Anda di halaman 1dari 16

Keperawatan Jiwa

Intervensi
Keperawatan Jiwa
Rencana tindakan keperawatan terdiri dari 3 aspek yaitu
tujuan umum, tujuan khusus, dan rencana tindakan
keperawatan.

1. Tujuan Umum
Tujuan umum berfokus pada penyelesaian permasalahan
(P) dari diagnosis tertentu.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus berfokus pada penyelesaian etiologi (E)
dari diagnosis tertentu

Umumnya kemampuan pada tujuan khusus dapat dibagi


menjadi 3 aspek (Stuart dan Sudeen, 1995) yaitu
a) kemampuan kognitif
b) Kemampuan psikomotor
c) Kemampuan afektif
Kemampuan klien terkait tujuan
3. Rencana Tindakan

Rencana tindakan keperawatan merupakan serangkaian


tindakan yang dapat mencapai tiap tujuan khusus.
Rencana tindakan disesuaikan dengan standar asuhan
keperawatan jiwa Indonesia atau standar keperawatan Amerika
yang membagi karakteristik tindakan berupa tindakan konseling/
psikoterapeutik, pendidikan kesehatan dan tindakan kolaborasi.
Tindakan keperawatan menggambarkan tindakan perawat
yang mandiri, kerjasama dengan klien, kerjasama dengan keluarga,
kerjasama dengan kelompok dan kolaborasi dengan tim kesehatan
jiwa lain.
Implementasi
Tindakan Keperwatan
Implementasi tindakan keperwatan
disesuaikan dengan rencana tindakan
keperawatan.
Sebelum melaksanakan tindakan
yang sudah direncanakan, perawat perlu
memvalidasi dengan singkat apakah rencan
tindakan masih sesuai dan dibutuhkan
klien sesuai dengan kondisinya saat ini
(here and now).
Evaluasi Keperawatan
Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai
efek dari tindakan keperawatan pada klien.

Evaluasi dapat dibagi 2, yaitu evaluasi proses atau formatif


dilakukan setiap selesai melaksanakan tindakan, evaluasi hasil atau
sumatif dilakukan dengan membandingkan respons klien pada tujuan
khusus dan umum yang telah ditentukan.

Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan SOAP,


sebagai pola pikir :
S : respons subjektif klien terhadap tindakan keperawatan
yang telah dilaksanakan.
O : respons objektif klien terhadap tindakan keperawatan
yang telah dilaksanakan.
A : analisa ulang atas data subjektif dan objektif untuk
menyimpulkan apakah masalah masih tetap atau
muncul masalah baru atau ada data yang kontradiksi
dengan masalah yang ada.
P : perencanaan atau tindak lanjut berdasarkan hasil analisa
pada respons klien.
Rencana tindak lanjut dapat berupa :
1. Rencana teruskan, jika masalah tidak
berubah.
2. Rencana dimodifikasi jika masalah tetap,
semua tindakan sudah dijalankan tetapi hasil
belum memuaskan.
3. Rencana dibatalkan jika ditemuakn masalah
baru dan bertolak belakang denagn masalah
yang ada serta diagnose yang lama
dibatalkan.
4. Rencana atau diagnose selesai jika tujuan
sudah tercapai dan yang diperlukan adalah
memelihara dan mempertahankan kondisi
yang baru