Anda di halaman 1dari 24

KONSEP

PELAYANAN KESEHATAN KERJA


PADA PUSKESMAS
DI KAWASAN INDUSTRI

Oleh :
DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TENGAH
PENDAHULUAN
• 3 milyar pekerja dunia  80% belum
terakses pelayanan kes kerja dasar
• Konsep pelayanan kes kerja dasar
berakar dari Deklarasi Ama Atha 1978
• Era globalisasi & pasar bebas
mepersyaratkan kesehatan dan
keselamatan kerja
• Beban Indonesia cukup berat, 100,3 juta
angkatan kerja (68% informal & 32%
formal)  lapangan kerja beragam
(tradisional  teknologi maju) 
beragam masalah kes kerja
• Kesehatan pekerja kunci utama
perekonomian bangsa  strateginya 
Upaya kes kerja
PENDAHULUAN (lanjutan)
• Permasalahan mendasar dalam pelayanan
kesehatan kerja di puskesmas yakni:
 Terbatasnya pengetahuan/keterampilan petugas
kesehatan di Puskesmas
 Terbatasnya peralatan baik medis maupun teknis
lingkungan
• Sistem informasi untuk penyakit-penyakit yang
diakibatkan oleh dampak pencemaran lingkungan,
PAHK di kawasan industri belum ada.
• KW/SPM 2003  Pelayanan kesehatan dasar
termasuk pelayanan kes kerja
TUJUAN
Tujuan Umum:
Tersedianya pelayanan kesehatan kerja dasar
oleh Puskesmas di kawasan industri.
Tujuan Khusus:
• Meningkatnya kemampuan tenaga Puskesmas dalam
memecahkan masalah kesehatan kerja di wilayah kerja
Puskesmas kawasan industri
• Teridentifikasinya permasalahan kesehatan kerja di
kawasan industri
• Terlaksananya pelayanan kesehatan kerja
• Terselenggaranya koordinasi lintas program dan lintas
sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
pekerja.
• Terbentuknya unit pelayanan kesehatan kerja dasar di
kawasan industri
SASARAN
Sasaran Langsung:
• Pengelola Program Kesehatan Kerja di
Kabupaten/Kota
• Penyelenggara pelayanan kesehatan kerja dasar
Puskesmas

Sasaran antara:
• Balai Pengobatan/Poliklinik Perusahaan, BP
Jamsostek, dll
• Stakeholder
• Masyarakat pekerja.
LANDASAN HUKUM
• UU No. 3 tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi ILO 120,
mengenai Hygiene Dalam Perniagaan dan Kantor
• UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
• UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
• UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
• Permenkes No. 920/Menkes/Per/XII/1986, tentang pelayanan
kesehatan swasta di bidang medik
• Kepres No. 22 tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena
Hubungan Kerja
• Kepmen No. 138/Menkes/SK/II/1996 tentang pemeriksaaan
Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri dan
tenaga asing yang akan bekerja di Indonesia
LANDASAN HUKUM (lanjutan)
• Kepmen No. 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota
• Kepmen No. 1075/Menkes/SK/VII/2003 tentang
Pedoman Sistim Informasi Manajemen Kesehatan
Kerja
• Kepmen No. 1758/menkes/SK/XII/2003 tentang
Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar
• Kepmen No. 128/menkes/SK/II/2004 tentang
Kebijakan dasar Puskesmas
• Kepmen No. 130/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem
Kesehatan Nasional
KONSEP YANKESJA DI PUSK
KAWASAN INDUSTRI
• Dikembangkan berdasarkan SK Menkes No
128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar
Puskesmas
• Puskesmas yang di dalam wilayah kerjanya
terdapat kawasan industri mempunyai tanggung
jawab mengembangkan pelayanan kesehatan yang
dilakukan dengan melaksanakan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat pekerja.
KONSEP YANKESJA DI PUSKESMAS
KAWASAN INDUSTRI
DINAS KES KAB/KOTA

PERUSAHAAN BP/Klinik/Pusat Yankesja


Dr Praktek Swasta PUSKESMAS
BESAR

UKM UKM UKM


UNIT UKM UKM Informal
YANKESJA

Informal
UKM Informal UKM Informal
LANGKAH-LANGKAH PUSKESMAS
DLM YANKESJA DASAR (1)
A. PERSIAPAN
1. Pengumpulan data dasar :
• Data demografi dan geografi : jumlah penduduk,
usia kerja, angkatan kerja, jenis kelamin dsb
 Data umum puskesmas  angka kesakitan dan
pola penyakit, data kematian, pelayanan yg
diberikan, ketenagaan, dan UKBM
2. Pemetaan jenis usaha : jumlah pekerja, perkiraan
faktor risiko dan penilaian besaran masalah 
pengenalan wilayah kerja dan mengetahui besaran
masalah kesehatan kerja di wilayah kerjanya
LANGKAH-LANGKAH PUSKESMAS
DLM YANKESJA DASAR (2)

B. PELAKSANAAN
1. Pertemuan dengan pengusaha  membangun
komitmen
2. Pertemuan dengan wakil pekerja  sosialisasi
yankesja dan PHBS
3. Pelatihan kepada pekerja dan pengusaha ttg bahaya
potensial di tempat kerja
4. Kunjungan lapangan  mengidentifikasi aspek bahaya
kesehatan & lingkungan di tempat kerja
5. Menentukan tindakan perbaikan dan pengendalian 
pendampingan Puskesmas.
6. Memfasilitasi pengusaha  membentuk unit
pelaksanan UKK
7. Memfasilitasi pembentukan Pos UKK sektor informal
LANGKAH-LANGKAH PUSKESMAS
DLM YANKESJA DASAR (3)

8. Puskesmas memberikan Yankesja bagi pekerja :


• Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, berkala dan
khusus
• Diagnosa dini dan pengobatan segera PAK/PAHK/KAK,
termasuk pelayanan ergonomi
• Pelayanan Instalasi Gawat Darurat
• Pelayanan Kesehatan Umum
• Tindakan preventif bagi manajemen dan kendali bahaya
dan risiko K3
• Promosi kesehatan di tempat kerja
• Pencegahan Kecelakaan
• Surveilan Lingkungan Kerja
• Surveilan Kesehatan Kerja
• Pencatatan, pelaporan dan dokumentasi
• Evaluasi
LANGKAH-LANGKAH PUSKESMAS
DLM YANKESJA DASAR (4)

9. Memfasilitasi pengembangan unit Yankesja di


BP/klinik perusahaan
10. Pembinaan dan evaluasi
  Kunjungan dan bimbingan minimal 4
kali/th.
  Pertemuan koordinasi Puskesmas
INDIKATOR
• Jumlah dokter/tenaga kesehatan Puskesmas
yang terlatih kesehatan kerja
• Jumlah Pos UKK yang telah dibentuk dan dibina
di tempat kerja
• Melaksanakan elemen pelayanan kesehatan
kerja dasar di Puskesmas
• Tersedianya data lingkungan (hazard) dan
kesehatan kerja di kawasan industri
• % pekerja yang telah mendapat Yankesja
• % tempat kerja di kawasan industri yang telah
dibina kesehatan kerja
• Tersedianya data PAK/PAHK, dan KAK
PERAN INSTITUSI DALAM
PELAYANAN KESEHATAN KERJA
A. Peran Dinas Kesehatan Kabupaten/kota
• Menggalang dukungan LS terkait, Organisasi
profesi, Dunia Usaha dan Serikat Pekerja
• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat pekerja disarkes
pemerintah, swasta, & Pos UKK
• Melakukan koordinasi dan jejaring kerja LP
terkait melalui advokasi dan sosialisasi
• Melakukan bintek dan fasilitasi pelaksanaan
Yankesja di Puskesmas kawasan industri
• Menyelenggarakan pelatihan teknis dan
keterampilan terhadap petugas kesehatan
maupun swasta, serta kader kesehatan kerja
dalam pelaksanaan Program UKK
PERAN INSTITUSI DALAM
PELAYANAN KESEHATAN KERJA (2)

• Melaksanakan orientasi program pelayanan


kesehatan kerja pada setiap pergantian
dokter Puskesmas di kawasan industri
• Menerapkan syarat kesehatan pada berbagai
lingkungan tempat kerja
• Melaksanakan surveilans kesehatan kerja
termasuk pemetaan bahaya potensial
kesehatan kerja
• Mengupayakan ketersediaan dukungan dana,
sarana dan prasarana, panduan serta alat
kesehatan kerja guna mendukung
penyelenggaraan
PERAN INSTITUSI (3)
B. Puskesmas
Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPTD) di lingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota melaksanakan
sebagian tugas teknis operasional program-
program kesehatan berdasarkan
kewenangan yang diberikan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota meliputi Upaya
Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM)
PERAN INSTITUSI (4)
C. Poliklinik Perusahaan
Poliklinik Perusahaan berperan
dalam pelaksanaan pelayanan
medik dan pelayanan kesehatan
kerja secara paripurna di
perusahaan
PERAN INSTITUSI (5)
D. Balai Pengobatan
Balai Pengobaan berperan dalam
pelaksanaan pelayanan medik
kesehatan kerja
E. Balai Laboratorium
Balai Laboratorim berperan dalam
pemeriksaan patologi klinik atau
pemeriksaan lingkungan kerja guna
mendukung pelayanan kesehatan kerja
PERAN INSTITUSI (6)
F. Praktek Dokter Swasta
Praktek dokter swasta berperan dalam
pelaksanaan pelayanan medik
kesehatan kerja

G. Rumah Sakit
Menerima rujukan medik dari
Puskesmas dan atau unit pelayanan
kesehatan kerja
PERAN INSTITUSI (7)
H. BKKM
Menerima rujukan medik dan rujukan
kesehatan masyarakat dari puskesmas
dan atau dari unit pelayanan kesehatan
kerja
I. Masyarakat Pekerja
Diharapkan dapat menolong dirinya
sendiri dan menumbuhkan budaya
sehat dalam bekerja serta dapat
berperan aktif dalam
mengembangkan UKK di tempat kerja.
PERAN INSTITUSI (8)
J. Pengusaha
Menciptakan lingkungan yang kondusif
bagi terselenggaranya Upaya Kesehatan
Kerja di perusahaannya

K. Serikat pekerja
Berperan serta dalam menggerakan
anggotanya untuk berperilaku hidup sehat
dalam bekerja
PENUTUP
• Puskesmas sebagai institusi pemberi Yankes di
lini terdepan, seyogyanya mengetahui semua
permasalahan yg berkaitan dengan kesehatan
termasuk permasalahan kesehatan kerja yang
terdapat di kawasan industri
• Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas
selama ini masih bersifat umum belum dikaitkan
dengan pekerjaannya
• Untuk kawasan industri perlu dikembangkan
suatu pola pelayanan kesehatan kepada
masyarakat pekerja melalui pengembangan model
pelayanan kesehatan kerja di Puskesmas
kawasan industri
• Dukungan dari “stakeholder sangat diperlukan
guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
pekerja yang sehat dan produktif.
Terimakasih