupan oleh fibrosis maka akan menyebabkan penyempitan pada
usus, obstruksi intestinal dan ureter.
• Cacing ini hidup di dinding apendiks, dia dapat melakukan simboisis
sempurna di dalam jaringan, sehingga tidak menyebabkan suatu
reaksi inflamasi. Pada salah satu penelitian didapatkan dilatasi
superficial pada appendiks dengan tidak adanya suatu reaksi
inflamasi. Tapi, bagaimanapun, dapat ditemukan nekrotik cacing pada
dinding apenddiksnya dari kedua pasien tersebut, tetapi tidak dapat
diindetifikasi sebagai enterobius vermicularis. Dapat di diguga sampai
terjadinya suatu reaksi inflamasi di jaringan karena terdapat cacing
kremi
• Terdapat beberapa laporan bahwa Enterobius vermicularis hanya
dapat menembus dinding usus atau apendiks. Kehadirannya di
peritoneum laki-laki hanya dapat terjadi jika apendiks atau usus
mengalami perforasi sebagai akibat dari peradangan tersebut. Di
betina, ini dapat terjadi tetapi melalui saluran genital. Jika cacing
kremi memang menembus dinding atau keluar ke peritoneum maka
dapat memperburuk peradangan, dapat menyebabkan peritonitis
umum(pasien 1), atau bisa menimbulkan fibrosis yang bisa
mensimulasikan karsinoma (pasien 2) atau penyakit Crohn(pasien 3).