Anda di halaman 1dari 24

HUBUNGAN PERUSAHAAN

DENGAN BANK
KELOMPOK 3:
DESI AFELIANI
FANJI NUGRAHA
HARDIZAKI PRASETYO
HESTY AYUNI MZ
LUCKY IRFINA
OBBY BIMOARIYAN
RAHMADANI PUTRA
VEBY MANDALA
Sejarah Singkat Perbankan di Indonesia

 Dilihat dari sudut usianya, industri perbankan di Indonesia sudah cukup berumur. Bank-bank
komersial pertama di Indonesia dibentuk pada akhit abad ke-19 yang dimaksudkan sebagai lembaga
yang dapat menunjang penanaman modal kapitalis Belanda. Setelah Indonesia merdeka, bank-bank
tersebut kemudian berubah menjadi bank-bank milik pemerintah seperti Bank Bumi Daya, Bank
Ekspor Impor Indonesia, Bank Dagang Negara. Bahkan pada saat itu “The Java’s Bank” lebih dahulu
dibentuk daripada “The Netherland Bank” di Belanda. Meskipun industri perbankan di Indonesia
sudah cukup berumur namun perkembangannya yang meningkat dan cepat baru terjadi dalam dua
dekade terakhir Industri perbankan di Indonesia sampai dengan tahun 1951 relatif belum memasuki
periode yang teratur. Periode berikutnya samapai dengan tahun 1965 relatif industri perbankan
mengalami gejolak-gejolak yang kurang menyenangkan bagi pertumbuhannya. Perekonomian ketika
itu ditandai dengan tingginya tingkat inflasi, hubungan diantara sumber-sumber ekonomi menjadi
terganggu dan industri perbankan pun mengalami masa suram yang tidak menentu. Baru pada tahap
berikutnya yaitu pada tahun 1967 dengan dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Perbankan, industri
perbankan mulai membenahi dirinya dengan cara menyesuaikan diri dengan perkembangan yang
terjadi disekitarnya yang sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan periode sebelum 1967.
 Tata perbankan di Indonesia, baik mengenai organisasinya maupun strukturnya dibentuk
sedemikian rupa sehingga Bank Indonesia sebagai bank sentral bertindak sebagai pembimbing
pelaksanaan kebijakan moneter. Dalam hal ini Bank Indonesia mengkoordinasikan, membina serta
mengawasi semua perbankan yang ada, baik terhadap bank-bank pemerintah maupun terhadap bank
swasta nasional serta bank asing di Indonesia.
B. Sistem Perbankan di Indonesia

 Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 1967 tentang Pokok Perbankan,


disebutkan yang dimaksud dengan :
 Bank
Adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah memberikan kredit dan
jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.
 Lembaga keuangan
Adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan
menarik uang dari dan menyalurkannya ke dalam masyarakat.
Jenis lembaga perbankan menurut fungsinya
dibedakan kedalam :

 Bank Sentral (Central Bank)


Yaitu Bank Indonesia yang bertugas mengatur, menjaga dan memelihara
kestabilan nilai Rupiah, membimbing pelaksanaan kebijakan moneter serta
mengkoordinasikan, membina dan mengawasi semua perbankan.
 Bank Umum (Commercial Bank)
bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima semua simpanan
dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya terutama memberikan
kredit jangka pendek.
 Bank Tabungan (Saving Bank)
bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk
tabungan dan dalam usahanya terutama membungakan dananya dalam kertas
berharga.
 Bank Pembangunan (Development Bank)
bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam
bentuk deposito dan atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan
panjang, dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan
panjang di bidang pembangunan.
 Bank Desa (Rural Bank)
bank yang memberikan simpanan dalam bentuk uang dan natura (padi, jagung,
dan hasil bumi lainnya) dan dalam usahanya memberikan kredit jangka pendek
dalam bentuk uang maupun dalam bentuk natura kepada sektor pertanian dan
pedesaan.
Dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1992
tentang Perbankan Bab 1 dinyatakan bahwa,
yang dimaksud dengan :
 Bank Campuran
bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang
berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga Indonesia dan/atau badan
hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan
satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.
 Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka,
tabungan dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
Syarat-syarat Mendirikan Bank di Indonesia :

 Bank Negara (Pemerintah)


Bank Umum milik negara, Bank Tabungan milik negara dan Bank Pembangunan
milik negara termasuk Bank Pembangunan Daerah didirikan dengan Udang-
Undang. Dipimpin oleh Direksi yang jumlah anggotanya beserta susunan tugas
wewenang/tanggung jawab dan tugas juga usaha pokok serta permodalannya
diatur dalam Undang-Undang.
 Bank Swasta
Bank umum, bank tabungan dan bank pembangunan milik swasta termasuk bank
umum koperasi, bank tabungan koperasi serta bank pembangunan koperasi hanya
boleh didirikan dan menjalankan usahanya sebagai bank setelah mendapat ijin
usaha dari Menteri Keuangan dengan mendengar pertimbangan Bank
Indonesia.Pendirian bank swasta harus berbentuk badan hukum Perseroan
Terbatas dan untuk bank umum koperasi, bank tabungan koperasi dan bank
pembangunan koperasi harus berbentuk badan hukum koperasi.
Saham-saham dari perseroan terbatas seluruhnya harus dimiliki oleh warga
negara Indonesia atau badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri dari
warga negara Indonesia.Mempunyai modal disetor yang sesuai dengan ketentuan
Undang-Undang. Pimpinan dan karyawan yang memegang kedudukan penting
harus seluruhnya warga negara Indonesia.Mempunyai gedung kantor sendiri dan
peralatan kantor yang memnuhi syarat.
 Bank Asing
Bank asing dapat menjalankan usahanya di Indonesia setelah mendapat ijin usaha
dari Menteri Keuangan sesudah mendengar pertimbangan dari Bank Indonesia.
Bank asing hanya diperkenankan untuk menjalankan usahanya dibidang bank
umum dan atau bank pembangunan dengan mengutamakan kegiatan-kegiatan
yang bermanfaat bagi pembangunan negara dan kepentingan nasional pada
umumnya.
Tugas dan Fungsi Bank
 Tugas Bank
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
a.Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi yang
ditetapkannya.
b.Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara, akan tetapi
tidak terbatas pada:
1) Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing.
2) Penetapan tingkat diskonto.
3) Penetapan cadangan wajib minimum.
4) Pengaturan kredit dan pembiayaan.
2. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran
a.Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa pembayaran.
b.Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan
laporan tentang kegiatannya.
c.Menetapkan penggunaan alat pembayaran
3. Mengatur & mengawasi bank
Pengaturan tata perbankan di Indonesia sesuai jiwa makna Ketetapan MPRS No.
MPRS/1966 pada dasarnya bertujuan untuk dapat memobilisasikan dan
mengembangkan kekuatan ekonomi potensial guna dikerahkan bagi peningkatan
kemakmuran rakyat.Tata perbankan harus merupakan suatu kesatuan sistem yang
menjamin adanya kesatuan pimpinan didalam mengatur seluruh perbakan di
Indonesia serta mengawasi pelaksanaan kebijakan moneter Pemerintah dibidang
perbankan. Memobilisasi dan mengembangkan seluruh potensi ekonomi nasional
yang bergerak di bidang perbankan berdasarkan azas-azas demokrasi ekonomi.
Membimbing dan memanfaatkan segala potensi tersebut bagi kepentingan
perbaikan ekonomi rakyat
Penetapan prioritas tugas-tugas pokok Bank
Pemerintah
 Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 46)
Tugasnya diarahkan kepada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi
nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum dengan mengutamakan
sektor industri.
 Bank Dagang Negara (BDN)
Tugasnya diarahkan kepada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi
nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum dengan mengutamakan
sektor pertambangan.
 Bank Bumi Daya (BBD)
Tugasnya diarahkan kepada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi
nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum dengan mengutamakan
sektor perkebunan dan kehutanan.
 Bank Tabungan Negara (BTN)
Tugasnya diarahkan pada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi
nasional dengan jalan menghimpun dana-dana masyarakat terutama dalam
bentuk tabungan dan perkreditan perumahan murah.
 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Tugasnya diarahkan kepada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi
nasional dengan jalan melakukan usaha-usaha bank umum dengan
mengutamakan Pemberian kredit pada sektor koperasi, tani dan
nelayan.Membantu rakyat yang belum tergabung dalam koperasi dan
menjalankan kegiatan dalam bidang kerajinan, perindustrian rakyat, perusahaan
rakyat dan perdagangan kecil.Pemberian bantuan terhadap usaha pemerintah
dalam rangka pelaksanaan politik agraria dan pembangunan masyarakat desa.
 Bank Eksport Import Indonesia (Bank EXIM)
Tugas dan usahanya diarahkan kepada perbaikan ekonomi rakyat dan
pembangunan ekonomi nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum
dengan mengutamakan sektor produksi, pengolahan dan pemasaran barang-
barang ekspor.
Tugas pokok bank yaitu :

 Memberikan kredit (pinjaman) untuk tujuan kegiatan yang produktif kepada


orang atau badan usaha yang membutuhkan.
 Menarik uang dari masyarakat, dalam hal ini dengan menyimpan uang yang
tidak atau belum dipergunakan dalam bentuk rekening koran giro, depostio
berjangka, tabungan dan lain-lain.
 Memberikan jasa dalam bidang lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.
 Kegiatan lain, misalnya memberikan jaminan bank, menyewakan tempat
untuk menyimpan barang-barang berharga.
Fungsi Bank
 Agent of Trust
Dasar utama kegiatan perbankan adalah trust atau kepercayaan, baik dalam hal
menghimpun dana maupun penyaluran dana.
 Agent of Development
Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan
pembangunan perekonomian masyarakat.
 Agent of Service
Selain menghimpun dan menyalurkan dana, bank juga memberikan penawaran
jasa-jasa perbankan yang lain kepada masyarakat, seperti penawaran jasa-jasa
perbankan yang lain kepada masyarakat seperti jasa pengiriman uang, jasa
penitipan barang berharga dan lain-lain.
Peranan bank dalam dunia usaha.
 Dalam perusahaan dagang
Kegiatan utamanya adalah melakukan pembelian dan penjualan bahan baku,
barang setengah jadi dan barang jadi. Untuk itu perusahaan harus dapat
menyediakan dana yag berupa uang agar dapat memperlancar usaha tersebut.
 Dalam perusahaan industri
 Kegiatan pokoknya adalah memproses bahan baku atau bahan setengah jadi
menjadi barang jadi yang siap dipakai. Sebagai akibat dari proses industri itu
maka untuk menjaga kelancaran usahanya diperlukan adanya mesin, gedung,
pabrik, tenaga ahli
Uang tunai memegang peranan penting dalam
pabrik, sehingga mungkin akan menjadi
masalah :
 Tindakan apa yang sebaiknya ditempuh jika perusahaan belum mampu
memnuhi kebutuhan uang tunai
 Tindakan apa yang sebaiknya ditempuh jika perusahaan mempunyai cukup
dana, supaya dana itu aman, efisien pengelolaannya, praktis dan mudah
menggunakan serta terhindar dari penyalahgunaan.
Hubungan antara bank dengan perusahaan
akan terjalin dalam usahanya untuk ikut serta
melancarkan dunia usaha
 Peranan bank dalam negeri adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi
dalam arti bahwa semua kegiatan yang dilakukan oleh bank itu menyangkut
masalah uang. Kegiatan tersebut meliputi : administrasi keuangan,
penggunaan uang, penampungan uang, perdagangan dan penukaran,
perkreditan, kiriman uang dan pengawasannya.
 Peranan bank diluar negeri yaitu sebagai jembatan antara dunia
internasional, dalam lalu lintas devisa (uang), hubungan moneter dan
perdagangan.
Hubungan Bank dengan Perusahaan sebagai
Nasabahnya
Perusahaan-perusahaan saat ini sangat membutuhkan jasa-jasa bank, baik itu
berupa pengambilan pinjaman (kredit) maupun melalui transaksi jasa pengiriman
uang, penyimpanan uang dalam bentuk rekening giro, inkaso, kliring, dan
sebagainya. Dilain pihak, bank sebagai lembaga keuangan menjual kepercayaan
(kredit) dan jasa-jasa tersebut.
Pengertian kredit itu sendiri adalah kemampuan untuk mendapatkan barang atau
jasa dengan pertukaran suatu janji untuk membayar di kemudian hari.
Fungsi yang dijalankan oleh perkreditan
a) a) Adanya kredit menyebabkan tersedianya modal
b) Dengan kredit maka akan menyebabkan modal dapat menyesuaikan bisnis
pada kebutuhan yang berlainan.
c) c) Kredit dapat berlaku sebagai alat tukar, sehingga transaksi dapat
diselesaikan dengan cepat tanpa pertukaran uang.
 Instrumen kredit
1. Janji untuk membayar (promises to pay)
Kelompok ini terdiri dari surat-surat promes (prommisory notes)
2. Perintah untuk membayar (orders to pay)
Kelompok ini meliputi semua jenis wesel (drafts) dan tanda askep perdagangan (trade
acceptances)
Untuk mengetahui apakah suatu bank cukup kuat, maka sebaiknya perusahaan
membaca neraca rugi/laba bank yang setiap tiga bulan dapat dibaca disurat-surat
kabar termasuk didalamnya :
 Likuiditas
Kemampuan suatu bank melunasi kewajiban-kewajiban yang segera dapat ditarik.
 Solvabilitas
Kemampuan bank untuk membayar semua hutangnya kepada pihak ketiga. Hutang ini
biasanya digolongkan dalam jangka menengah dan panjang.
 Rentabilitas
Kemampuan suatu bank untuk memperoleh keuntungan atau laba.
Beberapa macam transaksi bank yang sering
dilakukan perusahaan

 Penggunaan Cek
Cek merupakan perintah pembayaran (kepada bank) sejumlah uang dari orang
yang menandatanganinya untuk membayar kepada orang yang membawanya atau
orang yang namanya tersebut pada cek itu.
- Orang yang menandatangani cek adalah orang yang mempunyai simpanan uang
dalam bentuk rekening giro di bank.
- Cek tersebut merupakan alat pembayaran walaupun bukan merupakan alat
pembayaran yang sah (uang)
Macam-macam cek :
 Cek atas unjuk
Bank akan membayar kepada siapa saja yang membawa, menunjukkan dan
menguangkan cek pada bank.
 Cek atas nama
Bank akan membayar kepada orang atau badan yang namanya tertera di atas cek
tersebut. Pengalihan cek harus disertai keterangan dari pemilik lama.
 Cek silang (cross cheque)
Cek ini tidak dapat diuangkan; dapat ditulis nama atau atas unjuk.
 Cek atas nama atau si pembawa
Bank akan memberlakukan cek semacam ini sebagai cek atas unjuk biasa.
 Cek yang diberi tanggal kemudian (post dated cheque)
Cek yang bertanggal maju, atau tanggal menulisnya lebih muda daripada tanggal
menguangkannya.
 Cek kosong
Penguangan suatu cek ke bank yang tidak didukung oleh adanya dana yang cukup.
 Cek bepergian (travellers’s cheque)
Cek ini bermanfaat bagi orang-orang yang bepergian. Cek ini menduduki fungsi
sebagai uang kertas bank (uang kartal).
 Cek yang difiat (certifeid cheque)
Sebuah cek yang dijamin oleh bank untuk tanda tangan dan kecukupan dananya.
Suatu cek hanya dapat diuangkan pada bank dimana terdapat simpanan uang
dalam bentuk rekening giro dari si penerbit.
 Rekening Koran Giro
Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau
dengan cara pemindahbukuan.
 Penggunaan Bilyet Giro
Surat perintah dari nasabah kepada bank sebagai penyimpanan dana, untuk
memindah bukunan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada pihak
penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau pada bank yang
lainnya.
Bilyet giro tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank oleh penerimanya,
tetapi hanya merupakan alat pemindah bukuan dan ake rekening lain, baik pada
bank yang sama maupun bank yang berlainan.