Anda di halaman 1dari 14

Dasar hukum utama yang

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)


digunakan untuk penerapan PPN Mekanisme pemungutan,
merupakan pajak yang dikenakan
di Indonesia adalah Undang- penyetoran dan pelaporan PPN
terhadap pertambahan nilai nya
undang No. 8/1983 berikut ada pada pihak pedagang atau
saja dan dipungut beberapa kali
revisinya, yaitu Undang-Undang produsen sehingga muncul istilah
pada berbagai mata rantai jalur
No. 11/1994 dan Undang-Undang Pengusaha Kena Pajak
perusahaan
No. 18/2000

PPnBM merupakan pajak yang


dikenakan pada barang yang
masuk golongan barang mewah. Mekanisme PPnBM diatur dalam
Pengenaan PPnBM dibebankan Pasal 5, Pasal 8 dan Pasal 10 UU
pada produsen atau PKP yang PPN
menghasilkan atau mengimpor
barang mewah
SIFAT TIPE PRINSIP
1. Pajak Objektif 1. Consumption Type Value 1. Tempat Tujuan (Destination)
Added Tax
2. Pajak Tidak Langsung 2. Tempat Asal (Origin
3. Multi Stage Tax 2. Net Income Type Value Principle)
Added Tax
4. Dengan Menggunakan Alat
Bukti Faktur Pajak
3. Gross Product Type Value
Added Tax
5. Bersifat Netral
6. Tidak Menimbulkan Pajak
Ganda
7. Dilakukan Atas Konsumsi
Dalam Negeri
1. Penyerahan / impor/ pemanfaat /
ekspor terhadap BKP/JKP/BKP
tidak berwujud
a) Penyerahan BKP di dalam daerah
pabean yang dilakukan oleh
pengusaha kena pajak maupun
pengusaha yang seharusnya 3. Penyerahan Aktiva oleh
dikukuhkan menjadi pengusaha kena 2. Kegiatan membangun PKP yang menurut tujuan
pajak tetapi belum dikukuhkan
sendiri yang dilakukan semula aktiva tersebut
b) Impor BKP
c) Penyerahan JKP didalam daerah tidak dalam kegiatan usaha tidak untuk diperjual
pabean yang dilakukan oleh atau pekerjaan oleh orang belikan, sepanjang pajak
pengusaha peribadi atau badan yang masukan yang dibayar
d) Pemanfaatan jkp dari luar daerah
hasilnya digunakan sendiri pada saat perolehannya
Pabean di dalam daerah pabean
e) Pemanfaatan JKP dari luar daerah atau digunakan pihak lain. menurut ketentuan dapat
pabean di dalam daerah pabean di kreditkan .
f) Ekspor BKP berwujud oleh PKP
g) Ekspor BKP tidak berwujud oleh
PKP
h) Ekspor JKP oleh PKP
BKB yang tergolong mewah :
PPnBM terutang hanya pada a) Barang tersebut bukan
dua peristiwa yaitu : merupakan barang kebutuhan
1. Pada saat Impor BKB yang pokok
tergolong mewah b) Barang tersebut di konsumsi oleh
2. Pada saat penyerahan BKB masyarakat tertentu
tergolong mewah oleh c) Pada umumnya barang tersebut
pabrikan. di konsumsi oleh masyarakat
yang berpenghasilan tinngi
d) Barang tersebut dikonsumsi
untuk menunjukkan status
1. TARIF PPN SEBESAR 10% 2. TARIF PPN SEBESAR 0%
Tarif 10% dikenakan atas setiap
penyerahan BKP di dalam daerah • Tarif 0% dikenakan atas ekspor
pabean / impor BKP/ penyerahan JKP BKP berwujud/ ekspor BKP tidak
di dalam daerah pabean / pemanfaatan berwujud / ekspor jasa kena pajak.
BKP tidak berwujud dari luar daerah Pengenaan tarif 0% ( non persen )
pabean di dalam daerah pabean/ tidak berarti pembahasan dari
pemanfaatan JKP dari luar daerah
pengenaan PPN
pabean di dalam daerah pabean.
1. Serendah-rendahnya 10% dan setinggi-tingginya 50%

2. Atas ekspor barang kena pajak yang tergolong mewah


dikenakan pajak dengan tarif 0%

3. Macam dan jenis barang yang dikenakan pajak penjualan atas barang mewah
atas barang kena pajak yang tergolong mewah sebagaimana dimaksud pada
ayat 3 .
WAJIB PAJAK PPN DAN PPNBM
PKP yang melakukan penyerahan BKP
dan/ atau JKP didalam Daerah Pabean
dan melakukan ekspor BKP
berwujud?tidak berwujud

Pengusaha kecil yang memilih untuk


dikukuhkan sebagai PKP

Pihak-pihak yang Orang Pribadi atau badan yang


memanfaatkan BKP
mempunyai
kewajiban Orang pribadi yang melakukan impor
barang kena pajak
memungut,
menyetor, dan PKP yang melakukan penjualan barang
melaporkan PPn yang menurut tujuan tidak untuk dijual
kembalia

Orang pribadi atau badan yang melakukan


pembangunan rumahnya sendiri dengan
persyaratan tertentu

Pemungut Pajak yang ditunjuk oleh


Pemerintah
Merupakan pajak yang
dikenakan pada barang
yang tergolong mewah
Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dilakukan oleh
(PPnBM) produsen (pengusaha)
untuk menghasilkan
barang tersebut dengan
kegiatan usaha

Barang yang tergolong mewah


dan harus dikenai PPnBm

Barang yang bukan merupakan barang


kebutuhan pokok

Barang yang hanya dikonsumsi oleh


masyarakat tertentu

Barang yang hanya dikonsumsi oleh


masyarakat berpenghasilan tinggi

Barang yang dikonsumsi hanya untuk


menunjukkan status atau kelas sosial
PRINSIP DAN PERTIMBANGAN
PEMUNGUTAN PPNBM
Agar tercipta keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan
rendah dan tinggi
Untuk mengendalikan pola konsumsi atas BKP yang tergolong
mewah
Perlindungan terhadap produsen kecil atau
tradisional
Mengamankan
penerimaan negara

Penyerahan oleh
pabrikan
Prinsip
pemungutan
PPnBm ialah
hanya 1 kali saja
Impor BKP yang
tergolong mewah
Harga Jual Penggantian Nilai Impor

Nilai Lain sebagai


Nilai Ekspor Dasar Pengenaan
Pajak
PT A MENJUAL SUATU BARANG KEPADA PT B DENGAN HARGA JUAL RP 100.000.000. MAKA PPN YANG
DIBEBANKAN :
HARGA JUAL RP 100.000.000
PPN (10% X RP 100.000.000) RP 10.000.000
JUMLAH YANG DIBAYARKAN RP 110.000.000

JIKA SUATU BARANG YANG DIJUAL SUDAH TERMASUK DALAM PPN


PT KARIMATA MENJUAL BARANG DAGANGANNYA KEPADA PT SINDORO DENGAN HARGA RP
5.929.000. HARGA TERSEBUT SUDAH TERMASUK PPN. JADI, PPN YANG DIBEBANKAN ADALAH :
JUMLAH YANG DIBAYARKAN RP 5.929.000
PPN (10/110 X RP 5.929.000) RP 539.000
HARGA JUAL RP 5.390.000
APABILA DALAM SUATU HARGA TERDIRI ATAS PPN DAN PPN BM
PT PERDANA MENGIMPOR SEBUAH BARANG DENGAN HARGA RP 140.000.000 (TERMASUK PPN 10%
DAN PPN BM 30%)
PPN BM YANG TERUTANG = 30 / (110 + 30) X RP 140.000.000 = RP 30.000.000
PPN YANG TERUTANG = 10 / (110 + 30) X RP 140.000.000 = RP 10.000.000
PT YULANDA ADALAH SEBAGAI IMPORTIR MELAKUKAN IMPOR AIR CONDITIONER (AC) SEBANYAK 2000 UNIT
DAI JEPANG DENGAN HARGA IMPOR (CIF) US$ 500.00 PER UNIT, ATAS IMPOR AC TERUTANG BEA MASUK 50%
PPN 10% DAN PPN BM 20%. KURS BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN RP 7.000,00 PER US$ 1.00.
HARGA IMPOR (CIF) = 2.000 X $ 500.000 X RP 7.000 RP 7.000.000.000,00
BEA MASUK 50% X RP 7.000.000.000,00 RP 3.500.000.000,00
NILAI IMPOR RP 10.500.000.000,00
PPN TERUTANG 10% X RP 10.500.000.000,00 RP 1.050.000.000,00
PPN BM 20% X RP 10.500.000.000,00 RP 2.100.000.000,00
JUMLAH YANG HARUS DIBAYAR IMPORTIR RP 13.650.000.000,00

AC TERSEBUT DIJUAL KEPADA DISTRIBUSI PT SEGAR DENGAN HARGA RP 4.000.000,00 PER UNIT AC.
HARGA PER UNIT AC RP 4.000.000,00
MENGELIMINASI PPN BM PER UNIT 1/2000 X RP 2.100.000.000,00 RP 1.050.000,00
DASAR PENGENAAN PPN RP 2.950.000,00
PPN TERUTANG 10% X RP 2.950.000,00 RP 295.000,00

JUMLAH YANG DIBAYAR PT SEGAR RP 4.000.000,00 + RP 295.000,00 = RP 4.295.000,00


TERIMAKASIH