Anda di halaman 1dari 7

• Kandungan: <0,25 wt% C

• Diketahui juga sebagai mild steel.


• Kekuatan tarik: 555 N/mm, kekerasan: 140 BHN.
• Mikrostruktur: ferrite dan pearlite.Karena
mikrostruktur di atas, low carbon steel adalah baja
yang lunak dan tidak kuat, namun memiliki keuletan dan
ketangguhan yang tinggi.
• Mudah dibentuk, mudah dilas, mudah dimesin, dan lebih
elastis dari besi tempa.
• Struktur patahannya berserat dan cerah.
• Titik lebur: 1410° C.
• Paling banyak diproduksi dan paling murah.
• Tidak responsif terhadap perlakuan panas;
penguatannya dilakukan dengan cold working.
• High-Strength Low Alloy (HSLA): mengandung Cu, V,
Ni, dan Mo dengan konsentrasi gabungan 10 wt%.
Memiliki kekuatan yang lebih tinggi (480 MPa) dan lebih
tahan korosi. Kebanyakan bisa di-heat treatment. CONSTRUCTION BEAM
• Kandungan: 0,25 - 0,6 wt% C
• Heat-treatable: Dapat di-heat treatment dengan
austenizing, quenching, lalu tempering.
• Plain: Kemampukerasan rendah dan hanya bisa di-
heat treatment pada bagian tipis dengan laju
quenching tinggi.
• Penambahan Cr, Ni, dan Mo dapat meningkatkan
kapasitas paduan ini untuk di-heat treatment.
Produknya akan lebih kuat dari low carbon steel
namun keuletannya rendah. Struktur patahannya
berserat dan cerah.
• Kekuatan tarik lebih tinggi dari besi tuang dan besi
tempa. Kekuatan kompresi lebih tinggi dari besi
tempa namun lebih rendah dari besi tuang.
• Tangguh.
• Mudah dibentuk, ditempa, dan dilas (tidak semudah
low carbon steel).

CRANKSHAFT
• Kandungan: 0,6 - 1,4 wt% C
• Baja karbon paling keras, kuat, namun
merupakan yang paling tidak ulet.
• Hampir selalu digunakan dalam
kondisi hardened dan tempered
karena sangat keras dan tahan aus.
• Contoh paling umum adalah tool
steel dan die steel. Mengandung Cr,V,
W, dan Mo, dimana unsur paduan ini
akan bergabung dengan karbon untuk
membentuk senyawa karbida (Cr23C6,
V4C3, dan WC) yang sangat tahan aus.
Karena ini, sering digunakan sebagai
cutting tools dan cutting dies (pisau,
razors, blades, high-strength wire). REL
• Kandungan: > 11 wt% Cr
• Sangat tahan korosi pada berbagai jenis lingkungan, karena pembentukan Mengandung Cr, V, W, dan Mo, dimana unsur paduan
lapisan tipis Cr2O3 di permukaan.
ini akan bergabung dengan karbon untuk
• Memiliki range sifat mekanis yang luas sehingga memiliki aplikasi yang
sangat versatile, dan mampu mempertahankan sifat mekanis pada membentuk senyawa karbida (Cr23C6, V4C3, dan
lingkungan rentan dan temperatur tinggi.
WC) yang sangat tahan aus. Karena ini, sering
• Dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan konstituen fase paling dominan pada
mikrostrukturnya: martensitic, ferritic (BCC), dan austenitic. Ada pula baja digunakan sebagai material yang akan mengerjakan
ultra-high strength (PH/Precipitation Hardening) yang diperkuat dengan material lain (perkakas), seperti cutting tools dan
precipitation hardening dan duplex stainless steel (gabungan antara ferrite
dan austenite). cutting dies (pisau, razors, blades, high-strength
• Baja martensitic dapat di-heat treatment, tidak seperti austenitic dan wire).
ferritic. Baja austenitic adalah baja yang paling tahan terhadap korosi
karena konten kromium yang lebih tinggi, namun bersifat nonmagnetic
tidak seperti jenis lainnya.

PRESSURE
VESSEL

GERGAJI
• PPt Perlakuan Panas & Rekayasa Permukaan: Steel Classification
• www.asminternational.org (Diakses pada 12 September 2018)
• www.azom.com (Diakses pada 12 September 2018)
• www.steelforge.com (Diakses pada 12 September 2018)