Anda di halaman 1dari 12

PROSES BISNIS PRODUKSI

NAMA KELOMPOK :
NUR MAULANY FAUZIAH (178)
NURUL MUFIDAH PUTRAM (226)
NOVITA DYAH FAJRIATI (228)
PROSES BISNIS PRODUKSI

• TERDIRI DARI 3 BAGIAN:


1. PENGENDALIAN PRODUKSI
2. PENGENDAIAN PERSEDIAAN
3. AKUNTANSI BIAYA
PENGENDALIAN PRODUKSI
• Sistem akuntansi biaya berfokus pada pengelolaan persediaan pemanufakturan: bahan baku, bahan
baku dalam proses, dan barang jadi.
• Pada job order costing, harga perolehan didistribusikan ke job khusus atau pesanan produksi ((job
costing memerlukan sistem pengendalian proses pesanan produksi))
• Pada process costing, harga perolehan dikompilasikan dalam proses atau rekening departemen secara
periodik. Dan di setiap akhir periode, harga perolehan untuk setiap proses dibagi dalam unit yang
diproduksi untuk menentukan rata-rata harga perolehan per unit.
• Harga perolehan untuk job atau process costing dapat berupa harga perolehan sesungguhnya atau
harga perolehan standar.
• Sistem akuntansi biaya mencakup pengendalian produksi dan persediaan;keduanya sangat berkaitan
dengan prosedur penerimaan pesanan, penagihan, penggajian, pengiriman dan pembelian.
• File dan laporan
Pengendalian produksi meliputi perencanaan produk yang akan diproduksi dan penjadwalan produksi untuk
mengoptimalkan pemakaian sumber daya. Kebutuhan dasar produksi disediakan dengan daftar material (bill
of materials) dan daftar operasi master.
• Arus transaksi
Pesanan produksi dijalankan sesuai dengan otorisasi untuk departemen produksi untuk membuat produk.
Permintaan material diterbitkan untuk setiap pesanan untuk mengotorisasi departemen persediaan untuk
mengeluarkan material ke departemen produksi.
• Akuntansi biaya
Departemen akuntansi biaya bertanggung jawab untuk mengelola file pencatatan biaya barang dalam
proses. Efisiensi pengendalian produksi memerlukan pembandingan antara produksi yang sesungguhnya
dengan penjadwalan produksi dan analisis perbeda (varian). Contohnya seperti biaya yang dianggarkan
dengan biaya sesungguhnya untuk pesanan produksi individual dan atau departemen dan fasilitas yang
digunakan dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas oleh departemen.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN

• TUJUAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN ADALAH UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN


TOTAL.
• KEPUTUSAN PENTING YANG DIBUAT ADALAH UKURAN JUMLAH DARI SETIAP PESANAN
PEMBELIAN YANG DISEBUT ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ).
EOQ = 2RS
PI
REORDER POINT : LEAD TIME X RATA-RATA INVENTORY USAGE RATE
PRODUKSI JUST IN TIME

Persediaan
Persediaan Operasi Operasi Persediaan
barang
Pemasok bahan 1 2 barang
dalam
baku Jadi
proses

Pelanggan

• Produksi just in time (JIT) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan sistem produksi yang komponen diproduksi hanya
ketika diperlukan dalam suatu proses operasi.
• Sistem JIT berbeda dari sistem produksi konvensional dimana barang dalam proses, bahan baku, dan barang jadi diminimumkan
atau secara total dikurangi.
APLIKASI AKUNTANSI KEKAYAAN
• APLIKASI AKUNTANSI KEKAYAAN MENYANGKUT AKTIVA TETAP ORGANISASI DAN INVESTASI.
• ELEMEN PENTING DARI PENGENDALIAAN INTERNAL YANG EFEKTIF ADALAH PEMROSESSAN YANG
AKURAT DAN TEPAT WAKTU DARI INFORMASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVA TETAP DAN
INVESTASI.

Aktiva Tetap

Aplikasi Akuntansi
kekayaan
Investasi, seperti aktiva tetap
memerlukan pencatatan terpisah,
Investasi khusunya register investasi yang
digunakan sebagai pengendalian
akuntansi.
PEMROSESAN TRANSAKSI PADA SISTEM
PEMANUFAKTURAN RESPONS-CEPAT
• Perencanaan produksi
Perencanaan produksi meliputi penentuan produk mana yang diproduksi dan penjadwalan produksi
agar penggunaan sumber daya produksi menjadi optimal. Penentuan produk mana yang diproduksi
memerlukan integrasi anata permintaan produk dan kebutuhan produksi dan sumber daya produksi
yang tersedia di perusahaan.

• Implementasi perencanaan produksi


Perencanaan produksi master diproses untuk status produksi, daftar material, dan file operasi master.
Proses ini menghasilkan file pesanan produksi, permintaan material, dan routing dan juga
memperbarui file status produksi.
• Penjadwalan produksi
Data RTG berisi status produksi yang dikumpulkan pada departemen pabrik sebagai proses kerja. Data
RTG yang diterima dari pabrik digunakan utnuk memperbarui file status produksi. Data RTG diposting
ke record pesanan produksi yang terkait di dalam file status produksi. Output dari operasi ini meliputi
laporan ringkas, file status produksi yang diperbarui, dan file beban produksi yang berisi kebutuhan
produksi yang berkaitan dengan pesanan produksi yang belum selesai.

• Akuntansi biaya
Output dari program akuntansi biaya meliputi item sebagai berikut:
· File status produksi yang telah diperbarui
· File pesanan produksi yang telah selesai
· File penggunaan sumber daya
· Laporan ringkas

• Pelaporan
Output proses ini meliputi file persediaan barang jadi yang telah diperbarui, laporan status persediaan
barang jadi, ringkasan biaya pesanan produksi yang telah selesai, dan laporan ringkas.
• MRP II versus MRP
Pada MRP, modul file routing menunjukkan urutan operasi yang diperlukan untuk menghasilkan
komponen atau perakitan. Perluasan dari pemrosesan file routing pada MRP II meliputi informasi yang
lebih luas mengenai data kapasitas pusat kerja, data alat pemeliharaan mesin, dan data pengendalian
pemeliharaan mesin numerikal dari sistem CADD.

• Implementasi JIT dalam Lingkungan MRP II/CIM


Dalam lingkungan JIT, produk dibuat di bawah konsep “pull”. Produksi hanya terjadi ketika diperlukan
untuk memenuhi pesanan pelanggan. Sebaiknya, pada lingkungan batch, tidak ada penjadwalan dalam
lingkungan JIT. Pesanan pelanggan “pull” produk dari lini produksi; sebagai dampaknya, permintaan
akan menyebabkan jadwal produksi. Tipe operasi ini memerlukan setup secara cepat, produksi
berkualitas tinggi, yang secara berkelanjutan mengurangi aktivitas yang tidak berguna dan memperbaiki
arus persediaan.
PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERNAL KHUSUS
Sistem informasi respon-cepat, sama seperti sistem komputer yang lain, meningkatkan masalah
pengendalian internal tertentu. Transaksi dapat dilakukan tanpa persetujuan atau intervensi manusia,
yang berarti mengurangi pengendalian konvensional berkaitan dengan pemisahan tugas dalam
transaksi. Oleh karena itu, pertimbangan utama adalah memastikan bahwa pengendalian atau yang
sejenisnya merupakan bagian integral dari sistem pemanufakturan respon-cepat.

Pemrosesan komputer secara umum dan edi akan mengurangi dokumen kertas yang berorientasi
pada manusia. Akan tetapi, masalah validasi dan keaslian harus dihadapi dalam operasi dengan
menggunakan sistem pemrosesan tanpa kertas, baik dalam sebuah perusahaan (misal, pesanan
produksi elektronik ) maupun dalam pertukaran dengan mitra bisnisnya ( EDI dan EFT )