Anda di halaman 1dari 10

PENGERTIAN VITAMIN

Vitamin adalah suatu senyawa organik yang terdapat di dalam makanan dalam

jumlah sedikit dan dibutuhkan jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme

yang normal. Vitamin dapat larut di dalam air dan lemak. Vitamin yang larut

dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K dan yang larut di dalam air adalah

vitamin B dan C (Dorland, 2006).

VITAMIN MATA DAN KULIT


PADA MATA (VITAMIN A)

Vitamin A didapat dalam 2 bentuk yaitu preformed vitamin A (vitamin A,

retinoid, retinol dan rerivatnya) dan provitamin A (karotenoid/karoten dan

senyawa sejenis) yang merupakan precursor vitamin A.

 INDIKASI VITAMIN A

Vitamin A diindikasikan untuk pencegahan dan pengobatan defisiensi


vitamin A. Tambahan vitamin A juga diperlukan untuk pasien stetore,
obstruksi biliaris. Sirosis hepatis, setelah gastrektomi total dan pada
penyakit infeksi.
Vitamin A digunakan untuk pengobatan penyakit kulit seperti jerawat,
psoriasis dan iktiosis.
 DEFISIENSI VITAMIN A

Defisiensi vitamin A terjadi bila

kesanggupan tubuh untuk menyimpan

vitamin A terganggu.

Gejala yang paling dini dan mudah

dikenal ialah buta senja. Defisiensi lebih

berat menyebabkan gangguan pada mata

yang berupa xeropthalmia, timbulnya

bercak bitot, keratomalasia, dan akhirnya

kebutaan.
 HIPERVITAMINOSIS A

Hipervitaminosis A umumnya timbul pada kasar

retinol plasma melebihi 100 µg/dL.

Tanda dan gejala awal hipervitaminosis antara

lain kulit kering dan gatal, dermatitis skuamosa,

gangguan pertumbuhan rambut, bibir pecah-

pecah, nyeri tulang, sakit kepala, anoreksia, lelah

dan pendarahan.
PEMBERIAN VITAMIN A DAN SEDIAANNYA

• OPTIMAX
Mengandung Betakaroten 6000 IU,
ekstrak Bilberry 80 mg, vitamin C 100mg,
Vitamin E 25 mg, Lutein 3 mg, likopen 2
mg, seng 10 mg
Indikasi :
Suplemen kesehatan fungsi mata.
Dosis : sehari 2 x 1 kapsul

• VITAMIN A IPI
Mengandung Vitamin A asetat 6000 IU
Indikasi:
mencegah dan mengobati kekurangan
vitamin A dengan gejala gangguan
penglihatan (buta senja) xerophtalmia,
keratomalasia, hiperkeratosis, dan
metplasia dari membran mukosa.
Dosis : pencegahan : 1 tablet sehari ,
Pengobatan : 1-4 tab sehari
• VITAMIN A KIMIA FARMA
Mengandung : Vit A asetat sintetik 6000 iu;
2000 iu; 5000 iu
Indikasi : keratomalasia, hemaralopia,
xerophtalmia.
Dosis : Profilaksis : sehari 6000 iu: Terapi
sehari 2-3x 20000-50000 iu
PADA KULIT (VITAMIN E)

Vitamin E berperan sebagai antioksidan dan dapat melindungi kerusakan

membran biologis akibat radikal bebas. Vitamin E melindungi asam

lemak tidak jenuh pada membran fosfolipid.

 INDIKASI VITAMIN E

Penggunaan vitamin E diindikasikan pada keadaan difisiensi yang dapat

terlihat dari kadar serum yang rendah serta hipervitaminosis E.

Hal ini dapat terjadi pada bayi prematur, pada pasien dengan sindrom

malabsorpsi dan steatore, dan penyakit dengan gangguan absorpsi lemak.


 DEFISIENSI VITAMIN E  HIPERVITAMINOSIS E

Defisiensi vitamin E biasa disebabkan Pemakaian vitamin E dalam

oleh gangguan absorpsi misalnya waktu lama dapat menyebabkan

steatore, obstruksi biliaris dan penyakit kelemahan otot, gangguan

pankreas. reproduksi, dan gangguan saluran

Gejala difisiensi vitamin E antara lain cerna.

anemia, degenerasi retina, kelemahan

otot dan gangguan neurologis.


PEMBERIAN VITAMIN E DAN SEDIAANNYA
Nama Obat Kandungan Indikasi Dosis
EVER E Mengandung vitamin E membantu memelihara
100 UI, selenium 1,1 mcg, kesehatan kulit
vit B6 10mg

EVION 100 Mengandung dl Alfa menjaga kelembutan kulit sehari 1-2 tab
tokoperol, asetat 100mg

EVIGRA Mengandung dl α menjaga kesehatan tubuh, Sehari 1-3 kap


tokoferol asetat vit E 100 memperlambat proses
mg penuaan, memperbaiki
dan mencegah kulit
keriput membantu
mengurangi lemak dalam
tubuh.

GOOD LIFE VIT E 400 IU Mengandung Vit E (dl-α membantu menjaga sehari 1 kapsul lunak,
tokoferol asetat) 400 IU kesehatan kulit dan diberikan sesudah makan
rambut
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Farmakologi dan Terapeutik.2010.Farmakologi Dan Terapi Edisi 5. Balai


Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta.

Ikatan Apoteker Indonesia. 2010. ISO (Informasi Spesialite Obat Indonesia).


Volume 51 – 2017 s/d 2018. Jakarta : PT ISFI

Kamiensky M, Keogh J 2006. Vitamins and Minerals. Pharmacology Demystified.


Mc. GrawHill Companies Inc.,USA.p.137-54